;

Fenomena Booming Bank Digital adalah Keniscayaan

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 09 Apr 2021 Investor Daily, 9 April 2021
Fenomena Booming Bank Digital adalah Keniscayaan

Bank digital/neo bank tengah menjadi fenomenal di Tanah Air yang ditandai dengan masuknya sejumlah investor ke bisnis ini. Antara lain duet Patrick Walujo dan Jerry Ng mengakuisisi Bank Artos (kini Bank Jago), taipan Chairul Tanjung membeli Bank Harda, Ant Financial mem-backup Bank Neo Commerce (BBYB) melalui Akulaku Silvrr, dan Shopee mengendalikan Bank Kesejahteraan Ekonomi lalu mengubahnya menjadi Seabank. Di luar tiga nama itu, santer terdengar Grab dan OVO juga tengah menjajaki akuisisi bank untuk dikonversi menjadi digital. Keduanya tengah berupaya mengimbangi lompatan besar Gojek yang lebih dulu investasi di Bank Jago dan mengejar langkah Shopee di Seabank.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah mengatakan, fenomena booming bank digital saat ini merupakan keniscayaan. Pasalnya, masa depan semuanya akan digital, mereka yang tidak menyesuaikan akan tertinggal dan kalah bersaing. “Demikian juga dengan layanan bank harus berubah menuju layanan digital. Semua bank akan menuju layanan digital. Yang tidak melakukan akan kalah bersaing,” kata Piter kepada Investor Daily, Kamis (8/4).

Sementara itu, Ketua Eksekutif Industri Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana mengakui, sejumlah bank kecil dan bank besar saat ini memang terlihat memulai transformasi dan beradaptasi untuk menjadi bank digital. “Saya amati bank besar dan beberapa bank kecil sudah siap untuk melayani digital banking. Bank tersebut bertransformasi dari bank tradisional jadi bank digital,” ujar Heru dalam webinar VIP Forum Digital Bank di Jakarta.

“Contohnya Bank Jago. Dari kewajiban modal minimal Rp 3 triliun, sekarang modal bank ini sudah mencapai Rp 8 triliun. Ini karena kesiapan transformasi digital butuh permodalan cukup kuat melayani teknologi, butuh modal dan SDM andal agar bisa melayani lebih baik ke depan,” kata Heru. Dia mengatakan terus mengamati transformasi bank tradisional lalu berganti melayani secara digital. Beberapa bank sudah melakukan transformasi dari tradisional ke digital karena beradaptasi dengan perilaku nasabah khususnya milenial

(Oleh - HR1)

Tags :
#Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :