;

Pertunangan Dua Raksasa

R Hayuningtyas Putinda 12 Apr 2021 Koran Tempo

JAKARTA - Kabar peleburan Gojek dan Tokopedia semakin santer berdengung di publik. Dua sumber Tempo yang mengetahui ihwal rencana itu membenarkan bahwa kedua unicorn, istilah untuk entitas digital yang valuasinya menembus US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun, tengah menjalankan proses merger secara bertahap. Salah satu sumber mengatakan para petinggi kedua perusahaan sudah mengumumkan rencana penggabungan itu kepada karyawan masing-masing Manajemen Gojek disebut telah menyampaikan hal itu dalam pertemuan internal dengan karyawan."Sebagian besar menyambut hangat perjodohan ini," ujar dia, kemarin. Gojek, yang nilai bisnisnya kini sudah mencapai US$ 10 miliar dan meraih julukan decacorn, juga dikabarkan sudah menyepakati perjanjian jual-beli bersyarat (CSPA) dengan Tokopedia sejak 9 Maret lalu. Perusahaan hasil konsolidasi itu pun berpotensi melantai di Bursa Efek Indonesia. 

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance, Bhima Yudhistira Adhinegara, mengatakan merger menjadi sinyal kedua unicorn itu mulai mendongrak kas. Peningkatakan pangsa pengguna karena penggabungan, menurut dia, bisa memuluskan berbagai strategi perusahaan nantinya. "Mengakhiri bakar uang dan mencari exit strategy (melepas saham) untuk profitabilitas. Pertukaran data pengguna pun bisa untuk membaca pasar," tuturnya. Bhima memperkirakan pendorong lain dari penyatuan ini adalah untuk menghadapi kedigdayaan Shopee dengan fitur sompet digital ShopeePay. Saat ini, jumlah pengguna dan nilai transaksi ShopeePay yang dibentuk pada 2018 telah melampaui Gopay."Sekarang pun ramai Shopee Food Delivery untuk pesan antra makanan, sehingga para pesaingnya berusaha menjadi superapps," ucap Bhima. 

(Oleh - HR1) 

Ramai Eks Petinggi OVO Hijrah ke Bank Aladin, Bagaimana Kinerjanya?

Mohamad Sajili 11 Apr 2021 Katadata

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk yang akan berganti nama menjadi PT Bank Aladin Syariah Tbk menambah jajaran direksi. Tiga dari empat direksi baru yang ditunjuk pernah berkarier di PT Visionet Internasional atau OVO.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia akhir pekan ini, terdapat empat nama baru yang masuk dalam jajaran direksi Bank Net Syariah. Keempat jajaran direksi baru Bank Net Syariah ini akan resmi menjabat setelah melalui uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test Otoritas Jasa Keuangan.

Hijrahnya para eks petinggi OVO memicu kabar masuknya perusahaan financial technology tersebut ke Bank Net Syariah. Namun kabar ini tak dibantah atau dibenarkan oleh pihak OVO.

Head of Corporate Communication OVO Harumi Supit mengatakan pihaknya saat ini berfokus pada pengembangan layanan pembayaran digital dan sejumlah layanan lainnya, seperti investasi, asuransi dan pinjaman.

Saat ini, 60,55% saham Bank Net Syariah digenggam PT NTI Global Indonesia Tbk, 20,01% saham dikuasai Bortoli International Ltd, 6,18% dipegang Kasai Internasional Inc, dan sisanya publik.

 


Sosok Dyota Marsudi, Anak Menlu yang Jadi Presdir Bank Aladin

Mohamad Sajili 11 Apr 2021 Katadata

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk pekan ini menetapkan perubahan nama perseroan serta merombak jajaran direksi dan komisaris.

Perusahaan yang akan berganti nama menjadi PT Bank Aladin Syariah Tbk ini bakal dipimpin oleh anak menteri luar negeri, Dyota Mahottama Marsudi.

Pria kelahiran 1989 ini juga merupakan co-founder startup Happy5 yang juga menjabat sebagai chief operating officer sejak 2016 hingga 2018. Happy5 bergerak di bidang software-as-a-service (SaaS) yang fokus pada sistem human capital management. Saat ini, Happy5 sudah digunakan oleh 60 ribu pegawai dari 24 perusahaan di Indonesia.

Bank Net Syariah resmi menggelar IPO pada 1 Februari 2021 dengan harga Rp 103 per saham . Hinga saat ini, harga sahamnya telah melesat hingga lebih dari 2.000%. Pada penutupan perdagangan pekan ini, harga saham yang berganti nama menjadi Bank Aladin Syariah mencapai Rp 2.890.


