Ekspor dan Impor Indonesia Terbesar ke Amerika dan Tiongkok
Ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara pada Februari 2021 mengalami penurunan dibandingkan Januari 2021, yaitu dari 799,21 juta dolar AS menjadi 739,34 juta dolar AS atau turun sebesar 7,49 %.
Ekspor ke Amerika Serikat pada Februari 2021 yang terbesar yaitu 117,59 juta dolar AS diikuti Tiongkok sebesar 94,21 juta dolar AS dan Jepang sebesar 48,57 juta dolar AS dengan kontribusi ketiganya mencapai 35,21 %.
Menurut kelompok negara utama tujuan ekspor pada Februari 2021, ekspor ke kawasan Asia (di luar ASEAN) merupakan yang terbesar dengan nilai 256,72 juta dolar AS (34,72%).
Sementara itu, nilai impor melalui Sumatera Utara bulan Februari 2021 atas dasar CIF (cost, insurance & freight) sebesar 425,90 juta dolar AS atau naik sebesar 32,06 % dibandingkan bulan Januari 2021 yang mencapai 322,50 juta dolar AS.
Nilai impor Februari 2021 dari Tiongkok merupakan yang terbesar yaitu 103,73 juta dolar AS dengan perannya mencapai 24,36 % dari total impor Sumatera Utara, diikuti Malaysia sebesar 41,05 juta dolar (9,64%) dan Amerika Serikat sebesar 36,53 juta dolar AS (8,58%).
Jual Satu Mobil Saja Sulit - Showroom Mobil Bekas Terdampak
Pemberian insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) hingga nol persen untuk pembelian kendaraan bermotor tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.20PMK.010/2021. Dengan adanya relaksasi pajak PPnBM tentu bisa membuat harga mobil baru jauh menjadi lebih murah.
Petugas penjual mobil bekas di Showroom 99 Banjarbaru, H Yunus menjelaskan, penjualan mobil bekas atau mobil second ada penurunan sekitar 40 persen.
“Jika dulu dalam seminggu dua tiga hingga empat mobil yang laku terjual. Ini setengah bulan saja mau menjualkan mobil satu saja sulit. Apalagi adanya kebijakan PPnBM. orang milih mobil baru lebih banyak,” kata H Yunus.
Begitu juga Pandu Rama Yudhisi (24), warga Jalan Jafri Zamzam, Banjarmasin Barat, imbas Pemberlakuan PPnBM, pebisnis mobil bekas makin lesu.
Kosmetik dan Skincare Ramai Pembeli
Tidak seperti usaha lain yang banyak terdampak pandemi corona, penjualan kosmetika dan skincare relatif stabil bahkan kian ramai, apalagi di momen tertentu antara lain jelang Ramadhan dan lebaran.
Gusti Muhammad Riandi SKEp CWCCA CHT Che, Direktur Rumah Perawatan Kecantikan, Riaza Care Banjarmasin dan Banjarbaru, mengatakan, Produk kosmetik dan perawatan mengalami peningkatan permintaan, terlebih menjelang lebaran nanti akan semakin tinggi lagi baik yang perawatan di tempat atau yang beli produk.
Produk kosmetik dan skincare yang dicari pembeli biasanya yang harganya terjangkau. Kemudian yang ada label halal dan BPOM sebagai jaminan bahan bakunya aman. Penjualan produk secara online justru mengalami peningkatan.
Pasar Hongkong Menjanjikan
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa terus mendorong pengiriman barang UMKM ke pasar dunia melalui intensifikasi ekspor. Terutama memanfaatkan penerbangan pesawat cargo Garuda langsung Hongkong yang kini bisa terbang dari Surabaya.
Lebih lanjut, dikatakan mantan Menteri Sosial ini, bahwa mendorong kemajuan dan perluasan akses market bagi UMKM tengah serius dilakukan oleh Pemprov Jatim. Sebab 57 persen PDRB Jatim yang menyokong adalah UMKM.
