Berlomba Raup Transaksi Lebaran
Platform dompet digital dan uang elektronik beradu fitur serta layanan untuk menangkap potensi transaksi Ramadan-Idul fitri 2021. Platform GoPay menjagokan fitur transfer ke rekening bank untuk memfasilitasi tradisi bagi-bagi amplop Lebaran yang kini terhambat pembatasan mobilitas masyarakat.
Head of Corporate Affairs GoPay, Winny Triswandhani, menuturkan penggunaan fitur transfer terbukti signifikan pada Lebaran 2020. Tahun lalu, jumlah pengguna yang memanfaatkan fitur ini meningkat empat kali lipat. Khusus di hari pertama Idul Fitri, kenaikan transaksi transfer antar-pengguna naik dua kali lipat. Pada tahun ini juga diperkirakan fitur transfer masih akan menjadi andalan pengguna untuk berbagi rezeki dan membayar berbagai kebutuhan. Tak hanya transfer dana, GoPay juga mengoptimalkan layanan pembayaran digital untuk donasi, infak, sedekah, dan zakat.
Sementara itu, platform dompet digital pelat merah, LinkAja, menyiapkan kapasitas infrastruktur digital untuk mengantisipasi peningkatan transaksi dan jumlah pengguna pada masa libur Lebaran. Transaksi yang diproyeksikan meningkat adalah pembelian produk digital, seperti voucer permainan.Di tahun sebelumnya biasanya ada peningkatan angka pembelian produk digital, terutama voucer games. Tahun ini kemungkinan akan terjadi hal yang sama.
Platform DANA juga terus memperkuat fitur-fitur yang dimilikinya, baik dari aspek produk maupun teknologi, guna mengantisipasi lonjakan transaksi. Tahun ini, DANA secara khusus melakukan kampanye program bertajuk "Ramadan Praktis DANA" yang berfokus pada fitur donasi dan zakat, belanja, pembelian game, dan pengiriman uang.
Sedangkan Head of Corporate Communications OVO, Harumi Supit, menuturkan naiknya konsumsi masyarakat membuka peluang bagi optimalisasi berbagai fitur pembayaran. Pada tahun ini OVO meluncurkan program #RaihIkhlas yang menawarkan diskon untuk pembelian barang dan produk investasi atau asuransi, serta penyaluran sedekah.
Telkomsel Tambah Investasi di Gojek US$ 300 Juta
JAKARTA – Anak usaha PT
Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT
Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) kembali menyuntikkan investasi ke Gojek senilai US$ 300 juta
atau sekitar Rp 4,2 triliun. Dengan
pendanaan ini, Telkomsel sudah
menyuntikkan dana sebesar US$
450 juta atau sekitar Rp 6,3 triliun
ke Gojek.
Sebelumnya, pada November
2020, Telkomsel menginvestasikan
dananya di Gojek US$ 150 juta,
atau sekitar Rp 2,1 triliun ke Gojek.
Dua perusahaan dengan sumber
daya teknologi besar di Indonesia
ini terus memperkuat kolaborasi
untuk kemajuan ekosistem digital
yang inklusif dan berkelanjutan di
Tanah Air.
Direktur Utama Telkomsel
Setyanto Hantoro mengatakan,
investasi lanjutan dari Telkomsel
menjadi penegas akan kesamaan visi
dari kedua perusahaan yang samasama lahir dan berkembang untuk
menjawab masalah nyata di tengah
masyarakat melalui inovasi digital
dan teknologi, dengan semangat
untuk melayani dan memajukan
negeri.
Co-CEO Gojek Group Andre
Soelistyo mengatakan, Gojek
bangga berkesempatan untuk
dapat memperkuat momentum
kemitraan strategis bersama
Telkomsel sebagai pemimpin
pasar telekomunikasi di Indonesia.
