;

Stimulus Konkret Diperlukan untuk Menggerakkan Ekonomi

Hairul Rizal 09 Oct 2024 Kontan (H)

Ekonom Bright Institute, Awalil Rizky menilai, pemerintah perlu mengambil langkah jangka pendek untuk mengatasi pelemahan daya beli. Misal, perpanjangan insentif pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (PPN DTP) perumahan, penundaan penerapan tarif PPN 12%, dan penundaan jenis-jenis pajak baru. "Perlu juga ditambah penggelontoran bantuan sosial dan anggaran perlindungan sosial," ungkap dia. 

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan, untuk mengerek daya beli, pemerintah bisa mempertimbangkan: Pertama, akselerasi belanja produktif seperti program peningkatan lapangan kerja, proyek infrastruktur dan peningkatan manufaktur. 

Kedua, subsidi harga barang kebutuhan pokok atau insentif pajak untuk usaha kecil dan menengah (UKM). Ketiga, perluasan cakupan bantuan sosial kepada kelompok rentan, terutama untuk menjaga konsumsi rumah tangga. "Kebijakan moneter akomodatif seperti penurunan suku bunga atau kebijakan likuiditas lain juga bisa memberikan stimulus bagi perekonomian," ucap dia.

Chandra Wahjudi, Ketua Komite Tetap Kebijakan Publik Kadin Indonesia menilai, pemerintah bisa menyesuaikan penghasilan tidak kena pajak (PTKP) yang saat ini Rp 54 juta per tahun. "Jika PTKP disesuaikan tiap tahun mengikuti laju inflasi akan membantu daya beli," kata dia.    

Potensi Ruang Fiskal dari Kebijakan PPh Badan

Hairul Rizal 09 Oct 2024 Kontan
Pemerintahan Prabowo Subianto berencana menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) badan dari 22% menjadi 20% untuk meningkatkan daya saing Indonesia sebagai destinasi investasi, meningkatkan kepatuhan pajak, serta memberi stimulus pada dunia usaha. Hashim Djojohadikusumo menekankan bahwa tarif yang lebih rendah akan membuat Indonesia lebih kompetitif, mendekati negara-negara seperti Singapura dan Hong Kong. Anggawira, dari Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, menjelaskan bahwa kebijakan ini diharapkan dapat merangsang pertumbuhan ekonomi dengan memberi ruang pada korporasi untuk ekspansi dan penciptaan lapangan kerja.

Namun, pengamat pajak seperti Fajry Akbar dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) memperingatkan risiko bagi penerimaan negara, mengingat PPh badan merupakan salah satu kontributor terbesar dalam APBN. Prianto Budi Saptono dari Pratama-Kreston TRI optimis bahwa penurunan tarif justru dapat meningkatkan kepatuhan pajak secara keseluruhan, mengimbangi potensi penurunan penerimaan.

Tren Penurunan Bisnis Batu Bara di Tengah Perubahan Pasar

Hairul Rizal 09 Oct 2024 Kontan
Sejumlah perusahaan tambang batu bara Indonesia mulai mengurangi ketergantungan pada bisnis batu bara dengan melakukan diversifikasi ke sektor berkelanjutan. PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) melepas dua aset PLTU sebagai bagian dari target mencapai netralitas karbon pada 2030, ungkap Direktur TOBA, Juli Oktarina. PT Indika Energy Tbk (INDY) juga aktif menjual beberapa anak usahanya terkait energi, seperti PT Mitra Energi Agung dan PT Trisetia Citagraha, untuk memperkuat keuangan dan mengalihkan investasi ke sektor energi terbarukan, kata Head of Corporate Communications Ricky Fernando.

PT United Tractors Tbk (UNTR) juga berencana memperbesar kontribusi bisnis non-batubara pada 2030, sementara PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) bersiap untuk melepas salah satu pilar bisnis batu baranya demi mencapai 50% pendapatan dari sektor non-batu bara. Hendra Wardana dari Stocknow.id menilai langkah ini sebagai respons terhadap kebutuhan pasar global akan keberlanjutan. Analis BCA Sekuritas, Achmad Yaki, mengingatkan bahwa transisi ini memerlukan waktu, terutama karena kontribusi bisnis batu bara masih dominan di perusahaan-perusahaan ini. 

