;

Produksitivitas di Indonesia Belum Meningkat

Yuniati Turjandini 09 Oct 2024 Investor Daily (H)

Kebijakan hilirisasi oleh Presiden Jokowi harus terus ditingkatkan produktivitasnya agar dapat mencapai visi Indonesia Emas 2045. Dengan meningkatkan produktivitas maka  Indonesia bisa meningkatkan juga pendapatan. Dalam kebanyakan teori mainstream, berbicara tentang alokasi sumber daya, bagaimana cara mengefisiensikan alokasi sumber daya. Hal ini diungkapkan Profesor and Dean of the Institute of New Structural Economics, Peking University/Deputy Director, Economic Committee of the Chinese People’s Political Consultative Conference, Justin Yifu Lin dalam  sesi diskusi “Indonesia & The Global Economic Order,” dalam acara BNI Investor Daily Summit 2024, bertajuk “Accelerating Resselient  Growth” di Jakarta Convention Center (JJC), pada Selasa (08/10/2024).

Prof Justin mengatakan jika melihat negara-negara yang sukses, yang paling penting adalah bagaimana meningkatkan pertumbuhan produktivitas  setiap saat. “Dan jika Anda ingin meningkatkan produktivitas  maka Anda harus mengikuti satu prinsip  dalam cara pertumbuhan. Anda harus mengikuti  keunggulan kompetitif Anda. Tentukan apa yang menjadi keunggulan pabrik Anda, apa yang Anda miliki saat ini, dan cari tahu apa yang bisa  Anda lakukan dengan baik berdasarkan apa yang Anda miliki. Itulah, keunggulan kompetitif Anda. Ini adalah pinsip yang sangat umum,” ujar Prof Justin.  (Yetede)

Indonesia Berpotensi Menjadi Negara Super Power

Yuniati Turjandini 09 Oct 2024 Investor Daily (H)

Indonesia berpotensi  menjadi Negara superpower ekonomi dari Asia bersama China dan India. Ketiga Negara ini akan menjadi kekuatan dan sumber pertumbuhan ekonomi dunia. Oleh sebab itu, Indonesia harus optimistis dan berani menempuh jalan sendiri  untuk menjadi negara maju. Pertumbuhan ekonomi diyakini bisa melesat, bahkan bisa menyentuh 8% seperti yang ditargetkan oleh Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Ada dua alat untuk mencapai itu, yakni hilirisasi dan digitalisasi. Dalam konteks ini, Indonesia harus berani menjalankan hilirisasi ditengah  banyaknya protes dari sejumlah negara.

Indonesia juga jangan terbawa trens dunia yang bisa menyeret negara ini ke medan kompetisi sulit. Hal ini ditegaskan Presiden Jokowi saat membuka BNI Investor Daily Summit 2024 di JCC, Senayan Jakarta. Turut mendampingi Presiden, di antaranya Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) Rosan Roeslani, PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Executive Chairman B-Universe Enggartiasto Lukito, dan Direkut Utama Bank BNI  (Persero) Tbk/BNI Royke Tumilaar. Menurut Presiden, sekarang dunia memasuki abad Asia dan pergeseran dari barat ke Asia. (Yetede)

Gaji Hakim Masih Digodok Pemerintah

Yuniati Turjandini 09 Oct 2024 Investor Daily (H)

Presiden Jokowi mengatakan, pemerintah masih melakukan kajian terkait  kenaikan gaji hakim, yang melibatkan tiga kementerian, yakni Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi (PAN RB), Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Hal tersebut dikatakan Jokowi merespons tuntutan para hakim yang menginginkan kesejahteraan meningkat dengan tuntutan kenaikan gaji. Para hakim bahkan melakukan “aksi mogok” tidak bersidang. Sebelumnya, Juru Bicara Mahkamah Agung (MA) Suharto menegaskan saat ini tidak ada mogok massal maupun cuti bersama yang dilakukan oleh para hakim di seluruh Indonesia. Penegasan Suharto ini untuk meluruskan aksi para hakim yang sebenarnya mengambil cuti secara bersamaan. Sementara itu, Presiden Terpilih pada Pemilu 2024 Prabowo Subianto mengatakan siap bertemu dengan para hakim untuk membahas kesejahteraan setelah resmi menjabat sebagai Presiden RI 2024-2029. “Pada saatnya nanti saya minta waktu untuk bisa tatap muka  dan bicara langsung dengan saudara,” kata Prabowo. (Yetede)

