Tunda Kenaikan PPN
Kalangan dunia usaha, ekonom,
dan parlemen meminta pemerintah membatalkan
rencana kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN)
tahun depan. Kenaikan PPN akan memukul daya
beli masyarakat menengah ke bawah yang belum
pulih dari pandemi. Jika tarif PPN tetap dipaksakan
naik, pertumbuhan ekonomi bisa kembali
terkontraksi.
Untuk meningkatkan penerimaan
negara, pemerintah lebih baik menggunakan metode ekstensifikasi atau
memperluas basis pembayar pajak.
Sedangkan metode intensifikasi
dengan menaikkan tarif PPN hanya
tepat dilakukan ketika basis pajak
sudah cukup besar dan kondisi
ekonomi sedang bertumbuh cepat
agar tidak mengalami panas berlebih (overheating).
Permintaan itu disampaikan
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta
Widjaja Kamdani, Wakil Ketua
Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan Benny Soetrisno, Ketua
Bidang Keuangan dan Perbankan
BPP Himpunan Pengusaha Muda
Indonesia (Hipmi) Ajib Hamdani,
dan Wakil Ketua DPR RI Abdul
Muhaimin Iskandar.
Hal senada dikemukakan anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar
Mukhamad Misbakhun, peneliti
Center of Reform on Economics
(Core) Indonesia Yusuf Rendy
Manilet, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad, serta
Chief Economist PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk Andry Asmoro.
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto sebelumnya mengungkapkan, pemerintah segera mengajukan revisi aturan kenaikan tarif PPN kepada DPR. Jika disetujui, tarif PPN yang dibebankan kepada konsumen dapat lebih tinggi dari tarif biasanya, yakni 10%. Menur ut Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, terdapat empat strategi pemerintah untuk mengejar target penerimaan perpajakan 2022. Pertama, inovasi penggalian potensi dengan tetap menjaga iklim investasi dan keberlanjutan dunia usaha. Kedua, perluasan basis perpajakan melalui e-commerce, cukai plastik, dan menaikkan tarif PPN. Ketiga, penguatan sistem perpajakan. Keempat, pemberian insentif fiskal secara terukur.
(Oleh - HR1)
Tags :
#Pajak Pertambahan NilaiPostingan Terkait
Meningkatkan Pendapatan dari Pajak Digital
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Pemerintah Siap Sasar Pajak Pedagang Online
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Evaluasi atas Membengkaknya Belanja Pajak
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023