Sumsel Bidik 3,1 Juta Ton GKG
PALEMBANG - Sumsel lembung pangan bukan hanya slogan. Di Era Gubernur H Herman Deru. Mimpi Itu ingin diwujudkan. Sebab itu Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DP-TPH) Sumsel berupaya meningkatkan produksi padi hingga 100 ribu ton lebih diluar produksi reguler.
"Kita melakukan gelar rapat koordinasi gerakan percepatan tanam seluas 80 ribu hektar untuk mencapai itu," kata Plt Kepala DP-TPH Sumsel. Dr Ir HR Bambang Pramono MSi usai rapat ruang rapat DP-TPH kemarin.
Di sana, DP-TPH Sumsel melibatkan tujuh kabupaten penghasil utama padi dan gabah yakni Dinas Pertanian Kabupaten OKI, Muaraenim, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Banyuasin, OKUT dan Ogan Ilir. Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan dari PT Rusnajaya dan PT Buyung Putra Sembada sebagai mitra DP-TPH Sumsel.
"Intinya adalah untuk mencapai tambahan 400 ribu ton GKG (Gabah Kering Giling) sehingga dengan adanya tambahan tersebut target produksi kita di tahun 2021 menjadi 3,1 juta ton Melebihi produksi kita di tahun 2020 yakni 2,7 ton tegasnya.
Dia membeberkan, ada lima strategi yang akan dilakukan Seperti mengusulkan ke kementerian untuk penambahan bantuan benih padi bagi petani petani yang melakukan percepatan pertanaman. Lalu, melakukan pendampingan petugas penyuluh pertanian ditambah petugas pendamping ekonumi pertanian (P2EP).
Selain itu DP-TPH Sumsel juga melasakan gerakan pengendalian organisme pengganggu tanaman dan dampak perubahan iklim. Disisi lain, upaya mendorong percepatan panen dan pengolahan lahan dengan mengerahkan brigadir alat-alat yang ada di kabupaten dan yang ada di provinsi bersama PT SAI BUMD Pertanian juga dilakukan. DP-TPH Sumsel juga tentunya sangat memotivasi para petani adalah pembelian hasil panen yang akan dilakukan oleh PT Rusnajaya dan PT Buyung Putra Sembada. "Ini sebagai tindak lanjut dari MoU pada tanggal 28 Mei 2021 yang disaksikan oleh Menteri Pertanian pada acara kick off Food Estate 2021," ujarnya.
Upaya lain yang dilakukan saat ini adalah mengusulkan tambahan Luas Baku Lahan (LBS) hasil validasi LBS tahun 2020 seluas 69.213 ha ke Kementerian ATR/ Badan Pertanahan Nasional dari LBS saat ini seluas 470.602 Ha disamping berupaya meningkatkan indeks pertanaman tahun 2020 masih cukup rendah yakni 1,23 %, dengan adanya percepatan tanam 80 ribu ini, kita berharap bisa mendekati jadi 1,4 % indeks pertanaman.
Dari target 80 ribu hektar itu, ada sebanyak 20 ribu hektar kegiatan intensifikasi yang semula tarik tanamannya dibulan Agustus-September yang terdiri dari 15.000 hektar di Oku timur dan 5.000 Ha di Banyuasin tenyata tidak bisa terpenuhi karena lahan-lahan tersebut saat ini ada pertanaman. Alhasil, target yang 20 ribu itu tidak bisa di tanam di bulan Agustus atau September. "Tetapi mereka mengupayakan percepatan di Oku timur ada sekitar 5 ribu hektar dan di Banyuasin ada sekitar 19 ribuan hektar. sehingga total kesepakatan kita pada rekor hari ini diluar intensifikasi 20 ribu hektar ada sekitar 51.397 hektar lahan siap tanam.
