;

Indonesia Gemilang di Mata Dunia

Yuniati Turjandini 08 Oct 2024 Investor Daily (H)

Posisi Indonesia di kancah global berhasil diperkuat selama 10 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo melalui berbagai forum internasional seperti pertemuan tahunan IMF dan World Bank, Konferensi Tingkat Tinggi G20, Asean, dan World Water Forum. Sebagai Presiden, KTT G20 di Bali 2022 misalnya, Indonesia sukses mendorong berbagai kesepakatan penting, termasuk pengurangan emisi karbon global dan pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. Indonesia juga dinilai berhasil sebagai tuan rumah penyelenggara Rangkaian Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia  tahun 2018 (IMFWB AMs 2018) di bali pada 7-14 Oktober.

Pertemuan dihadiri oleh para gubernur bank sentral dan menteri keuangan dari 189 negara anggota Bank Dunia dan IMF, kepala negara/pemerintahan, organisasi internasional, organisasi nonpemerintah, pelaku bisnis, sector swasta, dan akademis. Jumlah media internasional meneybutkan, AMs 2018 sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Indonesia juga menerima apresiasi dari lembaga internasional seperti United Nations Environment Programme (UNEP) atas inisiatif Jokowi dalam perubahan iklim dan konservasi lingkungan. Lagi, Indonesia  gemilang menyelenggarakan Asean games 2018 yang dihadiri oleh 48 negara. Bahkan, pesta olehraga mulit event level Asia ini berhasil meningkatkan pendapatan pariwisata hingga 20% pada tahu tersebut. (Yetede)

 

Kredit yang Krisis

Yuniati Turjandini 08 Oct 2024 Investor Daily (H)

Fasilitas kredit yang belum ditarik oleh debitur (undisbursed loan/UL) di perbankan nasional masih meningkat 0,28% secara bulanan (month to month/mtm) menjadi Rp2.158,26 triliun per Juli 2024. Di tengah UL tinggi, pertumbuhan kredit juga naik 12,4% secara tahunan (year on year/yoy) per Juli 2024. Berdasarkan data OJK, per Juli UL perbankan sebesar Rp2.158,26 triliun, tumbuh 6,89% secara yoy. Angka ini melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang meningkat 7,79% (yoy). Namun dilihat secara bulanan masih ada  kenaikan sedikit, yang mengindikasikan tetap ada pengajuan kredit namun belum sepenuhnya ditarik fasilitasnya. “Kredit tinggi masih nongkrong di commitment loan, pinjaman yang sudah komit tapi oleh debitur belum ditarik karena dugaan saya barangkali  kacamata pelaku bisnis melihat kedepan agak mendung,” ujar Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia Ryan Kiryanto. (Yetede)

 

Grup Astra Mengguyur Pasar Modal Senilai Rp 6,82 Triliun

Yuniati Turjandini 08 Oct 2024 Investor Daily (H)

Grup Astra akan mengguyur pasar modal Indonesia dengan dana besar senilai Rp6,82 triliun dalam bentuk dividen interim tahun buku 2024. Salah satu konglomerasi bisnis terbesar di Tanah Air ini, akan membagikan  dividen melalui empat emitennya, yakni PT Astra Internasional Tbk (ASII) PT Nited Tractors Tbk (UNTR), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), dan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO). Pembagian dividen tersebut  tidak hanya akan membuat tersenyum para pemegang saham, tetapi juga bakal melesatkan saham-sahamnya. Astra internasional yang menahkodai Grup Astra, berada di urutan terdepan dengan pembagian dividen interim tahun buku 2024 sebesar Rp3,96 triliun atau Rp98 per saham.  Disusul Astra Agro Lestari dengan pembagian dividen interim Rp161,67 triliun atau Rp84 per saham, serta Astra Autoparts dengan dividen interim Rp274,72 miliar atau Rp 57 per saham.  Senior Investment Information Mirea Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta melihat, emiten-emiten Grup Astra memiliki komitmen tinggi terhadap tata kelola modal yang baik, dan tetap menjaga kepercayaan investor melalui aksi korporasi seperti pembagian dividen selain itu, mereka juga terus berupaya meningkatkan performa fundamental secara optimal. (Yetede