Dinas Koperasi dan UKM juga telah mendirikan UPT Pelatihan dan UKM untuk memberikan kemudahan pelatihan tersebut. Agar ke depan, mereka bisa berjaya dan mengembangkan pasarnya secara lebih luas.
Saat ini diketahui bahwa koperasi aktif di Jawa Timur ada sebanyak 22.450 dengan jumlah anggota dan pengelda 3,987 juta orang. Sedangkan untuk jumlah pelaku UMKM di Jatim totalnya saat ini mencapai 9.78 juta orang.
Khofifah meyakini rute penerbangan baru khusus kargo tersebut akan memberikan peluang bagi pelaku UMKM Jawa Timur untuk melebarkan sayap usahanya hingga mancanegara. Hal itu bisa dimulai dari Hongkong yang akan dimudahkan dengan adanya rute tersebut.
Sukses Tanto Intim Line Maksimalkan Layanan Berbasis IT
Perusahaan pelayaran PT Tanto Intim Line atau Tanto Shipping menandai perayaan Hari Ulang Tahun ke-50 dengan memaksimalkan layanan berbasis Informasi Teknologi (IT) dan memerluas trayek atau rute pelayaran hingga menjadi 35 trayek dengan 33 cabang
Penerapkan teknologi SMS Release Order (RO) dan Sistem Informasi Kontainer Online, saat ini sudah menjadi andalan Tanto dan konsumen. Lewat SMS RO. pelanggan lebih fleksibel dan hemat waktu atau uang dalam pengurusan dokumen.
Aplikasi baru juga diluncurkan dengan adanya Tanto Link atau T-Link. Aplikasi tersebut dapat mempermudah pekerjaan customer dalam berbagai hal. Mulai dari pengecekan jadwal kapal secara realtime, bookingkontainer, hingga tracking kontainer.
Genjot Produktivitas agar Pengusaha Naik Kelas
JAKARTA - Pemerintah tengah mendorong usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal masuk ke skala bisnis yang lebih besar. Langkah ini ditempuh lantaran produktivitas UMKM dinilai masih rendah. "Kita perlu mendorong scaling-up. Salah satunya dengan menyiapkan peraturan presiden perihal kewirausahaan untuk mencetak dan melahirkan pengusaha baru," tutur Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki kepada Tempo, beberapa waktu lalu.
Selama ini, ujar Teten, jumlah pelaku UMKM terus bertumbuh, namun tidak banyak yang bertahan. Ia mencontohkan, hampir 60 persen UMKM bergerak di sektor makanan dan minuman. Dalam skala kecil, ujar Teten, mereka masih bisa bertahan. Namun, apabila skalanya diperbesar, kebanyakan UMKM kalah oleh produk industri besar. untuk itu, Teten mengatakan, pemerintah juga mendorong UMKM untuk bisa masuk ke rantai pasok industri besar.
Menurut Hermawati, kontribusi yang besar tentunya juga harus berbanding lurus dengan daya beli masyarakat. Ia tak bisa memungkiri kondisi Covid-19 membuat kompetisi, baik di antara pelaku maupun mitra UMKM, dalam platform online semakin ketat. Menurut dia, UMKM yang mampu dan siap bersaing lebih banyak adalah pengusaha kecil yang bergeser menjadi pelaku usaha mikro.
Peneliti dari Institute for Develoment of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara, menuturkan sekitar 90 persen kelompok UMKM masuk ke segmen usaha mikro. Hal tersebut sering disebut sebagai hollow in the middle atau lubang di tengah, karena usaha mikro sulit naik kelas ke usaha kecil kemudian ke menengah. Menurut Bhima, faktor penyebabnya adalah sumber daya manusia, teknologi, modal, dan akses pasar. "Terkait SDM, sebagian besar tenaga kerja usaha mikro lulusan SMP ke bawah dan diisi generasi X serta baby boomers," ujar Bhima.