Di pasar saham, William Hartanto dan Yaki merekomendasikan saham emiten seperti INDY, ADRO, TOBA, dan UNTR, yang diperkirakan memiliki potensi harga jangka pendek hingga menengah.

Skema MIP Tingkatkan Kinerja PTBA

Hairul Rizal 09 Oct 2024 Kontan
Kinerja PT Bukit Asam Tbk (PTBA) diprediksi membaik di semester kedua 2024, ditopang oleh potensi kenaikan harga batu bara dan penerapan skema Mitra Instansi Pengelola (MIP). Analis KB Valbury Sekuritas, Benyamin Mikael, mencatat peningkatan laba bersih PTBA pada kuartal kedua sebesar 57% secara kuartalan, meskipun ada penurunan sebesar 26,8% dalam laba bersih secara tahunan pada periode Januari-Juni 2024. Benyamin optimis laba PTBA dapat mencapai Rp 4,3 triliun, didorong oleh peningkatan volume penjualan ekspor dan penurunan biaya tunai.

Arinda Izzaty Hafiya, Junior Equity Analyst dari Pilarmas Investindo Sekuritas, menyebut ada tiga faktor yang mengerek harga batu bara: stimulus ekonomi China, ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah, dan peningkatan permintaan menjelang musim dingin. Dia memperkirakan harga batu bara bisa mencapai US$ 160 per ton pada akhir 2024. 

Skema MIP, yang disiapkan pemerintah untuk mengatasi perbedaan harga batu bara di pasar domestik dan ekspor, juga diprediksi menguntungkan PTBA yang memiliki porsi besar dalam penjualan domestik. Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Hasan Barakwan, memproyeksikan kenaikan laba PTBA hingga 70% jika skema MIP diterapkan. Hasan dan Arinda merekomendasikan pembelian saham PTBA dengan target harga Rp 3.500 per saham, namun harga ini bisa mencapai Rp 4.300 jika skema MIP berhasil meningkatkan laba perusahaan.

Nasabah Ritel Menghadapi Kesulitan Melunasi Utang

Hairul Rizal 09 Oct 2024 Kontan
Tekanan ekonomi yang dialami masyarakat semakin terlihat, tercermin dari penurunan kemampuan nasabah ritel dalam membayar angsuran kredit dan melambatnya pertumbuhan simpanan. Rasio kredit bermasalah (NPL) rumah tangga meningkat dari 1,80% pada akhir 2023 menjadi 1,98% pada Agustus 2024, terutama di kredit kepemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB). Selain itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perorangan hanya mencapai 1% YoY pada Agustus 2024, jauh lebih rendah dibanding bulan sebelumnya.

Presiden Direktur Bank CIMB Niaga, Lani Darmawan, menyatakan bahwa nasabah ritel kini harus memilih antara membayar utang atau memenuhi kebutuhan sehari-hari karena pendapatan mereka cenderung menurun. CIMB Niaga mencatat peningkatan NPL kredit ritel menjadi 2%, meskipun menurut Lani masih tergolong sehat. Bank berfokus menjaga kualitas aset kredit dengan analisis ketat untuk menekan potensi kenaikan NPL.

Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, juga mengakui adanya kenaikan NPL rumah tangga, namun ia menilai dampaknya kecil terhadap NPL keseluruhan BNI yang tetap stabil di level 2%, dengan mayoritas peningkatan pada kredit kecil. Selain itu, fenomena "buy now, pay later" (BNPL) turut menunjukkan peningkatan signifikan, dengan outstanding BNPL mencapai Rp 18,3 triliun, naik 40,68% YoY pada Agustus 2024.

Likuiditas Leasing Masih Terbatas

Hairul Rizal 09 Oct 2024 Kontan
Enam perusahaan multifinance masih belum memenuhi kewajiban ekuitas minimum Rp 100 miliar hingga akhir Agustus 2024. Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK, Agusman, kendala ini terjadi karena belum ada penyuntikan modal baru serta proses peningkatan modal yang belum sesuai aturan. OJK terus memantau dan melakukan langkah-langkah untuk memastikan pemenuhan ekuitas ini, termasuk melalui injeksi modal dari pemegang saham pengendali atau investor baru, baik lokal maupun asing, atau opsi pengembalian izin usaha jika target tidak tercapai.