Penjualan Anjlok, Kurangi Jumlah Pegawai
Petani ikan hias di Palembang salah satunya ada di Gang Sianjur, Kecamatan Ilir Timur II. Dulu, hampir setiap rumah menjual ikan hias di sana. Namun, akhir pekan lalu, pemandangan itu hilang dari mata wartawan koran ini. Kini, di daerah terkenal kaya akan hias tersebut masih menyisakan satu orang petani. Namanya H Eddy Yusuf (61), warga Gang Antara RT 16, No 31 dengan jargon usaha 374 akuarium. Wajar dia bertahan. Kakek 3 orang anak dan 11 orang cucu sudah tekuni usaha itu 40 tahun lebih. Beragam ikan hias dan ikan kolam dia jual. Mulai dari bibit ikan kolam, lele, gurami, nila, patin serta bawal. Lalu ada juga beragam bibit ikan. Seperti ikan mas, lohan, arwana, channa, ikan mas koi, komet, layang-layang, gurami albino, ikan sembarau, mancis, kapiat serta koi metalik. H Eddy sendiri, memasok ikan hias tersebut dari beragam daerah. "Selain bogor, dari Jawa Timur, Tulung Agung dan beberapa daerah lainnya," ulasnya. Ikan tersebut selanjutnya, dihamparkan dalam kolam pemeliharaannya. Dari luas lahan 3.500 meter persegi, ada sebanyak 100 unit kolam semen dengan ukuran 2 x 2 meter dan 4 x 4 meter. Ditambah dengan kolam tanah sebanyak 4 buah. "Dulu kita melakukan pembibitan. Sulitnya, jika pembibitan harus dipelihara selama tiga bulan baru bisa dijual. Sedangkan kalau kita membeli bibit, bisa langsung dijual," tuturnya.
Mengurai harga penjualan ikan hias. Mantan calon pegawai dinas perkebunan ini menjelaskan untuk harga ikan yang paling mahal saat ini adalah Koi. "Khusus ikan koi, harga jualnya mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 800 ribu/ ekornya. Dan saat ini pendistribusian ikan koi, masih tinggi-tingginya. Untuk di Sumatera Selatan, permintaan ikan koi terbilang masih tinggi," jelasnya. Sedang jenis ikan hias lainnya, terbilang masih rendah. Mengorek keterangan H Eddy, ikan koi yang paling mahal adalah ikan koi tiga warna. Tetapi, warna yang ada semuanya terang dan enak dilihat. "Sebenarnya ada juga yang empat warma. Harganya juga mahal. Namun jarang ikan koi empat warna, memiliiki tektur dan keindahan warna yang terang dibanding ikan koi tiga warna," kata dia.
Distribusi ikan hias yang disalurkan, sejauh ini kesemua daerah diwilayah Sumatera Selatan. Bahkan banyak juga permintaan dari Provinsi Lampung serta Jambi. Sayangnya, karena ada pembatasan pemberlakukan kegiatan masyarakat (PPKM) membuat demand turun. "Bagaimana mau mengirim ikan, jika ada PPKM. Jadi kita juga sangat terimbas," jelasnya. Sebelum pemberlakukan PPKM, Eddy, menjelaskan dalam satu bulan bisa mencapai 5 - 6 kali pengiriman.
Waktu PPKM diberlakukan, permintaan ikut turun. Dalam sebulan H Eddy, hanya mengirim 1 mobil. "Yang jelas sekarang ini, wong bukan nak ngejoke beli ikan. Mereka nak ngejoke makan dulu. Anak-anak sekolah. Galo-galo nak duit galo. Kalu sekat menyekat diteruske, nah bakal saro kedepan," bebernya. Dia berharap agar penyelenggaraan PPKM segera usai sehingga setiap pengusaha dapat Kembali menjalani kehidupan normal.
