INKA Percepat Fase Pertama Proyek Kereta di Kongo
JAKARTA - PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA mulai mengeksekusi proyek kerja sama dengan Republik Demokratik Kongo senilai US$ 11,7 miliar. Proyek kereta api yang terintegrasi dengan negara di Afrika Tengah itu akan dimulai dari survei kondisi tanah dan pengeboran dasar konstruksi rel layang. Direktur Utama INKA, Budi Noviantoro, mengatakan akan menangani paket pengadaan kereta; pengerjaan rel; serta beberapa infrastruktur penunjang, seperti jalan akses dan stasiun. "Tim kami berangkat ke Kongo pada 24 April sudah membawa basic design," kata dia kepada Tempo, kemarin.
INKA hanya satu dari badan usaha milik negara (BUMN) yang digandeng The Sandi Group (TSG) Global Holdings pada pertengahan tahun lalu untuk menggarap infrastruktur di Kongo. Grup yang memiliki anak usaha di Indonesia, PT TSG Utama Indonesia dan Titan Global Capital Pte Ltd, ini mendapat jaminan berupa konsesi tambang dari pemerintah Kongo yang tak membayar dengan uang. Investasi TSG Global di Kongo tak hanya melibatkan INKA. Ada juga PT Barata Indonesia (Persero), PT LEN Industri (Persero), PT Merpati Nusanara Airlines (Persero), dan PT Dirgantara Indonesia (Persero).
Saat mengunjungi pabrik INKA di MAdiun, Jawa Timur, pada awal Maret lalu, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir meminta INKA memperluas investasinya ke proyek di luar negeri. Menurut dia, perusahaan manufaktur kereta api itu bisa mengakuisisi perusahaan asing. "Industri trasnportasi merupakan industri strategis, jadi pasar dan peluang bisnisnya sangat besar," ujar Erick.
(Oleh - HR1)
Postingan Terkait
Peluang Bisnis PT Garuda Indonesia
Proyek Hilirisasi US6 Miliar Segera meluncur
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023