Lippo Menyalakan Kembali Bisnis Ritel
Merger PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) dan Gomart, salah satu layanan Gojek, berjalan mulus. Dengan penggabungan tersebut, MPPA berharap bisa mengerek pendapatan di bisnis ritel. Nantinya, produk yang tersedia di gerai MPPA bakal bisa diperoleh melalui layanan Gomart. MPPA berharap bisa menjelma jadi online groceries terbesar, sejalan dengan terus bertambahnya jumlah gerai hingga pelosok. Merger ini juga memperkaya strategi omnichannel ritel Grup Lippo. MPPA juga memiliki puluhan gerai di marketplace. "Kami berencana mendaftarkan lebih banyak gerai tahun ini, " beber Danny Kojongian, Corporate Secretary & Director.
MPPA juga makin getol ekspansi. "Kami menargetkan membuka lima hingga enam gerai Hypermart hingga akhir tahun ini, " ujar Herry Senjaya, Direktur Keuangan MPPA, beberapa waktu lalu. Per Maret, MPPA memiliki 208 gerai, 100 gerai di antaranya merupakan gerai Hypermart. MPPA juga mengelola gerai Foodmart, Hyfresh, Boston, FMX serta Smartclub. Untuk mendanai ekspansi tersebut, MPPA berencana menggelar rights issue. MPPA mengincar Rp 500 miliar-Rp 800 miliar dari hajatan tersebut. PT Multipolar Tbk (MLPL), pemegang saham MPPA, akan bertindak sebagai pembeli siaga. MLPL juga siap mendanai ekspansi MPPA. Sebelum ini, MLPL rajin melego saham anak usaha. MLPL antara lain melepas 385,53 juta saham MPPA ke Pradipa Darpa Bangsa, entitas milik Gojek. MLPL meraup Rp 603,92 miliar dari divestasi, yang bisa diinvestasikan ke MPPA.
Morgan Stanley Pengkas Proyeksi Ekonomi Indonesia
Sejumlah lembaga internasional memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kali ini, Morgan Stanley yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 menjadi 4,5%. Padahal sebelumnya, lembaga ini memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini bisa mencapai 6,2%. "Rata-rata konsensus yang dihimpun dari Consensus Economics sebesar 4,4%," terang Morgan Stanley dalam laporan bertajuk Asia Economics Mid-Year Outlook yang dipublikasikan, Senin (17/5).
Proyeksi ekonomi Indonesia ini sejalan dengan kondisi ekonomi ASEAN. Lembaga ini, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Asean hanya 5,4%, dari sebelumnya sebesar 7,4%. Sementara negara Asia selain Jepang (AxJ), diprediksi tumbuh 8,4%, dengan prediksi sebelumnya 8,9%. Menurut Morgan Stanley, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 tak lepas dari capaian pertumbuhan ekonomi per kuartalnya. Pada kuartal l-2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih negatif 0,7%.
Pada kuartal Il-2021, Morgan Stanley memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa melejit ke kisaran 6,5%. Hanya, pada kuartal III-2021, lembaga tersebut memprediksi pertumbuhan ekonomi kembali melambat ke posisi 6,3% dan pada kuartal IV-2021 juga turun tipis ke 6,2% yoy. Proyeksi tahun depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan kembali ke posisi pra Covid-19 atau tumbuh di kisaran 5,4% yoy.
Pada akhir April 2021 lalu, Asian Development Bank (ADB) dalam laporan bertajuk Asian Development Outlook 2021 juga memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 mencapai 4,5% dari prediksi awal 5,3%. Pemangkasan proyeksi lantaran pandemi korona secara global belum ada tanda berakhir. Namun, geliat ekonomi Indonesia awal tahun ini diprediksi terus berlangsung, ADB menilai Indonesia bisa melewati pandemi tahun ini dengan baik karena adanya respon pemerintah untuk penanganan pandemi.
