;

Pemerintah Kembangkan 4 Sektor Strategis Berbasis Digital

R Hayuningtyas Putinda 09 Apr 2021 Investor Daily, 9 April 2021

JAKARTA – Pemerintah tengah membangun dan mengembangkan empat sektor strategis berbasis digital guna meningkatkan internet link ratio dan memperkecil disparitas antarwilayah.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyebutkan, empat sektor pendorong akselerasi transformasi digital tersebut, yakni infrastruktur digital, pemerintahan digital, masyarakat digital, dan ekonomi digital. “Melalui akselerasi transformasi digital, keempat sektor prioritas tersebut diharapkan semakin siap dalam menyambut peluang era teknologi digital dengan mendorong produktivitas dan kualitas kerja, sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat,” ujar Johnny, dalam Munas Ke-10 Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) secara virtual, dari Kantor Kementerian Kominfo (Kemkominfo), Jakarta, Kamis (8/4)

Selain menjamin aktivitas ruang digital yang sehat dan terhindar dari konten negatif, Menkominfo menegaskan, transformasi digital diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang baik, efisien, dan lebih profesional. Pada kesempatan tersebut, Johnny juga menjelaskan, komitmen tersebut diwujudkan salah satunya dengan dukungan dan upaya bersama antara Kemkominfo dan Komisi I DPR RI yang saat ini tengah membahas Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP). Secara khusus, Menkominfo pun berharap RUU tersebut dapat diselesaikan sesegera mungkin dan disahkan menjadi UU. “Proses politik sedang berlangsung di DPR RI. Pelindungan data pribadi sangat penting sekaligus untuk menjamin keamanan dan kedaulatan data kita secara nasional,” ungkapnya.

(Oleh - HR1)

Kemenkeu Masih Optimis Target Pertumbuhan Ekonomi 5,3% Tercapai

R Hayuningtyas Putinda 09 Apr 2021 Investor Daily, 9 April 2021

Jakakrta - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementrian Keuangan masih optimistis pertumbuhan ekonomi  tahun ini terealisasi sesuai target yaitu kisaran 4,5 - 5,3%. Optimisme ini mengacu pada berbagai indikator ekonomi yang menunjukkan tren peningkatan. Dana Moneter Internasional (IMF) dalam laporan terbarunya memang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 4,8% menjadi 4,3%. Namun kondisi waktu IMF melakukan pengkajian, yakni pada awal tahun ini, kondisinya berbeda dengan saat ini, yaitu sejumlah indikator sudah menujukkan peningkatan. 

Dari sisi penanganan pandemi Covid-19 Indonesia relatif membaik dari waktu kek waktu. Hal ini tercermin dari jumlah kasus positif harian Covid-19 yang mulai menurun. Program vaknisasi juga terus dilakukan pemerintah dengan jumlah vaksinasi mencapai 13,4 juta dosis per 6 April 2021, bahkan Indonesia menempati posisi ke delapan sebagai negara yang sudah melakukan vaksinasi terbanyak. Ekonomi Indonesia dapat tumbuh sekitar 7-8% pada kuartal II-2021, sejalan dengan akselerasi pemulihan ekonomi yang terus membaik. Hal ini dinilai realistis dicapai karena menggunakan perhitungan dasar atau baseline pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 yang minus 5,32%. Sementara itu, untuk proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal I masih berada di zona kontraksi sekitar minus 1,1% hingga minus 0,1%.

(Oleh - IDS)

Tiket.com Cetak Lonjakan Pemesanan Kamar Hotel 122%

R Hayuningtyas Putinda 09 Apr 2021 Investor Daily, 9 April 2021

Jakarta - Salah satu online travel agent (OTA), Tiket.com, menerima lonjakan pemesanan kamar hotel sebesar 122% kuartal IV-2020, dibandingkan kuartal sebelumnya. Jika ditambah pemesanan kamar villa, terjadi kenaikan sebesar 118%. Saat ini Tiket.com fokus membantu pemulihan pariwisata nasional. Perusahaan ini berkolaborasi dengan kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemanparekraf) yang sudah membuka lebar peluang untuk bekerja sama dalam hal meningkatkan okupansi di daerah-daerah wisata, khususnya di lima destinasi super prioritas. 

Pemulihan berjalan lambat, tetapi pasti. Jika dahulu banyak memprediksi pemulihan akan berlangsung selama enam bulan, satu atau 2 tahun, hal itu menandakan ada kepastian, pariwisata akan kembali pulih. Pergerakan pemesanan semakin positif, khususnya di Tiket.com yang selalu berkolaborasi dengan pemerintah agar kebijakan perusahaan tidak berlawanan dengan pemerintah. Tiket.com tidak mempromosikan mudik, melainkan selalu menerapkan protokol kesehatan jika masyarakat berpergian. Sebab, pada peraturannya, masyarakat masih bisa bepergian pada periode Lebaran, bila sesuai dengan syarat yang berlaku.  

(Oleh - IDS)

Petrosea Raih Kontrak Jasa Penambangan Rp 2,7 Triliun

R Hayuningtyas Putinda 09 Apr 2021 Investor Daily, 9 April 2021

Jakarta - PT Petrosea Tbk (PTRO) bersama dengan anak usahanya, PT Karya Bhumi Lestari (KBL), menandatangani kerja sama jasa pertambangan dengan PT Kartika Selabumi Mining (KSM) dan PT Palm Mas Asri di area tambang KSM di kota Bangun, Kutai Kartanergara, Kalimantan Timur. Nilai kontrak berjangka waktu tujuh tahun ini mencapai Rp 2,7 triliun. Di dalam perjanjian jasa pertambangan ini, Petrosea akan bertindak sebagai manajemen proyek dan KBL sebagai kontraktor, memiliki perkiraan target produksi sebesar 78,28 juta bcm volume lapisan tanah penutup dan 3,95 juta ton batu bara untuk durasi tujuh tahun sampai dengan 31 Desember 2027 dengan estimasi kontrak sebesar Rp 2,70 triliun.

KBL merupakan anak usaha Petrosea dengan kepemilikan 100% saham. Perusahaan tersebut memfokuskan bisnis pendukung  perusahaan di sektor pertambangan  dan konstruksi, khususnya pengadaan alat berat, yang selalu mengedepankan operational excellence dan service excellence. Petrosea berhasil mencetak peningkatan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 3,53% menjadi US$ 32,28 juta pada 2020 dibandingkan pencapaian tahun 2019 yang senilai US$ 31,18 juta. Perseroan juga berhasil meningkatkan posisi kas menjadi US$ 133,95 juta, naik 59,12% dari raihan tahun 2019. Petrosea mencatat penurunan total pendapatan sebesar 28,49% menjadi US$ 340,65 juta sebagai akibat pembatasan sosial yang diberlakukan di pasar internasional.

(Oleh - IDS)

Pemalsuan KTP seharga 200.000 Diungkap

R Hayuningtyas Putinda 09 Apr 2021 Kompas

Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Bali menangkap dua orang terkait pemalsuan surat kependudukan. Polairud Polda Bali menyita puluhan lembar KTP dan belasan lembar kartu keluarga yang sudah dicetak.

DENPASAR, KOMPAS — Jajaran Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Kepolisian Daerah Bali mengembangkan penyelidikan atas kasus tindak pidana administrasi kependudukan setelah mereka menangkap dua orang terkait pemalsuan surat kependudukan berupa kartu tanda penduduk dan kartu keluarga. Pihak Ditpolairud Polda Bali menyita puluhan lembar KTP dan belasan lembar kartu keluarga yang sudah tercetak serta menangkap dua tersangka.

Dalam jumpa media di Ditpolairud Polda Bali di kawasan Pelabuhan Benoa, Kota Denpasar, Kamis (8/4/2021), Direktur Polairud Polda Bali Komisaris Besar Toni Ariadi Effendi menyatakan pihaknya masih mengejar satu orang lain yang sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) terkait pembuatan dan penjualan KTP dan KK palsu. ”Dari pengakuan tersangka, sudah 100 lembar KTP yang diedarkan sejak 2019,” kata Toni.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan, dan Catatan Sipil Provinsi Bali Putu Anom Agustina menyatakan berterima kasih dan mengapresiasi kinerja aparat Ditpolairud Polda Bali yang berhasil mengungkap kasus pidana administrasi kependudukan dan pemalsuan surat kependudukan itu.

Kepada Kompas, Anom mengatakan mekanisme pembuatan KTP atau KK diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2018 tentang persyaratan dan tata cara pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Instansi yang berwenang melaksanakan pencatatan administrasi kependudukan adalah dinas kependudukan dan pencatatan sipil daerah.

”Kami sangat berharap agar masyarakat mengurus administrasi kependudukan secara mandiri ke instansi yang benar,” kata Anom yang dihubungi Kompas, Kamis (8/4/2021).

