Dua Pukulan Bagi Pemberantasan Korupsi
Gerakan pemberantasan korupsi di Tanah Air mengalami dua pukulan pada saat hampir bersamaan. Di satu sisi, Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi mengumumkan ada pegawai KPK yang mencuri barang bukti 1,9 kilogram emas. Di sisi lain, Mahkamah Agung mengabulkan permohonan peninjauan kembali pengacara Lucas dalam perkara merintangi penyidikan yang dilakukan KPK.
Kemarin, Wakil Ketua MA Bidang Yudisial Andi Samsan Nganro mengatakan, MA membenarkan kekeliruan dalam putusan kasasi karena pengacara Lucas tidak cukup bukti menghalang-halangi KPK dalam mengejar Eddy Sindoro yang adalah mantan pejabat konglomerasi besar, terkait dengan suap kepada panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, diputus bebasnya narapidana korupsi pada tingkat PK ini melukai rasa keadilan masyarakat. Sementara itu, kuasa hukum Lucas, Aldres Napitupulu, mengatakan, dengan dikabulkan PK tersebut, seharusnya Lucas dibebaskan. Namun, ia masih menunggu hasil putusannya.
Petani Mencemaskan Dampak Importasi
Kalangan petani tebu mengkhawatirkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 3/2021 tentang jaminan ketersediaan bahan baku industri gula dalam memenuhi kebutuhan gula akan mengakibatkan impor gula mentah semakin meningkat.
Pengurus Kelompok Tani dan Nelayan Malang Ali Masjudi mengatakan banyak pabrik gula yang menunda pembayaran kepada petani tebu selama beberapa bulan tahun lalu karena pedagang kesulitan menjual gula di pasar akibat kelebihan pasokan.
Berdasarkan data Kompas, hingga akhir Januari 2021, sekitar 64.000 ton gula petani tidak bisa diserap pabrik gula lokal, PG Kebon Agung dan PG Krebet Baru. Biasanya gula petani terjual habis menjelang akhir musim giling di akhir November. Selain itu, gula yang sudah terjual sebanyak 160.000-180.000 ton, tetapi belum diambil pembeli karena daya serap pasar yang rendah.
Menurut Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Pertanian, Abdul Rochim,. “Melalui regulasi ini, kami ingin menata kembali fokus produksi gula dan menekankan pada demarkasi gula GKP (gula kristal putih untuk konsumsi dan gula GKR (gula kristal rafinasi untuk industri). Pabrik gula berbasis tebu harus difokuskan pada produksi. gula GKP untuk konsumsi, “ujarnya saat dihubungi, Kamis (8/4).
Penyelundupan Marak Lagi
Penyelundupan benih bening lobster ke luar negeri kembali marak setelah Kementerian Kelautan dan Perikanan menghentikan sementara ekspornya sejak 26 November 2020.
Sebelumnya, Selasa (6/4/2021), aparat gabungan Polres Bandara Soekarno-Hatta, Bea dan Cukai, serta BKIPM-KKP menggagalkan penyelundupan 72.290 ekor benih lobster yang akan dikirim menuju Singapura dengan pesawat kargo Garuda Indonesia. Benih itu dikemas dalam 74 koli, sebanyak 34 koli di antaranya dicampur dengan selada air dan dimasukkan ke 255 kantong plastik dan dibungkus kotak stereofoam.
Penghentian sementara ekspor benih lobster tertuang dalam Surat Edaran Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Nomor B22891/ DJPT/IPI.130/XI/2020 tanggal 26 November 2020.
Terkait hasil temuan itu, Ombudsman RI menyarankan dua opsi tindak lanjut, antara lain mencabut atau merevisi Permen KP No 12/2020, serta merancang peraturan baru yang mengatur ekspor BBL dalam batas waktu 3 tahun dengan evaluasi per tahun oleh BUMN Perikanan, serta mengatur peruntukan sebagian keuntungan untuk pengembangan budidaya.
Opsi kedua, merevisi Peraturan Menteri KP No 12/2020 dengan membatasi ekspor hanya untuk lobster hasil budidaya oleh pelaku swasta serta mengkaji dan membentuk Sovereign Wealth Fund khusus untuk komoditas hasil laut dan memanfaatkan dananya untuk mendanai riset dan pengembangan.
Harga Cabai Berangsur Turun
Pengamat pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus Ketua Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI), Dwi Andreas Santoso mengatakan, dalam waktu dekat ini kondisi harga komoditas cabai di pasaran secara perlahan akan berangsur turun.
