;

Ada Celah Tekan Gula Petani

Mohamad Sajili 08 Apr 2021 Kompas

Pemerintah membuka peluang bagi industri gula berbasis tebu untuk mengimpor gula mentah guna memenuhi kebutuhan gula konsumsi masyarakat. Regulasi itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Jaminan Ketersediaan Bahan Baku Industri Gula Dalam Rangka Pemenuhan Kebutuhan Gula Nasional.

Sebelumnya, kalangan petani memprotes tingginya alokasi impor gula yang diizinkan pemerintah. Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) M Nur Khabsyin, rencana impor gula mentah untuk memproduksi gula konsumsi sepanjang Januari-Mei 2021 akan mencapai 646.944 ton, sementara impor GKP 150.000 ton (Kompas, 12/3/2021).

Dengan stok awal tahun 2021 sekitar 800.000 ton, kata dia, jumlah impor itu dinilai terlalu besar. Volume impor semestinya hanya sekitar 300.000 ton untuk pemenuhan kebutuhan Mei hingga pertengahan Juni 2021 atau hingga musim giling tebu tiba tahun ini.

Selain itu, regulasi baru dikhawatirkan memicu dampak lain, yakni terganggunya pasokan gula rafinasi di sebagian industri pengguna.

Menurut Kementerian Perindustrian, alokasi kebutuhan gula rafinasi untuk industri makanan-minuman dan farmasi sepanjang 2021 mencapai 3,116 juta ton atau setara 3,315 juta ton gula mentah. Sebanyak 1,935 juta ton di antaranya akan direalisasikan sepanjang semester I-2021.


Faktor Pandemi dan Pasokan Tekan Okupansi Ruang Kantor

Mohamad Sajili 08 Apr 2021 Kompas

Tren sewa ruang perkantoran di Jakarta diproyeksikan terus menurun karena dampak pandemi Covid-19. Okupansi perkantoran kian tertekan oleh pasokan ruang kantor yang berlebih sampai tahun 2022. Namun, peluang baru muncul di bisnis ruang kerja bersama atau coworking space.

Pada 2021, tambahan ruang perkantoran diproyeksikan mencapai 231.857 meter persegi atau naik 9,2 persen dibandingkan tahun 2020 yang mencapai 212.247 meter persegi. Pasokan terbanyak ada di kawasan pusat bisnis (CBD) Jakarta. Pada triwulan I (Januari-Maret) 2021, dua gedung perkantoran di Jakarta mulai beroperasi, yakni Menara Binakarsa di CBD serta Menara Tendean di luar CBD.

Data Colliers International Indonesia, tren penurunan ruang sewa perkantoran mulai terlihat sejak tahun 2013. Pada 2013, rata-rata okupansi ruang perkantoran mencapai 95,3 persen, kemudian menurun pada tahun-tahun berikutnya. Pada 2020, tingkat okupansi ruang perkantoran hanya 80,6 persen, sementara pada 2021 diperkirakan 77,9 persen dan tahun 2022 turun lagi ke level 77,7 persen.

 


Disdag Kalsel Rangsang Eksportir Baru

Mohamad Sajili 08 Apr 2021 Banjarmasin Post

Nilai ekspor Indonesia Februari 2021 mencapai US$ 15,27 millar atau turun 0,19 persen dibanding ekspor Januari 2021. Sementara dibanding Februari 2020, naik 8,56 persen.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, ekspor nonmigas Februari 2021 mencapai US$ 14,40 miliar atau turun 0,04 persen dibanding Januari 2021. Dibanding ekspor nonmigas Februari 2020, naik 8,67 persen.

Menanggapi hal ini, kepala Disdag Kaisel, Birhasani menyebutkan, hal itu disebabkan kerusakan sejumlah sarana prasarana pascabanjir. “Nilai ekspor di Kalsel pada Februari menurun akibat dampak terjadinya kerusakan jalan dan jembatan akibat bencana banjir di Banua, “ kata Birhasani.

