Pemerintah Tata Ulang Jurus Jaga Stabilitas Ekonomi
Perekonomian Indonesia pada triwulan I/2025 menunjukkan perlambatan, dengan pertumbuhan hanya 4,87% (YoY), terendah dalam lima tahun terakhir di luar masa pandemi. Penurunan ini terjadi di tengah ketidakstabilan global dan tekanan eksternal, termasuk akibat perang dagang, yang menyebabkan IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,8%, sementara ekonomi Indonesia diprediksi tumbuh hanya 4,7% pada tahun ini.
Namun, tidak semua sektor menunjukkan kinerja buruk. Sektor pertanian justru tumbuh signifikan sebesar 10,52% didorong oleh reformasi distribusi pupuk dan subsidi tepat waktu. Sektor manufaktur, yang berkontribusi paling besar terhadap PDB, juga tumbuh 4,55%, meskipun mulai menunjukkan tanda kontraksi pada indikator PMI.
Di sisi lain, rendahnya inflasi (1,03%) menjadi sorotan karena dinilai tidak semata-mata positif, melainkan bisa menandakan lemahnya daya beli masyarakat. Pemerintah juga dikritik karena efisiensi anggaran yang menyebabkan pertumbuhan konsumsi pemerintah negatif (-0,08%), meski sebenarnya penyebab utamanya adalah tidak adanya belanja pemilu seperti tahun sebelumnya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa tantangan ekonomi ke depan sangat fundamental dan perubahan global harus dijawab dengan kebijakan fiskal yang realistis, termasuk target pertumbuhan ekonomi 5,2%–5,8% untuk 2026. Ia mendorong agar kebijakan insentif bagi masyarakat dan dunia usaha segera dikaji, termasuk relaksasi pajak penghasilan, penyederhanaan birokrasi, serta penguatan kepastian usaha.
Pengamat juga menyoroti perlunya peningkatan produktivitas nasional, mengingat ICOR Indonesia yang tinggi (6,3) menunjukkan efisiensi investasi yang masih rendah dibandingkan negara tetangga. Untuk itu, strategi pembangunan difokuskan pada:
-
Produktivitas SDM, melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.
-
Kualitas infrastruktur dan konektivitas, untuk mempercepat arus barang dan jasa serta daya saing ekspor.
-
Produktivitas tata kelola (governance), dengan digitalisasi layanan publik dan penyederhanaan regulasi melalui LNSW.
Dengan strategi tersebut, diharapkan perekonomian dapat tumbuh secara berkelanjutan tanpa mengorbankan pemerataan sosial dan stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen utama perlindungan ekonomi nasional.
Produksi Padi Karawang Digenjot Dua Kali Lipat
Pemerintah Kabupaten Karawang, melalui Ketua Tim Hortikultura DPKP Asep Saprudin, secara aktif mendorong para petani untuk melakukan program tanam padi sebanyak tiga kali dalam setahun. Langkah ini diambil guna mencapai target produksi gabah kering panen (GKP) sebesar 1,45 juta ton pada tahun 2025, meningkat dari capaian 1,2 juta ton pada tahun sebelumnya.
Program ini merupakan bagian dari strategi ketahanan pangan nasional, terlebih setelah pemerintah pusat menghentikan impor beras tahun ini. Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, Pemkab Karawang menyediakan bantuan berupa alat dan mesin pertanian, perbaikan irigasi, bantuan benih, serta distribusi pupuk subsidi yang kini lebih mudah diakses hanya dengan KTP.
Asep juga menegaskan bahwa tanam tiga kali tidak selalu harus berupa padi, tetapi bisa juga sayuran untuk menjaga kesuburan tanah dan mengendalikan hama. Dengan berbagai dukungan tersebut, diharapkan lahan pertanian di Karawang dapat dimanfaatkan secara maksimal demi mendukung program nasional yang kini diprioritaskan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan.
SRIL Bermasalah, Kejagung Pastikan Pekerja Tetap Dilindungi
Kejaksaan Agung menegaskan bahwa proses penyitaan aset PT Sri Rejeki Isman Tbk. (Sritex) tidak akan mengganggu hak-hak pekerja yang tengah dalam proses pendataan dalam perkara kepailitan. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Harli Siregar, menyatakan bahwa penyidik akan bersikap bijak dalam mengambil langkah hukum agar hak-hak pekerja tetap terlindungi.
Meski begitu, Kejaksaan Agung tetap berkomitmen untuk menuntut pertanggungjawaban semua pihak yang terlibat dalam kasus korupsi ini guna memulihkan kerugian negara sebesar Rp692 miliar. Sejauh ini, telah ditetapkan tiga tersangka, yaitu eks Dirut Bank DKI Zainuddin Mappa, Pemimpin Divisi Komersial dan Korporasi Bank BJB Dicky Syahbandinata, serta eks Dirut Sritex Iwan Setiawan Lukminto.
Langkah tegas Kejaksaan ini mencerminkan komitmen penegakan hukum yang tetap memperhatikan aspek sosial, khususnya perlindungan terhadap para pekerja dalam proses hukum korporasi.
