Mengejar Target Koneksi Internet
JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate memastikan pemerataan koneksi Internet segera terealisasi. Pemerintah telah meminta seluruh operator seluler mempercepat penyediaan layanan Internet dengan jaringan 4G di seluruh Indonesia, dengan tenggat akhir pada 2022 mendatang. "Kami mendorong mereka berkomitmen menghadirkan sinyal 4G wilayah blank spot," ujar dia, kemarin.
Hingga saat ini, 12.538 desa dan kelurahan belum terjangkau layanan Internet 4G. Johnny menjelaskan, pemerintah akan membangun jaringan di 9.113 wilayah, sedangkan 3.445 sisanya merupakan wilayah komersial yang menjadi tanggung jawab operator seluler. "Kami menuntut operator seluler selesai pada 2022, sehingga pembangunan teknologi informasi dan komunikasi lebih cepat 10 tahun dari rencana awal di 2032."
Pemerintah juga akan menempatkan High Throughput Satellite (HTS) Satria 1, dengan kapasitas 150 gbps atau tiga kali lipat darai sembilan satelit yang ada saat ini. "Financial close proyek Satria 1 sudah selesai. Saat ini sedang proses produksi satelit di Prancis dan proses produksi roket peluncur di Amerika Serikat," ucap Johnny. Pemerintah menargetkan, pada akhir 2023 nanti, Indonesia telah memiliki satu satelit besar.
Bank Indonesia juga menargetkan percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional akan terealisasi pada tahun ini. Gubernur Bnak Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, bersama pemerintah, pihaknya saat ini telah menyiapkan berbagai program untuk mewujudkannya. program terbaru adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Program Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2D). BI juga akan meluncurkan sistem BI Fast Payment untuk mendukung industri pembayaran nasional. Sistem ini memungkinkan transaksi terjadi secara real time selama 24 jam dalam sepekan.
Transaksi uang elektronik ditargetkan tumbuh 32 persen atau menjadi Rp 266 triliun dari sebelumnya Rp 200 triliun. Transaksi bank digital berbasis Internet juga diharapkan dapat naik hingga mencapai Rp 32.200 triliun pada 2021. "Kami juga meminta pemerintah melakukan elektronifikasi bantuan sosial, sehingga semakin banyak masyarakat yang melek digital. Semoga tahun ini kami bersama Kementerian Sosial dan Kementerian Dalam Negeri dapat mewujudkan bansos 4.0."
(Oleh - HR1)
Belanja Besar Infrastruktur Digital
JAKARTA - Pemerintah menggelontrokan dana besar untuk pemerataan infrastruktur digital dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan anggaran per tahun untuk digitalisasi mencapai Rp 17 triliun hingga 2024. "Pemerataan koneksi Internet menjadi prioritas hingga dapat menghubungkan daerah terluar, terdepan, dan tertinggal," kata dia, kemarin.
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021, belanja infrastruktur digital mencapai Rp 26 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 17 triliun masuk anggaran kementerian/lembaga dan Rp 9 triliun berupa transfer daerah. Sri mengatakan skema transfer daerah memungkinkan pemerintah daerah untuk menyesuaikan kebutuhan belanja infrastruktur digital dengan kebutuhan masing-masing. Anggaran itu akan digunakan untuk membangun base transmission station (BTS) di 5.000 desa serta membangun jaringan Internet di 12.377 lokasi pelayanan publik.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah terus berupaya mempercepat proses digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional melalui berbagai program. Salah satunya melalui strategi prioritas nasonal yang mencakup empat pilar, yaitu pengembangan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dalam sains dan teknologi, infrastruktur digital dan infrastruktur fisik yang kuat, penyederhanaan birokrasi yang menghambat inovasi, dan inovasi digital untuk menghasilkan nilai tambah.
