Inggris, Menutup Pembangkit Listrik Batubara
Inggris, tempat kelahiran Revolusi Industri, menutup pembangkit listrik bertenaga batubara terakhir miliknya. Penutupan itu simbolik dan sarat makna. Ratcliffe-on-Soar, nama pembangkit listrik batubara terakhir di Inggris, didirikan tahun 1967 dan ditutup pada Senin (30/9/2024) tengah malam waktu setempat, atau telah beroperasi tanpa henti selama lebih dari satu abad. Hal yang menjadikannya simbolik, penutupan pembangkit listrik yang berada di wilayah Nottinghamshire itu tak hanya menandai berakhirnya masa bakti Ratcliffe-on-Soar, tetapi juga mengakhiri periode 142 tahun listrik batubara di Inggris. Pembangkit listrik bertenaga batubara Inggris dibangun pertama kali di Holborn Viaduct, London, 1882. Pemanfaatan batubara mempercepat kemunculan Inggris sebagai kekuatan industri serta ”penguasa” dunia pada masa itu. Sejak pembangkit listrik batubara mulai beroperasi di Inggris tahun 1882 hingga Ratcliffe-on-Soar ditutup, Inggris telah membakar 4,6 miliar ton batubara dan mengeluarkan 10,4 miliar ton karbon dioksida.
Dalam hitungan yang dilakukan analis di Carbon Brief, jumlah ini lebih banyak dari yang dihasilkan sebagian besar negara dari semua sumber bahan bakar fosil (The Guardian, 30/9/2024). Penutupan Ratcliffe-on-Soar merupakan bagian dari upaya dunia mengurangi emisi gas rumah kaca yang meliputi karbon dioksida. Dunia harus melakukannya karena pemanasan global dipicu panas matahari yang terjebak di atmosfer akibat peningkatan kandungan gas rumah kaca. Peningkatan suhu rata-rata Bumi selama beberapa waktu terakhir menunjukkan pemanasan global nyata. Pemanasan ini memicu perubahan iklim: negara-negara berhawa sejuk memanas, sementara suhu udara di wilayah khatulistiwa terus bertambah. Pertanian pun terganggu dan manusia kian kesulitan bekerja di luar ruangan. Krisis besar ekonomi dan politik berada di depan mata. Penutupan Ratcliffe-on-Soar mengingatkan bahwa era energi hijau menjadi keniscayaan. Namun, jalan menuju penerapan 100 persen energi hijau tentu tidak sama di antara negara-negara.
Selain itu, dibutuhkan proses transisi energi yang rumit. Prosesnya memerlukan kerja sama pendanaan global yang antara lain dipakai untuk membiayai penutupan pembangkit batubara di banyak negara. Muncul pula tantangan baru dalam transisi energi hijau. Teknologi ini dikuasai segelintir negara. Penerapannya juga membutuhkan mineral-mineral dengan lokasi penambangan dan pengolahan tak merata di dunia. Akhirnya, teknologi hijau telah menjadi isu geopolitik baru. Akan tetapi, penutupan Ratcliffe-on-Soar mempertegas bahwa peralihan menuju energi hijau sangat mungkin dilakukan. Inggris, negara tempat pertama kali mesin berbahan bakar batubara dipakai untuk industrialisasi, akhirnya menyudahi penggunaan jenis bahan bakar fosil dengan tingkat pencemaran sangat tinggi tersebut. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023