;

Tantangan Indonesia Menarik Peluang Kapital

Tantangan Indonesia Menarik Peluang Kapital

Peran investasi, khususnya kapital dari luar negeri, berpengaruh besar bagi perekonomian Indonesia. Andil investasi asing yang sulit dihindarkan memaksa Indonesia masuk dalam kompetisi ketat sistem ekonomi kapitalisme global.

Hampir sebagian besar negara-negara di dunia mengadopsi sistem ekonomi kapitalisme tersebut. Negara berpenghasilan rendah atau berpenghasilan tinggi memiliki kecenderungan orientasi searah untuk mengembangkan ekonomi mereka melalui akumulasi kapital.

Merunut ke belakang, sistem perekonomian kapitalis ini telah dijelaskan oleh sejumlah pemikir dunia.Karl Marx menyebut kapitalisme sebagai suatu sistem di mana harga barang dan kebijakan pasar ditentukan oleh pemilik modal supaya mencapai keuntungan yang maksimal.Pendapat lainnya dikemukakan Adam Smith. Kapitalisme dijabarkan sebagai sebuah sistem yang bisa menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat. Hal ini akan terjadi apabila pemerintah tidak mengintervensi kebijakan dan mekanisme pasar. Ada pula pandangan dari tokoh lainnya, yaitu Max Weber. Weber mengatakan bahwa kapitalisme adalah sistem sosial dalam masyarakat yang muncul karena cara produksi yang memisahkan kaum buruh dari alat-alat produksi.

Oleh sebab itu, agar investor memperoleh keuntungan berlipat, mereka harus mengupayakan untuk menciptakan sebuah bisnis menjadi skala multinasional. Investasi pada bisnis yang dijalankan tersebut perlu terus meluas hingga ke luar negeri. Proses produksi kemudian merambah ke negara-negara lain menurut perhitungan keunggulan komparatif atau keunggulan kompetitif.Negara dengan biaya tenaga kerja relatif rendah, atau efisien dalam biaya infrastruktur dan teknologi atau sumber daya lainnya, akan menjadi magnet bagi investasi.

Meningkat pesat

Berdasarkan data World Bank, aliran dana investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) yang masuk ke seluruh negara di dunia meningkat dengan pesat dalam tiga dekade terakhir. Pada tahun 1990,FDI di seluruh dunia masih sekitar 239 miliar dollar AS, tetapi selang 10 tahun kemudian pada tahun 2000 sudah meningkat lebih dari enamkalinya menjadi sekitar 1,56 triliun dollar AS.Pada rentang 20 tahun kemudian,FDI berfluktuatif dan pada tahun2019 FDI inflow mencapai 1,62 triliun dollar AS. Capaian FDI tertinggi terjadi pada tahun 2015-2016 yang mencapai kisaran 2,68 triliun dollar AS.

Sementara itu, negara-negara yang masuk dalam kelompok lower middle income hanya bisa menarik investasi asing rata-rata 104 miliar dollar AS per tahun. Bahkan,kelompok negara-negara ekonomi terendah, yakni low income, hanya mampu menarik investasi asing rata-rata sekitar 15 miliar dollar AS setiap tahun.Kondisi tersebut mengindikasikan tidak banyak negara di dunia yang berpeluang besar mengembangkan usaha multinasional dari investasi asing. Tentu saja ada sejumlah faktor yang bisa membuat para investor cenderung menanamkan modal di negara-negara berpendapatan tinggi.

(Oleh - HR1)

Download Aplikasi Labirin :