;

JELAJAH SAMBAL NUSANTARA dari Aceh sampai Papua

Yoga 02 Oct 2024 Kompas (H)

Indonesia, apa pun santapannya, selalu ada sambal yang menemani. Walaupun berstatus kondimen, tanpa sambal, sajian hidangan tak lengkap. Tidak berlebihan jika banyak orang merasa belum makan puas tanpa merasakan sengatan pedas di mulut. Sambal memang tak terpisahkan dari kuliner Nusantara dari ujungAceh sampai Papua.Meskipun demikian, cabai yang kini banyak dikenal dan digunakan di Indonesia ternyata bukan asli tanaman Nusantara. Merujuk penjelasan Fadly Rahman, sejarawan makanan dari Departemen Sejarah Universitas Padjadjaran, Bandung, serta dua peneliti dari Universitas Bina Nusantara, Reggie Surya dan Felicia Tedjakusuma, dalam pertemuan via Zoom dengan Kompas untuk persiapan Jelajah Sambal Nusantara, menjelang akhir Juni 2024 lalu, diketahui bahwa cita rasa pedas dalam masakan Nusantara dapat dikategorikan semasa sebelum dan sesudah abad ke-16. Sebelum itu, rasa pedas dimasakan Tanah Air telah dikenal luas berkat penggunaan beberapa bahan, seperti jahe, andaliman, lada, cabe jawa, dan rempah-rempah asli Indonesia lainnya. Olahan makanan kala itu berwarna kuning, bukan merah. 

Capsicum sp atau cabai yang kita kenal saat ini sebelumnya telah ribuan tahun dimanfaatkan oleh masyarakat di Amerika Tengah dan Selatan. Kemudian, pada awal abad ke-16 itu. Seiring gencarnya perdagangan global kuno antar bangsa lewat jalur laut, cabai masuk ke Nusantara. Sejak saat itu, cabai menemukan surganya yang lain untuk tumbuh, berkembang, melahirkan varian lokal, seperti katokkon di Sulawesi Selatan, dan tentu saja, digandrungi. ”Masakan Nusantara pun menemukan warna barunya, yaitu merah,” kata Fadly. Kehadiran cabai memperkaya rasa pedas lokal. Kreasi kuliner percampuran dari pengaruh luar dan bahan asli kian menjadi di tangan masyarakat Nusantara. Aneka sambal lahir dna terus berkembang dengan menjaga kesedapan ataupun menikmati berbeda dari setiap daerah.  dan terus berkembang dengan menjaga kesedapan ataupunau ikan k kenikmatan berbeda dari setiap daerah. Asam udeung, tuktuk, balado, lengkong tamban, jokjok, buraq dengkek, cibiuk, tumpang, sambal pecel, matah, beberuk, lau kepah, rimbang, gami, tudai, cakalang, duo sale, lawar kaci,kaluku, kenari, pepaya, dan co lo-colo. Nama-nama itu baru sebagian dari deretan racikan sambal khas Nusantara dari Aceh sampai Papua. Selain cabai, pembuatan sambal di tiap daerah rata-rata menggunakan bahan lokal. Sambal di daerah pesisir, misalnya, biasa menggunakan aneka udang atecil dari laut. Lengkong tamban, sambal dari Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, ada berkat melimpahnya ikan tamban di perairan setempat. (Yoga)

Inggris, Menutup Pembangkit Listrik Batubara

Yoga 02 Oct 2024 Kompas

Inggris, tempat kelahiran Revolusi Industri, menutup pembangkit listrik bertenaga batubara terakhir miliknya. Penutupan itu simbolik dan sarat makna. Ratcliffe-on-Soar, nama pembangkit listrik batubara terakhir di Inggris, didirikan tahun 1967 dan ditutup pada Senin (30/9/2024) tengah malam waktu setempat, atau telah beroperasi tanpa henti selama lebih dari satu abad. Hal yang menjadikannya simbolik, penutupan pembangkit listrik yang berada di wilayah Nottinghamshire itu tak hanya menandai berakhirnya masa bakti Ratcliffe-on-Soar, tetapi juga mengakhiri periode 142 tahun listrik batubara di Inggris. Pembangkit listrik bertenaga batubara Inggris dibangun pertama kali di Holborn Viaduct, London, 1882. Pemanfaatan batubara mempercepat kemunculan Inggris sebagai kekuatan industri serta ”penguasa” dunia pada masa itu. Sejak pembangkit listrik batubara mulai beroperasi di Inggris tahun 1882 hingga Ratcliffe-on-Soar ditutup, Inggris telah membakar 4,6 miliar ton batubara dan mengeluarkan 10,4 miliar ton karbon dioksida.

