Pasar Ekspor Sarang Walet Terbuka
China dipastikan akan mengimpor sarang burung walet (SBW) dari Indonesia senilai 1,13 milar dolar AS, atau setara Rp 16,3 triliun (asumsi kurs Rp 14.500 per dolar AS).
Di Jatim, Kepala BBKP Surabaya, Musyaffak Fauzi mengatakan, nilai ekspor SBW asal Jatim jika dirata-rata perbulan pada setiap tahunnya selalu meningkat Tahun 2019 ekspor SBW rata-rata Rp4,79 miliar/bulan dengan total volume ekspor sebanyak 320,43 ton/tahun bernilai Rp5,75 triliun/tahun.
Dikatakan pula oleh Musyaffak, untuk negara tujuan ekspor SBW di Jatim sendiri ada banyak, meliputi China dan Non China seperti Ukraina, Australia dan lain lain.
Kesepakatannya, pemerintah Indonesia dan China akan meningkatkan nilai dagang antar kedua negara, dari 31 miliyar dolar AS pada saat ini, menjadi 100 millar dolar AS pada 2024.
Sementara itu, Koordinator Bidang Karantina Hewan BBKP Surabaya, Cicik Sri Sukaesih mengatakan melihat potensi ekonomi SBW cukup baik, Karantina Pertanian di seluruh Indonesia termasuk pihaknya siap untuk memberikan pendampingan terhadap para eksportir SBW di Jatim.
Gula Rafinasi Dibatasi, Nasib Industri Mamin Terancam
Sejumlah industri makan minum (mamin) di Jawa Timur yang tergolong sebagai industri pengguna tidak mendapatkan pasokan gula rafinasi sebagaimana biasanya.
Hal ini karena perubahan peraturan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) No 3 Tahun 2021 yang mempersyaratkan bahwa izin impor hanya diberikan kepada industri gula yang izin usahanya terbit sebelum 25 Mei 2010.
Ketua Forum Lintas Asosiasi rafinasi Industri Pengguna Gula (FLAIPGR), Dwlatmoko Setiono, menilai. Permenperin No 3/2021 memaksa industri pengguna gula rafinasi hanya berhubungan dengan segelintir pelaku usaha. Karena itu la mengusulkan Permenperin No 3/2021 dicabut.
“Permenperin No 3/2021 selayaknya dicabut karena tidak menjamin persaingan usaha yang sehat kepada semua industri, malah menyebabkan kerugian pada industri pengguna karena kesulitan pasokan gula rafinasi dan membengkaknya biaya operasional,” lanjut Dwiatmoko.
100 Juta Vaksin Inpor Tertunda ke Indonesia
Indonesia terkena imbas kebijakan embargo di sejumlah negara sehingga menghambat masuknya vaksin Covid-19 ke Tanah Air. Sekitar 100 juta ampul atau dosis vaksin Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tidak diketahui kepastiannya kapan tiba di Indonesia.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan, jumlah vaksin yang terhambat itu sebenarnya didatangkan melalui dua mekanisme berbeda. Pertama, melalui mekanisme multilateral dengan GAVI sebanyak 54 juta dosis vaksin secara gratis. Kedua, melalui mekanisme bilateral melalui Bio Farma dan Astra Zeneca sebanyak 50 juta dosis vaksin.
Imbas embargo ini, kata Budi, nantinya 20 juta dosis vaksin saja yang dapat didatangkan ke Indonesia melalui pihak AstraZeneca Indonesia. “Sementara sisanya, yang 30 juta sisanya diundur ke 2022,” tandasnya.
Tarik Makin Banyak Penonton, GoPlay Fokus Kembangkan Live Streaming
Platform video on-demand (VoD) GoPlay pada tahun ini memprioritaskan pengembangan platform layanan live streaming, GoPlay Live, agar lebih banyak meraup pengguna. Platform besutan Gojek mencatat jumlah live show mengalami peningkatan hingga 10 kali lipat sepanjang kuartal pertama tahun ini. CEO GoPlay Edy Sulistyo mengatakan pertumbuhan live show ini didukung oleh jumlah konten kreator yang tumbuh signifikan 100% pada kuartal pertama tahun ini dibandingkan periode sama tahun lalu. Beberapa konten bisa meraup hingga ribuan penonton. Misalnya, konten terbaru JKT48 Live Show yang mempunyai tiga program acara berbeda berhasil mendapatkan jumlah penonton tertinggi pada penayangan perdananya hingga lebih dari 4.000 penonton.
