Akhir Bulan Ini Kepastian Kerja Sama Freeport-Tsingshan
Akhir bulan ini menjadi penentuan kepastian kerja sama PT Freeport
Indonesia dengan Tsingshan Steel terkait
pembangunan fasilitas pemurnian (smelter)
mineral tembaga. Perusahaan asal Tiongkok
itu menawarkan model kerja sama yang
menggiurkan di mana Freeport cukup menanggung 25% kebutuhan investasi.
Hanya saja, belum ada kesepakatan terkait kerja sama ini.
Freeport masih melakukan kajian mendalam lantaran membutuhkan kepastian kerangka waktu pembangunan smelter yang
harus rampung paling lambat
Juni 2023 atau dalam dua tahun
ke depan. Freeport berkejaran
dengan waktu seiring dengan
amanat Undang-Undang Pertambangan Mineral dan Batu
Bara yang melarang ekspor
mineral mentah dan mineral
olahan di Juni 2023 nanti.
Direktur Utama MIND ID
Orias Petrus Moedak mengatakan, kerja sama dengan Tsingshan masih terus dimatangkan.
Namun dia menegaskan, batas
waktu paling lambat akhir bulan
ini harus ada kepastian. Bila
tercapai kesepakatan maka Juni nanti proses pembangunan
bisa dimulai sehingga smelter
rampung bertepatan dengan
kebijakan ekspor mineral.
Tsingshan bakal membangun
smelter di Halmahera, Maluku
Utara. Adapun total investasi
mencapai US$ 2,5 miliar untuk
smelter berkapasitas 2,4 juta ton
konsentrat tembaga.
Lokasi smelter tersebut berbeda dengan proyek yang sedang digarap Freeport saat ini di
kawasan industri Java Integrated
Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur.
“Semuanya kami lakukan
out standing, kalaupun missed
di Tsingshan kan masih bisa
di JIIPE, kami lanjutkan saja di
JIIPE,” kata Orias
Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas mengungkapkan, progres pembangunan di JIIPE telah menyelesaikan pematangan lahan (land clearing) dan pilling test. Kini proses pembangunan smelter segera memasuki tahap konstruksi. Adapun investasi smelter dengan kapasitas 1,7 juta ton konsentrat tembaga itu mencapai US$3 miliar. Tony pun mengungkapkan, Freeport masih melakukan pembicaraan dengan Tsingshan Steel terkait kerja sama pembangunan smelter. Bila tercapai kesepakatan dengan Tsingshan maka Freeport tak melanjutkan pembangunan smelter di JIIPE. Nantinya Freeport bakal memasok konsentrat ke smelter yang berlokasi di Halmahera tersebut.
(Oleh - HR1)
Tags :
#Investasi lainnyaPostingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Mengendalikan Daya Tarik Eksplorasi Migas
Proyek Hilirisasi US6 Miliar Segera meluncur
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023