Kenaikan yang terjadi selama ini merupakan siklus musiman biasa yang disebabkan cuaca ekstrem seperti curah hujan tinggi. Siklus di mana setiap puasa dan lebaran harga komoditas utama seperti cabai, bawang dan ayam potong akan mengalami kenaikan.
Di sisi lain Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi mengaku, selama ini pemerintah sudah melakukan analisis dan berbagai perhitungan untuk menjaga stabilitas harga komoditas utama, baik dari sisi produsen maupun dari sisi konsumen.
“Begitu iuga dengan komoditas cabai yang naik karena faktor cuaca. Kami intervensi sehingga masyarakat bisa membelinya dengan harga yang murah. Dan kami pastikan dalam waktu dekat ini harga cabai akan turun, “ jelas Agung.
Manfaatkan Nira Sawit jadi Gula Aren
Selama ini, tanaman sawit cenderung dimanfaatkan untuk membuat minyak dengan mengambil buahnya. Namun siapa sangka, ditangan Yakup Supriyanto seorang petani asal Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Muba ini satu batang sawit mampu menghasilkan gula aren. Pemanfaatan nira sawit jadi gula aren ini ia lakukan bersama 10 orang pekerja masyarakat setempat. Tentu saja berkat ide ini sampai membuka peluang usaha baru sekaligus menjadikan tanaman sawit lebih bermanfaat tidak hanya buahnya saja.
Yakup menjelaskan, ia sendiri mengelola 3 hektar kebun sawit dengan jumlah yang 300 batang sawit yang ada di dalamnya. Menurutnya gula aren dari nira ini merupakan yang pertama di Sumsel, sedangkan di luar Sumsel terdapat di Medan. "Dalam pengemasan kita membuatnya jadi dua, yakni 1/2 sampai 1 kg. Untuk 1/2 kg kita jual dengan harga Rp 20.000 dan 1 kg kita jual dengan harga Rp 40.000," katanya.
Bisnis tersebut pertama kali ia lakukan ketika diajak oleh Wakil Bupati Muba Beni Hernedi untuk study banding ke Medan mengenai pengolaan batang sawit menjadi nira. "Saya kita pohon sawit hanya diambil buah dan briketnya saja. Tetapi setelah dipelajari air sari pohon bisa menjadi gula merah setelah dilakukan pengolaan," ujar Yakup.
Disinggung sudah sejauh mana ia menjual gula aren tersebut, Yakup menyebutkan masih seputar wilayah Sumsel dan masih dibagikan untuk promosi. "Saya sudah mengirim ke Palembang 300 kg. Dari pengiriman yang dilakukan respon dari konsumen baik karena kata mereka mempunyai rasa yang sedikit beda," katanya. Bisnis yang baru berjalan kurang lebih satu bulan ini, sudah menunjukkan sisi positif dimana permintaan kerjasama sudah banyak seperti dari Tanggerang dan Jakarta. "Kemarin ada satu perusahaan kopi ternama mau menjajaki kerja sama tapi belum sempat. kedepan kita terus meningkatkan produksi gula aren agar bisa memenuhi kebutuhan permintaan konsumen," tutupnya.
Sukses Jadi Pengusaha Pupuk Bokasi Usai Berhenti Dari PETI
BAK kata pepatah, banyak jalan menuju Roma. Mungkin pepatah tersebut tepat disematkan kepada Juardi, eks pekerja pertambangan tanpa izin (PETI) yang kini banting stir dan sukses jadi pengusaha pupuk Bokasi dengan omzet mencapai ratusan juta rupiah. Titik balik hidup Juardi bermula pada tahun 2013 lalu, ketika ia memutuskan berhenti menjadi pekerja PETI dan merintis usaha pupuk Bokasi. Memang sekilas kelihatannya jauh sekali, dari yang sebelumnya mengolah batu bara jadi harus berjibaku dengan kotoran ternak. Banyak pertimbangan Juardi untuk benhenti dari PETI, mulai dari resiko keselamatan serta faktor lainnya.
"Toh, kalau ada kesempatan untuk mendapat rezeki lenih baik dan lebih aman, kenapa tidak dijalani," ujar Juardi yang berupakan warga Talang Jawa Tanjungenim, Kabupaten Muaraenim.