Regulator Harus Pelajari Perkembangan Fintech dan Mata Uang Kripto

R Hayuningtyas Putinda 11 Apr 2021 Katadata

Komisaris Bursa Efek Indonesia Pandu Sjahrir berbicara mengenai perkembangan fintech dan prediksinya soal teknologi blockchain dan mata uang kripto.

Pandemi Covid-19 memunculkan adaptasi baru. Masyarakat menjadi semakin dekat dengan teknologi, khususnya sebagai alat pembayaran. Perusahaan teknologi keuangan atau financial technology (fintech) pun terus tumbuh dengan mengembangkan layanan baru. Pertarungan ketat di bisnis ini pun terbilang sengit. Di antara pemain utamanya yakni GoPay, OVO, ShopeePay, DANA, dan LinkAja.

“Otoritas harus bekerja sama dengan asosiasi fintech untuk membuat sistem investasi yang baik tapi juga penggunaannya terarah,” kata Komisaris Bursa Efek Indonesia Pandu Sjahrir dalam wawancara Bicara Data dengan Katadata.co.id, Rabu (7/4)

Selain membahas soal fintech, Pandu berbicara soal perkembangan dan maraknya pemakaian crytocurrency secara global. Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara maju lainnya dalam memakai mata uang kripto. Tapi pria kelahiran Boston, 17 Mei 1979, itu yakin dalam sepuluh tahun ke depan kondisinya akan berubah. “Ini seperti booming internet,” kata Pandu yang juga menjabat Komisaris Utama SEA Group.

(Oleh - HR1)  

Mengais Untung di Lapangan Hijau

R Hayuningtyas Putinda 10 Apr 2021 Koran Tempo

Klub sepak bola menjadi ladang bisnis yang menjanjikan keuntungan.

JAKARTA – Sepak bola bukan lagi semata-mata olahraga atau hiburan. Gencarnya yang ditonton jutaan orang menjadi ladang bisnis yang menjanjikan cuan. Operator liga dan klub sepak bola pun sudah berevolusi menjadi korporasi, bahkan mampu menarik modal di bursa saham.

PT Bali Bintang Sejahtera Tbk, yang mengelola Bali United, merupakan satu-satunya perusahaan sepak bola yang menjadi emiten Bursa Efek Indonesia. Emiten berkode BOLA itu melepas sahamnya ke public sejak Juni 2019. Saat melepas saham perdana atau initial public offering (IPO), BOLA meraup dana segar Rp. 350 miliar yang kemudian digunakan untuk pengembangan insfrastruktur serta lini bisnis lain, seperti periklanan, e-commerce, dan e-sport.

Kepada Tempo, Kepala Eksekutif BOLA, Yabes Taruni, mengakui bahwa pandemi Covid-19 menjadi tantangan terberat saat ini. Meski kondisi sulit, Yabes mengatakan akan mengembangkan usaha Bali United. Salah satunya melalui anak perusahaan yang bergerak di bisnis berbasis digital. “Contohnya membuat digital ads (iklan) dan produksi program,” ujar dia

(Oleh - HR1)

Bersiap Memungut Royalti Musik

R Hayuningtyas Putinda 10 Apr 2021 Koran Tempo

JAKARTA – Musikus, pencipta lagu, dan penyanyi bersiap menggelar negosiasi dengan berbagai pihak untuk menentukan tarif royalti atas karya musik mereka yang digunakan untuk tujuan komersial. Ketua Umum Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI), Dwiki Dharmawan, mengatakan, setelah regulasi soal royalti lagu berlaku, para pemegang hak cipta akan mendata serta berunding dengan pengguna lagu dan music di ruang publik.

Menurut Dwiki, aturan anyar tersebut menegaskan kewenangan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) untuk menarik, menghimpun, dan mendistribusikan royalti serta mengelola hak ekonomi lagu dan musik.

Sekretaris Jendral Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran, mengatakan pengusaha sejatinya tak keberatan dengan kewajiban pembayaran royalty. Apalagi, kata dia, sudah ada kesepakatan tarif dengan LMKN sejak 2016. Namun, menurut dia masih ada sejumlah persoalan yang membayangi, salah satunya adalah tagihan ganda saat pembayaran royalty.