Secara terpisah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan membaik di 2021. Menko memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 4,5%-5,3%. Pada kuartal I-2021 lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat negatif 0,74%. Namun ia optimistis, ekonomi Indonesia pada kuartal kedua tahun ini bakal melesat. "Trennya arahnya ke positif dan confirm ekonomi tumbuh V-curve. Kami harap bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021 akan masuk jalur positif dan diperkirakan bisa capai 7%," kata Airlangga, Sabtu (15/5) lalu.Perputaran Uang Lebaran Melesat
Perputaran uang selama Ramadan dan Lebaran tahun ini melaju kencang. Salah satu indikasinya, penarikan uang tunai selama bulan puasa dan menjelang Lebaran mencapai Rp 154,5 triliun atau melampaui prediksi Bank Indonesia (BI) yang senilai Rp 152,4 triliun. Penarikan uang tunai untuk persiapan libur Lebaran juga melesat 41,5% dibanding periode yang sama tahun 2020 yang sebesar Rp 109,2 triliun. Bl belum mengumumkan hasil akhir perputaran uang tunai sepanjang Ramadan hingga libur Lebaran.
Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) serta Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) mencatat, tingkat kunjungan ke pusat belanja atau mal di periode Ramadan dan Lebaran naik 30%-50% dari hari biasa di masa pandemi Covid-19. Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja menyatakan, rata-rata tingkat kunjungan ke pusat belanja pada masa Lebaran tahun ini naik 30%-40% dibanding Lebaran tahun 2020.
Direktur Keuangan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), Minarto Basuki menyatakan, sejak H-14 atau minggu kedua Ramadan, kunjungan ke mal sudah mendekati tahun 2019 atau sebelum pandemi. Dia berharap Lebaran 2021 menjadi momentum kebangkitan bisnis ritel. "Tapi semua itu bergantung penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi, " tutur dia, akhir pekan lalu.
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memproyeksikan, omzet peritel Rp 7,5 triliun-Rp 8 triliun selama periode Lebaran (April-Mei 2021). Angka itu tumbuh 25%-30%. "Peningkatan penjualan tertinggi di Jawa, Kalimantan dan Sumatra, " kata Roy N Mandey, Ketua Umum DPP Aprindo, kemarin (16/5).
Office of Chief Economist Bank Mandiri, dalam riset Mei 2021 menyebutkan, kelompok higher income mulai berani berbelanja, terutama belanja fesyen yang naik dari rata-rata 11%-12% pada bulan-bulan sebelumnya menjadi 16% saat ini. "Pola belanja kelompok ini mulai normal. Proporsi belanja terbesar mereka sebelum pandemi memang untuk belanja fesyen, " ungkap Andry Asmoro, Chief Economist Bank Mandiri, pekan lalu.Ekspor Naik, Isu Keamanan Jadi Tantangan
Ekspor perikanan Indonesia menunjukkan pergeseran sejak pandemi Covid-19. China menjadi negara tujuan ekspor terbesar dan menggeser pasar utama sebelumnya, yakni Amerika Serikat. Namun, peningkatan ekspor ke China dibayang-bayangi isu keamanan pangan dengan temuan kontaminasi virus korona baru atau SARS-CoV-2 pada produk dan kemasan ikan asal Indonesia.
Kepala Pusat Pengendalian Mutu Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Widodo Sumiyanto, saat dihubungi, Senin (17/5/2021), menyatakan, posisi China sebagai negara tujuan ekspor perikanan terbesar merupakan peluang, mengingat komoditas ikan diserap oleh ”Negeri Tirai Bambu” itu hampir di seluruh segmen pasar.
Data Kementerian Kelautan dan Perikanan, per triwulan I-2021, volume ekspor perikanan Indonesia ke China mencapai 102,83 juta ton senilai 228,54 juta dollar AS atau sekitar 33,48 persen dari total volume ekspor. Beberapa komoditas unggulan yang dipasok ke China adalah ikan layur dan cumi beku. Ekspor ke China juga terus meningkat untuk komoditas udang dan tuna. Salah satu komoditas perikanan yang ekspornya mengalami peningkatan adalah udang.
Pada tahun 2020, volume ekspor udang mencapai 4.774 ton atau melonjak 163,61 persen dibandingkan tahun 2018 yang tercatat 1.811 ton. Meski demikian, pertumbuhan ekspor ke China terancam sejumlah temuan kontaminasi virus SARS-CoV-2 pada produk dan kemasan ikan asal Indonesia. Kasus kontaminasi virus penyebab Covid-19 itu terdeteksi oleh Otoritas Bea dan Cukai China (GACC) sejak September 2020. Hingga Mei 2021 tercatat 19 kasus kontaminasi SARS-CoV-2, 8 kasus di antaranya ditemukan berulang pada empat perusahaan eksportir ikan di Jakarta, Medan, Ambon, dan Cirebon.
