;

Telkomsel Tambah Investasi di Gojek US$ 300 Juta

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 11 May 2021 Investor Daily, 11 Mei 2021
Telkomsel Tambah Investasi di Gojek US$ 300 Juta

JAKARTA – Anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) kembali menyuntikkan investasi ke Gojek senilai US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,2 triliun. Dengan pendanaan ini, Telkomsel sudah menyuntikkan dana sebesar US$ 450 juta atau sekitar Rp 6,3 triliun ke Gojek. Sebelumnya, pada November 2020, Telkomsel menginvestasikan dananya di Gojek US$ 150 juta, atau sekitar Rp 2,1 triliun ke Gojek. Dua perusahaan dengan sumber daya teknologi besar di Indonesia ini terus memperkuat kolaborasi untuk kemajuan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan di Tanah Air.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, investasi lanjutan dari Telkomsel menjadi penegas akan kesamaan visi dari kedua perusahaan yang samasama lahir dan berkembang untuk menjawab masalah nyata di tengah masyarakat melalui inovasi digital dan teknologi, dengan semangat untuk melayani dan memajukan negeri.

Co-CEO Gojek Group Andre Soelistyo mengatakan, Gojek bangga berkesempatan untuk dapat memperkuat momentum kemitraan strategis bersama Telkomsel sebagai pemimpin pasar telekomunikasi di Indonesia. Pendanaan lanjutan Telkomsel itu jelas akan mengoptimalkan sumber daya dan keahlian teknologi dari masing-masing perusahaan untuk berinovasi dan memperluas manfaat ekonomi digital bagi lebih banyak konsumen, mitra driver, dan pelaku UMKM di selur uh wilayah Indonesia

IPO Gojek 

Sementara itu, Gojek juga mengaku tengah fokus pada pertumbuhan bisnisnya untuk mendukung rencana IPO dan listing di bursa saham. “Fokus Gojek saat ini adalah memastikan pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis secara jangka panjang, dan kami selalu terbuka dengan berbagai opsi untuk mendukung hal tersebut,” ujar Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita kepada Investor Daily

Berpengaruh Positif 

Analis PT Binaartha Sekuritas M Nafan Aji menjelaskan, investasi Telkom di beberapa startup dan unicorn bisa berpengaruh positif terhadap kinerja Telkom secara keseluruhan.

Sementara itu, mantan dirut BEI yang juga pengamat pasar modal Hasan Zein Mahmud berpendapat, ada tiga beban yang dipikul oleh TLKM dan harus disiasati bila ingin tetap berada di depan. Pertama, kewajiban community development sebagai BUMN. “Saya tak punya data, tapi menurut perkiraan saya, tugas melebarkan jaringan ke desa-desa, penyediaan internet untuk pendidikan, dan semacam itu, merupakan pos rugi,” ujar dia. Kedua, pacuan teknologi. Perusahaan pertama yang mampu meluncurkan teknologi 5G punya peluang besar untuk berada di depan, sebagai market leader. “Teknologi 3G, apalagi 2G, adalah teknologi ketinggalan dengan konsekuensi biaya tinggi. Harus segera migrasi. Harus segera migrasi,” sarannya. Ketiga, struktur organisasi TLKM Group yang sangat gemuk, lebar dan panjang. Karena itu, dibutuhkan restrukturisasi yang mendasar agar organisasi lebih lincah, lebih efisien, lebih fokus pada bisnis inti dan penunjangnya

(Oleh - HR1)

Download Aplikasi Labirin :