;

TALENTA UNGGUL yang Berjaya di Negeri Lain

TALENTA UNGGUL
yang Berjaya di Negeri Lain

Prastudy Fauzi (38), pada 2003 mewakili Indonesia berkompetisi di ajang Olimpiade Matematika Internasional (IMO). Tahun itu pertama kali delegasi Indonesia yang berjumlah enam orang semua meraih medali, yakni dua perunggu dan empat honourable mention. Prastudy adalah salah satu peraih honourable mention. Selepas melambungkan nama Indonesia di IMO, Prastudy melanjutkan pendidikan sarjananya di UI. Lulus sarjana, ayah satu anak itu bertekad menekuni kriptografi. ”Passion saya dari kecil suka baca Sherlock Holmes tentang kode dan pemecahan. Saya maunya S-2. Saat itu, yang saya tahu ada di AS dan di Eropa,” kata Prastudy. Jurusan kriptografi di awal 2012 sampai 2017 masih berkutat seputar pengetahuan yang bersifat teoretis. Namun, jurusan itu kini kian relevan sejak munculnya aset kripto.

Mimpi Prastudy pun terwujud setelah berhasil menjadi salah satu penerima beasiswa Erasmus. Dia melanjutkan studi magister dengan sistem double degree di dua negara, yakni di Norwegian University of Science and Technology (NTNU), Norwegia, selama satu tahun dan tahun terakhirnya di University of Tartu, Estonia. ”Waktu itu tesis saya karena sudah cocok, S-3 saya juga di Estonia. Itu beasiswa S-3 dari Pemerintah Estonia,” ucapnya. Seusai menyelesaikan studi S-3, Prastudy mengambil program post-doctoral di Denmark dua tahun, kemudian melanjutkan program itu di Norwegia dari 2019 hingga 2021. Pada 2021, di Indonesia, Prastudy berpikir untuk menetap sembari mencari pekerjaan.

Namun, pasar tenaga kerja di Tanah Air tidak ramah bagi lelaki asal Lombok, NTB, bergelar doktor itu. Prastudy sebenarnya tidak terlalu mempersoalkan besaran gaji jika ada peluang untuk bekerja sebagai periset di Tanah Air. Namun, karena tidak ada kesempatan di Indonesia, Prastudy akhirnya melamar ke salah satu kampus terkemuka di Singapura, dan mendapat surat elektronik pemberitahuan dari NTU pada Desember 2021 dan mulai berkarya sebagai research fellow di NTU Scripts Center pada Mei 2022. Prastudy hanya contoh jebolan olimpiade sains internasional yang kini berjaya di negeri lain. Indonesia masih memiliki ratusan jebolan olimpiade internasional yang saat ini berkarya di luar negeri. Mutiara-mutiara unggul dari Indonesia itu sebagian belum dikenal di Tanah Air. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :