Ujian Ketahanan Cadangan Devisa di Tengah Gejolak
Cadangan devisa Indonesia mengalami ujian berat meskipun mencetak rekor tertinggi pada Agustus 2024. Depresiasi rupiah akibat konflik di Timur Tengah dan meningkatnya permintaan dolar AS berpotensi menggerus cadangan devisa. Josua Pardede, Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk., menyatakan bahwa penguatan pasar tenaga kerja AS dan potensi kenaikan harga minyak global dapat memperkuat dolar, sehingga Bank Indonesia mungkin harus menggunakan cadangan devisanya untuk intervensi pasar. Josua memproyeksikan penurunan cadangan devisa menjadi US$145-155 miliar pada akhir tahun ini. Edi Susianto dari Bank Indonesia menegaskan bahwa cadangan devisa masih cukup untuk menjaga stabilitas rupiah. Ajib Hamdani dari Apindo menekankan pentingnya mendorong sektor-sektor penghasil devisa, seperti ekspor, hilirisasi komoditas, dan investasi asing, guna memperkuat ketahanan cadangan devisa.
Tags :
#DevisaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023