Pendanaan lanjutan Telkomsel
itu jelas akan mengoptimalkan
sumber daya dan keahlian teknologi dari masing-masing perusahaan untuk berinovasi dan
memperluas manfaat ekonomi
digital bagi lebih banyak konsumen, mitra driver, dan pelaku
UMKM di selur uh wilayah
Indonesia
IPO Gojek
Sementara itu, Gojek juga
mengaku tengah fokus pada pertumbuhan bisnisnya untuk mendukung rencana IPO dan listing
di bursa saham. “Fokus Gojek
saat ini adalah memastikan
pertumbuhan dan keberlanjutan
bisnis secara jangka panjang,
dan kami selalu terbuka dengan
berbagai opsi untuk mendukung
hal tersebut,” ujar Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita
kepada Investor Daily
Berpengaruh Positif
Analis PT Binaartha Sekuritas
M Nafan Aji menjelaskan, investasi Telkom di beberapa startup
dan unicorn bisa berpengaruh
positif terhadap kinerja Telkom
secara keseluruhan.
Sementara itu, mantan dirut
BEI yang juga pengamat pasar
modal Hasan Zein Mahmud berpendapat, ada tiga beban yang
dipikul oleh TLKM dan harus
disiasati bila ingin tetap berada
di depan. Pertama, kewajiban
community development sebagai
BUMN. “Saya tak punya data,
tapi menurut perkiraan saya,
tugas melebarkan jaringan ke
desa-desa, penyediaan internet
untuk pendidikan, dan semacam
itu, merupakan pos rugi,” ujar
dia.
Kedua, pacuan teknologi.
Perusahaan pertama yang mampu meluncurkan teknologi 5G
punya peluang besar untuk
berada di depan, sebagai market
leader. “Teknologi 3G, apalagi
2G, adalah teknologi ketinggalan dengan konsekuensi biaya
tinggi. Harus segera migrasi.
Harus segera migrasi,” sarannya.
Ketiga, struktur organisasi
TLKM Group yang sangat gemuk, lebar dan panjang. Karena
itu, dibutuhkan restrukturisasi
yang mendasar agar organisasi
lebih lincah, lebih efisien, lebih
fokus pada bisnis inti dan penunjangnya
(Oleh - HR1)
Harga Ether Tembus US$ 4.000
LONDON – Harga mata uang
kripto (cryptocurrency) ethereum
atau ether menembus rekor tertinggi baru US$ 4.000 pada Senin
(10/5). Sekaligus memperpanjang
relinya sebagai mata uang digital
terbesar kedua di dunia.
Menurut Coin Metrics, harga
ether naik hampir 7% dalam 24
jam terakhir menjadi US$ 4.141,99
pada pukul 03.40 waktu setempat.
Sehingga kini memiliki total kapitalisasi pasar US$ 476,3 miliar atau
kurang dari setengah harga bitcoin yang mencapai US$ 1,1 triliun.
Menurut CoinMarketCap, seluruh pasar kripto saat ini bernilai
lebih dari US$ 2,5 triliun dan menjadi latar belakang meningkatnya
minat atas mata uang digital ini.
Di awal tahun ini, para investor
arus utama dan beberapa pembeli
korporat seperti Tesla berbondong-bondong membeli bitcoin
dan melihat koin digital tersebut sebagai lindung nilai inflasi
potensial. Pada saat bank-bank
sentral di seluruh dunia mencetak
uang untuk meringankan kondisi
perekonomian yang dilanda virus
corona Covid-19.
Namun, beberapa investor masih belum terpengaruh dengan kehebohan kripto. Michael Hartnett,
kepala strategi investasi di Bank of
America Securities, mengatakan
reli bitcoin terlihat seperti induk
dari semua gelembung. Sedangkan, Stephen Isaacs dari Alvine
Capital menambahkan tidak ada
fundamental untuk produk ini.
(Oleh - HR1)
Marwah Gojek dan Tokopedia Jangan Hilang Gara-gara Merger
JAKARTA – Langkah merger raksasa unicorn Tokopedia
dan decacorn Gojek (PT Aplikasi Karya Anak Bangsa)
diharapkan jangan sampai membuat kedua entitas
tersebut kehilangan marwah, atau kehormatan diri.
