Presiden Jokowi Ajak Jerman Bermitra untuk Wujudkan Transformasi Digital
JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak
negara Jerman untuk bermitra mewujudkan transformasi
digital di Indonesia. Sebagai kekuatan ekonomi terbesar di
Asia Tenggara, Indonesia kini telah menyiapkan roadmap
implementasi Making Indonesia 4.0.
“Saya ingin mengajak
Jerman untuk bermitra
mewujudkan transformasi
digital di Indonesia. Indonesia telah menyiapkan
roadmap implementasi
Making Indonesia 4.0,”
kata Presiden Jokowi, pada
pembukaan Hannover
Messe 2021 secara daring
dari Istana Negara, Jakarta,
Senin (12/4).
Hannover Messe merupakan pameran dagang
terkemuka dunia di bidang
teknologi industri dan telah
berlangsung selama 72 tahun. Pembukaan pameran
yang memiliki eksposur
internasional yang kuat
dibuka secara bersama oleh
Presiden Jokowi dan Kanselir Jerman Angela Merkel.
Keikutsertaan Indonesia
sebagai of ficial partner
country Hannover Messe
2021: Digital Edition
yang pertama dari Asean
didukung oleh 156 exhibitor yang terdiri atas kementerian dan lembaga,
Badan Usaha Milik Negara
(BUMN), perguruan tinggi, dan perusahaan swasta
nasional.
Presiden Jokowi mengatakan, tahun 2045, pada saat
Indonesia merayakan satu
abad kemerdekaan akan
menjadi tahun emas. “Ini
adalah visi besar Indonesia yang diwujudkan melalui Industri 4.0,” imbuhnya.
Ke depan, industri tersebut diprediksi akan berkontribusi terhadap PDB Indonesia senilai US$ 133 miliar pada 2025. “Didukung
185 juta penduduk yang
memiliki akses internet
terbesar keempat di dunia. Kemajuan Industri 4.0
akan menjadikan Indonesia top 10 economy global
tahun 2030,” kata Presiden
Jokowi.
Menurut dia, terdapat
tiga hal utama untuk mewujudkan harapan Indonesia
itu. Pertama, pada era Industri 4.0, penguatan sumber daya manusia (SDM)
mer upakan kebutuhan
karena Indonesia memiliki
bonus demografi.
(Oleh - HR1)
Perbaikan Penjualan Eceran Diindikasikan Berlanjut pada Maret 2021
JAKARTA – Hasil Survei Penjualan Eceran
(SPE) Bank Indonesia (BI) mengindikasikan terjadinya perbaikan kinerja penjualan
eceran secara bulanan pada Februari 2021.
Ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil
(IPR) yang tumbuh minus 2,7% (mtm) atau
membaik dibandingkan dengan minus 4,3%
(mtm) pada Januari 2021.
“Responden menyampaikan, perbaikan
tersebut didorong oleh permintaan masya rakat yang meningkat saat hari besar
ke agamaan dan nasional (HBKN) Imlek
dan libur nasional,” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam
keterangan resmi bank sentral yang diterima
Investor Daily pada Senin (12/4).
Erwin menambahkan, perbaikan terjadi pada sebagian besar kelompok barang
seperti bahan bakar kendaraan bermotor,
perlengkapan rumah tangga lainnya, serta
suku cadang dan aksesoris.
Berdasarkan hasil SPE, responden memperkirakan peningkatan ini akan berlanjut
pada Maret 2021. Hal tersebut tercermin
dari IPR Maret 2021 yang diperkirakan tumbuh 2,9% (mtm) sejalan dengan permintaan
masyarakat yang meningkat di tengah
dukungan cuaca.
Perbaikan terjadi pada hampir seluruh
kelompok komoditas yang disurvei terutama
kelompok barang lainnya termasuk subkelompok sandang, kelompok bahan bakar
kendaraan bermotor, serta kelompok barang
budaya dan rekreasi.
Sementara dari sisi harga, responden
memperkirakan tekanan inflasi pada Mei
2021 relatif stabil sedangkan pada Agustus
2021 menurun.
(Oleh - HR1)
Baran Energy Lepas Motor Listrik Anubis Cruisercross
JAKARTA - Baran Energy, salah
satu perusahaan baterai listrik dan
otomotif terdepan dan terinovatif di
Indonesia, secara resmi meluncurkan
Anubis Cruisercross, sepeda motor
listrik bergaya petualang serta mengusung teknologi futuristik (adventure styles with futuristic technology)
di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat,
Senin (12/4/2021).
Anubis diproyeksikan menjadi kendaraan listrik roda dua favorit generasi
milenial. Hal ini terjadi seiring perkembangan zaman yang membuat kebutuhan kendaraan listrik ramah lingkungan
juga meningkat, namun tetap mengedepankan kenyamanan berkendara
dan juga lifestyle untuk menunjang gaya
hidup kaum metropolitan.
Victor Wirawan, CEO Baran Energy, menyampaikan, peluncuran Anubis ini, selain untuk memenuhi tingginya minat masyarakat terhadap
motor listrik, merupakan tonggak
dan semakin mengukuhkan posisi
Baran Energy sebagai produsen
motor listrik.
Sementara itu, Ari Sigit Soeharto,
co-founder Baran Energy mengungkapkan, kehadiran kendaraan listrik
memang sudah waktunya, mengingat
semakin berkurangnya pasokan
bahan bakar fosil.
Anubis Cruisercross memiliki
tenaga 54 hp, torsi 92 Nm, transmisi
cluthchless direct drive, top speed 160
km per jam, dan curb weight 173 kg.
Adapun untuk spesifikasi baterai
memiliki nominal capacity 8.3 kWh,
on board charger 1.3 kW, sehingga
dapat mengisi baterai hingga penuh
dalam waktu 6,6 jam. Dalam kondisi
baterai penuh, Anubis mampu menempuh jarak hingga 167 km
(Oleh - HR1)
Bidik Investasi US$ 34,8 M, Kementerian ESDM Siapkan Langkah Strategis
JAKARTA- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan sejumlah langkah strategis guna mencapai target investasi di sektor ESDM pada tahun ini yang mencapai US$ 34,8 miliar atau meningkat dibanding tahun lalu yang mencapai US$ 25,8 miliar.
Menurut Sekretaris Jenderal
Kementerian ESDM Ego Syahrial
dalam webinar Energy and Mining
Editor Society (E2S) bertema Collaboration to Accelerate Investment,
Innovation and Technology in the
Energy and Mineral Resources Sector, di Jakarta, Senin (12/4), untuk
meningkatkan investasi di sektor
ESDM, pemerintah menyiapkan
tujuh kebijakan.
Per tama, mempromosikan
peluang investasi ke investor
dalam dan luar negeri. Kedua,
melakukan penyederhanaan perizinan dan kemudahan berusaha.
Ketiga, menerapkan pelayanan
perizinan terintegrasi secara elektronik (OSS). Hal ini dilakukan
sejalan dengan percepatan penerapan teknologi terutama di masa
pandemi.Keempat, memberikan
open access data sektror ESDM
mulai dari data produksi migas,
stok BBM, status ketenagalistrikan hingga capaian kinerja Kementerian ESDM per periodenya.
Kelima ialah pemberian insentif
berupa tax allowance, tax holiday,
fasilitas PPN dan PPnBM. Lalu
menjamin ketersediaan energi
untuk pembangunan nasional.
Kementerian ESDM juga mengusulkan perbaikan fiscal terms
di sektor migas berupa: Fasilitas
Perpajakan; Perbaikan split secara signifikan; Penetapan DMO
price yang menarik; Pembebasan
atau keringanan Branch Profit
Tax (BPT). “Selain itu pemerintah
juga menyiapkan rancangan perpres pembelian tenaga listrik EBT
agar lebih menarik,” pungkasnya
(Oleh - HR1
Platform Jual-Beli Bitcoin akan Melantai di Wall Street
Jakarta, CNN Indonesia -- Platform jual-beli uang kripto Coinbase menjadi perusahaan cryptocurrency pertama yang mencatatkan sahamnya di Wall Street. Coinbase akan terdaftar dengan kode COIN. Perkiraan nilai IPO masih bervariasi tergantung dengan metode penghitungan, tetapi kapitalisasi perusahaan diperkirakan mencapai US$70 juta hingga US$100 juta. Ini akan menjadi salah satu IPO terbesar sejak IPO Facebook pada 2012.
Coinbase memilih daftar langsung, yang tidak memungkinkannya mengumpulkan dana baru tetapi menawarkan pemegang saham saat ini, pendiri, karyawan, dan investor historis kesempatan untuk menjual saham mereka di pasar.
