Aplikasi Temu Akan Diblokir Kemenkominfo
Kementerian Komunikasi dan Informatika menegaskan, Temu, aplikasi belanja daring lintas batas dari China, belum mendaftar sebagai penyelenggara sistem elektronik di Indonesia. Karena itu, Kemenkominfo siap memblokir aplikasi itu. Penegasan ini disampaikan karena Temu sudah tersedia di Google Play Store dan Apple Store sehingga memungkinkan masyarakat Indonesia mengunduhnya. ”Temu yang memiliki model bisnis perdagangan secara elektronik atau e-dagang lintas batas negara jelas-jelas dilarang di Indonesia. Temu hingga saat ini juga belum mendaftar sebagai penyelenggara sistem elektronik (PSE) lingkup privat. Makanya, kami akan segera tindak (karena sudah tersedia di Google Play Store dan Apple Store yang memungkinkan masyarakat Indonesia mengunduh),” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi seusai penandatanganan kerja sama Kemenkominfo dengan perusahaan teknologi IBM, Rabu (9/10/2024), di Indonesia.
Budi menjelaskan, model bisnis Temu yang memfasilitasi e-dagang lintas batas negara dapat merugikan pelaku industri lokal terutama usaha mikro, kecil, dan menengah. Pemerintah sudah melarang model bisnis seperti itu lewat Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan melalui Sistem Elektronik. ”Model bisnis Temu memungkinkan konsumen membeli langsung barang dari pabrik di China. Tugas pemerintah Indonesia melindungi pelaku usaha dalam negeri. Kami akan take down,” imbuh Budi. Bersamaan dengan aplikasi Temu yang sudah tersedia di GooglePlay Store danApple Store muncul rumor bahwaTemu akan mencaplok Bukalapak supaya bisa beroperasi di Indonesia. Karena rumor itu, harga saham dikabarkan melonjak pada Senin (7/10). Meski demikian, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa (8/10), Sekretaris Perusahaan PT Bukalapak.com Tbk Cut Fika Lutfi mengatakan, perseroan tidak mengetahui informasiterkait rencana akuisisi perseroan oleh Temu. (Yoga)
Budidaya Lobster yang Lebih Berkelanjutan
Tarik-menarik kepentingan antara ekspor dan budidaya benih lobster masih terus berlanjut. Benih bening lobster, jika langsung
diekspor, dipandang mendatangkan cuan dalam waktu singkat, sedangkan benih yang dibesarkan atau dibudidayakan mampu menghasilkan nilai tambah meski butuh proses lebih panjang. Kampung Lobster Mandiri, sebuah kawasan di pinggiran pantai di Desa Gangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mencoba membuktikan bahwa lobster mampu bernilai
tambah jika dibudidayakan. Kampung Lobster menyajikan aneka masakan lobster yang berasal dari proses budidaya lokal dan hasil tangkapan alam. Berlokasi di pinggir pantai, restoran itu membuka kesempatan pengunjung untuk mengambil sendiri lobster yang dibudidayakan di keramba-keramba dasar laut. Denganbantuan penyelam, pengunjung restoran dapat menyelam untuk mengambil lobster. Kedalaman penyelaman berkisar dari 5-20 meter. Selanjutnya, lobster siap dimasak. Beberapa menu masakan, seperti nasi goreng lobster dan lobster garlic butter, menjadi hidangan favorit, di samping menu ikan laut. Seporsi nasi goreng berisi seekor lobster dibanderol Rp 69.000.
Sementara itu, harga sepiring lobster garlic butter disesuaikan dengan sumber bahan baku. Jika bahan bakunya berupa lobster hidup,
harga seporsi lobster buttergarlic ukuran setengah kilogram isi 2-3 ekor berkisar Rp 349.000, sedangkan jika bahan bakunya lobster beku dibanderol Rp 289.000 per porsi. Seporsi lobster cocok dinikmati bersama untuk 2-3 orang. Minat pasar Pengelola Kampung Lobster Mandiri, Suwardi, mengemukakan, minat masyarakat untuk mengonsumsi lobster terus meningkat meskipun lobster kerap diidentikkan sebagai komoditas premium. Pengunjung yang datang bervariasi, sekitar 70 persen berasal dari luar kota Banyuwangi, 20 persen wisatawan asing, dan 10 persen warga lokal. Kampung Lobster yang dibangun sejak tahun 2021 itu menggarap hulu-hilir lobster hingga disajikan di meja makan. Benih untuk budidaya didapatkan dari nelayan lokal, serta daerah lainnya. Selain itu, restoran juga menampung lobster-lobster hasil tangkapan nelayan dengan ukuran di atas 100 gram. Meski demikian, stok lobster konsumsi, baik dari hasil budidaya maupun tangkapan alam, kerap tidak menentu.
