;

Berlomba Raup Transaksi Lebaran

Mohamad Sajili 12 May 2021 Koran Tempo

Platform dompet digital dan uang elektronik beradu fitur serta layanan untuk menangkap potensi transaksi Ramadan-Idul fitri 2021. Platform GoPay menjagokan fitur transfer ke rekening bank untuk memfasilitasi tradisi bagi-bagi amplop Lebaran yang kini terhambat pembatasan mobilitas masyarakat.

Head of Corporate Affairs GoPay, Winny Triswandhani, menuturkan penggunaan fitur transfer terbukti signifikan pada Lebaran 2020. Tahun lalu, jumlah pengguna yang memanfaatkan fitur ini meningkat empat kali lipat. Khusus di hari pertama Idul Fitri, kenaikan transaksi transfer antar-pengguna naik dua kali lipat. Pada tahun ini juga diperkirakan fitur transfer masih akan menjadi andalan pengguna untuk berbagi rezeki dan membayar berbagai kebutuhan. Tak hanya transfer dana, GoPay juga mengoptimalkan layanan pembayaran digital untuk donasi, infak, sedekah, dan zakat.

Sementara itu, platform dompet digital pelat merah, LinkAja, menyiapkan kapasitas infrastruktur digital untuk mengantisipasi peningkatan transaksi dan jumlah pengguna pada masa libur Lebaran. Transaksi yang diproyeksikan meningkat adalah pembelian produk digital, seperti voucer permainan.Di tahun sebelumnya biasanya ada peningkatan angka pembelian produk digital, terutama voucer games. Tahun ini kemungkinan akan terjadi hal yang sama.

Platform DANA juga terus memperkuat fitur-fitur yang dimilikinya, baik dari aspek produk maupun teknologi, guna mengantisipasi lonjakan transaksi. Tahun ini, DANA secara khusus melakukan kampanye program bertajuk "Ramadan Praktis DANA" yang berfokus pada fitur donasi dan zakat, belanja, pembelian game, dan pengiriman uang.

Sedangkan Head of Corporate Communications OVO, Harumi Supit, menuturkan naiknya konsumsi masyarakat membuka peluang bagi optimalisasi berbagai fitur pembayaran. Pada tahun ini OVO meluncurkan program #RaihIkhlas yang menawarkan diskon untuk pembelian barang dan produk investasi atau asuransi, serta penyaluran sedekah.


Telkomsel Tambah Investasi di Gojek US$ 300 Juta

R Hayuningtyas Putinda 11 May 2021 Investor Daily, 11 Mei 2021

JAKARTA – Anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) kembali menyuntikkan investasi ke Gojek senilai US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,2 triliun. Dengan pendanaan ini, Telkomsel sudah menyuntikkan dana sebesar US$ 450 juta atau sekitar Rp 6,3 triliun ke Gojek. Sebelumnya, pada November 2020, Telkomsel menginvestasikan dananya di Gojek US$ 150 juta, atau sekitar Rp 2,1 triliun ke Gojek. Dua perusahaan dengan sumber daya teknologi besar di Indonesia ini terus memperkuat kolaborasi untuk kemajuan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan di Tanah Air.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, investasi lanjutan dari Telkomsel menjadi penegas akan kesamaan visi dari kedua perusahaan yang samasama lahir dan berkembang untuk menjawab masalah nyata di tengah masyarakat melalui inovasi digital dan teknologi, dengan semangat untuk melayani dan memajukan negeri.

Co-CEO Gojek Group Andre Soelistyo mengatakan, Gojek bangga berkesempatan untuk dapat memperkuat momentum kemitraan strategis bersama Telkomsel sebagai pemimpin pasar telekomunikasi di Indonesia. Pendanaan lanjutan Telkomsel itu jelas akan mengoptimalkan sumber daya dan keahlian teknologi dari masing-masing perusahaan untuk berinovasi dan memperluas manfaat ekonomi digital bagi lebih banyak konsumen, mitra driver, dan pelaku UMKM di selur uh wilayah Indonesia

IPO Gojek 

Sementara itu, Gojek juga mengaku tengah fokus pada pertumbuhan bisnisnya untuk mendukung rencana IPO dan listing di bursa saham. “Fokus Gojek saat ini adalah memastikan pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis secara jangka panjang, dan kami selalu terbuka dengan berbagai opsi untuk mendukung hal tersebut,” ujar Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita kepada Investor Daily

Berpengaruh Positif 

Analis PT Binaartha Sekuritas M Nafan Aji menjelaskan, investasi Telkom di beberapa startup dan unicorn bisa berpengaruh positif terhadap kinerja Telkom secara keseluruhan.

Sementara itu, mantan dirut BEI yang juga pengamat pasar modal Hasan Zein Mahmud berpendapat, ada tiga beban yang dipikul oleh TLKM dan harus disiasati bila ingin tetap berada di depan. Pertama, kewajiban community development sebagai BUMN. “Saya tak punya data, tapi menurut perkiraan saya, tugas melebarkan jaringan ke desa-desa, penyediaan internet untuk pendidikan, dan semacam itu, merupakan pos rugi,” ujar dia. Kedua, pacuan teknologi. Perusahaan pertama yang mampu meluncurkan teknologi 5G punya peluang besar untuk berada di depan, sebagai market leader. “Teknologi 3G, apalagi 2G, adalah teknologi ketinggalan dengan konsekuensi biaya tinggi. Harus segera migrasi. Harus segera migrasi,” sarannya. Ketiga, struktur organisasi TLKM Group yang sangat gemuk, lebar dan panjang. Karena itu, dibutuhkan restrukturisasi yang mendasar agar organisasi lebih lincah, lebih efisien, lebih fokus pada bisnis inti dan penunjangnya

(Oleh - HR1)

Harga Ether Tembus US$ 4.000

R Hayuningtyas Putinda 11 May 2021 Investor Daily, 11 Mei 2021

LONDON – Harga mata uang kripto (cryptocurrency) ethereum atau ether menembus rekor tertinggi baru US$ 4.000 pada Senin (10/5). Sekaligus memperpanjang relinya sebagai mata uang digital terbesar kedua di dunia. Menurut Coin Metrics, harga ether naik hampir 7% dalam 24 jam terakhir menjadi US$ 4.141,99 pada pukul 03.40 waktu setempat. Sehingga kini memiliki total kapitalisasi pasar US$ 476,3 miliar atau kurang dari setengah harga bitcoin yang mencapai US$ 1,1 triliun.

Menurut CoinMarketCap, seluruh pasar kripto saat ini bernilai lebih dari US$ 2,5 triliun dan menjadi latar belakang meningkatnya minat atas mata uang digital ini. Di awal tahun ini, para investor arus utama dan beberapa pembeli korporat seperti Tesla berbondong-bondong membeli bitcoin dan melihat koin digital tersebut sebagai lindung nilai inflasi potensial. Pada saat bank-bank sentral di seluruh dunia mencetak uang untuk meringankan kondisi perekonomian yang dilanda virus corona Covid-19.

Namun, beberapa investor masih belum terpengaruh dengan kehebohan kripto. Michael Hartnett, kepala strategi investasi di Bank of America Securities, mengatakan reli bitcoin terlihat seperti induk dari semua gelembung. Sedangkan, Stephen Isaacs dari Alvine Capital menambahkan tidak ada fundamental untuk produk ini.

(Oleh - HR1)

Marwah Gojek dan Tokopedia Jangan Hilang Gara-gara Merger

R Hayuningtyas Putinda 11 May 2021 Investor Daily, 11 Mei 2021

JAKARTA – Langkah merger raksasa unicorn Tokopedia dan decacorn Gojek (PT Aplikasi Karya Anak Bangsa) diharapkan jangan sampai membuat kedua entitas tersebut kehilangan marwah, atau kehormatan diri. Merger itu diharapkan tidak sekadar memenuhi target para investor penyandang dana, tapi harus mampu memberikan dampak lebih besar ke ekonomi dan sosial.

Founder & CEO Digital Enterprise Indonesia Bari Arijono menyatakan bahwa mega-merger Gojek dan Tokopedia dan langkah IPO dapat dipandang dari tiga sisi, atau aspek. Pertama, merger dan IPO ini akan sangat menguntungkan investor penyandang dana. IPO yang akan melibatkan special purpose acquisition company (SPAC) asing untuk bisa menembus bursa Wall Street ini merupakan kepentingan investor. “Hal itu dikhawatirkan kurang memberikan manfaat bagi ekonomi digital di Indonesia dan kurang memberikan dampaknya ke masyarakat. Strategi meraih dana global dengan menggandeng SPAC ini biasanya sukses dijalankan di Amerika Serikat, Hong Kong, Jepang, dan Tiongkok,” kata Bari kepada Investor Daily, Minggu (9/5). Aspek kedua, merger bukan dalam rangka meningkatkan skala ekonomi perusahaan. Ketiga, merger cenderung menghilangkan kesempatan bagi milenial untuk berinovasi. Visi-misi awal yang diusung Gojek dan Tokopedia bisa jadi kehilangan arah dan marwahnya, karena disetir oleh investor.

Dukungan Pemerintah 

Sementara itu, Bari Arijono juga mempersoalkan sejumlah target pemerintah, misalnya munculnya 150 start-up baru yang berkualitas dan berdaya saing hingga 2024. Menurut dia, diperlukan setidaknya tidak syarat untuk mewujudkan target tersebut. Pertama, pemerintah harus mendukung dari sisi regulasi dan aspek finansial. Ini yang banyak dilakukan oleh negara lain. Kedua, tercipta perusahaan digital sebanyak mingkin. Ketiga, tercipta inovasi baru yang mengubah cara hidup masyarakat. “Kalau tiga syarat itu tidak terpenuhi, akan sulit menciptakan lebih banyak anak muda yang memiliki inovasi. Gojek yang merupakan kreasi dan brand anak bangsa mestinya diberikan support finansial oleh pemerintah,” kata Bari.

(Oleh - HR1)

Menghindari Risiko Cryptocurrency bagi Ekonomi Indonesia

R Hayuningtyas Putinda 11 May 2021 Investor Daily, 11 Mei 2021

This is your money and your own risk as well. Mengingat Anda yang akan menerima dan menikmati keuntungan, Anda pun harus siap untuk menanggung risiko itu sendiri. Tidak ada lembaga penjamin simpanan, seperti ketika Anda menempatkan dana dalam bentuk deposito atau tabungan di bank. Ini harus terus diingatkan kepada investor cryptocurrency.

Jika dilihat dari potensi return yang diberikan, investasi cryptocurrency memang menggiurkan. Tidak heran jumlah investor dan volume tran saksi aset kripto terus meningkat di dunia, termasuk di Indonesia. Data Indodax menunjukkan selama tiga bulan pertama tahun 2021, nilai bitcoin yang menjadi pionir cryptocurrency naik masing-masing 14,54%, 36,69%, dan 29,79%. Jenis mata uang kripto dogecoin naik lebih tinggi lagi, yaitu 687,68%, 30,83%, dan 11,71%. Angka ini melebihi kenaikan harga saham yang cenderung terbatas dalam satu tahun terakhir. Namun, bagai dua sisi mata uang logam, masyarakat juga perlu tahu risikonya dan mengenal lebih dalam apa itu mata uang kripto.