(Oleh - HR1)

Agar Pentas Kembali Bernapas

R Hayuningtyas Putinda 10 Apr 2021 Majalah Tempo

ANAS Syahrul Alimi punya waktu tiga bulan. Chief Executive Officer PT Syakira Ghyna Rajawali Indonesia Communication itu sedang menyiapkan Prambanan Jazz Festival, perhelatan musik jazz yang akan digelar pada2-4 Juli mendatang. Persiapan kai ini memang jauh dari jauh pengalaman Rajawali Indonesia. Acara pada awal Juli itu akan menjadi ajang kembalinya Prambanan Jazz Festval ke pelataran Candi Prambanan, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada November tahun lalu, festival yang berkibar sejak 2015 itu terpaksa beralih ke tayanagn virtual karena Covid-19. 

Pandemi yang belum berakhir pula yang kini memaksa Anas dan Timnya menggodok sejumlah rencana tambahan. Mereka kudu memastikan protokol kesehatan terpenuhi jika ingin festival kembali di gelar secara offline. "Sedang finalisasi. Penyelenggara konser harus dapat rekomendasi dari satuan tugas daerah," kata Anas, Selasa, 6 April lalu. Konser bertaraf international terakhir yang digelar secara langsung adalah Java Jazz Festival di Jakarta International Expo pada 28 Februari-1 Maret 2020. Persis satu hari seusai penyelenggaraan acara tersebut, Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia. 

PONTANG-PANTING menghadapi bisnis yang mati suri, tujuh perusahaan peyelenggara konser terpaksa membentuk Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI) pada 28 Oktober 2020. Mereka adalah Rajawali Indonesia, Java Festival Production, Berlian Entertainment, Nada Promotama, Synchronize Festival, Hype Music Asia, dan Ravel Entertainment (Hammersonic). Pembahasan teknis dimulai sejak saat itu. Pada 8 Maret lalu, lima hari setelah 15 asosiasi industri menyampaikan surat terbuka kepada Jokowi, Kementerian Pariwisata mengundang sejumlah perwakilan asosiasi kreatif bertemu di Hotel Mercure, Jakarta. Bincang-bincang itu dihadiri Jenderal Listyo; juru bicara Satuan Tugas Penangan Covid-19, Wiku Adisasmito; dan pelaksana tugas Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat kementerian Kesehatan, Kartini Rustandi. 

Rencana penyelenggaraan kembali konser secara offline juga menjadi angin segar bagi pemerintah daerah, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta yang setahun terakhir ikut lesu seiring dengan rontoknya bisnis pariwisata. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Singgih Raharjo mengungkapkan, berbagai konser musik di Yogyakarta selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan daerahnya. Penonton yang datang dari berbagai daerah, juga mancanegara, akan membelanjakan dananya di sektor akomodasi, makanan, dan minuman. "Jalan terus saja," tutur Singgih. 

(Oleh - HR1) 

Investasi Duit Kripto Kian Menarik

Mohamad Sajili 10 Apr 2021 Kontan

Investasi mata uang kripto makin diminati investor dalam negeri. Jumlah investor dan volume transaksi Cryptocurrency juga meningkat pesat. TKO berhasil mencetak penawaran 10,5 juta BNB, setara US$ 4,2 miliar, dengan jumlah partisipan 201. 406. Ini merupakan IEO rekor baru dalam negeri.

Sekadar info, TKO merupakan valas kripto besutan Tokocrypto yang didukung Binance, salah satu bursa cryptocurrency terbesar di dunia. TKO adalah proyek cryptocurrency Finance pertama di Indonesia, dan proyek kellma di 2021.

Teguh Kurniawan Harmanda, Chief Operations Officer Tokocrypto, menyebut, TKO juga mengalami kenaikan harga lebih dari 3.000% dalam 30 menit pertama listing di TokoCrypto. Jumat (9/4), TKO menduduki peringkat ke-233 di coinmarketcap. Per pukul 20.40 WIB, harga TKO berada di level Rp 32.200 per BNB.

Secara umum, perkembangan mata uang kripto di Indonesia memang signifikan. Vinsensius Sitepu, pengamat sekaligus investor cruyptocurrency mengamati, berdasarkan gencarnya promosi yang dilakukan bursa aset kripto di Indonesia, tidak heran perkembangan aset kripto di dalam negeri cukup tinggi. Ini juga didukung munculnya peraturan mengenai aset kripto oleh Bappebti.


