;

OJK Bubarkan Jiwasraya

Yuniati Turjandini 02 Oct 2024 Investor Daily (H)
OJK menyatakan tinggal menunggu diterbitkan Peraturan Pemerintah (PP) sebagai tahap akhir pembubaran PT Asuransi Jiwasraya (Persero). "Adapun tahap akhir dari penyelesaian Jiwasraya, karena ini (Jiwasraya) merupakan suatu persero ya, maka perlu adanya PP pembubaran dari pada Jiwasyara yang tentunya ini akan ditindaklanjuti dengan tindakan dari OJK. Berikutnya, setelah PP itu (terbit), (surat) pembubaran itu diterbitkan," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono. Sebelum OJK telah menerbitkan sanksi Pembatasan Kegiatan Usaha (PKU) kepada Jiwasraya karena perusahaan dinilai telah melanggar sejumlah ketentuan dibidang perasuransian. "Pengenaan sanksi PKPU tersebut merupakan rangkaian dari pengawasan yang dilakukan OJK sebagai yang diatur dalam ketentuan yang berlaku, serta bertujuan untuk melindungi kepentingan pemegang polis dan masyarakat," ujar Ogi. (Yetede)

Industri Manufaktur Kembali Kontraksi

Yuniati Turjandini 02 Oct 2024 Investor Daily (H)
Industri manufaktur kembali melanjutkan kontraksinya menjadi 3 bulan berturut-turut dan menjadi penutup di era Presiden Jokowi. Pada September 2024, Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur Indonesia meningkat tipis ke 49,2 dan 48,9 di Agustus. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Hukum, dan Komunikasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Yukki Nugraha Hanafi menerangkan, pihaknya melihat bahwa situasi tantangan eksternal geopolitik dan era suku bunga tinggi menjadi faktor yang mempengaruhi penurunan permintaan global. Padahal, Kadin, melihat kondisi fundamental  ekonomi Indonesia solid dengan tingkat inflasi yang terjaga. Namun, terang dia, ekslasi geopolitik turut medistrupsi arus logistik dan rantai pasok global sehingga menyebabkan kenaikan biaya bahan baku dan ongkos logistik. Ditambah lagi, suku bunga kredit bagi dunia usaha juga masih cukup tinggi meskipun sudah menunjukkan adanya penurunan. "Hal ini kami cermati turut mempengaruhi arah gerak industri manufaktur nasional," ucap Yukki. (Yetede)

Saatnya Bank Muamalat Berbenah Ddiri

Yuniati Turjandini 02 Oct 2024 Tempo
DALAM beberapa tahun terakhir, di tengah perkembangan ekonomi syariah, konsolidasi sektor perbankan syariah menjadi isu strategis dan menjadi perhatian banyak kalangan. Banyak pihak berharap adanya konsolidasi melalui merger ataupun akuisisi mampu memperkuat perbankan syariah dan mendorong Indonesia menjadi global hub ekonomi syariah.  Namun kasus batalnya akuisisi Bank Muamalat oleh Bank Tabungan Negara (BTN) menunjukkan bahwa proses konsolidasi tidak semudah yang diharapkan. Berbagai tantangan harus dihadapi, seperti alasan strategis ataupun perhitungan ekonomi yang sering kali menjadi penghambat utama terjalinnya kesepakatan.

Walaupun Direktur Utama BTN tidak memberitahukan alasan batalnya konsolidasi tersebut, faktor keuangan kemungkinan besar menjadi alasan utama. Diketahui Muamalat pernah menghadapi krisis pada 2017 dengan rasio kecukupan modal hanya 11,58 persen. Dengan kondisi ini, bisa dibilang Muamalat termasuk bank yang "sakit". Hal ini terjadi karena Muamalat melakukan kesalahan dalam menjalankan strategi bisnis. Muamalat yang seharusnya berfokus pada segmen pasar retail justru terlalu berfokus pada pendanaan korporasi, salah satunya untuk maskapai penerbangan Batavia Air yang akhirnya pailit. Strategi tersebut mengakibatkan pembiayaan bermasalah (NPF) Bank Muamalat meningkat tajam hingga menembus 5 persen pada 2017. Strategi ini bisa dibilang merupakan kesalahan fatal serta mengingkari visi Bank Muamalat sebagai bank yang berfokus pada retail alih-alih korporasi besar. (Yetede)

Tiga Juta Rumah di Tinggal

Yuniati Turjandini 02 Oct 2024 Tempo
PRESIDEN terpilih Prabowo Subianto akan merealisasi program 3 juta rumah setiap tahun pada masa pemerintahannya. Program tersebut merupakan janji Prabowo saat kampanye untuk menyediakan hunian murah dan berkualitas bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengatakan pemerintahan mendatang bakal membangun 2 juta rumah di perdesaan dan 1 juta apartemen di perkotaan. Saat ini tim transisi sedang menggodok sumber dana untuk merealisasi program tersebut.