Seperti diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satgas Waspada Investasi (SWI) terlihat sangat aktif melakukan edukasi dan merespons pertanyaan masyarakat tentang cryptocurrency. Ada dua sisi risiko yang perlu diingatkan. Pertama, dari apakah transaksi dilakukan di lembaga resmi dan terdaftar? Kedua, apakah sudah siap menghadapi kerugian akibat tingginya volatilitas harga dan tidak adanya jaminan aset? Dari sisi legalitas lembaganya, hingga April 2021, OJK telah menemukan 86 platform fintech peer to peer lending ilegal dan 26 kegiatan usaha tanpa izin yang berpotensi merugikan masyarakat. Dari jumlah itu, sebanyak tiga perusahaan berkegiatan di bidang investasi cryptocurrency tanpa izin. Selain menertibkan lembaga yang diketahui beroperasi ilegal, OJK dengan tegas juga melarang lembaga jasa keuangan menggunakan dan memasarkan produk yang tidak memiliki legalitas izin dari otoritas terkait, termasuk produk berupa cryptocurrency.

(Oleh - HR1)

Polemik Tarif PPN

R Hayuningtyas Putinda 11 May 2021 Investor Daily, 11 Mei 2021

Di tengah kondisi daya beli masyarakat yang masih tertekan dan produk domestik bruto (PDB) kuartal I-2021 masih kontraksi 0,74%, tiba-tiba pemerintah berwacana menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Gagasan itu diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional 4 Mei lalu, yang dipertegas ulang oleh Menko Perekonomian Hartarto. Usulan kenaikan tarif PPN, dari posisi saat ini sebesar 10%, kemungkinan akandieksekusi tahun depan. Hal ini sejalan dengan target PPN dalam outlook penerimaan perpajakan tahun 2022 sebesar Rp 1.499,3 triliun hingga Rp 1.528,7 triliun. Angka tersebut meningkat 8,37-8,42% dibanding proyeksi penerimaan perpajakan tahun ini senilai Rp 1.444,5 triliun. Ada sejumlah alasan yang melatari ide kenaikan tarif PPN.

Pertama, tarif PPN Indonesia terbilang rendah. Saat ini, ratarata tarif PPN global berkisar 11-30%. Tercatat, sebanyak 104 negara menerap kan tarif PPN di atas 11%, seperti Brasil 17% persen, Argentina 21%, dan Hungaria 27%. Kemudian ada delapan negara yang memberlakukan tarif PPN 10%, antara lain Indonesia, Afganistan, Australia, dan Vietnam. Argumen kedua, efektivitas pemungutan PPN di Indonesia tergolong rendah. Indonesia baru mampu mengumpulkan 63,58% dari potensi PPN. Level itu masih kalah dibanding Singapura sebesar 92,69% dan Thailand 113,83%. Rasio PPN kita terhadap PDB kita pun tergolong rendah. Alasan ketiga adalah untuk mendukung sustainabilitas dan konsolidasi fiskal. Seperti kita tahu, defisit anggaran terhadap PDB harus kembali ke posisi normal di bawah 3% pada 2023, dari rasio tahun ini 5,7% PDB. Mau tidak mau, penerimaan pajak harus digenjot.

Direktorat Jenderal Pajak menyodorkan dua skenario perubahan tariff PPN. Per tama, kenaikan dengan tarif tunggal. Skema ini harus dibarengi dengan menerbitkan peraturan pemerintah sebagai aturan pelaksana UU 46/2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Karena dalam UU itu, tarif PPN berada dalam rentang 5-15%, sementara pemerintah saat ini hanya mematok 10%. Skenario kedua, pemerintah menerapkan multitarif PPN yang sudah dianut banyak negara, antara lain Turki, Spanyol, dan Italia. Model ini lebih adil karena menerapkan tarif PPN rendah untuk barang-barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat berpenghasilan rendah dan tarif tinggi untuk barang mewah atau sangat mewah.

