Peluang Pendanaan Global Mulai Terbuka
Pemerintah menghadapi tantangan besar dalam mengelola pembiayaan utang di tengah risiko pengetatan likuiditas domestik. Posisi utang pemerintah mencapai Rp 8.560,35 triliun per akhir Oktober 2024, dengan 88,21% didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN). Namun, potensi persaingan likuiditas dengan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi, bisa mempersulit pencapaian target pembiayaan domestik.
Faisal Rachman, Head of Macroeconomic and Financial Market Research Bank Permata, menyarankan pemerintah mempercepat belanja negara melalui strategi front loading di semester I-2025 untuk meningkatkan likuiditas domestik dan mendorong multiplier effect terhadap ekonomi. Ia juga merekomendasikan agar hasil penerbitan SBN segera dialokasikan ke sektor riil untuk menjaga likuiditas pasar.
Myrdal Gunarto, Staf Bidang Ekonomi dan Global Markets Bank Maybank Indonesia, menilai penerbitan SBN dengan tenor lebih dari satu tahun sebagai strategi penting karena menawarkan keunggulan dibandingkan SRBI yang bertenor pendek. Ia juga mengusulkan perluasan obligasi berbasis syariah ke pasar internasional, seperti Malaysia dan Timur Tengah, untuk mengurangi ketergantungan pada pembiayaan domestik.
Diversifikasi sumber pembiayaan, termasuk memanfaatkan pasar internasional yang mulai menurunkan suku bunga, terutama di Eropa, juga menjadi strategi yang disarankan untuk mengurangi eksposur ke AS yang masih mempertahankan suku bunga tinggi. Strategi ini dinilai dapat menjaga stabilitas pembiayaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Postingan Terkait
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
28 Jun 2025
Perang Global Picu Lonjakan Utang
25 Jun 2025
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
23 Jun 2025
Bank Masih Dilema Menurunkan Bunga Kredit
20 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023