Ada tiga sumber dana yang direncanakan, yaitu program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), dan Bank Tabungan Negara (BTN). Hashim juga memastikan pembangunan 2 juta rumah di perdesaan akan dipercayakan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, serta badan usaha milik desa. “Perusahaan kontraktor konglomerat dilarang masuk ke bidang ini!" kata Hashim pada 31 Agustus 2024 (Yetede)

Polemik Pencabutan Ketetapan di Tubuh MPR

Yuniati Turjandini 02 Oct 2024 Tempo
SEBULAN menjelang pergantian anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat periode 2019-2024, mereka mencabut tiga Ketetapan MPR atau Tap MPR. Ketiga Tap MPR yang dicabut itu berisi tentang pencabutan kekuasaan Presiden Sukarno; pengusutan Presiden Soeharto yang diduga terlibat korupsi, kolusi, dan nepotisme; serta pemberhentian Abdurrahman Wahid sebagai presiden.

Tap MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967 tentang Pencabutan Kekuasaan Pemerintah Negara dari Presiden Sukarno lebih dulu dicabut oleh MPR periode 2019-2024. Lalu menyusul dua ketetapan lagi, yaitu Tap MPR Nomor 11 Tahun 1998 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme; serta Tap MPR Nomor II/MPR/2001 tentang Pertanggungjawaban Presiden Republik Indonesia Abdurrahman Wahid.

Ketua MPR 2019-2024 Bambang Soesatyo mengatakan penyebutan nama Presiden Soeharto dalam Pasal 4 Tap MPR Nomor 11 Tahun 1998 telah dilaksanakan tanpa mencabut Ketetapan MPR tersebut. Pasal 4 itu berisi upaya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme terhadap Presiden Soeharto dan pejabat negara, termasuk keluarga dan kroninya. (Yetede)

Cacat di Wajah KPK yang Terus Berulang

Yuniati Turjandini 02 Oct 2024 Tempo
DUGAAN pelanggaran kode etik yang dilakukan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi kembali mencuat. Dugaan itu muncul setelah Forum Mahasiswa Peduli Hukum melaporkan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata ke Dewan Pengawas. Alexander disebut melanggar Pasal 4 ayat 2 huruf a dan b Peraturan Dewas KPK Nomor 3 Tahun 2021 karena dia bertemu dan berkomunikasi dengan eks Kepala Bea-Cukai Yogyakarta, Eko Darmanto, yang sudah ditetapkan menjadi tersangka korupsi.

"Seharusnya tidak perlu ada hubungan komunikasi, baik langsung maupun tidak langsung, antara Alexander Marwata dan Eko Darmanto,” kata Ketua Forum Mahasiswa Peduli Hukum Raja Oloan Rambe, Jumat, 27 September 2024. Raja mengatakan pertemuan Alex dengan Eko itu terjadi di Gedung Merah Putih KPK pada 9 Maret 2023. Kala itu KPK sedang memeriksa Eko yang viral karena memamerkan harta di media sosial. Sebagai pemimpin KPK, kata Raja, Alex semestinya bisa mengantisipasi pertemuan dengan pihak-pihak yang diduga kuat akan berkasus.

Alexander tidak membantah pertemuannya dengan Eko pada 9 Maret 2023. Saat itu belum ada laporan masyarakat tentang Eko, meski pejabat Bea-Cukai itu tengah menjadi sorotan karena gaya hidup mewahnya. Pimpinan KPK kemudian memerintahkan Deputi Bidang Pencegahan mengundang Eko agar bisa dimintai klarifikasi soal kekayaannya. Alex menyebutkan pertemuannya dengan Eko masih pada tahap rencana untuk permintaan klarifikasi di Deputi Pencegahan. (Yetede)

Dugaan Pelanggaran Kode Etik yang Dilakukan Pimpinan KPK

Yuniati Turjandini 02 Oct 2024 Tempo
DUGAAN pelanggaran kode etik yang dilakukan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi kembali mencuat. Dugaan itu muncul setelah Forum Mahasiswa Peduli Hukum melaporkan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata ke Dewan Pengawas. Alexander disebut melanggar Pasal 4 ayat 2 huruf a dan b Peraturan Dewas KPK Nomor 3 Tahun 2021 karena dia bertemu dan berkomunikasi dengan eks Kepala Bea-Cukai Yogyakarta, Eko Darmanto, yang sudah ditetapkan menjadi tersangka korupsi. "Seharusnya tidak perlu ada hubungan komunikasi, baik langsung maupun tidak langsung, antara Alexander Marwata dan Eko Darmanto,” kata Ketua Forum Mahasiswa Peduli Hukum Raja Oloan Rambe, Jumat, Menanti Putusan Etik untuk Nurul Ghufron Tonis Ghufron Tersandera Putusan Serusi Pansel KPK Berintegrita Raja mengatakan pertemuan Alex dengan Eko itu terjadi di Gedung Merah Putih KPK pada 9 Maret 2023. Kala itu KPK sedang memeriksa Eko yang viral karena memamerkan harta di media sosial. Sebagai pemimpin KPK, kata Raja, Alex semestinya bisa mengantisipasi pertemuan dengan pihak-pihak yang diduga kuat akan berkasus. (Yetede)

