Fenomena Booming Bank Digital adalah Keniscayaan
Bank digital/neo bank tengah
menjadi fenomenal di Tanah
Air yang ditandai dengan
masuknya sejumlah investor
ke bisnis ini. Antara lain duet Patrick
Walujo dan Jerry Ng mengakuisisi
Bank Artos (kini Bank Jago), taipan
Chairul Tanjung membeli Bank
Harda, Ant Financial mem-backup
Bank Neo Commerce (BBYB) melalui
Akulaku Silvrr, dan Shopee mengendalikan Bank Kesejahteraan Ekonomi
lalu mengubahnya menjadi Seabank.
Di luar tiga nama itu, santer terdengar Grab dan OVO juga tengah menjajaki akuisisi bank untuk dikonversi
menjadi digital. Keduanya tengah
berupaya mengimbangi lompatan
besar Gojek yang lebih dulu investasi
di Bank Jago dan mengejar langkah
Shopee di Seabank.
Direktur Riset Center of Reform
on Economics (Core) Piter Abdullah
mengatakan, fenomena booming bank
digital saat ini merupakan keniscayaan.
Pasalnya, masa depan semuanya akan
digital, mereka yang tidak menyesuaikan akan tertinggal dan kalah bersaing.
“Demikian juga dengan layanan
bank harus berubah menuju layanan
digital. Semua bank akan menuju
layanan digital. Yang tidak melakukan akan kalah bersaing,” kata Piter
kepada Investor Daily, Kamis (8/4).
Sementara itu, Ketua Eksekutif
Industri Perbankan Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) Heru Kristiyana
mengakui, sejumlah bank kecil dan
bank besar saat ini memang terlihat
memulai transformasi dan beradaptasi untuk menjadi bank digital.
“Saya amati bank besar dan beberapa
bank kecil sudah siap untuk melayani
digital banking. Bank tersebut bertransformasi dari bank tradisional jadi
bank digital,” ujar Heru dalam webinar
VIP Forum Digital Bank di Jakarta.
“Contohnya Bank Jago. Dari kewajiban modal minimal Rp 3 triliun,
sekarang modal bank ini sudah mencapai Rp 8 triliun. Ini karena kesiapan
transformasi digital butuh permodalan
cukup kuat melayani teknologi, butuh
modal dan SDM andal agar bisa melayani lebih baik ke depan,” kata Heru.
Dia mengatakan terus mengamati
transformasi bank tradisional lalu
berganti melayani secara digital.
Beberapa bank sudah melakukan
transformasi dari tradisional ke
digital karena beradaptasi dengan
perilaku nasabah khususnya milenial
(Oleh - HR1)
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Bank Rebut Hati Nasabah Lewat Event Lifestyle
Kopdes Merahputih mendapat dukungan Bank Mandiri
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023