"Satgas akan mendorong pelaksanaan dengan kebijakan berbagai program, seperti penyusunan paket regulasi dan pengembangan indeks implementasi dari elektronifikasi transaksi pemerintah daerah," kata dia. Dengan elektronifikasi daerah, transaksi keuangan pemda diharapkan dapat lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
Iskandar mencontohkan, di Kota Solo, inovasi pembayaran pajak secara online mampu meningkatkan PAD sebesar 1 persen atau RP 118 miliar dalam waktu tiga tahun. Sebab, kata dia, digitalisasi pelayanan dan transaksi pemerintah daerah memberi kemudahan dan percepatan pelayanan pada masa pandemi Covid-19.
(Oleh - HR1)
Safeguard Produk Tekstil Masih Terganjal
JAKARTA - Penerapan tindakan pengamanan perdagangan atau safeguard, seperti tarif bea masuk untuk menjaga pasara industri tekstil dan garmen dalam negeri, masih terganjal. Usul dari pelaku industri yang di ajukan sejak tahun lalu itu belum menemukan titik terang dalam rapat tim Pertimbangan Kepentingan Nasional (PKN) bersama lintas Kementerian/lembaga, untuk membahas rekomendasi Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI)
Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian, Elis Masitoh, mengatakan KPPI sudah menyelidiki usul tersebut. Pada Februari lalu, KPPI merekomendasikan 137 golongan barang atau harmonized system (HS) dikenai bea.masuk tindakan pengamanan (BMTP) atau safeguard setelah jumlah impornya meningkat dalam tiga tahun terakhir.
Pangsa pasar produk yang diusulkan untuk terkena safeguard mencapai 94 persen dari total impor. Apabila pemerintah mengecualikan produk tersebut, kata Elis, safeguar tidak akan berdampak besar terhadap pemulihan industri garmen dalam negeri. "Kami tetap menginginkan safeguard ini ditetapkan untuk mendukung industri dalam negeri agar bisa pulih," ujar dia.
Ketua KPPI Mardjoko mengatakan kebijakan safeguard dikeluarkan melalui tahapan yang baku, seperti diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2011. Menurut dia, penyelidikan safeguard dilakukan oleh KPPI berdasarkan permohonan dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), dengan basis lonjakan jumlah impor produk garmen (pakaian dan aksesori pakaian).
Ketua Bidang Organisasi API Jawa Barat, Kevin Hartarto, menyayangkan sikap pemerintah yang tidak tegas soal safeguard produk garmen. Padahal, kata dia, penerapan safeguard sudah sangat mendesak. "Kalau tidak segera dilindungi, kami khawatir bahwa impor akan kembali melonjak seiring dengan kondisi perekonomian yang mulai pulih," ujar kevin.
Menurut Redma, setidaknya ada permohonan agar tidak memasukkan 75 jenis produk dalam kebijakan safeguard atau tarif bea masuk karena adanya keberatan dari merek global. Namun, kata dia, 75 jenis produk tersebut mewakili 93 persen dari total impor garmen. Jika produk tersebut tidak terkena safeguard, Redma mengatakan ribuan IKM akan menjadi korban. "Akankah kita mengorbankan IKM dengan kontribusi pajak jauh lebih tinggi hanya demi importir yang sudah lama menggerus devisa?" ujar dia.
(Oleh - HR1)
Stimulus UMKM Rp 400 Miliar Diluncurkan 20 April
Pada April ini, pemerintah akan memberikan stimulus untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar Rp 400 miliar.
“Laporan yang saya dapat demand terus naik, juga nanti stimulus Rp 400 millar (untuk UMKM) itu tanggal 20 bulan ini (April 2021) akan diluncurkan,” kata Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) saat Pembukaan UKM Jabar Paten secara virtual, Sabtu (3/4).
Sebagal informast, tahun lalu, pemerintah memberikan stimulus kepada UMKM berupa bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 2,4 juta. Adapun tahun ini, pemerintah memangkas setengah nilai BLT UMKM itu menjadi Rp 1,2 juta per UMKM dengan kuota 12,8 juta UMKM.
Tak hanya UMKM, pemerintah juga akan memberikan stimulus Rp 2 triliun bagi sektor pariwisata pada Juni ini.