TPIA Fokus pada Inovasi dan Ekspansi Bisnis

Hairul Rizal 09 Oct 2024 Kontan
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) terus menguatkan posisinya di industri energi dan kimia melalui akuisisi Shell Energy and Chemicals Park (SECP) di Singapura. Direktur SDM dan Urusan Korporat Chandra Asri, Suryandi, menyatakan bahwa akuisisi ini memungkinkan sinergi antara kilang SECP dengan pabrik di Cilegon, yang akan mendukung distribusi produk petroleum untuk kebutuhan domestik. Selain itu, langkah ini memperluas jangkauan Chandra Asri ke pasar Asia Tenggara dan memperkuat rantai pasokan perusahaan. Dengan dukungan teknologi SECP dan kolaborasi dengan Glencore, Chandra Asri optimis dapat bersaing di pasar global serta terus berinovasi dan mengembangkan pasar di luar Asia Tenggara.

Ekonomi Indonesia Diperkirakan Tumbuh Cepat

Yoga 09 Oct 2024 Kompas (H)
Ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh cepat hingga melampaui kondisi sebelum pandemi. Namun, industri manufaktur dan perdagangan Indonesia dinilai masih kurang berdaya saing. Bank Dunia menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 dan 2025. Dibandingkan dengan negara-negara Asia lain yang masih tumbuh di bawah level prapandemi, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh cepat hingga melampaui kondisi sebelum pandemi. Dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2024, Bank Dunia memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh 5,0 persen pada 2024 dan 5,1 persen pada 2025.

Proyeksi itu lebih tinggi dibandingkan dengan laporan perkiraan sebelumnya pada April 2024. Saat itu, Bank Dunia memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 4,9 persen pada 2024 dan 5,0 persen pada 2025. Chief Economist Bank Dunia untuk Kawasan Asia Pa sifik Aaditya Mattoo dalam konferensi pers secara daring, Selasa (8/10/2024), mengatakan, hanya Indonesia negara di kawasan yang perkirakan tumbuh diatas tingkat pandemi pada 2024 dan 2025. Sebagai perbandingan, negara ASEAN lain, seperti Malaysia, Filipina, Thailand, dan Viet-
nam, diperkirakan tumbuh dibawah tingkat prapandemi. Tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia itu juga lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan untuk kawasan Asia Pasifik. Pertumbuhan kawasan secara umum diperkirakan 4,8 persen pada 2024 dan melambat ke 4,4 persen pada 2025.

”Di antara negara-negara lain di kawasan, pada periode 2024-2025, hanya Indonesia yang akan tumbuh setara atau di atas tingkat pertumbuhan ekonomi sebelum pandemi,” katanya. Mattoo menjelaskan, kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih di jalur yang tepat. Konsumsi rumah tangga yang berkontribusi paling
besar terhadap pertumbuhan ekonomi masih relatif stabil. Demikian pula investasi yang masih terealisasikan sesuai target.  ”Dalam melihat proyeksi ekonomi, kami selalu melihat elemen demand. Seperti apa permintaan di negara itu. Di Indonesia, konsumsi rumah tangga relatif stabil dan investasi berpotensi naik setelah adanya kebijakan pelonggaran moneter dan penurunan suku bunga,” tuturnya. (Yoga)

Menaklukkan Dunia dengan Sambal

Yoga 09 Oct 2024 Kompas (H)
Berabad-abad silam, bangsa Eropa berekspansi ke Nusantara demi menguasai perdagangan rempah untuk menjajah dunia. Situasi berbalik sejak milenium ketiga saat sambal olahan rempah kreasi perempuan pengusaha dari Surabaya, Jawa Timur, berekspansi dan memikat lidah warga global. Tidak percaya? Lihatlah di sejumlah toko atau gerai di Asia, Timur Tengah, Eropa, Amerika Utara, dan Australia. Ada di antaranya yang memajang produk sambal Bu Rudy, DD1 Dede Satoe, atau CUK! berkemasan botol plastik, kaca, kaleng, bahkan saset. 