Musim Dividen Jadi Magnet Investor Saham
Stimulus Konsumsi Dinilai Masih Kurang Atraktif
Kinerja Emiten Membaik, Pasar Punya Tenaga Baru
Penyaluran KUR Masih Lambat di Awal Tahun
Strategi Perdagangan Nasional Diperbarui
Eskalasi perang dagang akibat manuver tarif impor oleh Amerika Serikat berdampak besar terhadap kinerja perdagangan global, termasuk Indonesia. Hal ini tercermin dari penurunan tajam surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2025 menjadi hanya US$0,16 miliar, turun drastis 96,3% dari bulan sebelumnya. Deputi Statistik BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan bahwa ini adalah surplus terendah dalam lima tahun terakhir, disebabkan oleh penurunan ekspor sebesar 10,77%.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa dampak perlambatan perdagangan global akibat kebijakan proteksionis AS terasa sejak April dan Mei 2025. Untuk merespons kondisi ini, pemerintah telah menyiapkan paket stimulus ekonomi yang akan diterapkan mulai Juni atau Juli guna menopang perekonomian nasional dan menjaga daya saing ekspor.
Sementara itu, Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani menilai penyempitan surplus perdagangan bukanlah kejutan karena struktur ekspor Indonesia yang masih bergantung pada komoditas, serta belum adanya perlindungan perdagangan domestik yang kuat. Ia mendorong pemerintah agar memperluas pasar ekspor melalui relaksasi pembiayaan, subsidi standar pasar, serta percepatan perjanjian dagang internasional seperti IEU-CEPA dan FTA lainnya.
Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal, juga menambahkan bahwa tekanan eksternal diprediksi akan terus berlanjut, terutama hingga Juli 2025 saat tarif balasan AS berlaku penuh. Oleh karena itu, sinergi kebijakan domestik dan strategi ekspor baru menjadi kunci mempertahankan stabilitas neraca perdagangan di tengah ketidakpastian global yang dipicu kebijakan proteksionis Presiden AS.
AI Buka Peluang Profesi Baru
Di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global, Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa jumlah pengangguran di Indonesia per Februari 2025 mencapai 7,28 juta orang, dengan tingkat pengangguran sarjana tertinggi sebesar 14,6%. Kondisi ini memicu keprihatinan, terutama karena proyeksi IMF menunjukkan tingkat pengangguran Indonesia bisa naik ke level 5%, tertinggi di Asia Tenggara.
Sementara itu, dalam dokumen visi-misi “Prabowo-Gibran 2024: Bersama Indonesia Maju”, Presiden Prabowo Subianto berkomitmen menciptakan 19 juta lapangan kerja baru dalam lima tahun ke depan, atau sekitar 3,86 juta pekerjaan per tahun. Tantangan besar ini menuntut strategi inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, terutama Artificial Intelligence (AI).
AI dianggap bukan hanya sebagai ancaman terhadap pekerjaan tradisional, tetapi juga sebagai peluang besar penciptaan jenis pekerjaan baru di berbagai sektor. Posisi seperti AI engineer, data scientist, prompt engineer, hingga AI ethics specialist akan sangat dibutuhkan. Di sektor industri, pertanian, kesehatan, pendidikan, hingga keuangan, AI mampu menciptakan efek berganda dalam bentuk pekerjaan baru melalui optimalisasi dan otomatisasi.
Untuk mendukung hal ini, pemerintah perlu mempercepat integrasi AI ke dalam sistem pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi, serta memastikan pembangunan infrastruktur digital dan pusat data AI lokal. Kebijakan tegas soal AI berdaulat (sovereign AI) penting agar kekayaan data dan kearifan lokal Indonesia tidak tergadaikan oleh pihak luar. Inisiatif seperti AI Experience Center oleh Indosat, yang terbaru diresmikan di Jayapura pada 21 Mei 2025, menjadi langkah awal positif.
Dengan pendekatan tepat, ekosistem AI dapat menjadi katalis transformasi ekonomi nasional, mengurangi pengangguran, serta menjadikan Indonesia pemain penting dalam revolusi teknologi global.
AirAsia Kembali Layani Rute Malaysia
AirAsia menjadi maskapai pertama yang secara resmi mengajukan rencana pembukaan rute penerbangan internasional dari dan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, menyusul dikembalikannya status internasional bandara tersebut pada April 2025. Head of Indonesia Affairs and Policy PT Indonesia AirAsia, Eddy Krismeidi Soemawilaga, menyampaikan bahwa rute awal yang diajukan adalah Palembang–Kuala Lumpur, dengan target operasional pada September atau Oktober 2025, tergantung pada kelancaran proses perizinan.
Eddy menjelaskan bahwa pemilihan rute ini didasarkan pada tingginya jumlah wisatawan Malaysia ke Indonesia serta peran Kuala Lumpur sebagai pusat penerbangan utama AirAsia. Sebelum pandemi, rute ini mencatat 160.000 penumpang per tahun dengan satu kali penerbangan per hari.
Sementara itu, Executive General Manager SMB II Palembang, Iwan Winaya Mahdar, menegaskan kesiapan bandara dari segi fasilitas, SDM, dan prosedur operasional sejak keluarnya SK Menteri Perhubungan No. 26/2025. Ia juga menyebut bahwa meskipun belum ada permintaan formal dari maskapai lain, pihaknya mendapat informasi bahwa Malindo Air juga sedang dalam proses perizinan untuk membuka rute serupa.
Langkah AirAsia ini diharapkan dapat membuka kembali konektivitas internasional Palembang dan mendongkrak sektor pariwisata serta ekonomi wilayah Sumatera Selatan.
Pilihan Editor
-
Neraca Komoditas Hapus Rekomendasi Ijin Ekspor
07 Apr 2021 -
IMF Dukung Pajak Minimum untuk Korporasi
07 Apr 2021 -
Menkeu Terbitkan Aturan Jamin Pelaksanaan PSN
06 Apr 2021