Dalam hitungan yang dilakukan analis di Carbon Brief, jumlah ini lebih banyak dari yang dihasilkan sebagian besar negara dari semua sumber bahan bakar fosil (The Guardian, 30/9/2024). Penutupan Ratcliffe-on-Soar merupakan bagian dari upaya dunia mengurangi emisi gas rumah kaca yang meliputi karbon dioksida. Dunia harus melakukannya karena pemanasan global dipicu panas matahari yang terjebak di atmosfer akibat peningkatan kandungan gas rumah kaca. Peningkatan suhu rata-rata Bumi selama beberapa waktu terakhir menunjukkan pemanasan global nyata. Pemanasan ini memicu perubahan iklim: negara-negara berhawa sejuk memanas, sementara suhu udara di wilayah khatulistiwa terus bertambah. Pertanian pun terganggu dan manusia kian kesulitan bekerja di luar ruangan. Krisis besar ekonomi dan politik berada di depan mata. Penutupan Ratcliffe-on-Soar mengingatkan bahwa era energi hijau menjadi keniscayaan. Namun, jalan menuju penerapan 100 persen energi hijau tentu tidak sama di antara negara-negara. 

Selain itu, dibutuhkan proses transisi energi yang rumit. Prosesnya memerlukan kerja sama pendanaan global yang antara lain dipakai untuk membiayai penutupan pembangkit batubara di banyak negara. Muncul pula tantangan baru dalam transisi energi hijau. Teknologi ini dikuasai segelintir negara. Penerapannya juga membutuhkan mineral-mineral dengan lokasi penambangan dan pengolahan tak merata di dunia. Akhirnya, teknologi hijau telah menjadi isu geopolitik baru. Akan tetapi, penutupan Ratcliffe-on-Soar mempertegas bahwa peralihan menuju energi hijau sangat mungkin dilakukan. Inggris, negara tempat pertama kali mesin berbahan bakar batubara dipakai untuk industrialisasi, akhirnya menyudahi penggunaan jenis bahan bakar fosil dengan tingkat pencemaran sangat tinggi tersebut. (Yoga)

Mengoptimalkan Pasar Halal di Jepang

Yoga 02 Oct 2024 Kompas

Kedutaan Besar Republik Indonesia di negara-negara sahabat mengemban misi untuk menjalin serta meningkatkan hubungan diplomatik serta ekonomi dengan negara tuan rumah. Pada saat yang sama, mereka juga wajib memberi pelayanan optimal kepada diaspora Indonesia yang berada di sana, terlepas jumlahnya. Menurut Duta Besar Indonesia untuk Jepang dan Federasi Mikronesia Heri Akhmadi di Tokyo, Minggu (29/9/2024), mayoritas warga Indonesia yang tinggal ataupun berkunjung ke Jepang beragama Islam. Oleh sebab itu, aspek konsumsi produk halal menjadi perhatian mereka. Hal ini ditanggapi oleh komunitas pengusaha di Jepang. Mereka menunjukkan minat yang tinggi untuk berkecimpung di bisnis penyediaan makanan ataupun produk halal. Ceruk pasar ini tidak hanya untuk diaspora dan wisatawan Indonesia, tetapi juga untuk semua orang di Jepang yang berminat mengonsumsi produk halal.

Pada hari yang sama, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berada di Tokyo. Bersama dengan Heri, ia meluncurkan Halal International Trust Organisation (HITO). Ini lembaga sertifikasi halal berbasis komunitas Muslim Indonesia. Lembaga tersebut berada di bawah naungan Keluarga Masyarakat Islam Indonesia. ”HITO dirancang khusus untuk pasar Jepang. Di sini, pasar halal terus berkembang dengan proyeksi nilai pada tahun 2024 mencapai 68 juta dollar AS,” kata Heri. Diaspora Menurut dia, pertumbuhan rata-rata per tahun pasar halal di Jepang mencapai 6,3 persen. Keberadaan diaspora Indonesia dan wisatawan Nusantara sangat berkontribusi pada ceruk pasar tersebut. Secara keseluruhan, ada 108.000 warga Indonesia yang tinggal di Jepang. Keberadaan mereka diterima dengan baik oleh masyarakat Jepang. Melihat potensi pasar ini, para pengusaha lokal membaca kebutuhan komunitas Muslim Indonesia untuk produk-produk halal, mulai dari makanan sampai barang konsumsi sehari-hari. Adanya HITO bertujuan membantu para pengusaha lokal memproduksi produk-produk halal.

