Menggali Sumber Baru Pendapatan Negara
Untuk menghadapi kondisi fiskal yang ketat dan mendanai belanja negara yang besar pada tahun depan, pemerintah mengeluarkan kebijakan yang memungkinkan penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk pinjaman kepada BUMN, BUMD, pemda, dan badan hukum lainnya. Kebijakan ini bertujuan untuk mengoptimalkan dana dan menjaga keberlanjutan fiskal. Namun, Menteri Keuangan belum memberikan penjelasan rinci mengenai seberapa besar bunga yang akan diperoleh dari pengelolaan dana SAL ini.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menganggap kebijakan ini sebagai upaya pemerintah untuk mendapatkan penerimaan baru dari bunga pinjaman SAL, yang disebabkan oleh meluasnya defisit APBN 2025 dan tingginya kewajiban bunga utang. Salah satu tujuan penggunaan pinjaman SAL adalah untuk mendukung program-program penting pemerintah, seperti program makan bergizi gratis. Dengan asumsi suku bunga Bank Indonesia, pinjaman SAL dapat menghasilkan bunga yang cukup besar, yang dapat membantu pendanaan program tersebut.
Namun, para pakar keuangan seperti Faisal Rachman dari PT Bank Permata Tbk. juga mengingatkan bahwa pinjaman SAL merupakan langkah jangka pendek yang harus diatur dengan hati-hati. Komisi XI DPR juga mengingatkan agar pemerintah memastikan bahwa kebijakan ini tidak menambah risiko fiskal, dengan menetapkan syarat yang aman dan memastikan pengembalian investasi yang optimal. Dengan demikian, meskipun pinjaman SAL bisa menjadi solusi jangka pendek, pemerintah perlu berhati-hati dan memastikan bahwa kebijakan ini tidak hanya menambah beban fiskal di masa depan.
Strategi Mengelola Saldo Anggaran Lebih
Langkah pemerintah membuka opsi penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk pinjaman kepada BUMN, BUMD, pemda, dan badan hukum lainnya merupakan upaya inovatif dalam mengelola keuangan negara di tengah ketatnya alokasi fiskal pada tahun depan. Menurut Peraturan Menteri Keuangan No. 88/2024, SAL yang sebelumnya hanya digunakan untuk pemenuhan kebutuhan kas sementara kini diarahkan untuk mendukung entitas yang dapat memberikan kontribusi strategis bagi pembangunan.
Namun, penggunaan SAL sebagai pinjaman harus dilakukan dengan hati-hati. Pemerintah perlu memastikan fleksibilitas dan daya tarik skema pinjaman, serta menjaga agar tingkat bunga kompetitif dibandingkan dengan sumber pendanaan lain. Di sisi lain, meskipun kebijakan ini bisa menjadi solusi jangka pendek untuk menutupi kekurangan anggaran, penting bagi pemerintah untuk tidak hanya mengandalkan SAL sebagai penambal defisit. Sebagaimana ditegaskan oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, dalam menghadapi tantangan anggaran yang semakin besar, kebijakan ini harus dilengkapi dengan reformasi struktural yang lebih holistik agar memberikan manfaat yang maksimal dalam jangka panjang.
Pertamina Bukukan Laba US$2,66 Miliar
PT Pertamina (Persero) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar US$2,66 miliar dengan pendapatan mencapai US$62,5 miliar sepanjang Januari hingga Oktober 2024. Meskipun capaian tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, di mana perusahaan meraih laba bersih US$4,44 miliar dengan pendapatan US$75,8 miliar, PT Pertamina tetap optimistis dapat mencapai target pendapatan dan laba yang setara dengan tahun 2023. Wakil Direktur Utama Pertamina, Wiko Migantoro, juga mengungkapkan bahwa perusahaan telah merealisasikan investasi sebesar US$4,7 miliar hingga Oktober 2024, dengan fokus utama pada kegiatan hulu untuk mendukung produksi minyak. Selain itu, perusahaan juga mencatatkan cost optimization sebesar US$780 juta dan kontribusi kepada negara sebesar Rp304,7 triliun. Dalam hal penyaluran energi, PT Pertamina telah menyalurkan 39,7 juta kiloliter BBM bersubsidi, 37,2 juta kiloliter BBM non-subsidi, serta 6,9 juta ton LPG hingga Oktober 2024, dengan target 8,3 juta ton LPG pada akhir tahun ini.
Kejagung Amankan Rp288 Miliar dalam Kasus Korupsi
Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menyita uang tunai sebesar Rp288 miliar yang diduga hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait kegiatan usaha Duta Palma Group. Sebelumnya, Kejagung telah menyita uang tunai Rp1,1 triliun dalam kasus yang sama, sehingga total penyitaan mencapai Rp1,4 triliun. Penyitaan uang ini berkaitan dengan dugaan korupsi dalam pemanfaatan kawasan hutan untuk perkebunan kelapa sawit di Indragiri Hulu, Riau. Direktur Penyidikan Jam-pidsus Kejagung, Abdul Qohar, mengungkapkan bahwa uang tersebut dialihkan dan disamarkan melalui rekening Yayasan Darmex dan rekening milik saksi berinisial RI. Kejagung juga telah menetapkan tujuh korporasi sebagai tersangka dalam kasus ini, dengan lima di antaranya terlibat dalam tindak pidana korupsi dan pencucian uang, dan dua perusahaan lainnya sebagai tersangka TPPU.