Menurut Widodo, pihaknya terus berupaya meningkatkan kewaspadaan selama pandemi Covid-19 dengan pengujian pada sampel produk. Namun, jejak virus SARS-CoV-2 masih ditemukan pada produk dan kemasan. Kontaminasi virus terjadi seiring kasus Covid-19 di Indonesia yang belum sepenuhnya terkendali. Ia menambahkan, pihaknya telah menerapkan sanksi berupa larangan ekspor terhadap 129 perusahaan yang tidak bisa memenuhi standar uji produk perikanan di China. Dari total 664 unit pengolahan ikan yang boleh ekspor ke China, saat ini tersisa 535 perusahaan. Otoritas di China sempat menghapus nomor registrasi ekspor terhadap lima perusahaan asal Indonesia. Namun, lewat proses mediasi, perusahaan tersebut diizinkan kembali ekspor ke China melalui proses audit.
Sementara itu, ekspor perikanan ke Uni Eropa cenderung stagnan. Hambatannya antara lain tarif bea masuk. Bea masuk komoditas tuna Indonesia ke Uni Eropa, misalnya, mencapai 20,5 persen. Padahal, produk serupa dari Vietnam dikenai tarif bea masuk hampir nol persen. Jumlah unit pengolahan ikan yang memperoleh nomor registrasi ekspor ke Uni Eropa tercatat baru 173 perusahaan. Hambatan itu menekan daya saing produk Indonesia. Kini Indonesia dan Uni Eropa masih dalam tahap negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) yang antara lain membahas kesepakatan penurunan bea masuk.
Di sisi lain, hasil audit otoritas Uni Eropa memperlihatkan produk perikanan yang diekspor Indonesia belum sepenuhnya terjamin ketertelusuran hulu-hilir serta penerapan sertifikasi keamanan pangannya masih diragukan. Selain itu, metode uji dan peralatan laboratorium uji belum sepenuhnya memenuhi persyaratan khusus yang diminta Uni Eropa. Dampaknya, unit pengolahan ikan Indonesia yang bisa ekspor ke Uni Eropa terbatas.
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster
Petugas Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Lampung mengamankan seratusan ribu ekor benur (baby lobster) yang diduga akan diselundupkan ke luar negeri dari satu truk di kawasan pintu masuk Jalan Tol Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Senin (17/5).
Tindakan terhadap dugaan upaya penyelundupan tersebut berawal ketika pihak Lanal Lampung mendapat informasi adanya kegiatan ilegal yang dilakukan pihak tertentu untuk menyelundupkan benur ke luar Lampung.
Menyikapi hal tersebut, sejumlah petugas Lanal Lampung melakukan penyekatan di sekitar area Pintu Tol Terbanggi Besar Lampung Tengah dan selanjutnya ditemukan satu truk engkel Kemudian setelah dilakukan pemeriksaan, di dalam truk yang telah ditinggalkan oleh pengemudinya.
Setelah dilakukan pemeriksaan, Kepala Balai Karantina ikan Pengendalian Mutu (BKIPM), Rusnanto membenarkan 20 kotak yang diamankan dari truk engkel tersebut merupakan benur, terdiri dari benur pasir sebanyak 177.200 ekor, mutiara 407 ekor dan benar jambrong 1.085 ekor ditaksir bernilai puluhan miliar rupiah.
TNI AL akan terus melakukan penindakan terhadap segala bentuk tindak pidana dan pelanggaran di laut yang merugikan negara, melindungi dan menjaga sumber daya alam di laut dari ulah oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadinya.
Disebutkan, dengan bekerjasama dengan (BKIPM) serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Propinsi Lampung, seluruh benur tersebut selanjutnya dilepasi kembali ke laut.