Deflasi Disebabkan Serbuan Impor yang Tak Terkendali

Yuniati Turjandini 08 Oct 2024 Investor Daily

Deflasi yang terjadi selama 5 bulan berturut-turut disebabkan karena banyaknya  barang impor masuk ke pasar Indonesia. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menerangkan, deflasi terjadi karena banyaknya barang  impor. Hal ini tentunya akan berpengaruh pada industri dalam negeri. “Dari kaca mata industry ya, tapi kalau dari kaca mata sektor lainnya berbeda. Kalau dari kaca mata industri deflasi itu didorong karena banyaknya barang impor,” ucap dia. Tren deflasi ini telah berlangsung sejak Mei 2024, dengan rincian deflasi 0,03% pada Mei, 0,03% pada Juni, 0,18% pada Juli, dan 0,03% pada Agustus.

Adapun, inflasi tahunan tercatat sebesar 1,84% (year on year/yoy) dan inflasi tahun kalender 0,74% (year to date/ytd) Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arief menambahkan, salah satu penyebab deflasi adalah daya beli masyarakat yang menurun. Produk impor yang murah membuat produk industri dalam negeri kalah saing. Dia mengatakan, jika produk impor murah dapat dibatasi, maka produk dalam negeri akan terserap pasar dan akan meningkatkan  permintaan produksi. Hal itu tentu akan membuat industri lebih berani memberikan intensif tambahan atau menyerap tenaga kerja yang baru. (Yetede)

RI Berhasil Menarik Investor di Sektor TIK

Yuniati Turjandini 08 Oct 2024 Investor Daily

 Perkembangan sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan digitalisasi di Tanah Air telah menarik banyak minat investor, baik lokal maupun asing. Pada 2023 saja, Indonesia telah berhasil menarik investor untuk menanam modal pada sektor TIK sekitar US$ 22 miliar. Sementara itu, subsektor yang paling banyak diminati terdiri atas investasi pada pusat data (data center), sistem pembayaran, dan infrastruktur TIK. Menteri Komunikasi dan Informatikan Budi  Arie Setiadi mengatakan, pelaku indstri di Tanah Air harus melihat hal tersebut sebagai potensi untuk terus mengembangkan  sector TIK serta terus menerus melakukan berbagai inovasi demi menarik minat investor.

Bahkan, pemerintah terus mendorong pemanfaatan inovasi bisnis untuk meningkatkan peluang sektor digital nasional. “Saya berharap Kadin Indonesia juga pelaku industry dapat meningkatkan nilai tambah Indonesia dalam rantai pasok global. Ini guna memperkuat upaya bersama dalam mewujudkan transformasi digital menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Budi Arie.  Menurut dia, perkembangan teknologi yang pengembangannya, penerapan praktis, atau keduanya yang masih belum terwujud (emerging technologies) yang juga membuka banyak peluang inovasi dan investasi. Sebagai contoh, pengembangan teknologi 4G Advance yang memungkinkan ultra reliable law latency communication hingga artificial intelegence (AI) untuk produktivitas dan efisiensi proses bisnis. (Yetede)

Daya Beli Masyarakat yang Kehilangan Daya

Yuniati Turjandini 08 Oct 2024 Tempo
BADAN Pusat Statistik mencatat Indonesia mengalami deflasi atau penurunan harga lima bulan bertubi-tubi dari Mei hingga September 2024. Deflasi pada September secara bulanan menyentuh level 0,12 persen atau naik dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,03 persen. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan deflasi bisa memberikan dampak buruk bagi petani hingga pedagang pasar di Indonesia. Sebab, harga beli produk yang menurun bisa membuat keuntungan petani dan pedagang turun. Sedangkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yakin deflasi lima bulan beruntun bukan sinyal negatif bagi perekonomian. 