3 Hari Pameran, Total Transaksi Rp 5 M
Gelaran Kalla Fair Vol. 3 telah resmi berakhir pada Minggu (4/4) lalu. Selama tiga hari gelaran Kalla Fair, sebanyak kurang lebih 36 ribu pengunjung Mal Nipah telah hadir langsung dengan total transaksi mencapai Rp5 Milyar.
Selain beragam promo menarik dari berbagai lini bisnis Kalla Group, selama pameran pengunjung juga berkesempatan membawa pulang berbagai hadiah menarik berupa voucher jutaan rupiah, sepeda lipat, smartwatch, dan smartphone.
Selain menikmati booth Pameran, pengunjung juga telah menikmati keseruan bermain games berhadiah menarik di boothKIK Avenue, dan booth Kallafriends.
Lima Orang Aniaya Jurnalis Tempo Nurhadi
Kepolisian Daerah Jawa Timur harus mengusut tuntas kasus penganiayaan terhadap jurnalis TEMPO Nurhadi oleh aparatur negara. Sementara ini teridentifikasi ada lima terduga penganiaya yang diketahui sebagai anggota Polri. Penyelidikan kasus penganiayaan jurnalis TEMPO Nurhadi berkembang. Sementara ini ada lima orang yang diduga anggota Polri terlibat menganiaya Nurhadi yang menjalankan tugas jurnalistik di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (27/3/2021) malam, kata Koordinator Advokasi Aliansi Anti Kekerasan Terhadap Jurnalis Fatkhul Khoir di Surabaya, Senin (5/4/2021). Kelima terlapor atau terduga penganiaya ialah anggota Polri berinisial AY, Fir, Pur, Her, dan AA. Di antara kelimanya ada yang masih bertugas di Kepolisian Daerah Jawa Timur.
Menurut Nurhadi, keberadaan dirinya kemudian diketahui oleh petugas resepsi yang diyakini adalah anggota Polri dan TNI. Nurhadi kemudian ditangkap, diinterogasi, dan dianiaya. Alat kerja yakni telepon seluler dan kamera dirampas. Korban diancam agar tidak menulis pemberitaan bahkan sempat disekap di sebuah hotel dan akan disuap. Saat itu dirinya sedang meliput acara resepsi salah satu mantan pejabat di Direktorat Jenderal Pajak.
(Oleh - HR1)Transaksi Digital Banking Rp 32.200 T
JAKARTA – Sebanyak 16 kementerian dan
lembaga (K/L), 14 industri keuangan, dan
sejumlah asosiasi sepakat bersinergi memperkuat
dan mengakselerasi ekosistem ekonomi dan
keuangan digital (EKD) di Indonesia. Dengan
penguatan sinergi tersebut, transaksi digital
banking diproyeksikan tumbuh 19% dari Rp
27.000 triliun pada 2020 menjadi Rp 32.200 triliun
tahun ini, transaksi e-commerce melonjak 33%
dari Rp 253 triliun menjadi Rp 337 triliun, dan
transaksi uang elektronik naik 32% dari Rp 201
triliun menjadi Rp 266 triliun.
Komitmen sinergi penguatan
ekosistem ekonomi dan keuangan
digital tersebut ditandai dengan
Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021 serta
Peluncuran Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD),
Senin (5/4/2-21). Acara yang digelar
virtual ini dihadiri oleh Menko
Perekonomian Airlangga Hartarto,
Gubernur Bank Indonesia Perry
Warjiyo, Menteri Keuangan Sri
Mulyani Indrawati, Ketua Dewan
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan
Menteri Komunikasi dan Informasi
Johnny G Plate.
Gubernur BI Perry Warjiyo menekankan pentingnya sinergi untuk
memperkuat ekosistem ekonomi
dan keuangan digital (EKD) di Indonesia. Melalui penguatan sinergi
tersebut, transaksi di e-commerce
pada 2021 ini diproyeksikan akan
tumbuh sekitar 33% menjadi Rp 337
triliun tahun ini. Transaksi uang
elektronik diproyeksikan naik 32%
dari Rp 201 triliun di 2020 menjadi
Rp 266 triliun di 2021.