Morgan Stanley Ramal Utang RI Capai 47,8 Persen PDB di 2022
Jakarta, CNN Indonesia -- Morgan Stanley memproyeksikan rasio utang Indonesia terhadap PDB akan meningkat ke angka 44,9 % pada 2021 dan 47,8 % pada 2022. Hal ini, menurut lembaga keuangan asal AS tersebut, jadi salah satu risiko yang perlu diperhatikan pemerintah dalam menjaga kesinambungan fiskal pasca pandemi.
"Saat ini, para pembuat kebijakan sedang mengarahkan langkah konsolidasi fiskal secara bertahap untuk menyeimbangkan antara mendukung pertumbuhan dan mengelola neraca fiskal. Pasca pemulihan, kebijakan exit strategy yang kredibel akan menjadi kuncinya," tulis Deyi Tan, Asia Economist Morgan Stanley, dalam laporannya dikutip CNNIndonesia.com Selasa (18/5).
Sementara itu, risiko pertumbuhan lainnya yang harus diperhatikan adalah situasi covid-19 dan peluncuran vaksin, laju reformasi struktural, lingkungan pendanaan dan harga komoditas dan serta permintaan global.
Namun, Morgan Stanley juga memprediksi kondisi stabilitas makro Indonesia akan tetap terkendali. Dalam hal ini, mereka menilai kenaikan suku bunga AS tidak akan menyebabkan siklus kenaikan suku bunga yang mengganggu di Indonesia seperti saat taper tantrum 2013.
"Ini karena kami memperkirakan kenaikan suku bunga riil AS akan terjadi secara bertahap dan teratur, mengingat kerangka kerja penargetan inflasi rata-rata Fed," lanjutnya
Selain itu, indikator stabilitas makro Indonesia juga sebagian besar telah membaik dibandingkan 2013, dengan defisit transaksi berjalan yang menyusut, inflasi lebih rendah dan perbedaan suku bunga riil versus AS lebih yang lebih baik.
"Namun, risiko yang harus diperhatikan adalah pengetatan yang mengganggu kondisi keuangan AS jika stimulus fiskal yang agresif di AS menyebabkan inflasi AS tetap di atas 2,5 % secara terus-menerus dan pada saat yang sama diiringi dengan tingkat pengangguran AS yang lebih rendah," tandasnya.
Seperti diketahui, Kementerian Keuangan mencatat jumlah utang pemerintah Indonesia mencapai Rp 6.445,07 triliun per Maret 2021. Rasio utang setara 41,64 % dari produk domestik bruto (PDB).
Jumlah itu meningkat Rp 84,05 triliun atau 1,32 % dari Rp 6.361,02 persen pada Februari 2021. Begitu juga secara persentase, naik dari sebelumnya 41,1 % terhadap PDB.
Sedangkan dari sisi persentase, rasio utang tersebut telah melewati batas yang selama ini berusaha dijaga pemerintah, yaitu 30 % dari PDB. Namun, belum melewati batas Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, yaitu 60 % dari PDB.
Uang Kripto 'Kecil' Melesat di Tengah Penurunan Harga Bitcoin
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah mata uang kripto berkapitalisasi kecil melaju di tengah penurunan harga bitcoin pada Selasa (18/5) ini. Polygon misalnya, harganya naik 30,38 % dalam 24 jam terakhir.
Mengutip coinmarketcap.com, pukul 11.00 WIB, mata uang kripto berkapitalisasi US$ 12,2 miliar ini dibanderol US$ 2,03 per keping. Dalam sehari terakhir, Polygon telah diperdagangkan pada kisaran harga US$ 1,54 hingga US$ 2,04.
Kemudian, ada THETA yang melonjak 19,22 % ke harga US$ 10,25. Meski demikian dalam sepekan terakhir aset berkapitalisasi US$ 10,2 miliar ini masih mengalami penurunan 0,15 %.
Litecoin juga mengalami hal serupa dengan kenaikan di atas 11,3 % dalam 24 jam terakhir menjadi US$ 304,15.
Lonjakan kenaikan tersebut telah mendorong kapitalisasi pasar Litecoin bertambah menjadi $ 20,24 miliar, atau 0,98 % dari total kapitalisasi pasar uang kripto. Pada level tertinggi, market cap Litecoin adalah $ 27,05 miliar.