Merger itu diharapkan tidak sekadar memenuhi target
para investor penyandang dana, tapi harus mampu
memberikan dampak lebih besar ke ekonomi dan sosial.
Founder & CEO Digital Enterprise Indonesia Bari Arijono menyatakan bahwa
mega-merger Gojek dan Tokopedia dan
langkah IPO dapat dipandang dari tiga sisi,
atau aspek. Pertama, merger dan IPO ini
akan sangat menguntungkan investor penyandang dana. IPO yang akan melibatkan
special purpose acquisition company (SPAC)
asing untuk bisa menembus bursa Wall
Street ini merupakan kepentingan investor.
“Hal itu dikhawatirkan kurang memberikan manfaat bagi ekonomi digital di Indonesia dan kurang memberikan dampaknya
ke masyarakat. Strategi meraih dana global
dengan menggandeng SPAC ini biasanya
sukses dijalankan di Amerika Serikat,
Hong Kong, Jepang, dan Tiongkok,” kata
Bari kepada Investor Daily, Minggu (9/5).
Aspek kedua, merger bukan dalam
rangka meningkatkan skala ekonomi
perusahaan. Ketiga, merger cenderung
menghilangkan kesempatan bagi milenial untuk berinovasi. Visi-misi awal yang
diusung Gojek dan Tokopedia bisa jadi
kehilangan arah dan marwahnya, karena
disetir oleh investor.
Dukungan Pemerintah
Sementara itu, Bari Arijono juga mempersoalkan sejumlah target pemerintah,
misalnya munculnya 150 start-up baru yang
berkualitas dan berdaya saing hingga 2024.
Menurut dia, diperlukan setidaknya tidak
syarat untuk mewujudkan target tersebut.
Pertama, pemerintah harus mendukung
dari sisi regulasi dan aspek finansial. Ini
yang banyak dilakukan oleh negara lain.
Kedua, tercipta perusahaan digital sebanyak mingkin. Ketiga, tercipta inovasi baru
yang mengubah cara hidup masyarakat.
“Kalau tiga syarat itu tidak terpenuhi,
akan sulit menciptakan lebih banyak
anak muda yang memiliki inovasi. Gojek
yang merupakan kreasi dan brand anak
bangsa mestinya diberikan support finansial oleh pemerintah,” kata Bari.
(Oleh - HR1)
Menghindari Risiko Cryptocurrency bagi Ekonomi Indonesia
This is your money and your own risk as well. Mengingat Anda yang akan menerima dan menikmati keuntungan, Anda pun harus siap untuk menanggung risiko itu sendiri. Tidak ada lembaga penjamin simpanan, seperti ketika Anda menempatkan dana dalam bentuk deposito atau tabungan di bank. Ini harus terus diingatkan kepada investor cryptocurrency.
Jika dilihat dari potensi return yang diberikan, investasi cryptocurrency memang menggiurkan. Tidak heran jumlah investor dan volume tran saksi aset kripto terus meningkat di dunia, termasuk di Indonesia. Data Indodax menunjukkan selama tiga bulan pertama tahun 2021, nilai bitcoin yang menjadi pionir cryptocurrency naik masing-masing 14,54%, 36,69%, dan 29,79%. Jenis mata uang kripto dogecoin naik lebih tinggi lagi, yaitu 687,68%, 30,83%, dan 11,71%. Angka ini melebihi kenaikan harga saham yang cenderung terbatas dalam satu tahun terakhir. Namun, bagai dua sisi mata uang logam, masyarakat juga perlu tahu risikonya dan mengenal lebih dalam apa itu mata uang kripto.
Seperti diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satgas Waspada Investasi (SWI) terlihat sangat aktif melakukan edukasi dan merespons pertanyaan masyarakat tentang cryptocurrency.
