PRDA Genjot Kinerja di Sisa Tahun
Emiten laboratorium dan klinik kesehatan, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) terus menjalankan berbagai strategi yang telah disiapkan guna memacu pertumbuhan kinerja tahun ini. Direktur Utama PRDA Dewi Muliaty mengatakan, di sisa tahun 2024, beberapa startegi yang telah disiapkan adalah fokus meningkatkan pelayanan, serta fokus membidik klien korporasi. "Untuk pembukaan cabang kelihatannya juga telah selesai semua per September 2024, dan tentunya kami terus melakukan pengembangan bisnis dan kemudahannya melalui aplikasi U by Prodia. Kami berharap, dengan langkah-langkah ini dapat menambah pertumbuhan kinerja Perseroan," papar Dewi, Senin (30/9). Menurutnya, PRDA kini tengah menuntaskan sejumlah perizinan klinik di berbagai daerah. Hingga saat ini, sudah 152 perizinan klinik yang berhasil diselesaikam. Dewi menuturkan, melalui klinik ini Perusahaan akan melakukan segmentasi dan kategorisasi pasar berdasarkan kekhasan di tiap daerah.
Dengan berbagai upaya itu, Dewi mengklaim, PRDA tetap bisa mencetak pertumbuhan kinerja hingga kuartal III-2024. Namun demikian, diakuinya, tren pertumbuhan sepanjang tahun ini tidak begitu tinggi.
Melihat hal ini, Dewi mengatakan target pendapatan yang dipasang sebesar
low double digit
di awal tahun ini yang sebesar Rp 2 triliun, terpaksa direvisi.
Perusahaan awalnya cukup optimistis dengan dinamika pertumbuhan ekonomi dan kebiasaan masyarakat. Namun, tiap kuartal memiliki tantangan tersendiri. Namun demikian, PRDA tetap berusaha memperjuangkan kinerjanya bisa tumbuh lebih tinggi.
"Harapannya pertumbuhan kinerja masih tetap positif atau paling tidak ada pertumbuhan sebesar 2%. Awalnya kami berbicara target sebesar 7%, bahkan melihat perkembangan di kuartal II sempat mematok di 9%. Namun, melihat kuartal III-2024 yang pergerakannya tidak tinggi, kami pasang di 2%. Tapi, secara pertumbuhan semua masih positif," paparnya.
Prodia juga mencatat adanya penurunan jumlah kunjungan sebesar 4,8% menjadi 1,2 kunjungan. Adapun volume tes yang dilakukan sebesar 8,4 juta dengan pangsa pasar berada di level 40,1%.
Tags :
#KorporasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023