GoPlay menawarkan pengalaman berinteraksi sehingga pengguna tidak hanya menonton pertunjukan atau event dari konten kreator saja. "Ada game show, ada trivia, bisa tanya privat, atau lainnya," kata Eddy. Konten kreator pun bisa memonetisasi kontennya melalui GoPlay. Sebab, pengguna layanan GoPlay Live bisa memberikan dukungan dan apresiasi terhadap konten kreator melalui fitur virtual gift selama pertunjukan berlangsung. "Kami juga melihat tren pendapatan para konten kreator terus meningkat seiring antusiasme pengguna," katanya.
(Oleh - HR1)
Dua Pukulan Bagi Pemberantasan Korupsi
Gerakan pemberantasan korupsi di Tanah Air mengalami dua pukulan pada saat hampir bersamaan. Di satu sisi, Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi mengumumkan ada pegawai KPK yang mencuri barang bukti 1,9 kilogram emas. Di sisi lain, Mahkamah Agung mengabulkan permohonan peninjauan kembali pengacara Lucas dalam perkara merintangi penyidikan yang dilakukan KPK.
Kemarin, Wakil Ketua MA Bidang Yudisial Andi Samsan Nganro mengatakan, MA membenarkan kekeliruan dalam putusan kasasi karena pengacara Lucas tidak cukup bukti menghalang-halangi KPK dalam mengejar Eddy Sindoro yang adalah mantan pejabat konglomerasi besar, terkait dengan suap kepada panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, diputus bebasnya narapidana korupsi pada tingkat PK ini melukai rasa keadilan masyarakat. Sementara itu, kuasa hukum Lucas, Aldres Napitupulu, mengatakan, dengan dikabulkan PK tersebut, seharusnya Lucas dibebaskan. Namun, ia masih menunggu hasil putusannya.
Petani Mencemaskan Dampak Importasi
Kalangan petani tebu mengkhawatirkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 3/2021 tentang jaminan ketersediaan bahan baku industri gula dalam memenuhi kebutuhan gula akan mengakibatkan impor gula mentah semakin meningkat.
Pengurus Kelompok Tani dan Nelayan Malang Ali Masjudi mengatakan banyak pabrik gula yang menunda pembayaran kepada petani tebu selama beberapa bulan tahun lalu karena pedagang kesulitan menjual gula di pasar akibat kelebihan pasokan.
Berdasarkan data Kompas, hingga akhir Januari 2021, sekitar 64.000 ton gula petani tidak bisa diserap pabrik gula lokal, PG Kebon Agung dan PG Krebet Baru. Biasanya gula petani terjual habis menjelang akhir musim giling di akhir November. Selain itu, gula yang sudah terjual sebanyak 160.000-180.000 ton, tetapi belum diambil pembeli karena daya serap pasar yang rendah.
Menurut Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Pertanian, Abdul Rochim,. “Melalui regulasi ini, kami ingin menata kembali fokus produksi gula dan menekankan pada demarkasi gula GKP (gula kristal putih untuk konsumsi dan gula GKR (gula kristal rafinasi untuk industri). Pabrik gula berbasis tebu harus difokuskan pada produksi. gula GKP untuk konsumsi, “ujarnya saat dihubungi, Kamis (8/4).
Penyelundupan Marak Lagi
Penyelundupan benih bening lobster ke luar negeri kembali marak setelah Kementerian Kelautan dan Perikanan menghentikan sementara ekspornya sejak 26 November 2020.
