;

Tunda Kenaikan PPN

R Hayuningtyas Putinda 17 May 2021 Investor Daily, 17 Mei 2021

Kalangan dunia usaha, ekonom, dan parlemen meminta pemerintah membatalkan rencana kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) tahun depan. Kenaikan PPN akan memukul daya beli masyarakat menengah ke bawah yang belum pulih dari pandemi. Jika tarif PPN tetap dipaksakan naik, pertumbuhan ekonomi bisa kembali terkontraksi.

Untuk meningkatkan penerimaan negara, pemerintah lebih baik menggunakan metode ekstensifikasi atau memperluas basis pembayar pajak. Sedangkan metode intensifikasi dengan menaikkan tarif PPN hanya tepat dilakukan ketika basis pajak sudah cukup besar dan kondisi ekonomi sedang bertumbuh cepat agar tidak mengalami panas berlebih (overheating). Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan Benny Soetrisno, Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Ajib Hamdani, dan Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar. Hal senada dikemukakan anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Mukhamad Misbakhun, peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad, serta Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro.

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto sebelumnya mengungkapkan, pemerintah segera mengajukan revisi aturan kenaikan tarif PPN kepada DPR. Jika disetujui, tarif PPN yang dibebankan kepada konsumen dapat lebih tinggi dari tarif biasanya, yakni 10%. Menur ut Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, terdapat empat strategi pemerintah untuk mengejar target penerimaan perpajakan 2022. Pertama, inovasi penggalian potensi dengan tetap menjaga iklim investasi dan keberlanjutan dunia usaha. Kedua, perluasan basis perpajakan melalui e-commerce, cukai plastik, dan menaikkan tarif PPN. Ketiga, penguatan sistem perpajakan. Keempat, pemberian insentif fiskal secara terukur.

(Oleh - HR1)

Mencermati Investasi di Aset Kripto

R Hayuningtyas Putinda 17 May 2021 Investor Daily, 17 Mei 2021

Salah satu aset cryptocurrency yang terkenal saat ini, yakni bitcoin, kerap dianggap sebagai sebuah instrumen investasi baru yang potensial dalam memaksimalkan keuntungan. Nama bitcoin sendiri sudah terdengar cukup lama dengan antusiasme pelaku investasi pada salah satu jenis cryptocurrency ini. Konon keuntungan yang ditawarkan begitu menggiurkan karena peningkatan valuasinya dari waktu ke waktu yang sangat luar biasa. Daya tarik bitcoin adalah karena kenaikannya yang fantastis membuat orang-orang makin tertarik untuk membeli mata uang kripto ini. Faktor pendorong lainnya adalah karena bitcoin dinilai sebagai “aset yang aman” dan tidak terpengaruh dengan kebijakan ekonomi global hingga kondisi perekonomian, terutama di masa pandemi ini.

Mata uang kripto paling kondang, bitcoin, telah memiliki kapitalisasi pasar (market capitalization) di atas US$ 1 triliun, setelah lonjakan harga yang dialami pada tahun ini. Harga bitcoin sempat menyentuh level US$ 58.858. Alhasil, total kapitalisasi pasar mata uang kripto ini telah menembus US$ 2 triliun untuk pertama kalinya dalam sejarah. Hal ini didorong oleh lonjakan yang terjadi selama dua bulan terakhir seiring dengan kenaikan permintaan dari investor institusi. Untuk bitcoin, harganya bergerak cenderung positif seiring dengan keterlibatan investor institusional yang berniat meningkatkan return-nya.

Di tengah lonjakan harga aset mata uang kripto, investor tetap harus waspada dan hati-hati menyikapinya. Sebagai contoh, harga Dogecoin, salah satu aset kripto, melonjak 400% dalam kurun waktu seminggu, hal yang memicu kekhawatiran akan terjadinya gelembung di pasar cryptocurrency.

Di Indonesia sendiri sudah banyak basis penggunanya, bahkan beberapa perusahaan berdiri khusus untuk menjadi platform jual beli (transaksi) bitcoin. Bitcoin utamanya digunakan dalam transaksi di internet tanpa menggunakan perantara alias tidak menggunakan jasa bank. Bitcoin menggunakan sistem peer to peer (P2P). Namun, sistemnya bekerja tanpa penyimpanan (custody) atau administrator tunggal. Seperti investasi lainnya, prinsip beli rendah dan jual tinggi berlaku untuk bitcoin. Mata uang digital berupa bitcoin akhir-akhir ini ramai diperbincangkan. Semakin banyak orang tertarik untuk mengetahui dan mendapatkan bitcoin, karena nilai tukarnya yang dikabarkan naik terus. Bitcoin semakin populer, terutama setelah miliarder pemilik Tesla Inc, Elon Musk, melalui akun Twitter-nya, menyatakan dukungannya terhadap mata uang baru tersebut.

(Oleh - HR1)

Penjualan Mobil Melejit 903%

R Hayuningtyas Putinda 17 May 2021 Investor Daily, 17 Mei 2021

Penjualan mobil domestik melejit 903% menjadi 78.908 unit April 2021, dibandingkan bulan sama tahun lalu 7.868 unit. Hal itu ditopang bergulirnya insentif pajak penjualan barang mewah (PPnBM) mobil baru dan mulai bergeraknya mobilitas dan aktivitas ekonomi. April 2020, sejumlah daerah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat. Hal itu membuat beberapa pabrikan mobil kakap menghentikan produksi, sehingga pasokan mobil ke dealer (wholesales), yang selama ini menjadi pegangan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) hancur.

Berdasarkan data Gaikindo yang diolah Grup Astra, kemudian dirilis Selasa (11/5/2021), Toyota masih menjadi penjualan mobil terlaris di Indonesia April 2021, sebanyak 23.407 unit, diikuti Daihatsu 15.861 unit, Mitsubishi 13.820 unit, Honda 8.474 unit, dan Suzuki 8.100 unit.

(Oleh - HR1)

Akhir Bulan Ini Kepastian Kerja Sama Freeport-Tsingshan

R Hayuningtyas Putinda 17 May 2021 Investor Daily, 17 Mei 2021

Akhir bulan ini menjadi penentuan kepastian kerja sama PT Freeport Indonesia dengan Tsingshan Steel terkait pembangunan fasilitas pemurnian (smelter) mineral tembaga. Perusahaan asal Tiongkok itu menawarkan model kerja sama yang menggiurkan di mana Freeport cukup menanggung 25% kebutuhan investasi.

Hanya saja, belum ada kesepakatan terkait kerja sama ini. Freeport masih melakukan kajian mendalam lantaran membutuhkan kepastian kerangka waktu pembangunan smelter yang harus rampung paling lambat Juni 2023 atau dalam dua tahun ke depan. Freeport berkejaran dengan waktu seiring dengan amanat Undang-Undang Pertambangan Mineral dan Batu Bara yang melarang ekspor mineral mentah dan mineral olahan di Juni 2023 nanti. Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan, kerja sama dengan Tsingshan masih terus dimatangkan. Namun dia menegaskan, batas waktu paling lambat akhir bulan ini harus ada kepastian. Bila tercapai kesepakatan maka Juni nanti proses pembangunan bisa dimulai sehingga smelter rampung bertepatan dengan kebijakan ekspor mineral.

Tsingshan bakal membangun smelter di Halmahera, Maluku Utara. Adapun total investasi mencapai US$ 2,5 miliar untuk smelter berkapasitas 2,4 juta ton konsentrat tembaga. Lokasi smelter tersebut berbeda dengan proyek yang sedang digarap Freeport saat ini di kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur. “Semuanya kami lakukan out standing, kalaupun missed di Tsingshan kan masih bisa di JIIPE, kami lanjutkan saja di JIIPE,” kata Orias

Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas mengungkapkan, progres pembangunan di JIIPE telah menyelesaikan pematangan lahan (land clearing) dan pilling test. Kini proses pembangunan smelter segera memasuki tahap konstruksi. Adapun investasi smelter dengan kapasitas 1,7 juta ton konsentrat tembaga itu mencapai US$3 miliar. Tony pun mengungkapkan, Freeport masih melakukan pembicaraan dengan Tsingshan Steel terkait kerja sama pembangunan smelter. Bila tercapai kesepakatan dengan Tsingshan maka Freeport tak melanjutkan pembangunan smelter di JIIPE. Nantinya Freeport bakal memasok konsentrat ke smelter yang berlokasi di Halmahera tersebut.

(Oleh - HR1)

Aspakrindo: Investor Disarankan Pelajari Aset Kripto Sebelum Investasi

R Hayuningtyas Putinda 17 May 2021 Investor Daily, 17 Mei 2021

Kenaikan harga sejumlah mata uang kripto (cryptocurrency) lebih dari 100% hanya dalam waktu sepekan telah menyedot perhatian sejumlah investor. Namun demikian, investor diimbau harus tetap bijak dan jangan sampai takut melewatkan peluang yang menguntungkan (fear of missing out/FOMO) pada industri kripto. Ketua Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) sekaligus COO Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda atau biasa disapa Manda mengungkapkan, perdagangan aset kripto akan selalu ada disclaimer. Investor yang berniat berinvestasi pada aset kripto perlu melihat analisis teknikal. Investor jangan hanya melihat dari sisi keuntungan, tetapi harus memahami analisa teknikal dan strateginya.

Tidak kalah penting, kata Manda, calon pedagang fisik aset kripto harus memiliki tanda daftar sebagai calon pedagang fisik aset kripto dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). ”Dapat dikatakan hampir tidak ada instrumen investasi yang tidak berisiko atau risk free. Oleh karena itu, investor harus memahami kadar risikonya dan betul-betul mempelajari industrinya,” kata dia. Manda mengimbau para investor tidak melihat industri aset kripto hanya dari angka atau bisnis saja, tapi lihat lebih jauh tentang teknologinya, bagaimana teknologi blockchain bisa menjadi solusi finansial dan mewujudkan Indonesia sebagai salah satu negara digital terbesar di Asia.

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa masyarakat harus memahami risiko perdagangan aset kripto yang underlying ekonominya masih tidak jelas. Dalam media sosial resminya, OJK menyebut ada tiga poin yang harus menjadi pertimbangan masyarakat dalam melakukan investasi pada aset digital kripto. Pertama, aset kripto saat ini bukan merupakan jenis komoditi dan bukan sebagai alat pembayaran yang sah. OJK telah berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas pembayaran, dan hasilnya menyatakan bahwa mata uang kripto bukan merupakan alat pembayaran yang sah di Indonesia. Kedua, aset kripto adalah komoditi yang memiliki fluktuasi nilai yang sewaktu-waktu dapat naik dan turun, sehingga masyarakat harus memahami dari awal potensi dan risikonya sebelum melakukan transaksi aset kripto. Ketiga, OJK tidak melakukan pengawasan dan pengaturan pada aset kripto, melainkan oleh Bappebti. Bappebti telah mengeluarkan daftar aset kripto yang dapat diperdagangkan dan pedagang aset kripto yang telah mendapatkan persetujuan untuk melakukan transaksi aset kripto

(Oleh - HR1)

Bank Mandiri Siapkan Ekosistem Pembiayaan Panel Surya

R Hayuningtyas Putinda 17 May 2021 Investor Daily, 17 Mei 2021

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyepakati kerja sama dengan PT Len Agra Energy dan SKK Migas, serta didukung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Dewan Energi Nasional untuk terus memperkuat ekosistem panel surya guna mendukung agenda pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di Tanah Air. Bank Mandiri akan menyiapkan pembiayaan dengan skema kartu kredit atau pinjaman tanpa agunan yang murah, dan dapat dicicil bagi nasabah untuk pemasangan panel surya. SEVP Micro and Consumer Finance Bank Mandiri Josephus Koernianto melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (11/5), menjelaskan, inisiatif strategis itu merupakan bentuk dukungan Bank Mandiri terhadap target pencapaian bauran energi nasional sebesar 23% pada 2025.

“Sebagai salah satu bank BUMN dengan peran sebagai agen pembangunan, Bank Mandiri memiliki komitmen kuat dalam menjalankan praktik keuangan berkelanjutan. Hal ini diwujudkan melalui penyusunan rencana aksi keuangan berkelanjutan atau RAKB yang diimplementasikan melalui tiga pilar strategis yaitu sustainable banking, sustainable operations dan sustainable corporate social responsibility and financial inclusion,” terang Josephus seperti dilansir Antara.

(Oleh - HR1)

Ekosistem Kendaraan Listrik, Kian Dekat Wujudkan Mimpi

R Hayuningtyas Putinda 17 May 2021 Bisnis Indonesia

Langkah Indonesia untuk mewujudkan mimpi menjadi salah satu pemain besar dalam industri baterai kendaraan listrik dunia kian nyata. Sedikit demi sedikit persiapan makin matang. Setelah diumumkannya pembentukan Indonesia Battery Corporation (IBC) atau PT Industri Baterai Indonesia pada Maret lalu, holding baterai tersebut belum lama ini juga telah menandatangani heads of agreement (HoA) dengan konsorsium baterai LG asal Korea Selatan. Konsorsium LG yang terdiri atas LG Energy Solution, LG Chem, LG International, POSCO, dan Huayou Holding tersebut akan bermitra dengan IBC untuk mengembangkan ekosistem industri baterai kendaraan listrik secara terintegrasi dari hulu ke hilir. Memang belum jelas kapan megaproyek baterai senilai US$17 miliar tersebut akan dieksekusi. Namun, sejumlah persiapan terus dilakukan hingga saat ini.