Menurutnya, ia memulai usahanya dengan memanfaatkan bantuan modal kemitraan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Tak hanya mendapatkan suntikan modal, ia pun mendapatkan pelatihan pembuatan pupuk Bokasi dari tim CSR PTBA yang ia ikuti dengan tekun. Dari pelatihan tersebut, dia bisa mengetahui prosedur dan tata cara yang benar pembuatan Bokasi yang layak jual dan bernilai jual tinggi, sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. Bahkan, untuk pemasaran pupuk Bokasi pun dibantu CSR PTBA yang membantu pemasaran sebanyak 1.000 ton pupuk Bokasi yang dipasarkan ke beberapa perusahaan di sekitar Kabupaten Muaraenim.
Setelah bertahun-tahun menekuni dan berjibaku dengan kotoran ternak, kini ia menjadi pengusaha yang memiliki 12 pegawai. Artinya, pupuk Bokasi tak hanya mendatangkan rezeki bagi dirinya namun juga bisa membuka kesempatan lowongan kerja bagi warga sekitar.
Dijelaskan Juardi, bahwa pupuk Bokasi sendiri terdiri dari 60 % pupuk kandang, 25 % rumput, dan sekam bakar 15% serta menggunakan E4 sebagai bakteri pengurainya. Setelah itu di fermentasikan dengan jangka waktu 7 -14 hari di ruangan kedap udara. Pada saat fermentasi, dilakukan pengadukan berkala setiap 3 hari nya agar komposisi pupuk menjadi merata dan halus.
"Alhamdudlillah, perekonomian saya jauh lebih baik dan berubah. Saya juga bisa membantu lingkungan sekitar saya dengan usaha ini. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada PTBA yang peduli dan cepat tanggap terhadap masyarakat di risng 1. Semoga kedepan khususnya kami sebagai pengusaha pupuk Bokasi terus dibimbing agar dapat mengembangkan dan memajukan usaha," Ucap Juardi. Sementara itu, Senior Manajer CSR PTBA melalui AM Bina Mitra CSR, Mustafa Kamal juga menginginkan kemandirian masyarakat terkhusus yang menetap di area sekitar perusahaan. Salah satu program yang dilakukan PTBA yaitu meningkatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sesuai dengan regulasi dari Kementerian BUMN. Dengan peningkatan pelaku UMKM juga memperluas lapangan pekerjaan di Kabupaten Muara Enim khususnya.
Incar Segmen Industri
Palembang - Tren bekerja dari rumah (WFH) kini menjadi sesuatu yang lumrah seiring pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Teknologi buat pekerjaan lebih mudah dikerjakan di manapun, tanpa harus datang ke kantor. Namun kadang kendala banyak dokumen kerja berbentuk fisik hanya ada di kantor.
Mengatasi itu, solusinya mengubah dokumen fisik menjadi digital dengan perangkat pemindai dokumen. Canon melalui PT Datascrip sebagai authorized distributor nya di Indonesia hadirkan 2 seri pemindai dokumen atau document reader terbaru, yaitu image Formula DR-S150 dan R40. Kedua pemindai dokumen ini ditujukan untuk mendukung produktivitas tinggi, memindai dalam jumlah banyak dan cepat.
Canon image Formula DR-S150 dan R40 mudah dioperasikan serta punya kecepatan dan kualitas tinggi. Ideal digunakan di berbagai industri, termasuk keuangan, kesehatan, hukum, asuransi. Selain itu, kedua scanner ini dapat terintegrasi software pengelolaan dokumen sehingga pengguna mudah mengelola dokumen digital.
"Dokumen digital membuat proses kerja menjadi lebih mudah dan praktis. Kedua pemindai dokumen terbaru Canon dibekali teknologi terkini," singkat Monica Aryasetiawan, Director of Canon Business Unit pt Datascrip.
Kurangi Ketergantungan Pupuk Subsidi
Palembang - Ketergantungan petani pada pupuk bersubsidi pelan-pelan bakal dikurangi. Salah satunya dengan menerapkan Program Agro Solution. Petani nantinya akan dibekali kemampuan dalam mengatur ketepatan waktu pemberian pupuk, dosis yang diberikan, cara pemupukan yang baik dan benar serta memperhitungkan proyeksi harga pupuk dengan produksi yang bakal dihasilkan. Sehingga biaya yang dikeluarkan untuk pembelian non-subsidi bisa tertutupi.
Wakil Mentri Pertanian RI, Harvick Hasno Qolbi mengatakan, kebutuhan pupuk petani di Indonesia mencapai 24 juta ton. Sementara produksi yang dihasilkan tahun ini di tergetkan bisa mencapau 13 juta ton. Untuk pupuk bersubsidi mencapai 9 juta ton. Kebutuhan subsidi tersebut pelan-pelan bakal dikurangi. “Kita ingin petani mandiri. Sehingga ketergantungan pada pupuk bersubsidi bisa berkurang,” katanya saat berkunjung ke Palembang.
