;

Penyakit Jantung Membebani Ekonomi Rp 67,34 Triliun

Penyakit
Jantung Membebani Ekonomi Rp 67,34 Triliun
Sakit jantung tidak hanya menyebabkan kerugian kesehatan, tetapi juga menghilangkan produktivitas masyarakat. Selama waktu pengobatan, penderita usia produktif tidak bisa bekerja karena harus dirawat di rumah sakit atau beristirahat di rumah. Demikian pula saat pemulihan, penderita biasanya belum bisa optimal bekerja. AnalisisTimJurnalisme Data Harian Kompas, penyakit jantung pada 2024 dapat menimbulkan beban ekonomi Rp 67,34 triliun. Angka ini berasal dari proyeksi total klaim BPJS Kesehatan untuk jantungRp 38,96 triliun hingga akhir 2024, dan estimasi produktivitas warga yang hilang karena harus dirawat akibat penyakit jantung senilai Rp 28,38 triliun. 

Data BPJS Kesehatan, hingga Mei 2024 jumlah pasien penyakit jantung 1,89 juta orang Kompas memproyeksikan, angka ini dapat mencapai 4,5 juta orang pada akhir tahun. Dengan ekstrapolasi berdasarkan biaya per pasien rujukan pada 2023, total klaim pada akhir 2024 mencapai Rp 38,96 triliun. Produktivitas yang hilang akibat penyakit jantung dihitung dengan cara mengalikan jumlah penderita jantung usia produktif dengan produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita, yang telah dibagi jumlah hari kerja aktif dalam setahun. Hasilnya lalu dikalikan dengan 21,8 hari, yakni rata-rata jumlah hari kerja yang hilang per penderita penyakit jantung. Olahan data tadi menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia 2023 oleh Kementerian Kesehatan dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Sementara jumlah hari kerja yang hilang, yakni 21,8 hari, merujuk pada hasil penelitian bersama Universitas Indonesia dan Monash University (2020) berjudul ”Beban Kesehatan dan Produktivitas akibat Penyakit Jantung Koroner pada Populasi Pekerja di Indonesia dengan Model Life-Table”. Hilangnya nilai ekonomi lebih banyak terjadi di kawasan kota karena penderita jantung terkonsentrasi di wilayah ini. Total produktivitas yang hilang dari kota-kota di Indonesia mencapai Rp 10,6 triliun (61,84persen), sedangkan di wilayah kabupaten senilai Rp 6,54 triliun. Jumlah kabupaten empat kali lipat jumlah kota. (Yoga)

Tags :
#Kesehatan
Download Aplikasi Labirin :