;

Waspadai Frugal Living

Yuniati Turjandini 04 Dec 2024 Investor Daily (H)
Frugal living alias hemat dengan mengurangi  belanja diprediksi marak setelah pajak pertambahan nilai (PPN) naik dari 11% menjadi 12% tahun depan. Ini harus diwaspadai pemerintah karena dapat menggerus pertumbuhan ekonomi hingga penerimaan negara. Alasannya, frugal living yang akan terjadi secara masif, luas, dan menjadi gerakan akan menekan konsumsi rumah tangga, motor ekonomi nasional dengan kotribusi 50% lebih terhadao produk domestik bruto (PDB). Akibatnyam ekonomi sulit berakselerasi. Saat ini saja, konsumi rumah tangga masih tertekan oleh pelemahan daya beli.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kuartal III-2024, konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 4,91% dengan  kontribusi ke PDB 53%, belum pulih seperti sebelum pandemi Covid-19 yang selalu di atas 5%. Pada kuartal III-2024, ekonomi hanya tumbuh 4,94% secara tahunan (year on year/yoy), melambat dari kuartal 5,05%. Dalam kondisi ini, pemerintah seharusnya memberikan insentif mendorong konsumsi, bukan disinsentif seperti menaikkan tarif PPN. Bukan hanya konsumsi rumah tangga yang dihantam kenaikan PPN, melainkan juga mesin ekonomi lain, seperti investasi, ekspor, hingga sektor manufaktur. Itu sebabnya, desakan penundaan atau bahkan pembatalan kenaikan PPN terus bergulir. (Yetede)

Lonjakan Harga Tiket Terganjal Kenaikan PPN

Yuniati Turjandini 04 Dec 2024 Investor Daily (H)
Strategi pemerintah dalam menurunkan harga tiket pesawat domestik pada momen liburan Nataru diperkirakan akan sia-sia. Pasalnya, kenaikan PPN sebesar 12% pada awal 2025 melah kembali melambungkan komponen harga tiket. Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto  sejumlah pemangku kepentingan (stakeholder) telah berupaya menurunkan harga tiket pesawat dalam negeri sebesar 10% pada masa Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Pemberlakuan penyesuaian tersebut akan berlaku selama 16 hari pada 19 Desember 2024 sampai dengan 3 Januari 2025. Bersama Kementerian Perhubungan (Kemnehub), PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney), PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), PT Pertamina (Persero), AirNav Indonesia dan maskapai domestuk, tela dicapai kesepakatan untuk intervensi selamam periode libur Nataru. Intervensi tersebut antara lain pemangkasan avtur di 19 bandara, penurunan fuel surcharge  terhadap tarif batas atas, dan juga diskon tarid jasa kebandarudaraan terasuk Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) dan Pelayanan Jasa Pendaratan Pesawat Udara (PJP4U) di 37 bandara. (Yetede)

SMBC Perkuat Bisnis di Indonesia Sebagai Salah Satu Bank Terbesar di Jepang

Yuniati Turjandini 04 Dec 2024 Investor Daily (H)
Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) sebagai salah satu bank terbesar di Jepang potensi di pasar Indonesia sangat besar. Hal tersebut membuat komitmen SMBC untuk memperkuat bisnisnya melalui  PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia). Adapun SMC Indonesia merupakan nama baru Bank BTPN sesuai keputusan dalam Rapat Umum Pemagang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Sejak berdiri pada 1958, SMBC telah berdedikasi dalam melayani masyarakat Indonesia selama 66 tahun. Memadukan reputasi global dan jaringan luas SMBC dengan keunggulan lokal Bank BPTN, SMBC Indonesia berkomitmen membangun kolaborasi yang  kuat, mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, memberikan layanan keuangan inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat. "Transformasi merek ini mempertegas komitman SMBC yang kuat untuk bisnis kami di Indonesia. Dengan memanfaatkan jaringan global dan kapabilitas produk, kami akan terus memperluas abisnis kami di Indonesia," ungkap President & CEO SMBC Akihiro Fukutome.  (Yetede)

KPK Sita Lebih dari Rp 1 Miliar dalam Operasi Tangkap Tangan

Yuniati Turjandini 04 Dec 2024 Investor Daily (H)

Wakil Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Alexander Marwata yang akrab disapa Alex menyatakan penyidik menyita uang lebih dari Rp 1 miliar saat penangkapan Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Riau, Risnandar Mahiwa dalam Operasi Tangkap Tangan (OOT), Senin (2/12) malam. Diketahui, penyidik KPP, Selasa (3/12/2024), membawa Pj Wali Kota Pekan baru Risnandar Mahiwa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. "Bukti uangnya untuk sementara tadi disampaikan di atas Rp 1 miliar ya tidak tahu mungkin nanti akan dikembangkan karena masih dalam proses" kata Alex. Dia mengaku belum mengetahui secara pasti siapa saja yang ditangkap selain Pj Walikota Pekanbaru RM.