Akan tetapi, program ini khusus untuk produk yang dikonsumsi di dalam negeri Jepang. Tidak untuk diekspor. ”Pada praktiknya, HITO harus memenuhi standar halal global. Patut ditekankan pula kewajiban untuk memahami dan menghormati kondisi kebudayaan serta keadaan di Jepang,” ujar Heri. Sertifikasi HITO diterapkan bukan dengan memaksa, melainkan menjadi jembatan yang mempertemukan kebutuhan komunitas Muslim akan produk halal dan etos kerja Jepang. Masyarakat negara tersebut memiliki reputasi kerja yang menjunjung kepedulian, presisi, dan mutu tinggi. Ini digabungkan dengan pemahaman mengenai ketaatan menurut agama Islam. Sementara itu, Yaqut mengatakan, ke depan, HITO juga harus bisa membuka kesempatan agar produk halal dari Indonesia bisa merambah ke Jepang. Ini akan meningkatkan mutu produk halal Nusantara sehingga bisa bersaing di pasar global. Dari aspek hubungan bilateral Jakarta-Tokyo, bisa berkolaborasi menjadi pemain penting di dalam industri produk halal dunia. (Yoga)

Optimalkan Pendidikan dengan Teknologi Digital

Yoga 02 Oct 2024 Kompas

Teknologi digital dapat menjadi alat dan peluang mewujudkan pendidikan publik yang inklusif dan lebih baik. Integrasi teknologi pendidikan dapat menghasilkan inklusi yang lebih besar, memperluas akses, meningkatkan pemerataan, dan mewujudkan pendidikan yang unggul. Namun, pemanfaatan teknologi digital di dunia pendidikan memerlukan navigasi dan prinsip-prinsip untuk memandu agar dapat memberikan hasil yang maksimal sambil tetap mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan siswa dan guru. Director and Representative UNESCO Regional Office di Jakarta Maki Katsuno-Hayashikawa saat pembukaan Gateways Study Visit Indonesia di Sanur, Bali, Selasa (1/10/2024), mengakui bahwa teknologi alat yang ampuh. Namun, teknologi saja tidak akan mampu mentransformasikan pendidikan menjadi lebih baik. Transformasi digital perlu melibatkan guru, pembantu sekolah, orang-tua, dan masyarakat.

”Perlu upaya manusia dan juga teknologi. Kunjungan studi ini akan melihat dari Indonesia, bagaimana masyarakat, sekolah, dan komunitas merupakan kunci sebenarnya dari transformasi digital,” kata Maki. Indonesia menjadi tuan rumah kedua konferensi internasional Gateways Study Visit yang merupakan inisiatif UNESCO dan Undi Sanur, Bali, ini mengambil tema ”Lebih dari Intervensi Teknologi: Menavigasi Transformasi Pendidikan Indonesia”. Perwakilan 20 negara dariAsia,Afrika, dan Eropa serta sembilan organisasi pendidikan internasional belajar transformasi digital dalam dunia pendidikan di Indonesia. Maki mengatakan, pendidikan publik perlu didukung secara daring serta luring. Teknologi digital dalam pendidikan digunakan untuk melengkapi dan memperkaya layanan pendidikan secara tatap muka di sekolah.

”Saya sangat senang bahwa Indonesia dapat berbagi pengalaman mendalamnya dalam mendukung dan meningkatkan pendidikan masyarakat dengan teknologi. Selama tiga hari kedepan, peserta akan mempelajari cara negara ini menggunakan teknologi dan platform inovatif untuk mencapai kemajuan dalam pendidikan, mulai dari mendukung guru dan siswa hingga memberikan data yang lebih baik kepada pemimpin sekolah dan menjadikan pengadaan barang pendidikan lebih efisien,” tutur Maki. Menurut Maki, permintaan akan platform dan konten pembelajaran digital yang inklusif dan berkualitas akan terus meningkat. Konektivitas tentu saja penting, begitu pula konten. Pemimpin Gateways dan Kepala Pusat Inovasi Pembelajaran Global Unicef Frank van Cappell menghargai upaya Indonesia mentransfo pendidikan dengan memanfaatkan teknologi digital yang kini mulai berjalan dan membuahkan hasil, (Yoga)