Pasar Modal Berhasil Menjadi favorit Perbankan

Yuniati Turjandini 09 Oct 2024 Investor Daily (H)
Perbankan yang memiliki fundamental solid dengan laba besar dan valuasi murah, berhasil menjadi sektor favorit investor di pasar modal. Tak hanya menunjukkan kinerja yang impresif baik dari sisi bisnis maupun pergerakan sahamnya selama ini, prospek sektor perbankan ke depannya pun diyakini terus moncer. Salah satunya adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang merupakan wonderful company dengan pertumbuhan laba besar setiap tahunnya. “Saya akan pegang perbankan. Bidang usaha perbankan adalah yang terbaik karena labanya besar sekalipun valuasinya murah,” kata Lo Kheng Hong, Indonesia Value Investor saat menjadi pembicara dalam BNI Investor daily 2024 Special Session II dengan tema Indonesia Capital Market Outlook: Identifying New Investment Opportunities & Startegi di JCC, Jakarta. Lo Kheng Hong menambahkan, perbankan besar yang terdaftar di BEI merupakan wonderful company yang membukukan laba besar dan selalu naik. (Yetede

Industri Asuransi Diminta Melakukan Efisiensi

Yuniati Turjandini 09 Oct 2024 Investor Daily

OJK mencatatkan premi asuransi kesehatan per Agustus 2024 tumbuh tinggi. Pertumbuhan premi yang tinggi juga diiringi dengan klaim yang juga meningkat, sehingga industri asuransi diminta melakukan efisiensi. Kepala Pengawas Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, Dana Pensiun  Ogi Prastomiyono menjelaskan, sampai akhir Agustus 2024, premi asuransi kesehatan dari sektor asuransi jiwa mencapai Rp19,36 triliun, tumbuh 38,35% secara yoy. Sementara sektor asuransi umum juga mencatatkan pertumbuhan premi asuransi kesehatan yang mencapai Rp6,61 triliun, tumbuh 27% (yoy). “Walaupun pertumbuhan premi  dapat terbilang cukup baik, klaim di kedua sector ini masih terbilang cukup baik, klaim di kedua sektor ini masih terbilang tinggi, dan menjadi concern utama untuk melakukan efisiensi di berbagai lini. Mulai dari operasional  sampai kepada pemberian  layanan medis di rekanan klinik dan rumah sakit,” jelas Ogi. (Yetede)

Lini Masa Groundbreaking IKN Masuk Tahap ke-8

Yuniati Turjandini 09 Oct 2024 Tempo
Groundbreaking di IKN sudah dilaksanakan hingga tahap ke-8. Adapun investasi yang sudah masuk ke IKN sebesar Rp 58,4 triliun. TORITA Ibu Kota Nusantara (IKN) berencana kembali melaksanakan groundbreaking atau peletakan batu pertama pada bulan ini. Pelaksana tugas Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan pelaksanaan groundbreaking sebelum presiden terpilih dilantik. Namun Basuki menyatakan saat ini belum bisa memastikan ada berapa investor yang masuk daftar groundbreaking tahap kesembilan ini.
Adapun Otorita IKN mencatat investasi yang masuk untuk pembangunan IKN sebesar Rp 58,4 triliun atau setengah dari yang ditargetkan, yaitu Rp 100 triliun. Total investasi tersebut dikumpulkan dari delapan kali rangkaian groundbreaking yang dilakukan di IKN sejak 2023. (Yetede)

Pemerintahan Prabowo Menjadi Sektor Yang Krusial

Yuniati Turjandini 09 Oct 2024 Tempo
PELANTIKAN Prabowo Subianto tinggal menghitung hari. Pembahasan nomenklatur dan kandidat menteri masih menghiasi media massa ataupun media sosial. Meski punya hak prerogatif sebagai presiden terpilih, Prabowo perlu mendengarkan masukan banyak kalangan.  Satu substansi pemikiran Prabowo yang pernah disampaikan kepada publik adalah rencananya menghadirkan zakenkabinet atau kabinet yang diisi personel yang kompeten. Tapi sejauh mana finalisasi kabinet zaken tersebut? Tulisan ini mungkin menjadi proposal terakhir menjelang pengumuman kabinet tiba.

