Penjualan Paling Banyak di Hongkong dan Singapura
Usaha yang ditekuni Lilik ini sudah berjalan sampai 4 bulan. Omzet keripik usus ayam yang dihasilkan pun cukup besar, hingga Rp. 100 juta lebih perbulan
Lilik Rahayu menjelaskan bahwa awal mula dirinya memulai bisnis keripik usus berawal dari permintaan temannya di luar negeri. Kemudian ia mencoba mengirimkan keripik usus ke Malaysia, ternyata mendapat respons positif.
Lilik mengaku selain ke Malaysia, ta juga memasarkan keripik usus ke Singapura dan Hongkong. “Penjualan paling banyak di Hongkong, kadang mereka pesannya 2.000 kg. Kalau Singapura kadang pesannya 1.500 kg,” jelasnya.
Saat ini Lilik mengaku kesulitan untuk mengerjakan pesanan yang terus datang. Pasalnya ia memiliki keterbatasan dalam hal modal dan alat untuk memproduksi lebih besar lagi. Ia berharap mendapat sentuhan bantuan secara langsung oleh pemerintah Kabupaten Kediri guna mengembangkan bisnis UMKM.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023