Keuangan BUMN Terancam Target Dividen Rp 90 Triliun

Yoga 02 Oct 2024 Kompas

Pada periode akhir kepemimpinan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, pemerintah mencanangkan target tinggi setoran dividen perusahaan pelat merah ke kas negara pada tahun 2025 mencapai Rp 90 triliun. Angka ini lebih tinggi dari target setoran BUMN kekantong negara tahun ini sebesar Rp 85,4 triliun. Target setoran dividen BUMN sebesar Rp 90 triliun ini bahkan lebih tinggi dari pendapatan pos kekayaan negara dipisahkan yang berasal dari dividen BUMN yang sebelumnya tertera dalam Nota Keuangan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 sebesar Rp 86 triliun. Dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Septembe lalu, Erick menyatakan, keputusan tersebut telah diresmikan oleh Badan Anggaran DPR. ”Saya baru dapat info, sudah diketuk oleh Banggar, untuk dividen 2025 kami ditargetkan Rp 90 triliun. Saya rasa ini angka yang fantastis,” ujarnya, dikutip dari kanal Youtube Komisi VI DPR. 

Di balik upaya pemerintah mempertahankan pertumbuhan setoran dividen BUMN, kas keuangan perusahaan-perusahaan pelat merah berisiko menghadapi keterbatasan untuk melakukan aksi korporasi, baik itu ruang dalam melakukan ekspansi maupun investasi. Pengamat BUMN dari Datanesia Institute, Herry Gunawan, mengatakan, target dividen raksasa yang dipatok pemerintah tahun depan cukup berisiko menghadang laju keberlanjutan bisnis mereka di tengah tekanan ekonomi global. Terlebih, ada kecenderungan memaksa BUMN menyetorkan laba di ambang batas kewajaran. ”Ada sinyal pemaksaan ke BUMN untuk setoran laba di luar kebiasaannya. Kalau dilihat dari indikator yang ada, BUMN seolah dipaksa untuk menyetorkan dividen lebih besar,” ujar Herry saat dihubungi Kompas, Selasa (1/10/2024). Hal itu tecermin dari rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) tiga BUMN penyumbang dividen terbesar pada 2023, yaitu BRI, PT Pertamina (Persero), dan Bank Mandiri.

Tahun lalu, rasio pembayaran dividen rata-rata ketiganya mencapai 26 persen, melonjak dibandingkan 2022 dan 2021 yang masing-masing 17,1 persen dan 18 persen. Oleh karena itu, dia memandang target penerimaan negara dari dividen BUMN pada 2025 ini terlalu ambisius. Terlebih target ini dicanangkan pada saat ruang investasi perusahaan pelat merah dari perolehan laba bersih juga berisiko menyempit akibat perlambatan ekonomi global. Di sisi lain, tantangan ekonomi yang kemungkinan masih berat hingga akhir tahun ini menjadikan sangat sulit bagi BUMN untuk dapat mengerek kinerjanya secara signifikan. Sebagai gambaran, empat dari tujuh emiten BUMN penghuni indeks IDX High Dividend 20 mengalami penurunan laba pada semester I-2024. ”Target dividen tersebut tidak selaras dengan kenaikan kinerjanya, khususnya laba. Jadi, ada kecenderungan pemaksaan kepada BUMN untuk menyisihkan laba lebih besar dari biasanya sebagai dividen untuk pemerintah,” kata Herry. (Yoga)

Penganggur Usia Muda Mendominasi di Jakarta

Yoga 02 Oct 2024 Kompas

Jumlah penganggur di Jakarta terus berkurang. Meskipun demikian, penganggur didominasi usia muda, berusia 15-29 tahun, dan lulusan SMA/SMK. Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta melaporkan penurunan tingkat pengangguran itu dalam Profil Pengangguran Provinsi DKI Jakarta 2023. Seluruh data bersumber dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2022 dan 2023 di Jakarta. Dalam publikasi itu disebutkan sebanyak 355.000 orang menganggur di Jakarta pada Agustus 2023. Jumlahnya terus turun dibandingkan kondisi pada Agustus 2020 yang sebanyak 573.000 orang. Penurunan terjadi pada tingkat pengangguran terbuka (TPT). TPT turun dari 10,95 persen pada Agustus 2020 menjadi 6,53 persen per Agustus 2023 dengan jumlah angkatan kerja 5,43 juta jiwa. 

