;

AI Buka Peluang Profesi Baru

Teknologi Hairul Rizal 03 Jun 2025 Bisnis Indonesia
AI Buka Peluang Profesi Baru


Di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global, Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa jumlah pengangguran di Indonesia per Februari 2025 mencapai 7,28 juta orang, dengan tingkat pengangguran sarjana tertinggi sebesar 14,6%. Kondisi ini memicu keprihatinan, terutama karena proyeksi IMF menunjukkan tingkat pengangguran Indonesia bisa naik ke level 5%, tertinggi di Asia Tenggara.

Sementara itu, dalam dokumen visi-misi “Prabowo-Gibran 2024: Bersama Indonesia Maju”, Presiden Prabowo Subianto berkomitmen menciptakan 19 juta lapangan kerja baru dalam lima tahun ke depan, atau sekitar 3,86 juta pekerjaan per tahun. Tantangan besar ini menuntut strategi inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, terutama Artificial Intelligence (AI).

AI dianggap bukan hanya sebagai ancaman terhadap pekerjaan tradisional, tetapi juga sebagai peluang besar penciptaan jenis pekerjaan baru di berbagai sektor. Posisi seperti AI engineer, data scientist, prompt engineer, hingga AI ethics specialist akan sangat dibutuhkan. Di sektor industri, pertanian, kesehatan, pendidikan, hingga keuangan, AI mampu menciptakan efek berganda dalam bentuk pekerjaan baru melalui optimalisasi dan otomatisasi.

Untuk mendukung hal ini, pemerintah perlu mempercepat integrasi AI ke dalam sistem pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi, serta memastikan pembangunan infrastruktur digital dan pusat data AI lokal. Kebijakan tegas soal AI berdaulat (sovereign AI) penting agar kekayaan data dan kearifan lokal Indonesia tidak tergadaikan oleh pihak luar. Inisiatif seperti AI Experience Center oleh Indosat, yang terbaru diresmikan di Jayapura pada 21 Mei 2025, menjadi langkah awal positif.

Dengan pendekatan tepat, ekosistem AI dapat menjadi katalis transformasi ekonomi nasional, mengurangi pengangguran, serta menjadikan Indonesia pemain penting dalam revolusi teknologi global.


Download Aplikasi Labirin :