Menurut Bhima, yang perlu dilakukan pemerintah untuk mendorong scaling-up UMKM adalah mengeluarkan kebijakan yang sifatnya komprehensif dan terintegrasi. Misalnya, kata dia, dimulai dari pemberian kewenangan Kemenkop dan UKM yang lebih luas untuk menjalankan program UMKM yang tersebar di hampir semua kementerian, termasuk badan usaha milik negara (BUMN).
(Oleh - HR1)
Permintaan Pinjaman PEN Pemerintah Daerah Melejit
Pemerintah kembali melanjutkan pemberian pinjaman Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk pemerintah daerah. Dari alokasi Rp 15 triliun pada tahun lalu, realisasi pinjaman PEN daerah mencapai Rp 19,13 triliun untuk 28 pemda.
Tahun 2021 pemerintah mengalokasikan pinjaman PEN daerah sebesar Rp 15 triliun. Dana ini bersumber dari APBN 2021 Rp 10 triliun dan dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Rp 5 triliun.
Direktorat Jenderal (Ditjen) Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemkeu) hingga akhir Maret 2021, sudah menerima usulan pinjaman daerah dari 80 pemerintah daerah (pemda). Total nilai usulannya, mencapai Rp 48,02 triliun.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira menilai, alokasi anggaran pinjaman PEN daerah 2021 terlalu kecil. Hal ini mempertimbangkan pendapatan daerah yang belum pulih dari dampak pandemi.
Pinjaman juga bisa diberikan untuk daerah dengan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang banyak. Apalagi, UMKM ini juga menjadi salah satu tulang punggung perekonomian.
Harga Kedelai Impor Naik, Kemendag Atur Harga Jual
Kementerian Perdagangan (Kemdag) berencana mengatur besaran harga jual kedelai nasional kepada pengrajin tahu dan tempe serta importir kedelai. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga tahu dan tempe di tengah naiknya harga kedelai di pasar dunia. Kedelai sebagai bahan baku tahu dan tempe tersebut mengalami kenaikan harga sebesar 3,69% sejak bulan Maret 2021 lalu.
Berdasarkan hal ini, Kemdag menetapkan harga acuan kedelai di tingkat pengrajin sebesar Rp 9.750-Rp 9.900 per kilogram (kg). Sementara untuk harga di tingkat gudang importir sebesar Rp 9.200 per kg hingga Rp 9.300 per kg.
Sementara itu harga tahu dan tempe dipastikan akan tetap stabil meski harga kedelai naik. Harga tahu berada di kisaran Rp 650 per potong sementara harga tempe di kisaran Rp 16.000 per kg.
Ketua Umum Gabungan Koperasi Tahu dan Tempe Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin menilai, ketergantungan impor menjadi faktor pemerintah tak mampu mengendalikan harga kedelai. Saat ini harga kedelai di tingkat pengrajin tahu dan tempe telah mengalami kenaikan Rp 200 per kg-Rp 300 per kg melebihi Rp 10.000 per kg.
Tantangan Indonesia Menarik Peluang Kapital
Peran investasi, khususnya kapital dari luar negeri, berpengaruh besar bagi perekonomian Indonesia. Andil investasi asing yang sulit dihindarkan memaksa Indonesia masuk dalam kompetisi ketat sistem ekonomi kapitalisme global.
Hampir sebagian besar negara-negara di dunia mengadopsi sistem ekonomi kapitalisme tersebut. Negara berpenghasilan rendah atau berpenghasilan tinggi memiliki kecenderungan orientasi searah untuk mengembangkan ekonomi mereka melalui akumulasi kapital.
Merunut ke belakang, sistem perekonomian kapitalis ini telah dijelaskan oleh sejumlah pemikir dunia.Karl Marx menyebut kapitalisme sebagai suatu sistem di mana harga barang dan kebijakan pasar ditentukan oleh pemilik modal supaya mencapai keuntungan yang maksimal.Pendapat lainnya dikemukakan Adam Smith. Kapitalisme dijabarkan sebagai sebuah sistem yang bisa menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat. Hal ini akan terjadi apabila pemerintah tidak mengintervensi kebijakan dan mekanisme pasar. Ada pula pandangan dari tokoh lainnya, yaitu Max Weber. Weber mengatakan bahwa kapitalisme adalah sistem sosial dalam masyarakat yang muncul karena cara produksi yang memisahkan kaum buruh dari alat-alat produksi.