Di balik penurunan ini, penganggur terbanyak dari kelompok usia 15-29 tahun (70,37 persen). Sama halnya dengan TPT pada usia 15-29 tahun yang mencapai 17,59 persen. Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Turro Wongkaren, menuturkan, kemungkinan seseorang menganggur karena dua hal, yaitu upah tidak sesuai ekspektasi dan tidak ada lowongan sebagai staf/buruh atau tidak mau/bisa menjadi wirausaha.”Makin muda usianya dan tinggi pendidikannya, maka kemungkinan menganggur karena upah yang tersedia tidak setinggi harapan,” ujarnya, Selasa (1/10/2024). Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta ini menyarankan perkuatan koordinasi antarpemangku kepentingan agar program dari hulu ke hilir dapat terintegrasi baik. Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta sudah cukup baik menjalankan pelatihan kerja berbasis kompetensi hingga bursa kerja. Sayang, hal itu baru memenuhi sisi penawaran. 

Butuh koordinasi yang kuat dengan pihak lain untuk melengkapi sisi permintaan. ”Yang bisa dilakukan adalah menyosialisasikan berapa gaji pekerja di bawah 1 tahun. Jadi, ekspektasi disesuaikan,” tuturnya. Dalam Profil Pengangguran Provinsi DKI Jakarta 2023 disebutkan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) pada Agustus 2023 mencapai 65,21 persen. Artinya, 65 dari 100 penduduk usia kerja aktif secara ekonomi (bekerja atau aktif mencari pekerjaan) TPAK merupakan perbandingan antara jumlah angkatan kerja dan penduduk usia kerja (15 tahun atau lebih) di suatu wilayah. Angkatan kerja ini didominasi kelompok usia 30-59 tahun (umur pertengahan) dengan jumlah 3,55 juta orang. Kemudian diikuti angkatan kerja usia 15-29 tahun (umur muda) 1,42 juta orang dan 457.000 warga lansia (usia 60 tahun atau lebih). (Yoga)

Ellynawati Mengangkat Kuliner Seruit Lampung

Yoga 02 Oct 2024 Kompas

Resep turun-temurun keluarga mengantarkan Ellynawati (57) sukses mengembangkan usaha kuliner tradisional seruit Lampung. Lewat usaha itu, ia turut memopulerkan kuliner khas setempat sekaligus memberdayakan puluhan orang. kan, rumah makan Sambal Seruit Buk Lin milik Ellynawati yang berada di Kota Bandar Lampung, Lampung, selalu dipadati pengunjung. Belasan mobil, bahkan bus, yang didominasi pelat nomor dari Sumatera Selatan, Jakarta, dan beberapa kota lain berjajar di lahan parkir restoran tersebut. Tak sedikit pula kendaraan yang rela parkir di bahu jalan raya karena lahan parkir sudah penuh. Pengunjung yang sebagian besar wisatawan dari luar kota itu sengaja mampir ke sana untuk mencicipi kenikmatan makanan tradisional Lampung itu. Sambal seruit kian populer dua tahun terakhir berkat usaha yang dirintis perempuan asli keturunan Lampung tersebut. Sesuai namanya, Sambal Seruit Buk Lin memang menyajikan menu utama sambal. 

Sambal yang disajikan dalam restoran itu merupakan sambal terasi yang terbuat dari bahan cabai rawit, cabai merah, terasi, serta tomat kecil yang sering disebut ”rampai”.Campuran bahan itu diulek dalam cobek besar dan dipadukan dengan bumbu masakan, seperti garam, penyedap rasa, dan jeruk sambal atau jeruk limau. Sambal ini disajikan dengan menu olahan ikan, seperti ikan pindang, pepes, dan ikan bakar atau goreng. Sebagai bahan pelengkap, masakan itu disajikan bersama aneka lalapan segar, sepert timun, kemangi, petai, jengkol, leunca, dan kenikir. 

Ada juga rebusan daun singkong, bayam, sawi, labu siam, dan terung.  Menu pelengkap lainnya adalah tempoyal atau daging durian yang sudah difermentasi. Jika ingin menu tambahan, ada tahu atau tempe goreng dan ayur asam. Dalam masyarakat Lampung, kata ”seruit” sendiri mengacu pada perpaduan aneka makanan sambal, olahan ikan, dan lalapan. Sementara kata ”nyeruit” mengacu pada kata kerja yang menggambarkan cara makan sambal khas masyarakat Lampung Sebelum dimakan bersama nasi, sambal terasi biasanya akan dicampur dulu dengan ikan, terung, dan serutan timun dalam sebuah piring. Perpaduan aneka bahan makanan itu kemudian diaduk menggunakan tangan sampa benar-benar menyatu. Campuan inilah yang dikenal sebagai seruit. (Yoga)

