Strategi Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Korsel
”Musuh bersama kita adalah kemiskinan, korupsi, dan komunisme”. Begitu pidato Park Chung-hee saat dilantik menjadi presiden Republik Korea atau Korea Selatan pada 1961 setelah berhasil merebut kekuasaan melalui kudeta militer. Berlatar belakang militer, Park memimpin Korea Selatan (Korsel) hingga 1979 secara otoriter melalui strategi pembangunan yang dikendalikan negara (state-led development). Park langsung menyusun strategi pembangunan 5 tahunan dan menjalankannya secara disiplin. Setahun pemerintahan, ekonomi Korsel tumbuh 7,1 persen, sebuah prestasi yang diakui dalam literatur sebagai salah satu kisah sukses kebijakan industrial dalam mencapai pertumbuhan tinggi.
Kisah sukses Korsel di bawah kepemimpinan Park Chung-hee sangat relevan dengan kita menjelang pergantian kepemimpinan pada 20 Oktober 2024. Presiden terpilih Prabowo Subianto juga berlatar belakang militer dan punya visi pertumbuhan tinggi: mencapai 8 persen dalam 5 tahun ke depan. Banyak pihak antusias dengan kepemimpinan baru ini yang diyakini akan membawa Indonesia menjadi negara maju pada 2045. Namun, banyak pula kekhawatiran. Kunci keberhasilan strategi industri Republik Korsel di bawah Park Chun-hee adalah perencanaan matang serta disiplin tinggi dalam implementasi. Gaya kepemimpinannya memungkinkan terjadinya distribusi sumber daya secara efektif melalui strategi industrialisasi yang menyeluruh pada periode 1962-1966. (Yoga)
Tags :
#Ekonomi InternasionalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023