Kepemimpinan nasional periode 5-10 tahun mendatang memiliki tanggung jawab sangat krusial. Meminjam istilah perbankan, kabinet pemerintahan Prabowo nanti berfungsi sebagai penjamin terakhir bagi pertaruhan dua kondisi penting yang akan dihadapi bangsa: target naik kelas menjadi negara maju serta ujian bonus demografi pada 2030.  Bagaimana Prabowo mampu memenangi pertaruhan tersebut? Semua tergantung prioritas nomenklatur kabinet dan para menteri yang ditunjuknya. Dalam konteks memenangkan Indonesia maju dan bonus demografi, terdapat tiga fokus prioritas yang hendaknya tak luput dari perhatian Prabowo. 

Tiga fokus itu adalah (1) penguatan ekonomi berbasis agromaritim, (2) penguatan sumber daya manusia unggul dengan budaya khas Indonesia, serta (3) penguatan teknologi dan ekonomi berbasis digital. Tiga fokus ini dapat menjadi pembeda sekaligus penjamin yang mujarab untuk memenangkan Indonesia maju.  Implementasi tiga fokus ini, dalam hal penyusunan kabinet, perlu didukung penambahan dan penguatan tiga nomenklatur kementerian, yakni Kementerian Koordinator Agromaritim; Kementerian Kebudayaan, Seni, dan Olahraga; serta Kementerian Pengembangan Teknologi dan Ekonomi Digital. (Yetede)

Deflasi Akan Membahayakan Perekonomian Kita

Yuniati Turjandini 09 Oct 2024 Tempo
RESPONS buruk pemerintah terhadap potensi bahaya yang timbul dari deflasi lima bulan berturut-turut bisa membahayakan perekonomian kita. Alih-alih mencari akar masalahnya, para menteri Presiden Joko Widodo sibuk menyangkal dengan mengatakan kondisi masih baik-baik saja. Badan Pusat Statistik mengumumkan deflasi pada September 2024 mencapai -0,12 persen—lebih dalam dibanding pada Agustus 2024 yang cuma -0,03 persen. Deflasi tahun ini belum kunjung berbalik sejak pertama kali terjadi pada Mei lalu, yang mencapai -0,03 persen. 

Namun deflasi beruntun yang semestinya menjadi alarm pengingat justru dianggap biasa oleh pengambil kebijakan ekonomi. Bagi mereka, deflasi yang terjadi dalam sistem ekonomi menjadi kondisi yang sederhana, yang di dalamnya harga-harga barang sedang turun. Kemudian masyarakat dapat mengakses barang-barang tersebut dengan leluasa, yang sepintas menguntungkan konsumen.  Indikasi respons buruk bisa terlihat dari pernyataan para menteri ekonomi Jokowi. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan tak suka terhadap deflasi. Sebab, hal itu berarti merugikan pedagang, sektor yang ia tangani. Menurut Zulkifli, deflasi membuat pedagang—juga petani—tak bisa menikmati harga secara optimal. 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita juga mengatakan tak nyaman terhadap deflasi, sambil menyalahkan membeludaknya barang impor yang membuat pasokan berlebih. Barang-barang produksi dalam negeri kalah bersaing, yang kemudian menimbulkan inflasi. Tanggapan paling buruk justru datang dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang merasa bangga atas deflasi yang terjadi dalam lima bulan beruntun. Dia beralasan deflasi tersebut positif karena yang turun adalah harga bahan pangan bergejolak, seperti cabai, telur, dan daging. Artinya, harga pangan sedang turun. Daya beli masyarakat terjaga untuk mengakses kebutuhan sehari-hari. Dengan argumentasi ini, Sri Mulyani ingin membantah anggapan orang-orang yang menyebutkan ekonomi sedang tidak baik-baik saja dan daya beli masyarakat sedang turun. (Yetede)