Namun sejumlah ekonom dan pengusaha menganggap deflasi beruntun sebagai gelagat lesunya ekonomi. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics Mohammad Faisal menilai deflasi lima bulan beruntun sebagai indikasi lemahnya permintaan dan konsumsi dalam perekonomian. Adapun Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Shinta Kamdani khawatir kondisi ini berhubungan dengan lemahnya daya beli masyarakat. Apalagi, pada kuartal kedua 2024, pertumbuhan konsumsi rumah tangga hanya 4,91 persen atau lebih rendah dari kuartal kedua 2023 yang sebesar 5,22 persen. (Yetede)

Mafia Gelar di Dunia Pendidikan

Yuniati Turjandini 08 Oct 2024 Tempo
ARIEF Anshory Yusuf mencermati setiap pasal dan uraian yang ada dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 44 Tahun 2024. Ketua Dewan Profesor Universitas Padjadjaran ini mengatakan perluasan otonomi untuk perguruan tinggi tidak serta-merta memudahkan pengangkatan guru besar oleh pihak kampus. "Peraturan ini justru harus dimanfaatkan untuk memperketat promosi profesor oleh setiap perguruan tinggi," ujar Arief saat dihubungi, Senin, 7 Oktober 2024.  Menurut Arief, perguruan tinggi bisa memanfaatkan otonomi yang ada dalam peraturan itu untuk meningkatkan kualitas profesor di Indonesia. Bayangkan, kata dia, standar profesor di sini terlalu kecil. Dia menyebutkan seorang calon cukup hanya dengan satu publikasi bisa memenuhi syarat menjadi profesor. 

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menerbitkan Peraturan Nomor 44 Tahun 2024 tentang Profesi, Karier, dan Penghasilan Dosen. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim di ujung masa jabatannya menerbitkan regulasi itu pada 10 September 2024. Peraturan menteri ini diundangkan delapan hari kemudian di tengah maraknya praktik jual-beli gelar profesor. Salah satu hal yang diatur dalam Permendikbudristek ini adalah memberikan otonomi kepada perguruan tinggi untuk menetapkan jenjang karier dosennya hingga promosi profesor. (Yetede)

Deflasi, Sinyal Tanda Bahaya atau Bukan?

Yuniati Turjandini 08 Oct 2024 Tempo
LIMA bulan berturut-turut Indonesia mengalami deflasi atau penurunan harga secara umum. Badan Pusat Statistik mencatat deflasi pada September 2024 secara bulanan sudah menyentuh level 0,12 persen atau naik 0,9 persen dibanding pada bulan sebelumnya.  "Deflasi September 2024 merupakan deflasi terdalam dibanding pada bulan yang sama dalam lima tahun terakhir," ujar pelaksana tugas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Selasa, 1 Oktober 2024. 

Deflasi bertubi-tubi ini dimulai pada Mei 2024 yang menginjak angka 0,03 persen. Besaran deflasi meningkat pada Juni menjadi 0,08 persen dan Juli 0,18 persen. Deflasi sempat melandai kembali ke angka 0,03 persen pada Agustus. Tapi kini tingkat deflasi kembali terpuruk. Amalia menyebutkan tren deflasi dipengaruhi oleh penurunan harga pangan bergejolak atau volatile food. Harga pangan bergejolak mengalami deflasi 1,34 persen. Komponen ini memiliki andil terhadap inflasi umum sebesar 0,21 persen pada September 2024.