Sebelumnya, Selasa (6/4/2021), aparat gabungan Polres Bandara Soekarno-Hatta, Bea dan Cukai, serta BKIPM-KKP menggagalkan penyelundupan 72.290 ekor benih lobster yang akan dikirim menuju Singapura dengan pesawat kargo Garuda Indonesia. Benih itu dikemas dalam 74 koli, sebanyak 34 koli di antaranya dicampur dengan selada air dan dimasukkan ke 255 kantong plastik dan dibungkus kotak stereofoam.
Penghentian sementara ekspor benih lobster tertuang dalam Surat Edaran Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Nomor B22891/ DJPT/IPI.130/XI/2020 tanggal 26 November 2020.
Terkait hasil temuan itu, Ombudsman RI menyarankan dua opsi tindak lanjut, antara lain mencabut atau merevisi Permen KP No 12/2020, serta merancang peraturan baru yang mengatur ekspor BBL dalam batas waktu 3 tahun dengan evaluasi per tahun oleh BUMN Perikanan, serta mengatur peruntukan sebagian keuntungan untuk pengembangan budidaya.
Opsi kedua, merevisi Peraturan Menteri KP No 12/2020 dengan membatasi ekspor hanya untuk lobster hasil budidaya oleh pelaku swasta serta mengkaji dan membentuk Sovereign Wealth Fund khusus untuk komoditas hasil laut dan memanfaatkan dananya untuk mendanai riset dan pengembangan.
Harga Cabai Berangsur Turun
Pengamat pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus Ketua Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI), Dwi Andreas Santoso mengatakan, dalam waktu dekat ini kondisi harga komoditas cabai di pasaran secara perlahan akan berangsur turun.
Kenaikan yang terjadi selama ini merupakan siklus musiman biasa yang disebabkan cuaca ekstrem seperti curah hujan tinggi. Siklus di mana setiap puasa dan lebaran harga komoditas utama seperti cabai, bawang dan ayam potong akan mengalami kenaikan.
Di sisi lain Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi mengaku, selama ini pemerintah sudah melakukan analisis dan berbagai perhitungan untuk menjaga stabilitas harga komoditas utama, baik dari sisi produsen maupun dari sisi konsumen.
“Begitu iuga dengan komoditas cabai yang naik karena faktor cuaca. Kami intervensi sehingga masyarakat bisa membelinya dengan harga yang murah. Dan kami pastikan dalam waktu dekat ini harga cabai akan turun, “ jelas Agung.
Manfaatkan Nira Sawit jadi Gula Aren
Selama ini, tanaman sawit cenderung dimanfaatkan untuk membuat minyak dengan mengambil buahnya. Namun siapa sangka, ditangan Yakup Supriyanto seorang petani asal Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Muba ini satu batang sawit mampu menghasilkan gula aren. Pemanfaatan nira sawit jadi gula aren ini ia lakukan bersama 10 orang pekerja masyarakat setempat. Tentu saja berkat ide ini sampai membuka peluang usaha baru sekaligus menjadikan tanaman sawit lebih bermanfaat tidak hanya buahnya saja.
Yakup menjelaskan, ia sendiri mengelola 3 hektar kebun sawit dengan jumlah yang 300 batang sawit yang ada di dalamnya. Menurutnya gula aren dari nira ini merupakan yang pertama di Sumsel, sedangkan di luar Sumsel terdapat di Medan. "Dalam pengemasan kita membuatnya jadi dua, yakni 1/2 sampai 1 kg. Untuk 1/2 kg kita jual dengan harga Rp 20.000 dan 1 kg kita jual dengan harga Rp 40.000," katanya.
Bisnis tersebut pertama kali ia lakukan ketika diajak oleh Wakil Bupati Muba Beni Hernedi untuk study banding ke Medan mengenai pengolaan batang sawit menjadi nira. "Saya kita pohon sawit hanya diambil buah dan briketnya saja. Tetapi setelah dipelajari air sari pohon bisa menjadi gula merah setelah dilakukan pengolaan," ujar Yakup.