Pria yang memulai karirnya dari umur 15 tahun ini juga berharap pandemi segera berakhir. "Dan masyarakat Kembali hidup normal. Termasuk kami petani ikan, yang kini terseok-seok akibat penerapan PPKM," pungkasnya. Mengingat lanjutnya, tidak hanya penjualan yang menurun drastis, tetapi dia harus memikirkan 6 orang gaji karyawannya. "Saat ini ada sebanyak 6 orang karyawan. Kalau dulu sebelum pandemi karyawan yang saya pekerjakan ada sebanyak 9 orang. Lantaran terkena pandemi dan penjualan ikan menurun akhirnya pegawai terpaksa kita kurangi. Hanya 6 orang saja," pungkasnya.
Harga Purun Naik
KAYUAGUNG - Saat ini harga purun, bahan baku membuat tikar, naik. Kenaikan harga ini karena adanya tambahan biaya operasional membawa purun yang dipesan pelanggan. Suparedi, pengrajin purun mengaku, kalau musim penghujan bisa mengambil purun lewat sungai. "Sekarang purun bisa diangkut menggunakan mobil," katanya.
Sejak masuk musim kemarau harganya Rp 12 ribu per ikat. Biasanya Rp 10 ribu per ikat. "Saat ini tak banyak yang mencari purun karena penjualan tikar turun. Kalau dijual tikar kan harganya murah," imbuhnya kemarin (1/8). Dikatakan, purun jika sudah dibuat kerajinan lain seperti tas harganya mahal. Sayangnya saat ini permintaan berkurang. "Kami berharap kerajinan purun terus berkembang dan bisa dipasarkan. Kalau bisa kreatif maka harga produk yang dihasilkan akan semakin tinggi," ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM OKI Herliansyah Hilaludin menambahkan akan terus mengembangkan kerajinan purun menjadi produk lain yang bernilai tinggi. "Produk purun sudah sering dikenalkan dalam berbagai acara seperti pameran," katanya.
Diganti IKEA, Guardian, atau Hero Supermarket
JAKARTA, TRIBUN - Seluruh gerai Giant di Indonesia resmi tidak lagi beroperasi di Indonesia mulai hari ini, Minggu (1/8/2021) Hal tersebut selaras dengan keputusan PT Hero Supermarket Tbk selaku pengelola, yang memutuskan untuk menutup seluruh gerai Giant di Indonesia per akhir Juli 2021 Keputusan itu telah diumumkan oleh Presiden Direktur Hero Supermarket, Patrik Lindvall, pada akhir Mei 2021.
Dalam pengumumannya pada saat itu disebutkan, penutupan Giant merupakan bagian dari langkah Hero yang akan lebih fokus pada pengembangan gerai merek lainnya, yaitu IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket.
"Gerai Giant lainnya akan dengan berat hati ditutup pada akhir Juli 2021," kata Patrik, dalam siaran pers Selasa (25/5/2021) silam.
Penutupan Giant juga merupakan bentuk adaptasi Hero Group terhadap dinamika pasar dan tren pelanggan yang terus berubah. Pengalihan fokus bisnis pun dilakukan untuk merespons turunnya popularitas format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia. "Keputusan besar seperti ini tidaklah mudah, tetapi kami percaya keputusan ini perlu diambil untuk kepentingan jangka panjang PT Hero Supermarket Tbk," ujar Patrik.
Sebagai informasi, Hero akan mengubah setidaknya lima gerai Giant menjadi IKEA untuk memperluas pelayanan pelanggan. Hero Group juga tengah mempertimbangkan perubahan sejumlah gerai Giant menjadi gerai Hero Supermarket.
Kisah Giant dimulai pada tahun 1944 ketika toko pertama keluarga Teng Meng Chun ini dibuka di Sentul Pasar, Malaysia, dan diperluas dengan pembukaan Pusat Minimarket Teng di Bangsar pada tahun 1974. Selanjutnya Giant dikembangkan tak di Malaysia, tetapi juga Singapura dan Indonesia. Melansir laman Hero Group, Giant di Indonesia dibesarkan oleh perusahaan Hero Group. Awalnya bisnis yang dibangun MS Kurnia adalah minimarket. Hero Supermarket melebarkan sayapnya dan berubah menjadi Giant untuk segmen hypermarket. Giant Hypermarket pertama dibuka di Indonesia pada 2002, berlokasi di Villa Melati Tangerang. Sebagai tambahan untuk kekuatan di segmen ritel, saham Hero Group menjadi lebih besar dengan adanya Giant sebagai hypermarket internasional.