Oleh sebab itu, agar investor memperoleh keuntungan berlipat, mereka harus mengupayakan untuk menciptakan sebuah bisnis menjadi skala multinasional. Investasi pada bisnis yang dijalankan tersebut perlu terus meluas hingga ke luar negeri. Proses produksi kemudian merambah ke negara-negara lain menurut perhitungan keunggulan komparatif atau keunggulan kompetitif.Negara dengan biaya tenaga kerja relatif rendah, atau efisien dalam biaya infrastruktur dan teknologi atau sumber daya lainnya, akan menjadi magnet bagi investasi.
Meningkat pesat
Berdasarkan data World Bank, aliran dana investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) yang masuk ke seluruh negara di dunia meningkat dengan pesat dalam tiga dekade terakhir. Pada tahun 1990,FDI di seluruh dunia masih sekitar 239 miliar dollar AS, tetapi selang 10 tahun kemudian pada tahun 2000 sudah meningkat lebih dari enamkalinya menjadi sekitar 1,56 triliun dollar AS.Pada rentang 20 tahun kemudian,FDI berfluktuatif dan pada tahun2019 FDI inflow mencapai 1,62 triliun dollar AS. Capaian FDI tertinggi terjadi pada tahun 2015-2016 yang mencapai kisaran 2,68 triliun dollar AS.
Sementara itu, negara-negara yang masuk dalam kelompok lower middle income hanya bisa menarik investasi asing rata-rata 104 miliar dollar AS per tahun. Bahkan,kelompok negara-negara ekonomi terendah, yakni low income, hanya mampu menarik investasi asing rata-rata sekitar 15 miliar dollar AS setiap tahun.Kondisi tersebut mengindikasikan tidak banyak negara di dunia yang berpeluang besar mengembangkan usaha multinasional dari investasi asing. Tentu saja ada sejumlah faktor yang bisa membuat para investor cenderung menanamkan modal di negara-negara berpendapatan tinggi.
(Oleh - HR1)
Qlue akan Lebih Fokus Garap Pasar 3 Negara
JAKARTA – Qlue optimistis mampu
mempertahankan pertumbuhan bisnis tahun ini
sekitar 70% seperti pencapaian tahun 2020 dan
tetap tumbuh signifikan di masa depan. Strategi
ekspansi ke luar negeri pun akan diterapkan dengan
fokus menggarap pasar tiga negara, yakni Malaysia,
Jepang, dan Singapura.
Qlue, perusahaan penyedia ekosistem smart city terlengkap di Indonesia,
merayakan ulang tahun ke-5 pekan
lalu dengan pencapaian signifikan.
Pada 2020, Qlue sukses mencatatkan
pertumbuhan bisnis 70% dibandingkan
tahun sebelumnya dan kembali berusaha mencapai pertumbuhan yang
sama tahun 2021.
Qlue melihat bahwa jumlah pertumbuhan persentase tersebut sudah sesuai
dengan target yang ditetapkan. Tahun
lalu, Qlue sukses mengimplementasikan
solusi smart city yang tersebar di 58 kota
di wilayah Indonesia. Qlue mencatatkan
eksistensi dengan memiliki klien lebih
dari 133 sampai dengan saat ini.
Founder dan CEO Qlue Rama Raditya
optimistis, Qlue akan mampu mempertahankan pertumbuhan bisnis yang
signifikan di masa mendatang. Strategi
ekspansi keluar negeri juga diterapkan di
mana Qlue akan fokus menggarap pasar
Malaysia, Jepang, dan Singapura.
“Potensi pasar smart city secara
global tahun 2025 diprediksi bisa mencapai US$ 820 miliar dengan prediksi
pertumbuhan 14,8% per tahun. sedangkan potensi pasar masih sangat besar,”
tutur Rama, pekan lalu.
(Oleh - HR1)