Disinggung sudah sejauh mana ia menjual gula aren tersebut, Yakup menyebutkan masih seputar wilayah Sumsel dan masih dibagikan untuk promosi. "Saya sudah mengirim ke Palembang 300 kg. Dari pengiriman yang dilakukan respon dari konsumen baik karena kata mereka mempunyai rasa yang sedikit beda," katanya. Bisnis yang baru berjalan kurang lebih satu bulan ini, sudah menunjukkan sisi positif dimana permintaan kerjasama sudah banyak seperti dari Tanggerang dan Jakarta. "Kemarin ada satu perusahaan kopi ternama mau menjajaki kerja sama tapi belum sempat. kedepan kita terus meningkatkan produksi gula aren agar bisa memenuhi kebutuhan permintaan konsumen," tutupnya.
Sukses Jadi Pengusaha Pupuk Bokasi Usai Berhenti Dari PETI
BAK kata pepatah, banyak jalan menuju Roma. Mungkin pepatah tersebut tepat disematkan kepada Juardi, eks pekerja pertambangan tanpa izin (PETI) yang kini banting stir dan sukses jadi pengusaha pupuk Bokasi dengan omzet mencapai ratusan juta rupiah. Titik balik hidup Juardi bermula pada tahun 2013 lalu, ketika ia memutuskan berhenti menjadi pekerja PETI dan merintis usaha pupuk Bokasi. Memang sekilas kelihatannya jauh sekali, dari yang sebelumnya mengolah batu bara jadi harus berjibaku dengan kotoran ternak. Banyak pertimbangan Juardi untuk benhenti dari PETI, mulai dari resiko keselamatan serta faktor lainnya.
"Toh, kalau ada kesempatan untuk mendapat rezeki lenih baik dan lebih aman, kenapa tidak dijalani," ujar Juardi yang berupakan warga Talang Jawa Tanjungenim, Kabupaten Muaraenim.
Menurutnya, ia memulai usahanya dengan memanfaatkan bantuan modal kemitraan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Tak hanya mendapatkan suntikan modal, ia pun mendapatkan pelatihan pembuatan pupuk Bokasi dari tim CSR PTBA yang ia ikuti dengan tekun. Dari pelatihan tersebut, dia bisa mengetahui prosedur dan tata cara yang benar pembuatan Bokasi yang layak jual dan bernilai jual tinggi, sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. Bahkan, untuk pemasaran pupuk Bokasi pun dibantu CSR PTBA yang membantu pemasaran sebanyak 1.000 ton pupuk Bokasi yang dipasarkan ke beberapa perusahaan di sekitar Kabupaten Muaraenim.
Setelah bertahun-tahun menekuni dan berjibaku dengan kotoran ternak, kini ia menjadi pengusaha yang memiliki 12 pegawai. Artinya, pupuk Bokasi tak hanya mendatangkan rezeki bagi dirinya namun juga bisa membuka kesempatan lowongan kerja bagi warga sekitar.
Dijelaskan Juardi, bahwa pupuk Bokasi sendiri terdiri dari 60 % pupuk kandang, 25 % rumput, dan sekam bakar 15% serta menggunakan E4 sebagai bakteri pengurainya. Setelah itu di fermentasikan dengan jangka waktu 7 -14 hari di ruangan kedap udara. Pada saat fermentasi, dilakukan pengadukan berkala setiap 3 hari nya agar komposisi pupuk menjadi merata dan halus.
"Alhamdudlillah, perekonomian saya jauh lebih baik dan berubah. Saya juga bisa membantu lingkungan sekitar saya dengan usaha ini. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada PTBA yang peduli dan cepat tanggap terhadap masyarakat di risng 1. Semoga kedepan khususnya kami sebagai pengusaha pupuk Bokasi terus dibimbing agar dapat mengembangkan dan memajukan usaha," Ucap Juardi. Sementara itu, Senior Manajer CSR PTBA melalui AM Bina Mitra CSR, Mustafa Kamal juga menginginkan kemandirian masyarakat terkhusus yang menetap di area sekitar perusahaan. Salah satu program yang dilakukan PTBA yaitu meningkatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sesuai dengan regulasi dari Kementerian BUMN. Dengan peningkatan pelaku UMKM juga memperluas lapangan pekerjaan di Kabupaten Muara Enim khususnya.