Segmentasi Giant adalah para pelanggan yang menginginkan belanja dengan harga yang hemat, sehingga hal itu diyakini tidak mengganggu jalannya Hero Supermarket Kini nama Giant tinggal kenangan.
Opi Mall Sesuaikan Jam Operasional
PALEMBANG, TRIBUN - OPI Mall yang berada di perbatasan Palembang Banyuasin Jakabaring kini menyesuaikan jam operasional karena Banyuasin saat ini menetapkan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3. Sejak 29 Juli hingga 2 Agustus OPI Mall mempersingkat jam operasional yakni beroperasi pukul 10.00-17.00 setiap hari. Khusus sektor esensial supermarket, apotek dan resto tetap buka hingga pukul 20.00 namun khusus F&B hanya melayani bungkus dan pesan antar. Tidak diperbolehkan makan di tempat.
"Iya OPI Mall sudah lama siap dengan perubahan jam operasional tapi karena waktu itu masih menunggu surat edaran dari bupati dulu sehingga baru diterapkan," ujar Marketing Communication OPI Mall Wendy Ansa, Minggu (1/8/2021). Wendy mengatakan pengunjung yang datang ke OPI juga harus tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Sebelum adanya edaran PPKM Level 3, OPI Mall tetap beroperasi seperti biasa yakni setiap hari pukul 10.00-20.00 dan resto atau pusat kuliner lainnya juga masih diperbolehkan makan di tempat dengan tetap menerapkan batas maksimum jumlah pengunjung. Sementara itu hingga hari ini, Minggu (1/8/2021), seluruh mall di Palembang masih beroperasi terbatas karena menyesuaikan dengan kebijakan PPKM level 4.
Subsidi Gaji Rp 500 Ribu/ Bulan Masih Difinalisasi
JAKARTA, TRIBUN - Kementerian Ketenagakerjaan tengah memfinalisasi persiapan pelaksanaan bantuan subsidi upah (BSU) sebesar Rp 1 juta kepada pekerja yang berada di wiliyah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi menjelaskan, saat ini pihaknya tengah menyelesaikan administrasi keuangan terkait bantuan tersebut. "Karena anggaran BSU ini adalah tambahan maka saat ini kita mempercepat proses revisi DIPA Kemenaker 2021," katanya, Minggu (1/8/2021).
Selain itu, Kementerian Ketenagakerjaan juga tengah melakukan pengecekan kembali terkait data 1 juta calon penerima BSU yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan pada Jumat (30/7/2021). Oleh karenanya, Anwar menargetkan pencairan subsidi sudah dapat dilaksanakan pekan depan atau tanggal 2 - 8 Agustus 2021. "Semoga minggu depan sudah mulai (disalurkan)," ujarnya. Terkait mekanisme penyalurannya, akan sama seperti bantuan serupa yang diberikan pada tahun lalu, dimana bantuan itu akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing penerima. "Langsung sekali (disalurkan) sebesar Rp 1 juta," ucap Anwar.
Ngopi Sambil Baca Komik
Kedai Kopi kini tak hanya menyajikan aneka racikan kopi saja. Agar disukai pengunjung, kedai kopi pun menawarkan berbagai fasilitas, salah satunya koleksi komik yang bisa dibaca gratis. Seperti halnya di Kedai Puan.
"Di sini ada buku-buku yang sebagian koleksi saya dan kakak saya, dan sebagian lain ada sumbangan dari orang. Untuk pinjam bawa pulang juga boleh," ujar Putri, pemilik Kopi Puan, Jumat (30/7/2021).