Mining and Industry Indonesia (MIND ID), salah satu anggota IBC, menyebut bahwa IBC terlebih dahulu akan melakukan joint study bersama mitra globalnya untuk menentukan lokasi tambang, kualitas bijih nikel yang akan dipakai, serta menentukan lokasi pembangunan pabrik baterai. CEO Grup MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan para calon mitra global tersebut telah mulai melakukan verifikasi terhadap kualitas bijih nikel di lokasi tambang milik PT Antam Tbk. yang terletak di Maluku Utara dan Sulawesi Tenggara. “Yang China sudah testing di area-area yang memang dari Antam sudah dialokasikan bagi mereka. LG pun ada alokasi lahan untuk mereka dan sudah berangkat ke sana,” kata Orias akhir pekan lalu.

Rencananya akan dibangun smelter HPAL oleh Antam serta pabrik prekursor dan katoda oleh PT Pertamina (Persero) dan MIND ID yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2024. Sementara itu, pabrik cell to pack oleh Pertamina dan PT PLN (Persero) direncanakan mulai beroperasi pada 2025. Direktur Utama PT Industri Baterai Indonesia Toto Nugroho menyampaikan bahwa pihaknya akan langsung berkonsolidasi dengan konsorsium LG untuk menentukan target-target penyelesaian proyek. Di sisi lain, MIND ID juga tengah mulai mencari pasokan litium sebagai salah satu bahan baku utama pembuatan baterai kendaraan listrik. Upaya pencarian dilakukan, baik di dalam negeri maupun sejumlah negara potensial.

(Oleh - HR1)

Konglomerasi Usaha, Gurita Bisnis CT, Dari Harda Hingga Garuda

R Hayuningtyas Putinda 17 May 2021 Bisnis Indonesia

Pengusaha Chairul Tanjung baru saja menambah kepemilikan saham di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., setelah sebelumnya mempertegas kehadirannya di PT Bank Harda Internasional Tbk. Pengusaha Chairul Tanjung (CT) baru saja menambah kepemilikan saham di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., setelah sebelumnya mempertegas kehadirannya di PT Bank Harda Internasional Tbk. Manuver Chairul Tanjung di lantai bursa rupanya tak hanya terlihat di PT Bank Harda Internasional Tbk. Melalui PT Trans Airways, bos CT Corp itu baru saja menambah kepemilikan saham di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. 

Dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia, (Senin (10/5), Direktur Utama Trans Airways Warnedy mengungkapkan pihaknya telah membeli 635.739.990 saham atau seluruh saham Garuda Indonesia yang awalnya digenggam oleh Finegold Resources Ltd. Setiap saham emiten berkode GIAA itu dibeli di level harga Rp499. Dengan demikian, total transaksi yang bertujuan untuk investasi itu mencapai Rp317,23 miliar. Kendati efisiensi beban telah diupayakan, hasilnya toh tak banyak membantu. Hingga 30 September 2020, GIAA membukukan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp1,07 miliar atau setara Rp16,03 triliun, berbalik dari torehan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika perusahaan masih mampu mendulang keuntungan hingga US$122,42 juta. Hingga saat ini, GIAA belum menyerahkan laporan keuangan tahunan 2020 maupun laporan keuangan kuartal I/2021.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan mengikuti saja apa yang menjadi kebijakan pemerintah, walaupun dalam implementasinya akan memperlambat pemulihan bisnisnya. “Kami ikut tentu saja . Strategi kami adalah dengan fokus ke angkutan kargo dan menyesuaikan penerbangan sesuai dengan permintaan,” jelasnya kepada Bisnis, baru-baru ini. Sekitar 85—90% pendapatan utama perseroan masih ditopang oleh bisnis penumpang, sedangkan sisanya dari bisnis kargo. Namun, pandemi berimplikasi kepada anak usaha lainnya dari layanan katering, jasa ground handling, hingga pasar low cost carrier (LCC) atau maskapai berbiaya murah yang dioperasikan oleh Citilink. Sementara itu, kondisi berbeda dialami untuk kargo yang selama pandemi bisa mencapai 50 persen dari pendapatan Garuda.