Komoditas utama penyumbang deflasi antara lain cabai merah sebesar 0,09 persen, cabai rawit 0,08 persen, serta telur ayam ras dan daging ayam ras masing-masing 0,02 persen. Juga tomat, daun bawang, kentang, dan wortel masing-masing 0,01 persen.  Sementara itu, komponen yang harganya diatur pemerintah, seperti harga bahan bakar minyak bersubsidi dan tarif listrik, pada September 2024 mengalami deflasi secara bulanan sebesar 0,04 persen. Komponen yang harganya diatur pemerintah memberikan andil terhadap deflasi secara bulanan sebesar 0,01 persen. (Yetede)

Berubah Menjadi Industri Kematian

Yuniati Turjandini 08 Oct 2024 Tempo
SEPANJANG dua tahun terakhir, kawasan industri milik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, menjadi langganan dirundung kecelakaan kerja. Kasus teranyar adalah kematian buruh bernama Andri yang bekerja di smelter nikel, divisi rotary kiln conveyor, PT Walsin Nickel Industrial Indonesia (PT WNII) pada Sabtu, 28 September 2024.  Andri meninggal setelah terjatuh dari ketinggian lebih dari 20 meter dari atas mesin ban berjalan. “Sebelum terjatuh, dia diduga tergiling mesin konveyor lebih dulu,” kata anggota staf kampanye Yayasan Tanah Merdeka, Mohammad Azis, dalam keterangannya pada Jumat, 4 Oktober 2024. 

Menurut Azis, sedikitnya terjadi 17 kecelakaan kerja sepanjang 2024. Persoalannya, perusahaan disebut tidak membenahi prosedur keselamatan dan kesehatan kerja bagi pegawai sehingga kecelakaan terus berulang. Tahun lalu, kata Azis, ada 21 pekerja yang tewas dalam kecelakaan kerja di kawasan industri nikel tersebut. IMIP merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang dibangun sejak 2015 sebagai kawasan penghiliran nikel. Di dalamnya terdapat 41 perusahaan, salah satunya PT WNII yang memproduksi nickel pig iron (NPI)—bahan baku utama untuk produksi baja tahan karat. Di sana juga ada korporasi yang memproduksi campuran padatan hidroksida dari nikel dan kobalt atau mixed hydroxide precipitate, besi, aluminium, kokas, benzena, hingga bahan baku baterai mobil listrik.

Saban tahun, kawasan industri ini mampu menghasilkan 150 juta ton hasil produksi yang diekspor ke Cina dan negara-negara lain. Dengan kapasitas produksi sebesar itu, IMIP dibekali pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara dengan daya 5.319 megawatt dan 1.520 megawatt. Perusahaan ini juga mengklaim mampu menyerap tenaga kerja hingga 80.259 orang. Proyek ini dirancang sebagai upaya transisi energi bersih dengan menciptakan ekosistem industri baterai kendaraan listrik. (Yetede)

Ujian Ketahanan Cadangan Devisa di Tengah Gejolak

Hairul Rizal 08 Oct 2024 Bisnis Indonesia (H)

Cadangan devisa Indonesia mengalami ujian berat meskipun mencetak rekor tertinggi pada Agustus 2024. Depresiasi rupiah akibat konflik di Timur Tengah dan meningkatnya permintaan dolar AS berpotensi menggerus cadangan devisa. Josua Pardede, Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk., menyatakan bahwa penguatan pasar tenaga kerja AS dan potensi kenaikan harga minyak global dapat memperkuat dolar, sehingga Bank Indonesia mungkin harus menggunakan cadangan devisanya untuk intervensi pasar. Josua memproyeksikan penurunan cadangan devisa menjadi US$145-155 miliar pada akhir tahun ini. Edi Susianto dari Bank Indonesia menegaskan bahwa cadangan devisa masih cukup untuk menjaga stabilitas rupiah. Ajib Hamdani dari Apindo menekankan pentingnya mendorong sektor-sektor penghasil devisa, seperti ekspor, hilirisasi komoditas, dan investasi asing, guna memperkuat ketahanan cadangan devisa.

Pilihan Editor