Ada dua sisi risiko yang perlu diingatkan. Pertama, dari apakah transaksi dilakukan di lembaga resmi dan terdaftar? Kedua, apakah sudah siap menghadapi kerugian akibat tingginya volatilitas harga dan tidak adanya jaminan aset? Dari sisi legalitas lembaganya, hingga April 2021, OJK telah menemukan 86 platform fintech peer to peer lending ilegal dan 26 kegiatan usaha tanpa izin yang berpotensi merugikan masyarakat. Dari jumlah itu, sebanyak tiga perusahaan berkegiatan di bidang investasi cryptocurrency tanpa izin. Selain menertibkan lembaga yang diketahui beroperasi ilegal, OJK dengan tegas juga melarang lembaga jasa keuangan menggunakan dan memasarkan produk yang tidak memiliki legalitas izin dari otoritas terkait, termasuk produk berupa cryptocurrency.
(Oleh - HR1)
Polemik Tarif PPN
Di tengah kondisi daya beli masyarakat yang masih tertekan dan produk domestik bruto (PDB) kuartal I-2021 masih kontraksi 0,74%, tiba-tiba pemerintah berwacana menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Gagasan itu diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional 4 Mei lalu, yang dipertegas ulang oleh Menko Perekonomian Hartarto. Usulan kenaikan tarif PPN, dari posisi saat ini sebesar 10%, kemungkinan akandieksekusi tahun depan. Hal ini sejalan dengan target PPN dalam outlook penerimaan perpajakan tahun 2022 sebesar Rp 1.499,3 triliun hingga Rp 1.528,7 triliun. Angka tersebut meningkat 8,37-8,42% dibanding proyeksi penerimaan perpajakan tahun ini senilai Rp 1.444,5 triliun. Ada sejumlah alasan yang melatari ide kenaikan tarif PPN.
Pertama, tarif PPN Indonesia terbilang rendah. Saat ini, ratarata tarif PPN global berkisar 11-30%. Tercatat, sebanyak 104 negara menerap kan tarif PPN di atas 11%, seperti Brasil 17% persen, Argentina 21%, dan Hungaria 27%. Kemudian ada delapan negara yang memberlakukan tarif PPN 10%, antara lain Indonesia, Afganistan, Australia, dan Vietnam. Argumen kedua, efektivitas pemungutan PPN di Indonesia tergolong rendah. Indonesia baru mampu mengumpulkan 63,58% dari potensi PPN. Level itu masih kalah dibanding Singapura sebesar 92,69% dan Thailand 113,83%. Rasio PPN kita terhadap PDB kita pun tergolong rendah. Alasan ketiga adalah untuk mendukung sustainabilitas dan konsolidasi fiskal. Seperti kita tahu, defisit anggaran terhadap PDB harus kembali ke posisi normal di bawah 3% pada 2023, dari rasio tahun ini 5,7% PDB. Mau tidak mau, penerimaan pajak harus digenjot.
Direktorat Jenderal Pajak menyodorkan dua skenario perubahan tariff PPN. Per tama, kenaikan dengan tarif tunggal. Skema ini harus dibarengi dengan menerbitkan peraturan pemerintah sebagai aturan pelaksana UU 46/2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Karena dalam UU itu, tarif PPN berada dalam rentang 5-15%, sementara pemerintah saat ini hanya mematok 10%. Skenario kedua, pemerintah menerapkan multitarif PPN yang sudah dianut banyak negara, antara lain Turki, Spanyol, dan Italia. Model ini lebih adil karena menerapkan tarif PPN rendah untuk barang-barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat berpenghasilan rendah dan tarif tinggi untuk barang mewah atau sangat mewah.