Kantong Taipan Kian Tebal

R Hayuningtyas Putinda 09 Apr 2021 Bisnis Indonesia

Pundi-pundi kekayaan mayoritas taipan Indonesia yang masuk dalam daftar Forbes Billionaires 2021 kian melimpah sejalan dengan geliat pemulihan ekonomi. Peningkatan kekayaan tersebut berpotensi berlanjut sejalan dengan prospek kenaikan harga saham dan strategi memacu kinerja emiten-emiten yang terafiliasi dengan konglomerat. Dalam daftar yang dirilis majalah Forbes setiap tahunnya ini, sebanyak 18 pengusaha Indonesia masuk dalam jajaran konglomerat dunia yang memiliki kekayaan bersih lebih dari US$1 miliar pada 2021. 

Gelar orang terkaya di Indonesia masih digenggam oleh dua bersaudara pemilik Grup Djarum, Budi Hartono dan Michael Hartono dengan kekayaan bersih masing-masing US$20,5 miliar dan US$19,7 miliar. Taipan yang terafiliasi dengan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) itu membukukan kenaikan nilai kekayaan bersih yang cukup signifikan. Harta Budi Hartono naik 50,74% dari US$13,6 miliar pada 2020 dan kekayaan bersih Michael Hartono tumbuh 51,54% dari US$13 miliar pada tahun lalu. Tak hanya dua orang terkaya ke-86 dan ke-89 sejagat itu, sejumlah taipan lain juga membukukan kenaikan nilai kekayaan bersih di tengah pandemi Covid-19.

Presiden Direktur Bank Central Asia Jahja Setiaatmadja mengatakan perseroan terus menganalisa segmen pasar yang cocok untuk dibiayai melalui Digital BCA. Kehadiran bank digital itu diyakini membuat penetrasi bisnis perbankan milik Grup Djarum makin kencang. PT Barito Pacific Tbk. dan anak usahanya PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. juga siap menangkap peluang untuk memacu kinerja keuangan pada tahun ini. Dua korporasi itu terafiliasi dengan orang terkaya ke-3 di Indonesia, Prajogo Pangestu dengan total kekayaan bersih US$6,5 miliar. “Kalau ekonomi Indonesia bagus, kinerja kami pasti ikut bagus,” ujar Direktur Utama Barito Pacific Agus Pangestu, kepada Bisnis, Kamis (8/4).

Menyusul PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) yang terafiliasi dengan T. P. Rachmat pun melihat adanya pemulihan kinerjanya pada tahun ini. Presdir Adaro Energy Garibaldi Thohir menuturkan, prospek pemulihan ekonomi global berdampak positif pada industri keseluruhan.Sementara itu, entitas bisnis properti milik Mochtar Riady dan keluarga, PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) membukukan peningkatan kinerja dalam 3 bulan pertama tahun ini yang tecermin lewat raihan marketing sales yang melonjak 86,34% secara tahunan menjadi Rp1,31 triliun sepanjang kuartal I/2021. Direktur Keuangan Lippo Karawaci Yudhistira Rusli mengatakan meredanya pandemi Covid-19 dan membaiknya iklim investasi di Tanah Air menjadi katalis kinerja perseroan untuk mencapai target marketing sales Rp3,5 triliun pada 2021.

CEO sekaligus Pemilik MNC Grup Hary Tanoesoedibjo, sebelumnya, menyatakan optimismenya terhadap prospek pemulihan ekonomi Indonesia. Hal itu mendasari langkah Grup MNC untuk berinvestasi besar di proyek MNC Lido City dengan estimasi kebutuhan belanja modal Rp12,7 triliun dalam jangka panjang.

(Oleh - HR1)

Industri Otomotif, Prospek Cerah Pasar Sepeda Motor Listrik

R Hayuningtyas Putinda 09 Apr 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, JAKARTA — PT Wika Industri Manufaktur optimistis pasar sepeda motor listrik di Tanah Air akan berkembang dengan pesat seiring dengan makin berkembangnya minat masyarakat. Adapun, perseroan yang memiliki pabrik di Kawasan Industri Wika, Cileungsi, Jawa Barat, ini memiliki kapasitas produksi sekitar 200 unit motor listrik per hari. GM Sales dan Marketing Wika Industri Manufaktur Abdullah Alwi mengatakan kendati belum menjadi produk yang familiar di masyarakat, perseroan optimistis motor listrik akan menjadi produk pilihan masa depan di Indonesia. Belum lagi, sejumlah dukungan pengembangan listrik juga telah dilakukan khususnya oleh pemerintah. 

Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong pengoperasian stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di Indonesia. Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari mengatakan bahwa SPKLU merupakan peluang bisnis yang dapat dimanfaatkan, baik oleh produsen dalam negeri maupun badan usaha.

(Oleh - HR1)

Pilihan Editor