Dengan begitu, kerusakan infrastruktur berdampak pada melambatnya distribusi yang mempengaruhi turunnya nilai ekspor. Dinas Perdagangan berupaya terus semaksimalnya untuk melakukan perbaikan infrastruktur yang sebagian ditargetkan selesai pada April mendatang.


Pasokan Daging Naik 50,7 Persen

Mohamad Sajili 08 Apr 2021 Banjarmasin Post

Pada Ramadan 2021, pasokan daging sapi diperhitungkan mencapai sekitar 312 ton atau naik 50.7 persen dari total pasokan 2020 sebesar 207 ton. Sedangkan kebutuhan daging sapi pada 2021 sekitar 280 ton ada kenaikan 5.7 persen dari 2020 sebesar 265 ton.

Total pasokan pada periode April-Mei 2021 sekitar 565 ton naik 50.7 persen dari total pasokan 2020 yaitu sebesar 375 ton dengan total kebutuhan April dan Mei sekitar 507 ton.

Dari pantauan Disbunak Kalsel, pada Maret 2021, harga sapi potong di tingkat produsen di minggu pertama sebesar Rp 51. 376 per kilogram. Minggu kedua Rp 51.421 per kilogram, Minggu ketiga Rp 52.548 per kilogram dan minggu ke empat, Rp 53.372 per kilogram.

Sementara harga daging sapi murni tingkat konsumen, Minggu pertama Maret Rp 125. 939 per kilogram, Minggu kedua Rp 126.556 per kilogram, Minggu ketiga Rp 126.540 per kilogram, Minggu keempat, Rp 126.811 per kilogram.


Jasa Pengiriman Melonjak 30 Persen

Mohamad Sajili 08 Apr 2021 Banjarmasin Post

Setiap Ramadan dan Lebaran Idulfitri terjadi peningkatan pengiriman barang antar provinsi. Seperti halnya perusahaan jasa kiriman JNE yang sudah melakukan beberapa antisipasi untuk melayani masyarakat pengguna jasa.

Depi Hariyanto, Kepala Cabang JNE Banjarmasin, mengatakan, sudah rutin setiap tahun saat Ramadan dan Hari Raya Idulfitri terjadi peningkatan jumlah pengiriman yang signifikan.

Secara nasional, jumlah pengiriman JNE pada high season tahun-tahun sebelumnya mencapai lebih dari 30 persen jasa kirim Pada Ramadan, JNE Banjarmasin juga mengalami peningkatan sekitar 20 persen hingga 30 persen.

 


Perang Dagang Australia-Cina Dongkrak Harga Batu Bara

R Hayuningtyas Putinda 08 Apr 2021 Koran Tempo

JAKARTA - Harga jual batu bara terdongkrak setelah hubungan dagang Australia dan Cina memanas. Peseteruan ini berujung pada larangan impor batu bara dari Australia. Analis dari Central Capital Futures, Wahyu Tribowo Laksono, mengatakan keputusan Cina untuk melarang impor batu bara dari Australia membuat pasokan mereka berkurang. Dampaknya, harga komoditas tersebut meningkat di atas angka yang ditetapkan pemerintah. Cina harus mencari produsen lain untuk memenuhi kebutuhan tersebut demi menekan kenaikan harga. 

Selain batu bara, Wahyu menilai perseteruan Cina dan Asutralia tak banyak mempengaruhi harga komoditas lainnya. Menurut dia, saat ini harga komoditas sedang dipengaruhi oleh tarik-menarik di antara beberapa faktor yang membawa dampak positif ataupun negatif. Pada satu sisi, dolar Amerika Serikat sedang menguat. Hubungan Cina dan Australia memburuk saat Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mendorong penyelidikan terhadap asal-usul Covid-19. Pemerintah Australia mendukung usul tersebut, tapi pemerintah Cina menolak Kementerian Luar Negeri Cina menyatakan usul tersebut tak berdasar dan menganggapnya sebagai bentuk keraguan terhadap transparansi Cina dalam mengusut penyebab pandemi. 