Bagaimana Pembangunan IKN Setelah Pelantikan Prabowo

Yuniati Turjandini 09 Oct 2024 Tempo
PELAKSANA  tugas Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, menyatakan akan ada groundbreaking atau peletakan batu pertama lagi di Nusantara dalam waktu dekat. Ia memperkirakan groundbreaking dilakukan sebelum presiden terpilih Prabowo Subianto dilantik. "Saat ini sedang difinalkan kesiapannya," katanya di IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, seperti dikutip dari Antara, Ahad, 6 Oktober 2024. Namun Basuki belum bisa memastikan jumlah proyek dan investasi yang masuk groundbreaking selanjutnya. Dia menyatakan pemerintah menawarkan semua sektor untuk berinvestasi, terutama logistik, guna mendorong tingkat keramaian di IKN.

Adapun groundbreaking di IKN sudah terlaksana hingga delapan tahap sejak 2023. Pada tahap pertama, 21-22 September 2023, realisasi investasinya mencapai Rp 22,9 triliun. Selain menggelar peletakan bilah pertama Garuda di Kantor Presiden IKN, sejumlah proyek swasta dibangun perusahaan dalam negeri, seperti hotel dan rumah sakit. Ada juga pusat pelatihan sepak bola yang anggarannya disokong Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) sebesar Rp 85,6 miliar.  Beberapa taipan menjadi anggota konsorsium, antara lain Sugianto Kusuma alias Aguan (Agung Sedayu Group), Anthony Salim (Salim Group), Franky Widjaja (Sinarmas Group), Pui Sudarto (Pulau Intan), dan Budi Hartono (Grup Djarum). Selain itu, ada William Katuari (Wings Group), T.P. Rahmat dan Boy Thohir (Adaro Group), Prajogo Pangestu (Barito Pacific), Eka Tjandranegara (Mulia Group), dan Soeryadjaya (Grup Astra). (Yetede)

Penghasilan Wakil Rakyat Makin Seksi

Yuniati Turjandini 09 Oct 2024 Tempo
ANGGOTA DPR periode 2024-2029 yang baru dilantik bakal mendapat tambahan tunjangan untuk perumahan mereka. Tunjangan diberikan setelah Sekretariat Jenderal DPR menerbitkan aturan peniadaan fasilitas rumah dinas jabatan anggota (RJA) DPR periode ini. Dalam warkat Sekretariat Jenderal DPR Nomor B/733/RT.01/09/2024 diatur ihwal penyerahan kembali rumah jabatan anggota. Surat bertarikh 25 September 2024 tersebut memerintahkan anggota DPR, baik yang terpilih kembali maupun tidak pada periode ini, segera meninggalkan rumah dinasnya masing-masing.

Sebagai gantinya, Sekretariat Jenderal akan mengganti peniadaan fasilitas dengan pemberian uang tunjangan perumahan DPR. Aturan pengadaan fasilitas rumah dinas bagi anggota DPR diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1980 tentang Hak Keuangan/Administrasi Pimpinan dan Anggota Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara serta Bekas Pimpinan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara dan Bekas Anggota Lembaga Tinggi Negara, serta Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 tentang Rumah Negara. Pada Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1980, disebutkan bahwa masing-masing pimpinan lembaga tertinggi/tinggi negara disediakan sebuah rumah jabatan milik negara beserta perlengkapannya dan sebuah kendaraan bermotor milik negara beserta seorang pengemudinya.

Pada ayat (2) pasal tersebut, disebutkan bahwa biaya pemeliharaan rumah jabatan dan kendaraan bermotor ditanggung oleh negara. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 tentang Rumah Negara, khususnya pada Pasal 1, diatur bahwa rumah negara diklasifikasikan menjadi tiga golongan. Rumah negara golongan I adalah rumah negara yang dipergunakan bagi pemegang jabatan tertentu dan karena sifat jabatannya harus bertempat tinggal di rumah tersebut, serta hak penghuniannya terbatas selama pejabat yang bersangkutan masih memegang jabatan tertentu tersebut. (Yetede)

Pilihan Editor