Kedai kopi ini terbagi dua tempat. Ada ruangan berisi buku bacaan dan juga bangku di halaman kedai. Konsep ini dihadirkan agar pengunjung dapat memilih alternatif mana yang bisa dijadikan sebagai tempat yang nyaman untuk menikmati kopi.
Beroperasional sejak 30 November 2020, kedai kopi ini hadirkan berbagai jenis racikan di antaranya minuman andalan kedai ini yaitu Kopi Puan, caramel coffee hazelnut, Vietnam drip japannese V60, dan minuman non kopi lainnya. Aneka minuman ini dibanderol dengan harga mulai Rp 13.000.
Sementara, untuk makanan seperti roti bakar, mi instan. sosis dan naget goreng dan kentang renyah Harganya pun cukup terjangkau yakni mulai dari Rp 8.000 per porsi. Buka sejak pukul 16.00 - 22.00 WIB kedai ini juga menerima pesanan makanan secara online. Kedai ini pun akan buka lebih lama jika akhir pekan. Namun, saat ini jam buka kedai menyesuaikan dengan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level empat.
Karena konsepnya kedai jadi harga yang ditawarkan juga tidak mahal Ini juga karena pangsa pasar yang anak muda, seperti pelajar dan mahasiswa," kata Putri
Gak Kaleng-Kaleng, Seabrek Produk RI Bikin Resah ASEAN-Eropa!
Jakarta, CNBC Indonesia - Produk ekspor Indonesia saat ini menjadi salah satu hal yang diminati masyarakat dunia. Dilaporkan bahwa produk "Made in Indonesia" saat ini mulai mendominasi dan memiliki daya saing tinggi bila dibandingkan dengan produk-produk negara lain. Namun, larisnya produk asal RI sendiri telah menjadi ketakutan baru bagi dunia. Sejumlah negara mulai khawatir karena produk Indonesia dikhawatirkan bakal mengganggu dominasi produk domestik mereka. Bukan hanya mendominasi, komoditas asal Indonesia juga membuat banyak negara ketergantungan. Berikut beberapa kasus yang tengah dan telah dihadapi Indonesia, terkait sengketa perdagangan maupun proteksi perdagangan dengan negara lain maupun di WTO.
1. Kelapa Sawit RI Dihambat Uni Eropa
Indonesia merupakan produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia dengan produksi kelapa sawit sebanyak 36.000.000 metrik ton pada 2016. Sekitar 25,1 juta tonnya diekspor ke luar negeri. Namun, tingginya produksi itu berarti Indonesia juga memiliki lahan pertanian kelapa sawit yang sangat luas. Bahkan, terus meningkat setiap tahunnya. Oleh karenanya, tidak mengherankan jika isu deforestasi (pembukaan hutan) tidak bisa dipisahkan dari industri kelapa sawit. Mengutip laporan Time Toast, pada 1 Januari 2007 organisasi PBB mengatakan produksi minyak sawit sebagai penyebab utama deforestasi di Indonesia, di mana pembalakan liar dan penanaman kelapa sawit lazim terjadi di 37 dari 41 taman nasional. Akibat hal itu, pada April 2017 Parlemen Eropa mengeluarkan resolusi untuk menghapuskan dan melarang penggunaan bahan bakar hayati (biofuel) yang terbuat dari minyak sawit. Menurut laporan The Conversation, larangan itu dapat mengurangi permintaan minyak sawit. Eropa juga menerbitkan Delegated Regulation yang merupakan turunan dari Renewable Energy Directive II (RED II). Dimana kelapa sawit dianggap sebagai komoditas berisiko tinggi terhadap perusakan hutan (deforestasi) atau indirect land-use change (ILUC). Indonesia melawan dan siap menggugat Uni Eropa di Organisasi Perdagangan Dunia. Gugatan sengketa Pemerintah RI terhadap regulasi Renewable Energy Directive II (RED II) Uni Eropa di forum DSB WTO (sengketa DS 593) terus bergulir.