Empat Pilar
Menko Perekonomian Airlangga
Hartarto menyatakan, pemerintah
telah menyiapkan kerangka strategi
nasional ekonomi digital. Hal ini
bertujuan untuk mewujudkan visi
utama yaitu pertumbuhan ekonomi
yang berkelanjutan dan inklusif
dengan optimalisasi di sektor digital.
Kerangka strategi tersebut disusun
dengan memperhatikan kompleksitas dan keterkaitan berbagai kebijakan antar-otoritas serta kebutuhan
para pemangku kepentingan baik di
pusat maupun di daerah.
Ekonomi digital diharapkan
mampu memberikan kontribusi
signifikan menjadi enabler dalam
menciptakan berbagai peluang
kerja baru, pendorong peningkatan
produktivitas, mengurangi kesenjangan sosial, serta mendukung
peningkatan investasi.
Kerangka strategi ekonomi digital
didukung oleh empat pilar utama yang
dipetakan sesuai dengan prioritas nasional dan program-program unggulan
pemerintah. Pilar pertama adalah
pengembangan sumber daya manusia
(SDM) khususnya talenta digital yang
memiliki keterampilan dalam sains
dan teknologi. Pilar kedua adalah
infrastruktur digital dan infrastruktur
fisik yang kuat yang dibutuhkan untuk
meningkatkan arus ekonomi serta
menciptakan peluang kerja di kedua
sektor tersebut. Pilar ketiga adalah penyederhanaan
berbagai birokrasi melalui kebijakan
aturan dan standar yang mendukung
dan mengurangi hambatan inovasi.
Pilar keempat adalah riset dan inovasi
digital yang diperlukan untuk menghasilkan nilai tambah industri dan mengurangi ketergantungan SDA serta
mendorong transformasi ekonomi.
(Oleh - HR1)
Yellen Dorong Pajak Minimum Global untuk Korporasi
CHICAGO – Menteri Keuangan
(Menkeu) Amerika Serikat (AS)
Janet Yellen pada Senin (5/4)
menyerukan pengenaan pajak minimum untuk korporasi di seluruh
dunia. Tujuannya, kata dia, untuk
menjaga para korporasi itu agar
tidak relokasi ke negara-negara
atau teritori yang lebih rendah tarif pajaknya. “Kami bekerja sama
dengan negara-negara G-20 untuk
menyetujui tarif pajak minimum
global untuk korporasi, guna menghentikan usaha mereka mencari
(tarif pajak) yang paling rendah,”
ujar Yellen, dalam pidatonya di
Chicago Council on Global Affairs,
seperti dikutip CNBC.
Dengan penerapan pajak minimum global itu, tambah dia,
seluruh negara bisa bersama-sama memastikan ekonomi global
tumbuh secara lebih adil. Dalam
hal perpajakan untuk korporasi
multinasional.
Namun pernyataan Yellen itu
keluar pada saat Presiden AS Joe
Biden menaikkan tarif pajak korporasi di AS. Sebagai jalan untuk
mendanai rencana pembangunan
infrastruktur sebesar US$ 2 triliun.
Berdasarkan rencana tersebut,
Biden hendak menaikkan tarif pajak korporasi dari 21% saat ini menjadi 28%. Jika terjadi, kenaikan itu
akan berlaku hanya empat tahun
setelah pemerintahan Presiden Donald Trump memangkasnya dari
35%. Yang mana ketika itu adalah
tarif pajak korporasi tertinggi di
dunia.
Salah satu alasan pemerintahan
Trump memangkas tarif pajak
korporasi adalah untuk meredam
langkah perusahaan-perusahaan
AS yang mengalihkan produksinya ke luar negeri. Atau pindah
domisili ke negara-negara dengan
tarif pajak korporasi lebih rendah,
sekalipun sebagian besar operasionalnya tetap di dalam negeri AS
(Oleh - HR1)
Menkeu Terbitkan Aturan Jamin Pelaksanaan PSN
JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjamin pelaksanaan proyek strategis nasional (PSN) dengan
menerbitkan PMK Nomor 30/
PMK.08/2021 tentang Tata Cara
Pemberian Jaminan Pemerintah Pusat untuk Percepatan
Pelaksanaan Proyek Strategis
Nasional.
