Bidik Investasi US$ 34,8 M, Kementerian ESDM Siapkan Langkah Strategis
JAKARTA- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan sejumlah langkah strategis guna mencapai target investasi di sektor ESDM pada tahun ini yang mencapai US$ 34,8 miliar atau meningkat dibanding tahun lalu yang mencapai US$ 25,8 miliar.
Menurut Sekretaris Jenderal
Kementerian ESDM Ego Syahrial
dalam webinar Energy and Mining
Editor Society (E2S) bertema Collaboration to Accelerate Investment,
Innovation and Technology in the
Energy and Mineral Resources Sector, di Jakarta, Senin (12/4), untuk
meningkatkan investasi di sektor
ESDM, pemerintah menyiapkan
tujuh kebijakan.
Per tama, mempromosikan
peluang investasi ke investor
dalam dan luar negeri. Kedua,
melakukan penyederhanaan perizinan dan kemudahan berusaha.
Ketiga, menerapkan pelayanan
perizinan terintegrasi secara elektronik (OSS). Hal ini dilakukan
sejalan dengan percepatan penerapan teknologi terutama di masa
pandemi.Keempat, memberikan
open access data sektror ESDM
mulai dari data produksi migas,
stok BBM, status ketenagalistrikan hingga capaian kinerja Kementerian ESDM per periodenya.
Kelima ialah pemberian insentif
berupa tax allowance, tax holiday,
fasilitas PPN dan PPnBM. Lalu
menjamin ketersediaan energi
untuk pembangunan nasional.
Kementerian ESDM juga mengusulkan perbaikan fiscal terms
di sektor migas berupa: Fasilitas
Perpajakan; Perbaikan split secara signifikan; Penetapan DMO
price yang menarik; Pembebasan
atau keringanan Branch Profit
Tax (BPT). “Selain itu pemerintah
juga menyiapkan rancangan perpres pembelian tenaga listrik EBT
agar lebih menarik,” pungkasnya
(Oleh - HR1
Tags :
#Investasi lainnyaPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Pemerintah akan Menjaga Laju Invetasi Asing
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023