2. RI dan Uni Eropa Ribut Soal Larangan Ekspor Nikel
Produk Indonesia lain yang membuat Uni Eropa ketergantungan adalah nikel. Selama bertahun-tahun, Indonesia mengirim bijih nikel ke Uni Eropa. Namun, RI mengubah kebijakan dengan melarang ekspor bijih nikel dan lebih memilih untuk hilirisasi di dalam negeri. Namun, Uni Eropa tidak terima dan mengajukan tuntutan terhadap Indonesia sengketa DS 592 - Measures Relating to Raw Materials ke WTO. UE menganggap Undang-Undang RI tentang Minerba menyulitkan untuk bisa kompetitif dalam industri baja, terutama stainless steel karena nikel dipakai sebagai bahan baku stainless steel. Padahal, komoditas nikel yang diimpor Eropa kecil sekali dari Indonesia dan Uni Eropa menganggap mengganggu produktivitas energi stainless steel. UE juga menganggap ini bagian dari 30 ribu pekerja langsung dan 200 ribu pekerja tidak langsung. "Pemerintah Indonesia telah siap untuk memperjuangkan dan melakukan upaya pembelaan terhadap gugatan UE. Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan berkeyakinan, kebijakan dan langkah yang ditempuh Indonesia saat ini telah konsisten dengan prinsip dan aturan Badan Perdagangan Dunia (WTO)," jelas Mendag Lutfi dalam pernyataan resminya, Kamis (25/2/2021). Dari situ bisa tergambar bahwa Uni Eropa ingin melindungi komoditas dan kepentingannya. Namun, Indonesia pun demikian, apalagi di tengah berkembangnya industri nikel. Lutfi menantang WTO bisa membuktikan tuduhan tersebut. "Kita akan ikuti proses sengketa sesuai proses yang sudah disepakati, kita akan melayani sengketa ini di WTO, dan saya anggap ini proses yang sebagai negara menjunjung tinggi hukum proses baik dan benar jadi kita layani mereka di sana. Kita akan hire pasukan legal terbaik dan kita akan perjuangkan hak-hak perdagangan kita," sebutnya.
Teka-Teki Cara Bukalapak Berlari
Hiruk-pikuk IPO Bukalapak memang meramaikan pasar modal dua bulan terakhir. Bukalapak melepas 25,76 miliar saham biasa, semuanya baru dan dikeluarkan dari portepel perseroan, setara dengan 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO. Harga penawarannya Rp 850 per lembar saham, yang harus dibayar penuh saat calon pembeli mengajukan formulir pemesanan.
Dengan harga itu, IPO Bukalapak akan meraup dana segar Rp 21,9 triliun dari pasar. Angka ini akan menjadi rekor baru nilai IPO terbesar sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia, yang sebelumnya dipegang PT Adaro Energy Tbk dengan raupan dana Rp 12,23 triliun pada 2008. Selain itu, Bukalapak bakal menjadi unicorn pertama yang melantai di bursa saham.
Tapi gemerlapnya rencana kedatangan anggota baru bursa ini diiringi sentimen pasar yang terbelah. Sebagian investor menganggap valuasi BUKA terlalu tinggi. Ukuran paling gampang adalah buku perusahaan yang tiga tahun terakhir masih merah alias merugi. Bahkan, sepanjang triwulan I 2021, Bukalapak masih membukukan kerugian tahun berjalan sebesar Rp 324 miliar, sedikit membaik dibanding kerugian Rp 393 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
David tergolong penganut mazhab yang meyakini harga BUKA kemahalan. Begitu pula Lo Kheng Hong, investor retail kawakan yang kerap dijuluki Warren Buffett-nya Indonesia, yang terang-terangan menyatakan BUKA tak masuk kriteria saham pilihannya terutama karena aspek kinerja. "Bukan untung besar, rugi besar," ujarnya dalam sebuah webinar bertajuk "Menjadi Investor Cerdas Bersama Lo Kheng Hong" yang videonya diunggah di kanal YouTube, Kamis, 29 Juli lalu.