(Oleh - HR1)

Fenomena Booming Bank Digital adalah Keniscayaan

R Hayuningtyas Putinda 09 Apr 2021 Investor Daily, 9 April 2021

Bank digital/neo bank tengah menjadi fenomenal di Tanah Air yang ditandai dengan masuknya sejumlah investor ke bisnis ini. Antara lain duet Patrick Walujo dan Jerry Ng mengakuisisi Bank Artos (kini Bank Jago), taipan Chairul Tanjung membeli Bank Harda, Ant Financial mem-backup Bank Neo Commerce (BBYB) melalui Akulaku Silvrr, dan Shopee mengendalikan Bank Kesejahteraan Ekonomi lalu mengubahnya menjadi Seabank. Di luar tiga nama itu, santer terdengar Grab dan OVO juga tengah menjajaki akuisisi bank untuk dikonversi menjadi digital. Keduanya tengah berupaya mengimbangi lompatan besar Gojek yang lebih dulu investasi di Bank Jago dan mengejar langkah Shopee di Seabank.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah mengatakan, fenomena booming bank digital saat ini merupakan keniscayaan. Pasalnya, masa depan semuanya akan digital, mereka yang tidak menyesuaikan akan tertinggal dan kalah bersaing. “Demikian juga dengan layanan bank harus berubah menuju layanan digital. Semua bank akan menuju layanan digital. Yang tidak melakukan akan kalah bersaing,” kata Piter kepada Investor Daily, Kamis (8/4).

Sementara itu, Ketua Eksekutif Industri Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana mengakui, sejumlah bank kecil dan bank besar saat ini memang terlihat memulai transformasi dan beradaptasi untuk menjadi bank digital. “Saya amati bank besar dan beberapa bank kecil sudah siap untuk melayani digital banking. Bank tersebut bertransformasi dari bank tradisional jadi bank digital,” ujar Heru dalam webinar VIP Forum Digital Bank di Jakarta.

“Contohnya Bank Jago. Dari kewajiban modal minimal Rp 3 triliun, sekarang modal bank ini sudah mencapai Rp 8 triliun. Ini karena kesiapan transformasi digital butuh permodalan cukup kuat melayani teknologi, butuh modal dan SDM andal agar bisa melayani lebih baik ke depan,” kata Heru. Dia mengatakan terus mengamati transformasi bank tradisional lalu berganti melayani secara digital. Beberapa bank sudah melakukan transformasi dari tradisional ke digital karena beradaptasi dengan perilaku nasabah khususnya milenial

(Oleh - HR1)

Harga Kedelai Naik Lagi, Perajin Tahu dan Tempe Kembali Menjerit

Mohamad Sajili 09 Apr 2021 Kompas

Perajin tahu dan tempe kembali menjerit karena harga kedelai naik lagi. Mereka berharap pemerintah bisa menstabilkan harga kedelai supaya mereka tidak merugi.

Sebelumnya, awal Januari lalu, kedelai mengalami kenaikan harga dari Rp 7.200 per kg menjadi Rp 9.200 per kg. Kenaikan membuat perajin tahu dan tempe di Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, hingga Aceh mogok produksi pada 1-3 Januari 2021 (Kompas, 4 Januari 2021).

Kini, seperti terpantau di sentra produksi tempe dan tahu di Semanan, Jakarta Barat, harga kedelai merangkak naik lagi menjadi Rp 9.950-Rp 10.100 per kg. Adapun harga jual tempe Rp 12.000-Rp 14.000 per kg dan Rp 5.000-Rp 6.500 per potong serta harga tahu Rp 600 per potong dan Rp 28.000 per papan.

Ketua Umum Gakoptindo Aip Syarifuddin mengungkapkan, perlu ada campur tangan pemerintah untuk menaikkan harga tahu dan tempe karena selama ini ada rasa sungkan di kalangan perajin untuk menaikkan harga tersebut kepada pedagang.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra, dalam keterangan pers, meyampaikan bahwa pemerintah bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga harga kedelai impor di tingkat perajin tahu dan tempe pada kisaran Rp 9.750-Rp9.900 per kg dan harga di tingkat gudang importir Rp 9.200-Rp 9.300 per kg.


Jelang Ramadan, Kementan Pastikan Harga Cabai Segera Stabil

Mohamad Sajili 09 Apr 2021 Sinar Indonesia Baru

Menjelang Ramadan Kementerian Pertanian memastikan harga cabai segera berada di level yang stabil. Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi, selama ini pemerintah sudah melakukan analisis dan berbagai perhitungan untuk menjaga stabilitas harga komoditas utama, baik dari sisi produsen maupun dari sisi konsumen.

“Begitu juga dengan komoditas cabai yang naik karena faktor cuaca. Kami intervensi sehingga masyarakat bisa membelinya dengan harga yang murah. Dan kami pastikan dalam waktu dekat ini harga cabai akan turun,” imbuhnya.

Di sisi lain pengamat pangan IPB sekaligus Ketua Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI), Dwi Andreas Santoso mengatakan dalam waktu dekat kondisi harga komoditas cabai di pasaran secara perlahan akan berangsur turun.

“Sebenarnya tidak ada kaitannya dengan Ramadan atau Lebaran. Kenaikan ini hanya siklus musiman biasa akibat cuaca ekstrim. Dan kalau kita perhatikan saat ini nampaknya mulai kembali normal,” ujarnya.