Waspada Daya Beli yang Anomali di Tengah Pemulihan

Hairul Rizal 02 Oct 2024 Bisnis Indonesia (H)

Soliditas daya beli masyarakat Indonesia menghadapi tantangan serius dengan sejumlah indikator ekonomi yang menunjukkan kontraksi. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan deflasi sebesar 0,12% pada September 2024, memperpanjang tren deflasi sejak Mei 2024. Selain itu, data PMI Manufaktur dari S&P Global juga menunjukkan kontraksi di angka 49,2 untuk bulan lalu, yang sudah terjadi selama tiga bulan berturut-turut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengambil langkah untuk memperkuat daya beli, termasuk mengoptimalkan peran Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) serta mendorong konsumsi, terutama di sektor properti dengan insentif pajak. Airlangga menyebutkan insentif ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 61/2024 yang memberikan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk rumah tapak dan satuan rumah susun.

Di sektor otomotif, Ketua I Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto, mengusulkan agar pemerintah kembali menerapkan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) seperti yang dilakukan saat pandemi untuk meningkatkan penjualan kendaraan. Sementara itu, Hermawan Wijaya, Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk., menyebut bahwa perpanjangan insentif PPN DTP akan membantu penjualan properti dan memproyeksikan penjualan mencapai Rp2 triliun hingga akhir tahun.

Ekonom Mohammad Faisal dari Core Indonesia menilai bahwa deflasi yang terjadi selama lima bulan terakhir adalah anomali, mengingat ekonomi Indonesia masih tumbuh di atas 5%, dan hal ini disebabkan oleh lemahnya permintaan. Banjaran Surya, Chief Economist Bank Syariah Indonesia, menambahkan bahwa penurunan suku bunga acuan dapat menjadi opsi untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Indeks Bisnis-27 Melaju di Pasar Saham

Hairul Rizal 02 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Sepanjang kuartal III/2024, indeks Bisnis-27 menunjukkan kinerja yang positif dengan mencatatkan kenaikan sebesar 8,50%, mengungguli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tumbuh 5,65%. Katalis utama yang mendukung kenaikan ini adalah kebijakan The Fed yang memangkas suku bunga, serta keputusan Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga acuan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 6,00%. Saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) memimpin penguatan dalam indeks Bisnis-27 dengan kenaikan 17,73%, diikuti oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) dengan 13,58%, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) dengan 8,97%.

Keberhasilan indeks ini turut mendongkrak performa produk reksa dana terkait seperti Bahana ETF Bisnis-27 dan UOBAM Indeks Bisnis-27, yang mencatat imbal hasil positif selama setahun dan tiga tahun terakhir. Faktor lain yang mendukung pertumbuhan pasar adalah rendahnya inflasi Agustus 2024 sebesar 2,12% (YoY) serta surplus neraca perdagangan Indonesia selama 52 bulan berturut-turut.

Giant Sea Wall: Proyek Strategis yang Menunggu Restu

Hairul Rizal 02 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Proyek pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di Pantai Utara Pulau Jawa diprioritaskan untuk dibahas setelah pelantikan Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka. Mohammad Zainal Fattah, Sekjen Kementerian PUPR, menyatakan bahwa proyek tersebut akan dimulai dari Tangerang hingga Bekasi dengan anggaran sebesar Rp90 triliun. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga mengungkapkan bahwa proyek ini akan melibatkan kerja sama dengan pemerintah Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok untuk transfer teknologi dan desain konstruksi.

Pembangunan ini dirancang untuk mengatasi ancaman tenggelamnya pesisir Jawa yang mengalami penurunan tanah hingga 16 cm per tahun, seperti dijelaskan oleh Perekayasa Ahli Utama Kementerian PUPR Arie Setiadi. Proyek ini akan mencakup pembuatan tanggul laut yang berfungsi ganda sebagai jalan raya dan bendungan estuari untuk menyimpan air tawar.

Namun, koalisi masyarakat seperti Koalisi Maleh Dadi Segoro (MDS) menolak proyek ini, menganggapnya kontraproduktif terhadap ekosistem di kawasan Pantura. Meskipun demikian, Prabowo Subianto menekankan pentingnya pembangunan ini untuk melindungi pesisir Jawa dari bencana alam dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat.

Pilihan Editor