Ketiga jenama sambal itu lahir dari kegigihan, keuletan, kepahlawanan, dan jiwa bondo nekat (bonek) khas suroboyoan dalam diri Ie Lanny (71) dengan sambal Bu Rudy, Susilaningsih (69) dengan sambal DD1 Dede Satoe, dan Mujiati (55) dengan sambal CUK! Lanny, Susi, dan Mujiati kini menuai serta memanen jerih payah dan ikhtiar mengembangkan usaha sambal. Setelah puluhan tahun usaha yang diwarnai jatuh bangun, mereka mendekati ”puncak kemenangan”. Pedas sambal mereka membawa kenikmatan duniawi yang membuat lidah bergoyang, tubuh bercucuran keringat, dan sumpah serapah karena kelezatan yang menyempurnakan santapan. 
 
Sebelum sukses sebagai pemilik Pusat Oleh-oleh Bu Rudy dengan tujuh outlet dan beromzet harian miliaran rupiah, Lanny merantau dari Madiun ke Surabaya menjadi pelayan toko, buruh pabrik sandal, lalu pedagang alas kaki. ”Situasi sosial, politik, ekonomi di Madiun tidak menentu. Saya lahir 1953, sekolah hanya bisa sampai kelas 3 SD. Tahun 1970 saya pergi ke Surabaya dengan bekal satu setel baju di kantong keresek,” kata pemilik jenama Bu Rudy ini saat ditemui di Depot Dharmahusada (Pusat Oleh-oleh Bu Rudy), Kamis (26/9/2024). Lanny menceritakan, usah kuliner dimulai pada Juli 1995 saat berjualan nasi campur dan nasi pecel ala Madiun de- ngan mobil.  (Yoga)

Presiden Jokowi dan presiden terpilih Prabowo Subianto Berkomitmen Sejahterakan Hakim

Yoga 09 Oct 2024 Kompas
Presiden Joko Widodo meyakini proses transisi pemerintahan akan berjalan baik dan mulus. Ini karena Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih telah berkoordinasi dengan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju dalam menyusun program unggulan untuk lima tahun mendatang, termasuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2025. Saat membuka BNI Investor Daily Summit di Jakarta, Selasa (8/10/2024), Presiden Jokowi menyampaikan, transisi kepemimpinan nasional akan terjadi 12 hari lagi. Presiden terpilih Prabowo Subianto akan dilantik menjadi presiden 2024-2029 pada 20 Oktober. ”Yang saya senang, sejak beliau (Prabowo) ditetapkan sebagai presiden terpilih, persiapan menuju ke pelantikan itu betul-betul, secara rencana kerja, program, dan lain-lain, transisinya berjalan dengan baik,” kata Presiden.

Hadir dalam acara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dan Menteri Investasi/Kepala Badan KoordinasiPenanaman Modal Rosan Roeslani. Selain itu, ada pula Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan Bachtiar Najamudin. Presiden Jokowi menjelaskan, setelah ditetapkan sebagai presiden terpilih, Prabowo selalu hadir dalam sidang kabinet paripurna ataupun rapat terbatas dengan tema apa pun, tidak hanya terkait pertahanan. Prabowo juga berkomunikasi dengan beberapa menteri untuk menyiapkan program unggulan selama lima tahun mendatang. Prabowo bahkan telah mendiskusikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025. Menurut Presiden Jokowi, hampir setiap hari, Prabowo bertemu dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk membahas RAPBN 2025.

Jokowi menilai, situasi tersebut akan membawa transisi kepemimpinan berjalan lancar dan mulus. Hal itu dibutuhkan untuk menjaga optimisme sekaligus stabilitas politik dan ekonomi. Bahkan, setelah dilantik, Prabowo langsung bekerja dengan cepat untuk melaksanakan program-program yang disusun tanpa jeda. Terbaik Executive Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita mengatakan, publik dapat melihat aura dan suasana transisi yang mulus, berkelanjutan, dan penuh suasan persahabatan. Transisi kali ini bahkan dianggapnya sebagai yang terbaik dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Hal ini pun menjadi sinyal yang baik kepada pasar domestik ataupun internasional. (Yoga)

Pilihan Editor