PMK yang diundangkan pada
1 April 2021 itu merupakan pengganti PMK 60/PMK.08/2017
dengan tujuan mengakomodasi
perkembangan dan kebutuhan
pelaksanaan PSN yang memerlukan jaminan pemerintah
secara lebih efisien, efektif,
dan transparan. "Serta dapat
meningkatkan kepercayaan
investor untuk berperan dalam
pembangunan PSN," demikian
kutipan keterangan resmi yang
diterima, di Jakarta, Senin (5/4).
Perubahan lainnya adalah
mengenai ruang lingkup risiko
politik dalam penjaminan PSN
yang lebih tegas sehingga dapat
memberikan kepastian pengaturan kepada penanggung
jawab proyek strategis nasional
(PJPSN) dan badan usaha pelaksana PSN.
Sementara itu, ketentuan mengenai keterlibatan BUPI dalam
memberikan jaminan pemerintah disusun melalui skema
pengaturan tentang pemberian
jaminan pemerintah dengan tiga
cara. Pertama, pemberian jaminan pemerintah secara langsung
oleh pemerintah sendiri. Kedua,
pemberian jaminan pemerintah
secara bersama oleh pemerintah
dan BUPI. Ketiga, pemberian
jaminan pemerintah oleh BUPI
sendiri.
(Oleh - HR1)
CCAI dan Dynapack Bangun Pabrik Daur Ulang Plastik
BEKASI – PT CocaCola Amatil Indonesia
(CCAI) menggandeng
Dynapack Asia untuk
membangun pabrik
fasilitas daur ulang
plastik jenis polyethylene
terephthalate (PET)
di kawasan industri
Deltamas, Cikarang,
Kabupaten Bekasi, Jawa
Barat berkapasitas 25
ribu ton per tahun. Nilai
investasinya mencapai
Aus$ 50,51 atau Rp
556,2 miliar.
Luas pabrik ini mencapai 2 hektare
(ha). Kerja sama ini akan menciptakan
siklus tertutup (closed-loop) dengan
memproduksi pelet plastik aman
untuk makanan dan minuman, yang
terbuat dari botol plastik bekas.
Presiden Direktur CCAI dan Chairman
PT Amandina Bumi Nusantara Kadir
Gunduz mengatakan, kolaborasi Amatil
Indonesia dan Dynapack sejalan dengan
Sustainability Ambitions 2020-2040
Coca-Cola Amatil yang baru saja diumumkan. Salah satu fokus utama dalam
Sustainability Ambitions 2020-2040 adalah
komitmen menciptakan siklus tertutup
pada kemasan dengan mencapai tingkat
daur ulang atau konten terbarukan di
setiap kemasan pada 2030 sebesar 50%.
Sebagai bagian dari The Coca-Cola
System Sustainable Packaging Strategy,
inisiatif ini juga sejalan dengan visi The
Coca-Cola Company (TCCC) yakni
World Without Waste yang berkomitmen
menjadi bagian dari solusi pengelolaan
kemasan plastik pascakonsumsi dalam
kerangka Ekonomi Sirkular secara global.
CEO Dynapack Asia Tirtadjaja Hambali menyatakan, perseroan senang bekerja sama dengan CCAI dalam inisiatif
terbarukan ini untuk mendukung komitmen Dynapack Asia bersama Ellen McArthur Foundation. “Kami berkomitmen
untuk menggunakan setidaknya 25%
bahan resin daur ulang dalam kemasan
produk pada tahun 2025,” ucap dia.
Presiden Direktur Amandina Bumi
Nusantara Emmeline Hambali mengatakan, peletakan batu pertama fasilitas ini
merupakan suatu langkah baru untuk
memperkuat komitmen mengurangi
polusi plastik sekaligus mengurangi jejak karbon perusahaan. “Kami berharap
kedepannya akan banyak kolaborasi
dan inisiatif untuk meningkatkan solusi
siklus tertutup,” ucap dia.
(Oleh - HR1)