"Saya membenarkam kegiatan penangkapan. Saya belum tahu berapa orang yang diamankan," katanya. Dia menyatakan penangkapan RM bukan langkah yang tiba-tiba. Namun, penyelidikan terhadap kasus tersebut sudah dimulai beberapa bulan yang lalu dengan penerbitan Surat Perintah Penyelidikan dan Penyidikan. "Sprindik-nya itu sudah beberapa bulan yang lalu. Itu sudah beberapa bulan yang lalu. Itu berdasarkan informasi  dari masyarakat ya kemudian kami tindaklanjuti dengan melakukan penyadapan, dengan melakukan  surveilans dengan melakukan klaifikasi kepada para pelapor," katanya. (Yetede)

Menggali Sumber Baru Pendapatan Negara

Hairul Rizal 04 Dec 2024 Bisnis Indonesia (H)

Untuk menghadapi kondisi fiskal yang ketat dan mendanai belanja negara yang besar pada tahun depan, pemerintah mengeluarkan kebijakan yang memungkinkan penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk pinjaman kepada BUMN, BUMD, pemda, dan badan hukum lainnya. Kebijakan ini bertujuan untuk mengoptimalkan dana dan menjaga keberlanjutan fiskal. Namun, Menteri Keuangan belum memberikan penjelasan rinci mengenai seberapa besar bunga yang akan diperoleh dari pengelolaan dana SAL ini.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menganggap kebijakan ini sebagai upaya pemerintah untuk mendapatkan penerimaan baru dari bunga pinjaman SAL, yang disebabkan oleh meluasnya defisit APBN 2025 dan tingginya kewajiban bunga utang. Salah satu tujuan penggunaan pinjaman SAL adalah untuk mendukung program-program penting pemerintah, seperti program makan bergizi gratis. Dengan asumsi suku bunga Bank Indonesia, pinjaman SAL dapat menghasilkan bunga yang cukup besar, yang dapat membantu pendanaan program tersebut.

Namun, para pakar keuangan seperti Faisal Rachman dari PT Bank Permata Tbk. juga mengingatkan bahwa pinjaman SAL merupakan langkah jangka pendek yang harus diatur dengan hati-hati. Komisi XI DPR juga mengingatkan agar pemerintah memastikan bahwa kebijakan ini tidak menambah risiko fiskal, dengan menetapkan syarat yang aman dan memastikan pengembalian investasi yang optimal. Dengan demikian, meskipun pinjaman SAL bisa menjadi solusi jangka pendek, pemerintah perlu berhati-hati dan memastikan bahwa kebijakan ini tidak hanya menambah beban fiskal di masa depan.


Strategi Mengelola Saldo Anggaran Lebih

Hairul Rizal 04 Dec 2024 Bisnis Indonesia

Langkah pemerintah membuka opsi penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk pinjaman kepada BUMN, BUMD, pemda, dan badan hukum lainnya merupakan upaya inovatif dalam mengelola keuangan negara di tengah ketatnya alokasi fiskal pada tahun depan. Menurut Peraturan Menteri Keuangan No. 88/2024, SAL yang sebelumnya hanya digunakan untuk pemenuhan kebutuhan kas sementara kini diarahkan untuk mendukung entitas yang dapat memberikan kontribusi strategis bagi pembangunan.

Namun, penggunaan SAL sebagai pinjaman harus dilakukan dengan hati-hati. Pemerintah perlu memastikan fleksibilitas dan daya tarik skema pinjaman, serta menjaga agar tingkat bunga kompetitif dibandingkan dengan sumber pendanaan lain. Di sisi lain, meskipun kebijakan ini bisa menjadi solusi jangka pendek untuk menutupi kekurangan anggaran, penting bagi pemerintah untuk tidak hanya mengandalkan SAL sebagai penambal defisit. Sebagaimana ditegaskan oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, dalam menghadapi tantangan anggaran yang semakin besar, kebijakan ini harus dilengkapi dengan reformasi struktural yang lebih holistik agar memberikan manfaat yang maksimal dalam jangka panjang.


Pertamina Bukukan Laba US$2,66 Miliar

Hairul Rizal 04 Dec 2024 Bisnis Indonesia

PT Pertamina (Persero) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar US$2,66 miliar dengan pendapatan mencapai US$62,5 miliar sepanjang Januari hingga Oktober 2024. Meskipun capaian tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, di mana perusahaan meraih laba bersih US$4,44 miliar dengan pendapatan US$75,8 miliar, PT Pertamina tetap optimistis dapat mencapai target pendapatan dan laba yang setara dengan tahun 2023. Wakil Direktur Utama Pertamina, Wiko Migantoro, juga mengungkapkan bahwa perusahaan telah merealisasikan investasi sebesar US$4,7 miliar hingga Oktober 2024, dengan fokus utama pada kegiatan hulu untuk mendukung produksi minyak. Selain itu, perusahaan juga mencatatkan cost optimization sebesar US$780 juta dan kontribusi kepada negara sebesar Rp304,7 triliun. Dalam hal penyaluran energi, PT Pertamina telah menyalurkan 39,7 juta kiloliter BBM bersubsidi, 37,2 juta kiloliter BBM non-subsidi, serta 6,9 juta ton LPG hingga Oktober 2024, dengan target 8,3 juta ton LPG pada akhir tahun ini.