(Oleh - HR1)
DJP Kaji Dua Opsi Skema PPN
JAKARTA – Kementerian Keuangan
(Kemenkeu) berencana untuk menaikkan tarif
pajak pertambahan nilai (PPN) mulai tahun
depan. Terkait ini, Direktorat Jenderal Pajak
(DJP) Kemenkeu tengah mengkaji dua opsi
skema tarif pungutan PPN untuk menentukan
opsi yang paling efektif membantu pemerintah
mengembalikan disiplin fiskal yaitu defisit
APBN tidak lebih dari 3% dari produk
domestik bruto (PDB) pada 2023.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kemenkeu Suryo Utomo
menyampaikan, opsi pertama yang
tengah dikaji adalah tarif tunggal. “Dengan skema single tarif,
pemerintah bisa (menaikkan tarif
PPN) hanya dengan menerbitkan
peraturan pemerintah (PP) yang
merupakan aturan pelaksana atas
UU 42/2009,” ujar dia dalam acara
media briefing di Kantor Pusat DJP
Jakarta, Senin (10/5).
Opsi kedua dalam skema
PPN multi-tarif. Skema ini telah
dianut oleh beberapa negara
misalnya Turki, Spanyol, dan
Italia. Pengenaan pungutan PPN
multi-tarif artinya tarif PPN lebih
rendah untuk barang-barang dan
jasa tertentu yang dibutuhkan
masyarakat berpenghasilan rendah. "Untuk memberikan rasa
keadilan, pengenaan tarif yang
lebih tinggi untuk barang mewah
atau sangat mewah," jelas Suryo.
Untuk menerapkan mekanisme pungutan PPN multi-tarif
ini, kata dia, maka pemerintah
perlu melakukan revisi terhadap
UU 42/2009.
Selain itu, kinerja PPN Indonesia (C-efficiency) hanya
63,58%, sedangkan Singapura
92,69% dan Thailand 113,83%.
"Sehingga, ruang fiskal yang semakin sempit ini membutuhkan
alternatif lain," jelas dia.
Pemerintah berencana akan
menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tahun
depan. Kenaikan tarif PPN untuk
mengejar target pajak 2022. Namun kenaikan itu akan kembali
memukul daya beli masyarakat
yang belum pulih akibat covid.
Daripada menaikkan, lebih
baik pemerintah meningkatkan
jumlah pembayar pajak.
(Oleh - HR1)
DJP Beri Sinyal akan Pajaki Mata Uang Kripto
JAKARTA – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) tengah
me lakukan kajian dan pendalaman asesmen untuk mengenakan pajak pada mata uang kripto (cryptocurrency). Pasalnya,
saat ini minat masyarakat
ter hadap mata uang kripto,
di antaranya Bitcoin, sangat
me ningkat.
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suryo Utomo mengatakan,
mata uang kripto merupakan hal
baru, sehingga perlu pendalaman terhadap model bisnis aset
tersebut.
Menurut dia, saat ini DJP
juga masih mendefinisikan
soal mata uang kripto, apakah
masuk dalam pengganti uang
atau produk barang kena pajak.
"Kita masih asesmen, dan sisi
pajak penghasilan (PPh) menarik dan saya bicara mengenai
kripto lakukan investasi ada
titik masuk dan titik keluar, dan
nanti kita beli barang Rp 1 juta,
pertanyaannya apakah nanti ini
betul-betul sesuatu yang bisa
dibelikan uang," kata dia.
Ia menegaskan, masih melakukan kajian dan melakukan
diskusi lebih lanjut dengan
sejumlah pihak terkait pemajakan uang kripto dan skemanya.
"Kami sedang, betul-betul baru
sepotong model yang kami diskusikan dan bagian pemajakan
sama dengan penerimaan penghasilan yang bersangkutan," ujar
dia.
(Oleh - HR1)
Suntikan Telkomsel Sebelum Gojek Go Public
Suntikan dana segar kembali mengalir ke perusahaan teknologi. Kali ini, PT Telkomsel, anak usaha Grup Telkom, kembali mengucurkan dana senilai USS 300 juta ke Gojek, perusahaan aplikasi super (super app). Telkomsel menyuntik Gojek di tengah kabar sang decacorn menyiapkan agenda besar IPO sekaligus konsolidasi dengan Tokopedia di pasar modal Indonesia.