INKA Percepat Fase Pertama Proyek Kereta di Kongo

R Hayuningtyas Putinda 09 Apr 2021 Koran Tempo

JAKARTA - PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA mulai mengeksekusi proyek kerja sama dengan Republik Demokratik Kongo senilai US$ 11,7 miliar. Proyek kereta api yang terintegrasi dengan negara di Afrika Tengah itu akan dimulai dari survei kondisi tanah dan pengeboran dasar konstruksi rel layang. Direktur Utama INKA, Budi Noviantoro, mengatakan akan menangani paket pengadaan kereta; pengerjaan rel; serta beberapa infrastruktur penunjang, seperti jalan akses dan stasiun. "Tim kami berangkat ke Kongo pada 24 April sudah membawa basic design," kata dia kepada Tempo, kemarin. 

INKA hanya satu dari badan usaha milik negara (BUMN) yang digandeng The Sandi Group (TSG) Global Holdings pada pertengahan tahun lalu untuk menggarap infrastruktur di Kongo. Grup yang memiliki anak usaha di Indonesia, PT TSG Utama Indonesia dan Titan Global Capital Pte Ltd, ini mendapat jaminan berupa konsesi tambang dari pemerintah Kongo yang tak membayar dengan uang. Investasi TSG Global di Kongo tak hanya melibatkan INKA. Ada juga PT Barata Indonesia (Persero), PT LEN Industri (Persero), PT Merpati Nusanara Airlines (Persero), dan PT Dirgantara Indonesia (Persero). 

Saat mengunjungi pabrik INKA di MAdiun, Jawa Timur, pada awal Maret lalu, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir meminta INKA memperluas investasinya ke proyek di luar negeri. Menurut dia, perusahaan manufaktur kereta api itu bisa mengakuisisi perusahaan asing. "Industri trasnportasi merupakan industri strategis, jadi pasar dan peluang bisnisnya sangat besar," ujar Erick. 

(Oleh - HR1) 

Manajemen Gojek dan Tokopedia Sepakat Merger

R Hayuningtyas Putinda 09 Apr 2021 Katadata

Manajemen dan pimpinan Gojek dan perusahaan e-commerce Tokopedia dikabarkan menyepakati merger atau penggabungan kedua perusahaan. Proses selanjutnya menunggu persetujuan dari para pemegang saham. "Manajemen dan board dari kedua startup itu secara resmi sepakat untuk melanjutkan merger," kata sumber yang tidak ingin disebutkan namanya dikutip dari Bloomberg, Jumat (9/4). "Mereka tinggal mencari kesepakatan pemegang saham melalui apa yang disebut paket persetujuan."

Namun, baik Gojek dan Tokopedia belum juga memberikan detail informasi kesepakatan itu. Gojek menyatakan akan memberitahukan informasi lebih lanjut dalam waktu dekat apabila ada aksi korporasi. "Kami memahami bahwa ada banyak diskusi yang beredar terkait isu ini, namun kami tidak dapat berkomentar saat ini," kata Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita kepada Katadata.co.id, Jumat (9/4). Begitu juga dengan Tokopedia. "Jika ada aksi korporasi, kami pasti akan menyampaikannya kepada publik," kata VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak.

Kolaborasi Mesra Gojek dan Tokopedia selama Ramadan 

Salah satu sinyal kedekatan Gojek dan Tokopedia terlihat dari kolaborasi kedua perusahaan dalam program kampanye ramadan. Kampanye bertajuk 'Dekatkan yang Jauh, Kirim yang Bermakna' itu akan memfasilitasi pengguna Tokopedia yang berbelanja pada kategori khusus 'Parsel Ramadan' untuk mendapatkan layanan eksklusif dari GoSend.

Head of Logistics Gojek Steven Halim mengatakan, kolaborasi kedua perusahaan karena tingginya permintaan layanan pengiriman barang dan parsel selama ramadan. Pada ramadhan tahun lalu, permintaan layanan GoSend meningkat 40% dibandingkan tahun sebelumnya. "Kolaborasi ini tidak hanya dapat menghadirkan solusi pengiriman yang cepat, mudah, dan aman bagi pelanggan, tetapi juga mendorong pertumbuhan pedagang online," katanya dalam siaran pers, Kamis (1/4). Sedangkan, VP of Marketing Tokopedia Hilda Kitti mengatakan bahwa pada ramadan tahun lalu, transaksi parsel makanan di Tokopedia juga melonjak hampir empat kali lipat. "Ini menandakan belanja online semakin menjadi andalan masyarakat," katanya. Sebelumnya, Gojek dan Tokopedia juga telah berkolaborasi dalam berbagai inisiatif, diantaranya kampanye #SenangnyaInstan. Kampanye itu dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengiriman hemat bagi para pengguna layanan logistik Gojek, seperti GoSend, GoSend Portal, GoBox, dan GoShop.

(Oleh - HR1)

Pilihan Editor