Saham Perbankan Tetap Jadi Pilihan Utama
Peluang Pendanaan Global Mulai Terbuka
BEI Atur Ulang Batas Auto Rejection untuk Waran
Efektivitas Insentif BI bagi Bank dalam Sorotan
Pemeriksaan Propam Polda Jateng, Penembakan Gamma tidak Terkait Pembubaran Tawuran
Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar mengakui anak buahnya, Aipda Robig Zaenudin, menembak Gamma Rizkinata Oktafandy (17), pelajar SMKN 4 Semarang, Jateng. Berdasarkan hasil pemeriksaan Bidang Propam Polda Jateng, penembakan itu tidak terkait dengan pembubaran tawuran. Aipda Robig diakui mengeluarkan empat tembakan, Minggu (24/11) dini hari, di Semarang. Satu dari empat tembakan itu mengenai Gamma hingga mengakibatkan dia meninggal. Dua tembakan lainnya mengenai dua anak, yakni MS (16) yang terkena luka tembak di tangan dan APH (17) yang terserempet tembakan di dada. Adapun satu tembakan lainnya merupakan tembakan peringatan ke atas.
Kronologi penembakan Gamma itu dipaparkan oleh Irwan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, Selasa (3/12), di Kompleks Parlemen, Jakarta. Dalam rapat juga diputar rekaman kamera pengawas (CCTV) saat penem-bakan itu terjadi. Dalam rapat itu, Irwan didampingi Kabid Propam Polda Jateng, Kombes Aris Supriyono. ”Kami mengucapkan sekali lagi belasungkawa kami atas nama kepolisian Kapolrestabes Semarang atas berpulangnya ananda Gamma akibat tidak profesionalnya anggota kami,” kata Irwan. Sebagai atasan Robig, Irwan memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya warga Semarang dan keluarga besar Gamma. Segala tindakan anggota dan anak buahnya yang menyebabkan kematian warga sipil itu mengabaikan prinsip penggunaan kekuatan.
Ia juga siap bertanggung jawab dan dievaluasi. Robig dinilai abai dalam menilai situasi, teledor menggunakan senjata api, dan telah melakukan tindakan berlebihan yang tidak perlu atau excessive action. Dari pemeriksaan oleh Bidang Propam Polda Jateng terungkap, Robig mengeluarkan empat tembakan. Menurut Kabid Propam Polda Jateng Kombes Aris Supriyono, ”Penembakan tidak terkait pembubaran tawuran dan anggota ini benar-benar mau pulang dari kantor dan bertemu satu kendaraan yang dikejar tiga kendaraan. Terduga pelanggar (Aipda Robig) lalu menunggu tiga orang itu putar balik (di Alfamart) sehingga terjadi penembakan.” Kini, Robig sedang dalam penempatan khusus atau menjalani prosedur pemeriksaan anggota Polri yang diduga melanggar disiplin atau kode etik. Menurut Aris, Selasa kemarin dijadwalkan sidang kode etik terhadap Robig, tetapi lalu ditunda Rabu (4/12) ini. (Yoga)
TALENTA UNGGUL yang Berjaya di Negeri Lain
Prastudy Fauzi (38), pada 2003 mewakili Indonesia berkompetisi di ajang Olimpiade Matematika Internasional (IMO). Tahun itu pertama kali delegasi Indonesia yang berjumlah enam orang semua meraih medali, yakni dua perunggu dan empat honourable mention. Prastudy adalah salah satu peraih honourable mention. Selepas melambungkan nama Indonesia di IMO, Prastudy melanjutkan pendidikan sarjananya di UI. Lulus sarjana, ayah satu anak itu bertekad menekuni kriptografi. ”Passion saya dari kecil suka baca Sherlock Holmes tentang kode dan pemecahan. Saya maunya S-2. Saat itu, yang saya tahu ada di AS dan di Eropa,” kata Prastudy. Jurusan kriptografi di awal 2012 sampai 2017 masih berkutat seputar pengetahuan yang bersifat teoretis. Namun, jurusan itu kini kian relevan sejak munculnya aset kripto.
Mimpi Prastudy pun terwujud setelah berhasil menjadi salah satu penerima beasiswa Erasmus. Dia melanjutkan studi magister dengan sistem double degree di dua negara, yakni di Norwegian University of Science and Technology (NTNU), Norwegia, selama satu tahun dan tahun terakhirnya di University of Tartu, Estonia. ”Waktu itu tesis saya karena sudah cocok, S-3 saya juga di Estonia. Itu beasiswa S-3 dari Pemerintah Estonia,” ucapnya. Seusai menyelesaikan studi S-3, Prastudy mengambil program post-doctoral di Denmark dua tahun, kemudian melanjutkan program itu di Norwegia dari 2019 hingga 2021. Pada 2021, di Indonesia, Prastudy berpikir untuk menetap sembari mencari pekerjaan.
Namun, pasar tenaga kerja di Tanah Air tidak ramah bagi lelaki asal Lombok, NTB, bergelar doktor itu. Prastudy sebenarnya tidak terlalu mempersoalkan besaran gaji jika ada peluang untuk bekerja sebagai periset di Tanah Air. Namun, karena tidak ada kesempatan di Indonesia, Prastudy akhirnya melamar ke salah satu kampus terkemuka di Singapura, dan mendapat surat elektronik pemberitahuan dari NTU pada Desember 2021 dan mulai berkarya sebagai research fellow di NTU Scripts Center pada Mei 2022. Prastudy hanya contoh jebolan olimpiade sains internasional yang kini berjaya di negeri lain. Indonesia masih memiliki ratusan jebolan olimpiade internasional yang saat ini berkarya di luar negeri. Mutiara-mutiara unggul dari Indonesia itu sebagian belum dikenal di Tanah Air. (Yoga)