Kabar konsolidasi Gojek dan Tokopedia juga pernah dilontarkan Pandu Sjahrir, Presiden Komisaris SEA Group Indonesia yang menaungi Shopee, akhir April lalu. Pria yang menjabat Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) ini juga menyebut, kemungkinan konsolidasi ini akan terjadi dalam waktu dekat. "Mereka akan listing dulu di Indonesia, Insya Allah semester kedua tahun ini, " ungkap Pandu ke KONTAN, (23/4).
Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro mengatakan, investasi lanjutan ini adalah jawaban untuk bersama mengatasi masalah dengan inovasi digital dan teknologi. "Telkomsel optimistis, penanaman modal ini membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk menikmati lebih banyak inovasi berbasis teknologi," ujar dia, (10/5).
Peneliti Center of Innovation and Digital Economy Indef, Nailul Huda menilai, kucuran dana Telkomsel dan rencana merger Gojek - Tokopedia bisa memperkuat ekosistem ekonomi digital. Gojek kuat dari sisi transportasi, Tokopedia di e-commerce. "Dari sisi, Telkomsel ingin masuk ke ekosistem yang telah dibangun Gojek dan Tokopedia, " tutur Huda, kemarin. Masuknya Telkomsel menjadi simbiosis mutualisme. Grup Telkom dan Gojek menjalin beberapa kerja sama, seperti driver Gojek dapat akses data murah ke Telkomsel. Telkomsel pun dapat memperluas pangsa pasar.Ditjen Pajak Mengincar Pajak Transaksi Kripto
Siap-siap, semarak transaksi uang kripto (cryptocurrency) mulai masuk radar aparat pajak. Kini, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak tengah mengkaji penerapan pajak transaksi kripto.
Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo mengungkapkan, Ditjen Pajak membahas model bisnis kripto, sebelum menetapkan jenis pajak yang dikenakan atas transaksi mata uang kripto. Dia menyatakan, kripto bisa dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) jika masuk kategori barang atau jasa. "Pertanyaannya, apakah kripto sama seperti itu?" kata Suryo, Senin (10/5). Kripto juga bisa dikenakan pajak penghasilan (PPh) bila dilihat dari sudut pandang investasi. Sebab, kini aset kripto diperdagangkan seperti pasar saham. Mengacu pada hal tersebut, pemerintah bisa memungut PPh atas capital gain. "Misal pemain kripto investasi Rp 1 juta, lalu duitnya bertambah jadi Rp 3 juta, ada keuntungan sebesar Rp 2 juta, bisa dipotong di sana, " ujar Suryo. Suryo belum memastikan jenis pajak pada kripto maupun waktu penerapannya. "Kami baru mendiskusikan sepotong model, " kata dia.
Pelaku pasar cryptocurrency menyatakan siap mengikuti aturan pajak dari pemerintah. Menurut Duwi Sudarto Putra, CEO Digital Exchange Indonesia, pajak kripto akan berdampak positif bagi ekosistem. "Artinya ekosistem kripto berkontribusi terhadap negara dan mengisyaratkan aset kripto sudah diakui pemerintah, " kata dia. Tapi Duwi berharap, penerapan pajak kripto perlu hati-hati agar tidak menghambat perkembangan industri. Saran dia, pengenaan pajak kripto ini dapat dibagi dua bagian.
Pertama, jika transaksi kripto terjadi di Indonesia dikenakan pajak final seperti transaksi saham ataupun reksadana sebesar 0,1% atau lebih rendah. Alasannya, aset kripto adalah instrumen investasi baru dan butuh relaksasi pajak. "Tujuannya agar menarik minat investor, " kata Duwi. Kedua, bila transaksi kripto terjadi di luar Indonesia, bisa dikenai pajak capital gain. Perbedaan metode tersebut membuat ekosistem aset di Indonesia lebih matang. Harapannya cara ini juga menarik investor luar negeri.