Spotify, Slack, Palantir dan Roblox juga telah menggunakan metode ini untuk debut Wall Street mereka. Hampir 115 juta saham Coinbase akan ditempatkan di pasar.
(Oleh - HR1)Gaji Tinggi Talenta Digital
Pesatnya perkembangan perusahaan rintisan (startup) di Asia Tenggara turut mendongkrak harga pasar pekerja di sektor digital. Hal ini tercermin dari riset Monk’s Hill Venture dan Glints.
Dalam laporan berjudul “The Southeast Asia Tech Talent Compensation Report 2020/2021”, gaji para pekerja startup Indonesia, Singapura, dan Vietnam berbeda-beda. Pendapatan bulanan seorang fullstack developer di level junior misalnya, median gajinya sekitar US$ 1.050 hingga US$ 4.900 per bulan, bergantung negara karyawan bekerja.
Menurut riset tersebut, permintaan talenta di Asia Tenggara masih didominasi oleh tenaga di bidang teknik. Hal ini didorong oleh sumber daya manusia yang tersedia lebih kecil dari total startup. Meski demikian, beban kerja yang lebih tinggi serta cenderung lebih berisiko dari perusahaan konvensional turut menambah harga jual keahlian yang dimiliki talenta digital.
(Oleh - HR1)
Pemulihan Ekonomi, Industri Kosmetik Genjot Omzet
Bisnis, JAKARTA — Industri kosmetik menargetkan dapat kembali meningkatkan penjualan secara signifikan pada 2021 setelah cenderung stagnan pada tahun lalu akibat pandemi Covid-19.
Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika (PPAK) Indonesia memproyeksikan penjualan pada tahun ini akan bertumbuh pada kisaran 7% menjadi US$7,45 juta dari tahun lalu senilai US$6,95 juta. Adapun, perolehan pada tahun lalu terbilang stagnan dan hanya sedikit beranjak dari realisasi 2019 senilai US$6,9 juta.Ketua Harian PPAK Kusuma Ida Anjani mengatakan saat ini industri kosmetik membagi dua kategori, yakni kosmetik yang terdiri dari makeup base dan dekoratif serta perawatan yang terdiri dari personal care dan skin care.Dia menyebut tren penjualan tahun lalu cenderung anomali. Alasannya, kategori kosmetik menurun tetapi perawatan home care justru meningkat.
Secara keseluruhan, Kusuma menilai perkembangan industri kosmetik terus berkembang dengan baik. Dalam 5 tahun terakhir, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat ada 185.290 produk kosmetik yang beredar di masyarakat.Data terakhir Kementerian Perindustrian pada 2018 ada 153 industri kosmetik baru skala kecil menengah (IKM). Angka itu mengakumulasi jumlah industri kosmetik secara keseluruhan menjadi 760 perusahaan, di mana 95% diisi oleh IKM dan hanya 5% industri skala besar. Sementara itu, penjualan secara daring tumbuh menjadi sekitar 21% dari sebelumnya yang hanya berada pada kisaran 14%.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan sektor kosmetik masih tumbuh signifikan pada 2020. Hal itu terlihat dari kinerja pertumbuhan industri kimia, farmasi, dan obat tradisional yang tumbuh 9,39% dan berkontribusi 1,92% terhadap produk domestik bruto (PDB).
(Oleh - HR1)
Pajak Bunga Obligasi, Relaksasi Untungkan Investor
Bisnis, JAKARTA — Rencana pemerintah yang akan menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) final atas bunga obligasi yang diterima wajib pajak dalam negeri bisa berdampak positif untuk institusi non-bank, termasuk reksa dana. Namun, ini perlu langkah lebih lanjut. Seperti diketahui, Kementerian Keuangan akan menurunkan tarif PPh final atas bunga obligasi yang diterima wajib pajak dalam negeri dari saat ini sebesar 15% menjadi 10% dengan tujuan pendalaman pasar keuangan.Direktur Panin Asset Manajemen Rudiyanto menilai kebijakan tersebut seharusnya lebih berdampak pada investor obligasi yang berasal dari institusi nonbank, termasuk untuk reksa dana.