”Kami pernah kehabisan stok lobster pada musim-musim liburan, saat banyak wisatawan datang,” ujarnya beberapa waktu lalu. Di sisi lain, harga jual lobster konsumsi diketahui memberikan nilai tambah yang lebih tinggi. Sebagai ilustrasi harga lobster hidup jenis pasir berkisar Rp 400.000 per kg isi 6-7 ekor. Namun, jika sudah disajikan di meja makan, harga seporsi isi 3 ekor mencapai Rp 349.000 atau dua kali lipat. Konsumen atau pasar lokal juga tidak terlalu mempermasalahkan bentuk lobster yang dikonsumsi. Lobster yang sudah patah sungut, misalnya, tetap diminati pasar lokal. Ini berbeda dengan pasar ekspor Vietnam yang menuntut lobster konsumsi harus dalam keadaan utuh, tanpa cacat. Berkembangnya minat masyarakat untuk mengonsumsi lobster juga diungkapkan Sherry, pengelola Warung Tropical, Pantai Madasari, Pangandaran, Jawa Barat. Warung yang sudah berjalan selama lebih dari 7 tahun itu menyajikan aneka menu hasil tangkapan laut, termasuk lobster. (Yoga)
Visa Bebas Khusus Pemegang Izin Tinggal Singapura
Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia membebaskan visa kunjungan bagi warga negara asing pemegang izin tinggal di Singapura untuk melancong ke sejumlah wilayah di Kepulauan Riau. Hal ini diharapkan bisa mengungkit
kunjungan turis di provinsi perbatasan itu. Berdasarkan Surat Edaran Dirjen Imigrasi Nomor IMI-940.GR.01.01 Tahun 2024, pemegang izin tinggal (permanent resident) di Singapura dapat memanfaatkan fasilitas bebas visa kunjungan untuk tinggal paling lama selama empat hari. Layanan itu telah dibuka di delapan pelabuhan di Batam, Bintan, dan Karimun sejak Selasa (8/10/2024).
Direktur Jenderal Imigrasi Silmy Karim menyatakan, tujuan kebijakan itu untuk menarik kedatangan wisatawan Singa pura ke Batam, Bintan, dan Karimun. Kepri yang memiliki sejumlah destinasi pariwisata potensial diharapkan dapat tumbuh menjadi salah satu destinasi utama pariwisata di Asia Tenggara.
”(Kebijakan) Ini akan semakin memudahkan mereka (pemegang izin tinggal Singapura) yang ingin menghabiskan akhir pekan atau short escape, seperti menikmati alam, wisata kuliner, atau berbelanja di Kepri,” kata Silmy lewat pernyataan tertulis pada 8 Oktober.
Pemegang izin tinggal adalah warga negara asing yang diberi status oleh Pemerintah Singapura untuk menetap di negara itu. Selain itu, ada warga negara asing yang bermukim di Singapura dengan memegang employment pass atau visa untuk tenaga kerja profesional dan student’s pass atau visa bagi siswa yang belajar di sana. Kepala Dinas Pariwisata Kepri Guntur Sakti mengatakan, Pemerintah Provinsi Kepri mengapresiasi terobosan kebijakan oleh Ditjen Imigrasi tersebut. Kebijakan bebas visa kunjungan bagi pemegang izin tinggal Singapura diyakini bakal mengungkit kunjungan turis secara signifikan. ”Kebijakan yang segmented, customized, dan localized ini amat menguntungkan bagi Kepri sebagai daerah strategis di perbatasan. Selain bisa
mengungkit pariwisata, semoga kebijakan ini bisa menggairahkan investasi dan ekonomi,” ujar Guntur, Rabu (9/10).
Jika ke depan kebijakan ini terbukti dapat mengungkit kunjungan turis secara signifikan, Guntur berharap Ditjen Imigrasi dapat memperluas cakupan bebas visa kunjungan. Kebijakan serupa idealnya juga bisa diterapkan bagi warga negara asing pemegang employment pass dan student’s pass di Singapura. ”Pemegang employment pass dan student’s pass jumlahnya juga banyak. Kalau mereka diberi kemudahan, maka kunjungan turis ke Kepri bakal meningkat. Itu harapan kami,” ucap Guntur. Saat berkunjung ke Kepri pada Januari 2024, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menargetkan provinsi ini dapat menarik 3 juta kunjungan turis. Angka itu dua kali lipat dari realisasi pada 2023 sebanyak 1,5 juta. Guntur menyebutkan hingga September 2024, kunjungan turis di Kepri masih di angka sekitar 1 juta. Menurut dia, hampir mustahil di sisa waktu tiga bulan ini bisa mengejar target yang diminta Sandiaga meskipun ada kebijakan baru bebas visa kunjungan bagi pe megang izin tinggal di Singapura. (Yoga)
Transisi Pemerintahan Jokowi ke Prabowo Berjalan Mulus
Upaya Bahlil Genjot Sektor Energi Mendongkrak Ekonomi RI
Perdamaian dan Stabilitas Menjadi Kunci Pertumbuhan RI
Jaga Pertumbuhan Pasar Dalam Negeri Kita
Indonesia dengan pasar pertumbuhan yang besar dan dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, yaitu 280 juta jiwa harus bisa melindungi pasar domestik dan juga harus mempu memasarkan produk nasional. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada pembukaan Trade Expo Indonesia Ke-39 Tahun 2024 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (9/10/2024). Dia mengatakan, banyak negara saat ini mulai khawatir soal over produksi di China. Banyak negara yang bersiap melindung pasar domestiknya dan masuknya produk impor dari China yang masif dengan harga yang jauh lebih murah.
"Saat banyak negara melakukan restriki perang dagang menurut saya di situ ada peluang. Disaat benyak negara mengalami inflasi tinggi menurut saya, di situ juga ada peluang," kata Jokowi. Untuk itu, Presiden meminta agar pemasaran produk-produk dalam negeri jangan dilakukan dengan cara konvensional, karena saat ini sudah masuk era digital. "Pemasaran juga jangan dengan cara-cara konvensional, sekarang sudah eranya digital. Kita harus masuk secara masif ke arah sana untuk memasarkan produk-produk negara kita Indonesia," kata dia. (Yetede)