(Oleh - HR1)

DJP Kaji Dua Opsi Skema PPN

R Hayuningtyas Putinda 11 May 2021 Investor Daily, 11 Mei 2021

JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana untuk menaikkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) mulai tahun depan. Terkait ini, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu tengah mengkaji dua opsi skema tarif pungutan PPN untuk menentukan opsi yang paling efektif membantu pemerintah mengembalikan disiplin fiskal yaitu defisit APBN tidak lebih dari 3% dari produk domestik bruto (PDB) pada 2023.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kemenkeu Suryo Utomo menyampaikan, opsi pertama yang tengah dikaji adalah tarif tunggal. “Dengan skema single tarif, pemerintah bisa (menaikkan tarif PPN) hanya dengan menerbitkan peraturan pemerintah (PP) yang merupakan aturan pelaksana atas UU 42/2009,” ujar dia dalam acara media briefing di Kantor Pusat DJP Jakarta, Senin (10/5).

Opsi kedua dalam skema PPN multi-tarif. Skema ini telah dianut oleh beberapa negara misalnya Turki, Spanyol, dan Italia. Pengenaan pungutan PPN multi-tarif artinya tarif PPN lebih rendah untuk barang-barang dan jasa tertentu yang dibutuhkan masyarakat berpenghasilan rendah. "Untuk memberikan rasa keadilan, pengenaan tarif yang lebih tinggi untuk barang mewah atau sangat mewah," jelas Suryo. Untuk menerapkan mekanisme pungutan PPN multi-tarif ini, kata dia, maka pemerintah perlu melakukan revisi terhadap UU 42/2009.

Selain itu, kinerja PPN Indonesia (C-efficiency) hanya 63,58%, sedangkan Singapura 92,69% dan Thailand 113,83%. "Sehingga, ruang fiskal yang semakin sempit ini membutuhkan alternatif lain," jelas dia.

Pemerintah berencana akan menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tahun depan. Kenaikan tarif PPN untuk mengejar target pajak 2022. Namun kenaikan itu akan kembali memukul daya beli masyarakat yang belum pulih akibat covid. Daripada menaikkan, lebih baik pemerintah meningkatkan jumlah pembayar pajak.

(Oleh - HR1)

DJP Beri Sinyal akan Pajaki Mata Uang Kripto

R Hayuningtyas Putinda 11 May 2021 Investor Daily, 11 Mei 2021

JAKARTA – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) tengah me lakukan kajian dan pendalaman asesmen untuk mengenakan pajak pada mata uang kripto (cryptocurrency). Pasalnya, saat ini minat masyarakat ter hadap mata uang kripto, di antaranya Bitcoin, sangat me ningkat. Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suryo Utomo mengatakan, mata uang kripto merupakan hal baru, sehingga perlu pendalaman terhadap model bisnis aset tersebut.

Menurut dia, saat ini DJP juga masih mendefinisikan soal mata uang kripto, apakah masuk dalam pengganti uang atau produk barang kena pajak. "Kita masih asesmen, dan sisi pajak penghasilan (PPh) menarik dan saya bicara mengenai kripto lakukan investasi ada titik masuk dan titik keluar, dan nanti kita beli barang Rp 1 juta, pertanyaannya apakah nanti ini betul-betul sesuatu yang bisa dibelikan uang," kata dia.

Ia menegaskan, masih melakukan kajian dan melakukan diskusi lebih lanjut dengan sejumlah pihak terkait pemajakan uang kripto dan skemanya. "Kami sedang, betul-betul baru sepotong model yang kami diskusikan dan bagian pemajakan sama dengan penerimaan penghasilan yang bersangkutan," ujar dia.

(Oleh - HR1)

Suntikan Telkomsel Sebelum Gojek Go Public

Mohamad Sajili 11 May 2021 Kontan

Suntikan dana segar kembali mengalir ke perusahaan teknologi. Kali ini, PT Telkomsel, anak usaha Grup Telkom, kembali mengucurkan dana senilai USS 300 juta ke Gojek, perusahaan aplikasi super (super app). Telkomsel menyuntik Gojek di tengah kabar sang decacorn menyiapkan agenda besar IPO sekaligus konsolidasi dengan Tokopedia di pasar modal Indonesia.