Ada pula Aave yang mengalami kenaikan 27,2 % ke harga US$ 620,90 per keping. Kapitalisasi mata uang kripto ini juga tercatat bertambah menjadi US$ 7,89 miliar atau 0,37 % dari kapitalisasi total pasar uang kripto.
Sementara itu, bitcoin yang merupakan aset kripto berbesar dunia saat ini mengalami koreksi sebesar 1,15 % dan dibanderol harga US$ 44,92 ribu. Kapitalisasi bitcoin juga menyusut menjadi US$ 843 miliar triliun.
Ethereum juga turun 1,72 % menjadi sekitar US$ 3.361 per keping. Dalam sepekan, aset dengan kapitalisasi US$ 398 miliar itu sudah terkoreksi 13,12 %.
Secara keseluruhan, terjadi koreksi dengan rata-rata sebesar 1,94 % pada hari ini. Tercatat kapitalisasi pasar aset kripto juga menyusut menjadi US$ 2,07 triliun dari pekan lalu yang sebesar US$ 2,38 triliun.
Indonesia Diprediksi Jadi Incaran Investor Asing Usai Pandemi
Jakarta, CNN Indonesia -- Morgan Stanley memprediksi Indonesia akan jadi salah satu negara yang jadi tujuan penanaman modal asing (foreign direct investment/FDI) dalam jangka menengah setelah pandemi covid-19.
Selain Indonesia, negara Asia lainnya yang akan mendapatkan berkah serupa adalah India dan Filipina. Pasalnya, negara tersebut dinilai telah mengeluarkan langkah-langkah struktural untuk memanfaatkan relokasi FDI dari China saat banyak perusahaan di negara tersebut ingin mendiversifikasi risiko manufaktur.
India, misalnya, telah melakukan perubahan skema insentif terkait produksi. Sementara Indonesia telah menebar berbagai insentif pajak, mengesahkan omnibus law, serta langkah lainnya seperti memanfaatkan pasokan bijih nikel untuk produksi baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
"Kami percaya arbitrase biaya tenaga kerja, angkatan kerja yang cukup besar, dan pasar permintaan domestik yang cukup besar berarti bahwa ekonomi seperti India, Indonesia, dan Filipina kemungkinan akan mendapat manfaat dari relokasi FDI dalam jangka menengah setelah pandemi covid-19 berlalu," tulis Morgan Stanley dalam laporannya dikutip Selasa (18/5).
Lembaga keuangan asal AS tersebut juga melihat faktor deglobalisasi sebagai akibat dari ketegangan AS-China yang telah menyebabkan adanya peningkatan belanja modal teknologi selama perlambatan ekonomi.
"Biasanya, belanja modal menghadapi tekanan paling besar selama perlambatan ekonomi, tetapi yang menarik, belanja modal bertahan dengan baik terutama di Korea dan Taiwan selama pandemi covid-19," lanjut laporan tersebut.
Hal ini terlihat dari perusahaan Korea dan Taiwan yang mengumumkan rencana belanja modal untuk meningkatkan pasokan produksi chip selama beberapa tahun ke depan.
Taiwan Semi Conductor Manufacturing Company (TSMC), misalnya, pada awal April lalu mengumumkan rencana belanja modal US$100 miliar selama 2021-2023. Analis Morgan Stanley Charlie Chan memprediksi sekitar US$ 30 miliar di antaranya bakal digelontorkan tahun ini.
Sementara di Korea, pada 13 Mei lalu, pemerintah mengumumkan rencana untuk memperkuat industri semi konduktor melalui perluasan kredit pajak atas belanja modal, penyediaan likuiditas, peningkatan infrastruktur air/listrik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan dukungan legislatif.
"Pemerintah membayangkan menarik lebih dari KRW 510 triliun atau sekitar US$ 450 miliar dalam belanja modal semikonduktor pada tahun 2030, termasuk KRW 41,8 triliun (US$ 37 miliar) yang saat ini direncanakan oleh industri untuk 2021 dibandingkan KRW 39.7 triliun (US$ 35 miliar) pada 2020," terang laporan tersebut.