(Oleh - HR1)

Larangan Mudik Lebaran, Omzet Mal di Daerah Meningkat

R Hayuningtyas Putinda 17 May 2021 Bisnis Indonesia

Periode Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1442 H mendorong penjualan ritel di daerah melonjak, kendati ada larangan mudik Lebaran. Omzet penjualan Lotte Mart Medan Centre Point tercatat naik sebesar 20% sejak Kamis, (6/5) dibandingkan penjualan hari biasa. Store General Manager Lotte Mart Medan Centre Point Antoni Jekson mengatakan peningkatan itu sejalan dengan larangan mudik yang diberlakukan pemerintah pada 6-17 Mei 2021. “Kalau di Lotte Mart sendiri karena tidak bisa mudik, impact-nya hanya sekitar 20%. Peningkatan itu mulai Kamis, khususnya daging,” katanya, Minggu (16/5). Menurutnya, penjualan barang yang meningkat signifikan adalah bahan makanan dan daging dengan peningkatan sebesar 30%. Promosi paket sembako seharga Rp75.000 hingga Rp150.000 juga berperan besar terhadap peningkatan penjualan pusat belanja itu.bAdapun, puncak penjualan ritel di satu-satunya Lotte Mart di Medan terjadi pada Senin (10/5) dan Selasa (11/5). Antoni menyatakan peningkatan penjualan pada dasarnya masih terbatas karena sampai kini jumlah pengunjung pusat belanja masih berkurang akibat Covid-19. Namun, dia mengatakan penjualan dan jumlah pengunjung di Lotte Mart Medan Centre Point tetap tumbuh dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. “Kalau tahun lalu, sangat sepi karena mal kemarin sempat tutup daya beli rendah juga. Impact-nya mudik dilarang, alternatifnya ke mal,” katanya.

Dari Cirebon, pusat perbelanjaan di wilayah perkotaan di salah satu kota Jawa Barat itu juga ramai dikunjungi pada masa larangan mudik atau H+3 Hari Raya Idulfitri 1442 H. Pantauan Bisnis di Cirebon Super Block (CSB) yang berlokasi di Jalan Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon, kepadatan terjadi mulai dari pintu masuk. Pengunjung terlihat mengantre menunggu pemeriksaan suhu tubuh. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N. Mandey memprediksi pengusaha ritel di kota-kota besar akan menikmati keuntungan dari kondisi Lebaran.

(Oleh - HR1)

Perdagangan Elektronik, Pebisnis Dukung Identifikasi Negara

R Hayuningtyas Putinda 17 May 2021 Bisnis Indonesia

Rencana pemerintah untuk mulai mengidentifikasi negara asal pelapak di platform perdagangan digital mendapat apresiasi dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM. Langkah ini dinilai bisa menjadi pijakan produsen dalam negeri dalam mempersiapkan diri menghadapi perdagangan bebas yang telah menjalar ke e-commerce. Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun mengatakan sejak Indonesia bergabung dalam berbagai blok perdagangan bebas, aktivitas perdagangan lintas batas (cross border) menjadi makin marak. Namun, Ikhsan memberi catatan bahwa Indonesia belum siap menghadapi kondisi baru tersebut. Hal ini setidaknya terlihat dari terbatasnya produk manufaktur produksi dalam negeri yang diperdagangkan di platform digital. “Untuk produk manufaktur di e-commerce yang mendominasi China, Korea Selatan, Taiwan. Indonesia masih terbatas dan untuk UMKM lokal yang berjualan di e-commerce masih didominasi produk kriya dan furnitur,” kata Ikhsan, Minggu (16/5).

Sementara itu, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan tingkat partisipasi produk lokal di platform e-commerce memang masih terbatas. Studi yang dilakukan Indef dan Lab Data Persada pada 2019 menunjukkan hanya sekitar 25,9% produk lokal yang diperjualbelikan secara daring. “Kontribusi produk lokal yang masih terbatas dianggap sebagai tantangan inklusivitas e-commerce kepada pengusaha lokal, khususnya UMKM,” kata Bhima. Selain disiapkan untuk mengawasi dan mengatur porsi produk impor di platform e-commerce, Bhima berpendapat pendataan negara asal pelapak bisa menjadi strategi untuk membangun basis data. Dengan demikian, ketika pemerintah berencana menggulirkan stimulus untuk produk dalam negeri, insentif yang dirasakan bisa tepat sasaran.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyebutkan revisi terhadap Permendag No. 50/2020 tentang Ketentuan Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik bakal memberi afirmasi terhadap usaha kecil dan menengah yang beroperasi di platform digital.

(Oleh - HR1)

Pilihan Editor