Kabar konsolidasi Gojek dan Tokopedia juga pernah dilontarkan Pandu Sjahrir, Presiden Komisaris SEA Group Indonesia yang menaungi Shopee, akhir April lalu. Pria yang menjabat Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) ini juga menyebut, kemungkinan konsolidasi ini akan terjadi dalam waktu dekat. "Mereka akan listing dulu di Indonesia, Insya Allah semester kedua tahun ini, " ungkap Pandu ke KONTAN, (23/4).

Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro mengatakan, investasi lanjutan ini adalah jawaban untuk bersama mengatasi masalah dengan inovasi digital dan teknologi. "Telkomsel optimistis, penanaman modal ini membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk menikmati lebih banyak inovasi berbasis teknologi," ujar dia, (10/5).

Peneliti Center of Innovation and Digital Economy Indef, Nailul Huda menilai, kucuran dana Telkomsel dan rencana merger Gojek - Tokopedia bisa memperkuat ekosistem ekonomi digital. Gojek kuat dari sisi transportasi, Tokopedia di e-commerce. "Dari sisi, Telkomsel ingin masuk ke ekosistem yang telah dibangun Gojek dan Tokopedia, " tutur Huda, kemarin. Masuknya Telkomsel menjadi simbiosis mutualisme. Grup Telkom dan Gojek menjalin beberapa kerja sama, seperti driver Gojek dapat akses data murah ke Telkomsel. Telkomsel pun dapat memperluas pangsa pasar.

Ditjen Pajak Mengincar Pajak Transaksi Kripto

Mohamad Sajili 11 May 2021 Kontan

Siap-siap, semarak transaksi uang kripto (cryptocurrency) mulai masuk radar aparat pajak. Kini, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak tengah mengkaji penerapan pajak transaksi kripto.

Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo mengungkapkan, Ditjen Pajak membahas model bisnis kripto, sebelum menetapkan jenis pajak yang dikenakan atas transaksi mata uang kripto. Dia menyatakan, kripto bisa dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) jika masuk kategori barang atau jasa. "Pertanyaannya, apakah kripto sama seperti itu?" kata Suryo, Senin (10/5). Kripto juga bisa dikenakan pajak penghasilan (PPh) bila dilihat dari sudut pandang investasi. Sebab, kini aset kripto diperdagangkan seperti pasar saham. Mengacu pada hal tersebut, pemerintah bisa memungut PPh atas capital gain. "Misal pemain kripto investasi Rp 1 juta, lalu duitnya bertambah jadi Rp 3 juta, ada keuntungan sebesar Rp 2 juta, bisa dipotong di sana, " ujar Suryo. Suryo belum memastikan jenis pajak pada kripto maupun waktu penerapannya. "Kami baru mendiskusikan sepotong model, " kata dia.

Pelaku pasar cryptocurrency menyatakan siap mengikuti aturan pajak dari pemerintah. Menurut Duwi Sudarto Putra, CEO Digital Exchange Indonesia, pajak kripto akan berdampak positif bagi ekosistem. "Artinya ekosistem kripto berkontribusi terhadap negara dan mengisyaratkan aset kripto sudah diakui pemerintah, " kata dia. Tapi Duwi berharap, penerapan pajak kripto perlu hati-hati agar tidak menghambat perkembangan industri. Saran dia, pengenaan pajak kripto ini dapat dibagi dua bagian.

Pertama, jika transaksi kripto terjadi di Indonesia dikenakan pajak final seperti transaksi saham ataupun reksadana sebesar 0,1% atau lebih rendah. Alasannya, aset kripto adalah instrumen investasi baru dan butuh relaksasi pajak. "Tujuannya agar menarik minat investor, " kata Duwi. Kedua, bila transaksi kripto terjadi di luar Indonesia, bisa dikenai pajak capital gain. Perbedaan metode tersebut membuat ekosistem aset di Indonesia lebih matang. Harapannya cara ini juga menarik investor luar negeri.

Pilihan Editor