Head of Center of Industry, Trade, and Investment Indef, Andry Satrio Nugroho, menyatakan belum ada tanda bahwa hubungan kedua negara itu membaik. Dia memperkirakan dampaknya masih akan terasa bagi harga batu bara. "Ini peluang bagi Indonesia," katanya.  Selain batu bara, dia menilai tak banyak komoditas yang akan terkena dampak sentimen positif dari ketegangan Australia dan Cina. salah satu yang mungkin akan berpengaruh adalah bijih besi dan baja, lantaran kdua komoditas ini diperdagangkan dalam jumlah besar oleh kedua negara. 

(Oleh - HR1)

Kilau Batu Bara hingga Kuartal Kedua

R Hayuningtyas Putinda 08 Apr 2021 Koran Tempo

JAKARTA - Tren kenaikan harga jual batu bara sejka awal tahun ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga kuartal kedua 2021. Kondisi tersebut mebuka peluang bagi persahaan batu bara untuk menambah produksi. Tren kenaikan itu tampak dari harga batu bara acuan (HBA) yang ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tiap bulannya. Nilai HBA dihitung dari rata-rata empat indeks harga batu bara dunia, yaitu Indonesia Coal Index, Newcastle Export Index, Globalcoal Newscastle Index, dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya. 

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia, hendra Sinadia, berujar kenaikan harga di berbagai indeks dunia disebabkan oleh rendahnya produksi pada kuartal pertama. Di dalam negeri, proses produksi terhambat musim hujan. Beberapa tambang terendam banjir sehingga kesulitan beroperasi. Ekspor batu bara Australia juga tesendat lantaran jalur kereta api untuk mengirim komoditas ini terendam banjir. Hendra mengatakan, tak sedikit perusahaan batu bara yang memanfaatkan momentum kenaikan harga batu bara untuk mengajukan tambahan produksi. "Ada beberapa perusahaan yang akan mengajukan rencana kerja dan anggaran belanja (RKAB),' katanya. 

Head of Corporate Communication PT Adaro Energy Tbk, Febriati Nadira, mengatakan perusahaan tidak dapat mengontrol harga batu bara. Menurut dia, Adaro memilih berfokus pada upaya peningkatan keunggulan operasional bisnis inti, efisiensi dan produktivitas operasi, menjaga kas, dan mempertahankan posisi keuangan. Tahun ini, Adaro menargetkan produksi batu bara sebanyak 52-54 juta ton. 

(Oleh - HR1) 

Grab Dikabarkan Merger dengan SPAC Pekan Ini, Valuasi Diramal Rp 510 T

R Hayuningtyas Putinda 08 Apr 2021 Katadata

Grab dikabarkan mengkaji merger dengan perusahaan cek kosong atau SPAC untuk IPO. Merger akan dilakukan paling cepat pekan ini. Valuasi decacorn Singapura ini bisa mencapai US$ 35 miliar.  Grab dikabarkan bersiap mencatatkan saham perdana alias IPO di bursa saham Amerika Serikat (AS) melalui merger dengan perusahaan ‘cek kosong’ atau SPAC. Valuasi decacorn Singapura ini diramal US$ 35 miliar (Rp 510 triliun) setelah aksi korporasi. “Grab dapat menyelesaikan perjanjian untuk mendaftar di (bursa) New York melalui Altimeter Capital secepatnya minggu ini,” kata tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut dikutip dari Financial Times, Rabu (7/4).

Grab dikabarkan bersiap mencatatkan saham perdana alias IPO di bursa saham Amerika Serikat (AS) melalui merger dengan perusahaan ‘cek kosong’ atau SPAC. Valuasi decacorn Singapura ini diramal US$ 35 miliar (Rp 510 triliun) setelah aksi korporasi. “Grab dapat menyelesaikan perjanjian untuk mendaftar di (bursa) New York melalui Altimeter Capital secepatnya minggu ini,” kata tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut dikutip dari Financial Times, Rabu (7/4).