Harvick mengatakan, distribusi pupuk bersubsidi selama ini selalu menjadi polemik. Banyak permasalahan dalam prosesnya. Untuk itulah, penggunaan pupuk non-subsidi akan ditingkatkan. “Sebenarnya jika petani bisa mengatur penggunaan dan dosis yang sesuai, mereka tidak perlu lagi membutuhkan subsidi untuk pupuk. Makanya, inilah yang ingin kita kejar. Subsidi pupuk juga saat ini sangat tergantung dengan anggaran pemerintah,” katanya.
Dijelaskan, Kementerian Pertanian saat ini terus memonitor ketersedian pupuk di seluruh rakyat Indonesia. Terutama untuk memenuhi kebutuhan musim tanam kedua. “Kami melihat ketersedian pupuk di seluruh perusahaan BUMN produsen pupuk di seluruh daerah. Mungkin tingga Aceh yang belum. Sejauh ini ketersedian cukup. Petani tidak perlu khawatir. Tingkat distribusi harus tepat sasaran agar bisa sampai ke petani sesuai dengan aturan,”bebernya,
Menurutnya, produksi pupuk tahun ini terus digenjot hingga 13 juta ton. Untuk mendukung target panen raya Agustus mendatang. Produksi pupuk tidak hanya disuplai dari perusahaan pupuk plat merah saja. Peran swasta akan ditingkatka. “Kita bangun pabrik produksi baru. Bukan hanya BUMN saja tapi juga swasta,” tuturnya.
Harvick menuturkan, produksi pangan juga terus ditingkatkan. Salah satunya dengan memanfaatkan komunitas seperti pondok pesantren dan komunitas lainnya. “Ini juga untuk mendorong regenerasi petani. Agar milenial bisa terdorong untuk menjadi petani,” ucapnya.
Sementara itu, Gubernur sumsel H Herman Deru menuturkan, sinergitas santri merupakan salah satu terobosan di bidang pertanian. Selama ini, mereka hanya mendapat ilmu di dalam ruangan. Mengenal cara bercocok tanam yang baik dan benar. “Tapi ini kita lakukan kegiatan ekstrakurikuler. Hasilnya diharapkan bisa menunjang operasional pesantren. Selain itu bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di sekitar pesantren,” ungkapnya.
Direktur PT Pusri Palembang, Tri Wahyudi Saleh mengatakan, pihaknya terus mendorong penggunaan pupuk non-subsidi melalui program Argo Solution. Sehingga menghilangkan ketergantungan terhadap pupuk bersubsidi. “Kita tawarkan pola pendampingan Agro Solution. Agar penggunaan pupuk non-subsidi bisa efektif dan efisien,” ucap Tri.
Menurutnya, selisih harga antara pupuk subsidi dan non-subsidi sekitar Rp 2 ribu. Selisih tersebut sebenernya bisa tertutupi saat petani bisa mengatur jumlah pupuk yang digunakan. Varian pupuk non-subsidi juga saat ini terus dikembangkan. Disesuaikan dengan jenis tanaman. Seperti pupuk NPK khusus singkong yang sudah digunkan oleh petani di kawasan Pati.
“Selama ini, produksinya 20 ton. Setelah menggunakan NPK singkong, produksinya bisa mencapai 40 ton per hektar. Selisis produksi yang cukup besar kan bisa menutupi biaya pembelian pupuk non-subsidi,” terangnya.
Tri menuturkan, PT Pusri tahun ini menargetkan produksi pupuk urea dan NPK sebanyak 1,9 juta ton. Dari yang awalnya hanya 1,4 juta ton. Peningkatan produksi tersebut lantaran bertambahnya wilayah kerja. Selain di Sumbagsel dan Bangka Belitung, PT Pusri juga mendistribusikan pupuk hingga sebagain wilayah Jawa Timur seperti Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, dan Probolinggo. “Kami jug menyuplai Provinsi Bali dan NTT,” bebernya.
Penyaluran pupuk subsidi di awal tahun sempat tersendat. Pasalnya, PT Pusri selaku produsen baru bisa menyalurkan pupuk bersubsidi jika persyaratan bagi petani sudah lengkap. “Penerima harus tergabung dalam kelompok tani. Lalu Gapoktan harus mengajukan RDKK. Nah, di awal tahun ini, pendataan masih di lakukan,” terangnya.