Kejagung Amankan Rp288 Miliar dalam Kasus Korupsi

Hairul Rizal 04 Dec 2024 Bisnis Indonesia

Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menyita uang tunai sebesar Rp288 miliar yang diduga hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait kegiatan usaha Duta Palma Group. Sebelumnya, Kejagung telah menyita uang tunai Rp1,1 triliun dalam kasus yang sama, sehingga total penyitaan mencapai Rp1,4 triliun. Penyitaan uang ini berkaitan dengan dugaan korupsi dalam pemanfaatan kawasan hutan untuk perkebunan kelapa sawit di Indragiri Hulu, Riau. Direktur Penyidikan Jam-pidsus Kejagung, Abdul Qohar, mengungkapkan bahwa uang tersebut dialihkan dan disamarkan melalui rekening Yayasan Darmex dan rekening milik saksi berinisial RI. Kejagung juga telah menetapkan tujuh korporasi sebagai tersangka dalam kasus ini, dengan lima di antaranya terlibat dalam tindak pidana korupsi dan pencucian uang, dan dua perusahaan lainnya sebagai tersangka TPPU.


Saham Perbankan Tetap Jadi Pilihan Utama

Hairul Rizal 04 Dec 2024 Kontan (H)
Pergerakan saham perbankan di kuartal akhir 2024 cenderung tertekan meski kinerja fundamental perbankan hingga Oktober 2024 solid. Tim Analis OCBC Sekuritas menilai pelemahan ini lebih disebabkan oleh keluarnya dana asing setelah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS, yang memengaruhi potensi perubahan kebijakan The Fed. Namun, secara fundamental, kredit perbankan diprediksi tumbuh di atas 10% pada 2025.

Sigit Prastowo, Direktur Keuangan Bank Mandiri, optimistis kredit konsolidasi Bank Mandiri dapat tumbuh 16%-18% hingga akhir tahun 2024, dengan segmen wholesale sebagai pendorong utama. Royke Tumilaar, Direktur Utama BNI, juga yakin target pertumbuhan kredit 9,5%-10% akan tercapai, meskipun faktor likuiditas menjadi tantangan besar.

Presiden Direktur BBCA, Jahja Setiaatmadja, dan Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, menyebut persaingan memperoleh dana pihak ketiga (DPK) semakin berat. Sementara itu, prospek pertumbuhan kredit tetap besar, terutama di segmen kredit korporasi dan konsumer, termasuk proyek hilirisasi. Namun, Lani mengingatkan perlunya menjaga kualitas kredit agar tidak meningkatkan risiko non-performing loan (NPL) dan beban pencadangan (CKPN).

Miftahul Khaer, analis dari Kiwoom Sekuritas, menilai sektor perbankan masih menarik karena mencerminkan pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Ia merekomendasikan akumulasi saham BBRI dengan target harga Rp 4.440 dan BBCA di Rp 10.600, menilai potensi pertumbuhan sektor usaha yang kembali ekspansif.

Meskipun likuiditas menjadi tantangan utama, optimisme pertumbuhan kredit perbankan tetap tinggi dengan harapan belanja pemerintah yang lebih cepat akan meningkatkan peredaran uang dan mendukung pertumbuhan sektor ini di 2025.

Peluang Pendanaan Global Mulai Terbuka

Hairul Rizal 04 Dec 2024 Kontan
Pemerintah menghadapi tantangan besar dalam mengelola pembiayaan utang di tengah risiko pengetatan likuiditas domestik. Posisi utang pemerintah mencapai Rp 8.560,35 triliun per akhir Oktober 2024, dengan 88,21% didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN). Namun, potensi persaingan likuiditas dengan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi, bisa mempersulit pencapaian target pembiayaan domestik.

Faisal Rachman, Head of Macroeconomic and Financial Market Research Bank Permata, menyarankan pemerintah mempercepat belanja negara melalui strategi front loading di semester I-2025 untuk meningkatkan likuiditas domestik dan mendorong multiplier effect terhadap ekonomi. Ia juga merekomendasikan agar hasil penerbitan SBN segera dialokasikan ke sektor riil untuk menjaga likuiditas pasar.

Myrdal Gunarto, Staf Bidang Ekonomi dan Global Markets Bank Maybank Indonesia, menilai penerbitan SBN dengan tenor lebih dari satu tahun sebagai strategi penting karena menawarkan keunggulan dibandingkan SRBI yang bertenor pendek. Ia juga mengusulkan perluasan obligasi berbasis syariah ke pasar internasional, seperti Malaysia dan Timur Tengah, untuk mengurangi ketergantungan pada pembiayaan domestik.

Diversifikasi sumber pembiayaan, termasuk memanfaatkan pasar internasional yang mulai menurunkan suku bunga, terutama di Eropa, juga menjadi strategi yang disarankan untuk mengurangi eksposur ke AS yang masih mempertahankan suku bunga tinggi. Strategi ini dinilai dapat menjaga stabilitas pembiayaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Pilihan Editor