Deflasi Disebabkan Serbuan Impor yang Tak Terkendali
Deflasi yang terjadi selama 5 bulan berturut-turut disebabkan karena banyaknya barang impor masuk ke pasar Indonesia. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menerangkan, deflasi terjadi karena banyaknya barang impor. Hal ini tentunya akan berpengaruh pada industri dalam negeri. “Dari kaca mata industry ya, tapi kalau dari kaca mata sektor lainnya berbeda. Kalau dari kaca mata industri deflasi itu didorong karena banyaknya barang impor,” ucap dia. Tren deflasi ini telah berlangsung sejak Mei 2024, dengan rincian deflasi 0,03% pada Mei, 0,03% pada Juni, 0,18% pada Juli, dan 0,03% pada Agustus.
Adapun, inflasi tahunan tercatat sebesar
1,84% (year on year/yoy) dan inflasi tahun kalender 0,74% (year to date/ytd)
Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arief
menambahkan, salah satu penyebab deflasi adalah daya beli masyarakat yang
menurun. Produk impor yang murah membuat produk industri dalam negeri kalah
saing. Dia mengatakan, jika produk impor murah dapat dibatasi, maka produk
dalam negeri akan terserap pasar dan akan meningkatkan permintaan produksi. Hal itu tentu akan
membuat industri lebih berani memberikan intensif tambahan atau menyerap tenaga
kerja yang baru. (Yetede)
Tags :
#ImporPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Lubang di Balik Angka Manis Surplus Perdagangan
Kemungkinan Pemerintah Membuka Opsi Impor Gas
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023