Terkait program Agro Solution yang dijalankan di lingkungan pondok pesantren, Tri mengaku, PT Pusri bakal mendukung penuh. Baik untuk suplai pupuk, benih dan lainnya. Untuk permodalan, sudah ada bank daerah dan Himbara. “ Kenapa di Pondok Pesantren. Sebab kita ingin membangun petani milineal. Kita berharap santri bisa menyukai bidang pertanian. Ini juga mendukung program Pak Guberbur untuk meningkatkan produksi hasil pertanian,” pungkasnya.
Insentif PPnBM Ikut Pacu PAD
Palembang - Tak hanya bagi industri otomotif. Program PPnBM 0% juga ikut mengkerek Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Sumsel. Kepala UPTB Samsat Palembang 3 Bapenda Sumsel, Ir Deliar Rizqon MM, mengatakan, pada triwulan I tahun 2021 ini, realisasi penerimaan over target.
“Seharusnya target 15 %. Tapi kita mampu merealisasikan 32,5 %,” kata Deliar usai Donor Darah di Samsat Palembang 3 yang dibuka langsung oleh Ketua PMI Provinsi Sumsel, Hj Febrita Lustia Herman Deru.
Dia mengakui, imbas insentif PPnBM memberikan dampak tersebut. Apalagi, kedepan pemerintah memperluas cakupan mobil yang mendapat fasilitas diskon PPnBM, yaitu dengan melakukan relaksasi persyaratan localpurchase menjadi paling sedikit 60 % dan menambah segmen kendaraan 4x2 dan 4x4 dengan kapasitas mesin di atas 1.500 cc sampai dengan 2.500 cc.
“Ini kesempatan bagi masyarakat membeli mobil baru dimana dengan insentif PPnBM ini, harga mobil baru ada pengurangan harga Rp 30 juta - Rp 50 juta, bebernya.
Deliar yakin, ke depan penerimaan di Samsat Palembang 3 akan lebih positif lagi. Hal itu seiring mulai adanya kesadaran dari masyarakat untuk membayarkan kewajiban. Kemudian, penerimaan pajak akan membuat pembanguan juga lebih baik. Pemerintah memperluas cakupan mobil yang mendapatkan fasilitas diskon PPnBM, yaitu dengan meakukan relaksasi persyaratan localpurcase menjadi paling sedikit 60 % dan menambah segmen kendaraan 4x2 dan 4x4 dengan kapasitas mesin diatas 1.500 cc sampai dengan 2.500 cc.
Untuk kegiatan sosial donor darah, Deliar mengatakan ini dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Selain melihatkan seluruh pegawai Samsat Palembang 3, juga beberapa instansi lainnya, seperti Raider, Sat Pol-PP dan lainnya.
Temanya, kata Deliar, Indahnya Berbagi Setetes Darah Selamatkan Sejuta Jiwa. “Kedepan kegiatan sosial seperti ini akan kita lakukan lagi, apalagi hadirnya kantor kita di sini bertujuan mendekatkan pelayanan ke masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Febrita Lustia Herman Deru menberikan apresiasi atas donor darah yang dilakukan Samsat Palembang 3. Menurutnya, hal tersebut amat penting dilakukan di tengah pandemi Covid-19. “Saya bangga dengan Samsat Palembang 3. Mudah-mudahan yang lain ikut juga bakti sosial seperti ini. Apalagi jelang Ramadhan ini, Samsat Palembang 3 juga membagikan sembako kepada yang membutuhkan,” pungkasnya.
Stimulus Bebas Ongkir Memantik Bisnis Logistik
Pemerintah akan mengguyur stimulus senilai Rp 500 miliar untuk subsidi transaksi belanja online di marketplace. Dana subsidi tersebut berupa gratis ongkos kirim alias ongkir bagi pembelian produk pada saat belanja online menjelang H-10 dan H-5 Lebaran.
Co-founder Paxel, Zaldy Ilham Masita mengatakan Paxel belum bisa memproyeksikan berapa kenaikan transaksi dengan adanya subsidi tersebut. Hal itu lantaran belum ada detail rencana stimulus tadi. Namun yang pasti, menjelang Lebaran biasanya transaksi online akan meningkat hingga 40%.
PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), pengelola ekspedisi Antareja, Selama ini, pada momentum bulan puasa Anteraja mencatatkan pertumbuhan volume pengiriman barang sekitar 30% dari bulan biasa.
Hingga akhir tahun 2021, Anteraja menargetkan rata-rata pengiriman bisa mencapai 400.000 parsel per hari. Saat ini, rata-rata volume pengiriman Anteraja berkisar 300.000 - 350.000 per hari.