Erick Thohir Ingin Pabrik Baru KRAS Hemat Cadev Rp29 T
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menargetkan pabrik hot strip mill (HSM) 2 milik PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mampu membantu penghematan cadangan devisa (cadev) hingga Rp 29 triliun. Pasalnya, pabrik ini akan memenuhi kebutuhan baja dalam negeri.
"Dengan beroperasinya pabrik HSM 2, Krakatau Steel mampu memenuhi kebutuhan baja dalam negeri sehingga akan mewujudkan kemandirian industri baja nasional. Hal ini akan berkontribusi terhadap penghematan cadangan devisa negara mencapai Rp 29 triliun," ucap Erick dalam keterangan resmi, Selasa (18/5).
Erick menyatakan operasional pabrik HSM 2 membuktikan transformasi yang dilakukan Krakatau Steel berjalan sesuai rencana. Menurutnya, pabrik tersebut akan mendorong ekonomi nasional.
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim menjelaskan pabrik HSM 2 berhasil melakukan produksi perdana hot rolled coil (HRC) berkapasitas 1,5 juta ton per tahun. Pabrik tersebut menggunakan teknologi terbaru dan mulai dibangun pada 2016 lalu.
"Pabrik ini menghasilkan produk baja HRC dengan spesifikasi tertentu untuk melengkapi produk yang dihasilkan oleh pabrik HSM 1 Krakatau Steel yang sudah beroperasi dari 1983," kata Silmy.
Ia mengatakan salah satu produk yang menjadi keistimewaan pabrik baru ini adalah HRC untuk sektor otomotif. Lalu, pabrik ini juga mampu menghasilkan HRC dengan ketebalan 1,4 mm hingga 16 mm dengan lebar dari 600 mm hingga 1.650 mm.
"Pabrik ini adalah pabrik dengan teknologi dan sistem terbaru yang memiliki tingkat efisiensi lebih tinggi. Total penghematan biaya operasional bisa mencapai 25 % dari pabrik HSM pada umumnya karena penurunan konsumsi energi dan penggunaan tenaga kerja yang lebih optimal," ujar Silmy.
Menurutnya, total kapasitas HRC perusahaan bertambah menjadi 3,9 juta ton per tahun. Hal itu akan menekan impor HRC mencapai 0,9 - 1,9 juta ton per tahun.
"Atas dasar data tersebut, artinya kebutuhan HRC sudah dapat dipenuhi oleh pabrikan dalam negeri," jelasnya.
Pabrik ini, sambung Silmy, disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan kapasitas produksi sampai 4 juta ton per tahun. Ia memastikan pabrik ini memiliki tingkat efisiensi cukup tinggi.
Semula, pabrik ini direncanakan beroperasi pada 2020. Namun, hal ini terpaksa ditunda karena pandemi covid-19.
Salah satu kendala yang dihadapi adalah tahap commissioning. Perusahaan kesulitan mendatangkan teknisi dari luar negeri.
"Kami bersyukur akhirnya proyek HSM 2 ini bisa selesai karena dengan dioperasikannya pabrik ini akan semakin memperbaiki kinerja Krakatau Steel. Terlebih, saat ini terjadi peningkatan harga baja dunia pada enam bulan terakhir," tutup Silmy.
Indef Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 2 Persen di Triwulan II 2021
Pengamat ekonomi
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira
memperkirakan perekonomian Indonesia triwulan II-2021 akan tumbuh positif di
level dua persen, setelah pada triwulan I masih terkontraksi 0,74 persen (yoy).
Itu sudah cukup baik artinya Indonesia keluar dari jalur resesi.
Bhima memaparkan beberapa faktor yang dapat merealisasikan proyeksi pertumbuhan positif tersebut seiring dengan upaya penanganan COVID-19 yang terus ditingkatkan. Penanganan COVID-19 tetap penting sebab kunci kepercayaan konsumen adalah penurunan kasus harian disertai dengan pulihnya mobilitas penduduk.
Bhima menyebutkan faktor yang mampu mendorong pemulihan ekonomi triwulan II adalah mempertahankan konsumsi masyarakat, mengoptimalkan ekspor hingga membangkitkan geliat usaha di daerah. Peran UMKM juga penting dalam menjamin serapan kerja terbuka saat sektor formal belum merata pemulihannya seperti saat ini.