Jika merger Grab dengan SPAC milik Altimeter disetujui oleh dewan startup, itu akan menjadi kesepakatan terbesar secara global. Namun, orang-orang yang mengikuti perkembangan pembahasan itu mengingatkan bahwa kesepakatan merger tersebut belum selesai. Altimeter merupakan perusahaan yang berbasis di Silicon Valley, AS. Korporasi ini mengelola lebih dari US$ 15 miliar investasi teknologi publik dan swasta. Perusahaan tersebut telah mengumpulkan total US$ 850 juta untuk dua SPAC. Setelah berinvestasi di Snowflake pada 2015, sebanyak 15,1% saham Altimeter di perusahaan analisis data bernilai hampir US$ 4,4 miliar ketika terdaftar di New York tahun lalu.

(Oleh - HR1)

Grab Bentuk Dana Abadi untuk Mitra, Siapkan Rp 4 Triliun

R Hayuningtyas Putinda 08 Apr 2021 Katadata

Grab membentuk dana abadi untuk mitra pengemudi hingga penjual bernama Dana GrabForGood. Decacorn Singapura ini menyiapkan dana awal US$ 275 juta atau sekitar Rp 4 triliun.  Decacorn Singapura, Grab Holdings berencana membentuk dana abadi Dana GrabForGood. Perusahaan penyedia layanan on-demand ini menyiapkan dana awal US$ 275 juta atau sekitar Rp 4 triliun. Sebanyak US$ 50 juta (Rp 726,8 miliar) berupa tunai dan US$ 200 juta (Rp 2,9 trilun) dalam bentuk estimasi nilai saham Grab. Co-founder sekaligus CEO Grab Group Anthony Tan, Co-founder Tan Hooi Ling, dan Presiden Grab Ming Maa berkomitmen mengontribusikan dana pribadi mereka total US$ 25 juta (Rp 363,4 miliar) dalam bentuk saham.

Grab mengalokasikan lebih dari US$ 20 juta dana tunai untuk menyubdisi secara penuh biaya vaksinasi dan administrasinya bagi mitra pengemudi dan pengantaran yang memenuhi syarat dan tidak termasuk dalam target penerima vaksin dari negara. Ini tindak lanjut dari hasil survei pada Februari, yang menunjukkan bahwa 92% pengguna Grab khawatir virus corona. Decacorn tersebut berupaya memperoleh akses terhadap vaksin. Lalu, akan menjalankan pusat vaksin untuk vaksinasi mitra yang memenuhi syarat di masing-masing wilayah.

(Oleh - HR1)

Targetkan Buka 100 Outlet, Hartadinata Abadi Ekspansi Bisnis Gadai

R Hayuningtyas Putinda 08 Apr 2021 Katadata

PT Hartadinata Abadi Tbk. meluncurkan holding bisnis pegadaian dan berencana menambah hingga 100 outlet gadai di empat provinsi. Produsen dan penyedia perhiasan emas PT Hartadinata Abadi Tbk. meluncurkan PT Gemilang Hartadinata Abadi sebagai holding bisnis pegadaian bernama Gadai Hartadinata Abadi. Ke depan, perseroan berencana menambah outlet gadai dari saat ini terdapat 54 unit menjadi 100 outlet. "Hingga saat ini sudah ada 54 unit Gadai Hartadinata Abadi yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, NTB, dan NTT. Selanjutnya, Hartadinata Abadi berencana memperluas jangkauan gadai hingga 100 outlet," ujar Direktur Utama PT Gemilang Hartadinata Abadi Cuncun Muliawan dalam keterangan tertulis perseroan, Kamis (7/4).

Cuncun mengaku pihaknya telah memperoleh izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk beroperasi di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).  Perseroan menargetkan bisnis gadai ini bisa memenuhi kebutuhan ekonomi, terutama kelompok menengah ke bawah, petani, nelayan, serta pemilik Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro (UMKM) yang memerlukan modal usaha. “Budaya masyarakat yang gemar menabung dan berinvestasi logam mulia serta perhiasan emas juga menjadi salah satu faktor pendorong bisnis gadai,” ujarnya. 

(Oleh - HR1)

Pilihan Editor