Rudiyanto mengatakan, jika relaksasi tarif PPh final atas bunga obligasi yang diterima wajib pajak dalam negeri tidak diikuti relaksasi PPh bunga obligasi wajib pajak reksa dana maka akan merugikan investor reksa dana.“Selama ini salah satu keunggulan dari reksa dana adalah tarif pajak yang lebih rendah dibandingkan investasi langsung. Kalau misalkan sudah sama-sama 10%, bisa saja investor membeli obligasi langsung dan bukan reksa dana,” tuturnya.
(Oleh - HR1)
Rezim Pajak Penghasilan Final, Penggerusan KIan Dalam
Bisnis, JAKARTA — Berlanjutnya rezim pajak penghasilan final menjadi kontradiktif dengan upaya otoritas fiskal untuk mendulang pendapatan di tengah beratnya beban belanja. Musababnya, rezim ini berisiko menggerus penerimaan pajak, yang sejauh ini belum cukup memuaskan.
Selama ini, pemerintah mengobral tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final ke sejumlah sektor. Di antaranya bunga atas deposito, sektor konstruksi dan real estat, serta PPh Final atas bunga obligasi, baik bagi wajib pajak dalam negeri maupun luar negeri.Alih-alih melakukan evaluasi rezim PPh Final, pemerintah justru menerbitkan dua rancangan baru.Pertama menurunkan tarif PPh Final jasa konstruksi melalui Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Perubahan Kedua Atas PP No. 51/2008 tentang Pajak Penghasilan dari Penghasilan Usaha Jasa Konstruksi. Dalam rancangan beleid itu, tarif PPh Final atas pekerja konstruksi yang dilakukan oleh penyedia jasa dengan kualifi kasi usaha orang perseorangan dan kualifi kasi usaha kecil dipatok sebesar 1,75% dari sebelumnya 2%.Kedua, tarif PPh Final bunga obligasi yang diterima oleh wajib pajak dalam negeri dari sebelumnya 15% menjadi 10%. Rezim PPh Final pun sebenarnya telah banyak dikritik. World Bank pada tahun lalu merilis laporan ten-tang skema dan pengenaan tarif pajak final untuk sektor konstruksi dan real estat di Indonesia.
Pengamat Pajak Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar menilai, kebijakan rezim final ini sebenarnya mengacu pada broad based taxation. Artinya, tarif pajak lebih rendah dengan harapan mampu memperluas basis pajak.Secara teori, strategi ini masih cukup linier dengan semangat pemerintah untuk mendulang penerimaan. Dengan kata lain setoran pajak tak berubah kendati tarif dipangkas, selama basis pajak mampu diperluas.Akan tetapi, menurut Fajry teori ini tak lagi relevan di tengah tekanan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Dia mengambil contoh Amerika Serikat (AS) yang justru kembali menaikkan tarif, terutama untuk PPh Badan.“Dengan adanya rezim PPh Final ini, pe-nerimaan pajak kita menjadi tidak optimal. Sangat penting untuk mempertimbangkan kembali rezim PPh Final,” kata dia kepada Bisnis, Senin (12/4)
(Oleh - HR1)
J&T Express Tanggapi Kabar Jadi Unicorn Baru Indonesia
Berdasarkan laporan CB Insights bertajuk The Complete List of Unicorn Companies, J&T Express masuk dalam daftar unicorn. Namun CEO J&T Express Indonesia Robin Lo belum mengetahui status tersebut. “Kami belum update, karena biasanya penilaiannya dari pihak luar seperti modal ventura dan lainnya,” kata Robin kepada Katadata.co.id, Selasa (13/4).
Ia berharap, J&T bisa segera berstatus decacorn atau memiliki valuasi minimal US$ 10 miliar. Berdasarkan data CB Insights, valuasi perusahaan logistik ini mencapai US$ 7,8 miliar.
Valuasinya mengalahkan Tokopedia (US$ 7 miliar), Bukalapak (US$ 3,5 miliar), Traveloka (US$ 3 miliar), dan OVO (US$ 2,9 miliar). Sejauh ini, baru Gojek yang berstatus decacorn di Indonesia
Perkiraan itu merujuk pada riset bertajuk ‘Unlocking Next Wave of Digital Growth: Beyond Metropolitan Indonesia’. Ini berdasarkan survei terhadap 2.100 lebih konsumen akhir dan 1.100 retailer di 23 kota. Selain itu, wawancara dengan stakeholder di 13 kota di tingkat (tier) dua dan tiga.
(Oleh - HR1)









