Harga Kedelai Impor Naik, Kemendag Atur Harga Jual
Kementerian Perdagangan (Kemdag) berencana mengatur besaran harga jual kedelai nasional kepada pengrajin tahu dan tempe serta importir kedelai. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga tahu dan tempe di tengah naiknya harga kedelai di pasar dunia. Kedelai sebagai bahan baku tahu dan tempe tersebut mengalami kenaikan harga sebesar 3,69% sejak bulan Maret 2021 lalu.
Berdasarkan hal ini, Kemdag menetapkan harga acuan kedelai di tingkat pengrajin sebesar Rp 9.750-Rp 9.900 per kilogram (kg). Sementara untuk harga di tingkat gudang importir sebesar Rp 9.200 per kg hingga Rp 9.300 per kg.
Sementara itu harga tahu dan tempe dipastikan akan tetap stabil meski harga kedelai naik. Harga tahu berada di kisaran Rp 650 per potong sementara harga tempe di kisaran Rp 16.000 per kg.
Ketua Umum Gabungan Koperasi Tahu dan Tempe Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin menilai, ketergantungan impor menjadi faktor pemerintah tak mampu mengendalikan harga kedelai. Saat ini harga kedelai di tingkat pengrajin tahu dan tempe telah mengalami kenaikan Rp 200 per kg-Rp 300 per kg melebihi Rp 10.000 per kg.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023