PSN dan KEK Dua Instrumen Kebijakan Ekonomi Pemerintah

Yuniati Turjandini 02 Oct 2024 Investor Daily (H)

Proyek strategis nasional (PSN) dan kawasan ekonomi khusus (KEK) adalah dua instrumen kebijakan pemerintah yang ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan, yang selanjutnya berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui dua kebijakan ini, investasi dan pertumbuhan ekonomi diharapkan tidak hanya terakselerasi, melainkan juga lebih merata hingga menjangkau ke kawasan-kawasan di luar Pulau Jawa. Pelaksanaan PSN yang dimulai sejak tahun 2016 difokuskan pada upaya untuk mengatasi defisit infrastructur stock Indonesia  hanya berada di level 38% dari PDB, sedangkan rata-rata negara maju berada di sekitar 70%. Melalui PSN ini, infrastruktur yang dibutuhkan  untuk pertumbuhan ekonomi didorong dengan diberi sejumlah fasilitas. Proyek yang termasuk dalam daftar SN diberikan berbagai fasilitas seperti percepatan perizinan, prioritas percepatan  penyiapan proyek, dan penyederhanaan proses birokrasi. Dalam pelaksanaannya, PSN tidak serta merta memotong persyaratan perizinan. Sehingga, persyaratan seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan feasibility study tetap harus dipenuhi , namun proses pengajuan dokumen untuk itu dikawal langsung oleh pemerintah. (Yetede)

Penurunan Harga BBM Sumbang deflasi September

Yuniati Turjandini 02 Oct 2024 Investor Daily (H)

BPS mencatat penurunan harga BBM turut berperan terhadap deflasi pada September 2024. Bulan lalu, bensin dan solar mengalami deflasi secara bulanan (month to month/mtm) masing-masing sebesar 0,72% dan 0,74%. "Penurunan harga bensin menjadi penyumbang deflasi sebesar 0,04%. Tingkat deflasi bensin pada September 2024 merupakan yang terdalam sejak Desember 2023," ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Selasa (1/10/2024). Pada Agustus 2024, terjadi kenaikan harga BM jenis pertamax turbo, Pertamina Green 9%, Pertamina Dex dan Dexlite. Secara keseluruhan, pada September 2024, deflasi bulanan mencapai 0,12%, melanjutkan tren selama 4 bulan beruntun. Indeks harga konsumen turun dari 106,06 pada Agustus 2024 menjadi 105,93 pada September menjadi 105,93 pada September. Sementara itu inflasi tahun ke tahun (year on year/yoy) mencapai 1,84%, inflasi tahun kalender sebesar 0,74%. Amalia membeberkan, deflasi yang dialami Indonesia selama lima bulan beruntun pada 2024 bukalah kali pertama. Menurut catatan BPS, deflasi pernah tercatat selama tujuh bulan berturut-turut pada tahun 1999. "Ini akibat dari penurunan dari harga beberapa barang setelah diterpa inflasi yang tinggi," ujar Amalia. (Yetede)

Volatilitas yang Tinggi Berimbas ke Pergerakan IHSG

Yuniati Turjandini 02 Oct 2024 Investor Daily (H)
Volatilitas yang tinggi di pasar modal dalam beberapa waktu terakhir, berimbas ke pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG yang sempat mencatatkan rekor tertinggi baru di 7.905 pada 19 September 2024 lalu, berbalik meroosot tajam ke level 7.500an di awal pekan ini. Meski demikian, kalangan analis menilai kondisi ini justru bisa dimanfaatkan oleh investor untuk mulai berburu saham-saham murah yang sudah terdiskon. Founder Stocknow.id Hendra Wardana mengatakan, meskipun IHSG sempat tertekan cukup signifikan dengan penurunan hingga 2,2% pada awal pekan ini, prospek kinerja pasar saham Indonesia masih positif dalam jangka  menengah ke panjang. "Situasi ini mencerminkan ketidakpastian di pasar yang membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi," ujar dia kepada Investaor Daily, Selasa (1/10/2024). Menurut Hendra, beberapa faktir global turut mempengarui sentimen negaitf ini. Dari kebijakan moneter AS, potensi kenaikan suku bunga oleh The Fed membuat aliran modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. (Yetede)

Pilihan Editor