Tapi pelaku pasar lain masih memberikan toleransi terhadap buruknya kondisi keuangan Bukalapak. Alasannya, kinerja perusahaan menunjukkan tren perbaikan. Ukurannya lagi-lagi angka kerugian perseroan yang berkurang setahun belakangan. "Masih rugi, masih berutang juga. Tapi tren utang dan kerugiannya terus menurun. Ini lebih penting," kata Syarifah Namira Fitrania. Karyawan swasta di Jakarta ini ikut memesan 50 lot saham BUKA lewat aplikasi penjamin emisi efek lain, PT Samuel Sekuritas Indonesia.
Pada akhir 2020, rugi tahun berjalan Bukalapak memang berkurang menjadi Rp 1,34 triliun, dibanding dua tahun sebelumnya yang berturut-turut tekor Rp 2,24 triliun dan Rp 2,79 triliun. Penurunan kerugian sebesar ini bukan hanya buah dari kombinasi peningkatan pendapatan dan pemangkasan beban usaha, tapi juga hasil pencatatan manfaat pajak tangguhan pada 2020 yang nilainya mencapai Rp 483 miliar. Kinerja Bukalapak tahun lalu juga terdongkrak suntikan modal dari sejumlah investor global, seperti Microsoft Corporation, juga PT Elang Mahkota Teknologi Tbk —kelompok usaha milik keluarga Sariaatmadja yang menjadi induk perusahaan lewat PT Kreatif Media Karya.
Bagi investor milenial yang belum lama bergelut di pasar modal seperti Namira, saham Bukalapak sudah cukup menarik lantaran sektor usaha teknologi digital sedang hype, kekinian. Perempuan 32 tahun ini sebenarnya juga pengguna platform Bukalapak, baik sebagai konsumen maupun pelapak. "Ia marketplace yang menjadi way of living dan cara kita untuk survive di saat pandemi ini," tuturnya.
Belakangan, belasan perusahaan sekuritas lain bergabung sebagai sindikasi penjamin emisi efek. Selain BNI Sekuritas dan Samuel Sekuritas, ada PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Ciptadana Sekuritas Asia, PT Investindo Nusantara Sekuritas, PT Lotus Andalan Sekuritas, PT Panin Sekuritas Tbk, PT Philip Sekuritas Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas, PT Sucor Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT Valbury Sekuritas Indonesia, PT Victoria Sekuritas Indonesia, PT Wanteg Sekuritas, dan PT Yuanta Sekuritas Indonesia.
Sejumlah pelaku pasar menyebut UBS dikenal punya jaringan investor asing yang kuat untuk menyerap dana IPO yang superjumbo. Sedangkan Mirae Asset Sekuritas ikut lantaran Mirae Asset Financial Group, induk perusahaan di Korea Selatan, juga mengempit saham Bukalapak sejak 2019 lewat Mirae Asset-Naver Asia Growth Investment Pte Ltd—hasil patungan dengan Naver Corp, yang juga raksasa platform digital di Negeri Ginseng.
Bambang membenarkan ada nama-nama besar dalam deretan investor asing yang siap menyerap saham Bukalapak. Tapi ia menolak menyebut nama investor kakap yang dimaksud. "Nama-nama besar yang biasa terlibat dalam IPO di Bursa Efek Indonesia," ucapnya. Investor besar yang ditemui di masa roadshow dan book building, menurut dia, diharapkan bisa menjadi penanam modal jangkar atau anchor investor Bukalapak.
Teka-teki seputar IPO Bukalapak bertambah lantaran pelaksanaan penawaran umum bersejarah ini justru tak berlangsung lewat layanan sistem Electronic Indonesia Public Offering. Otoritas Jasa Keuangan melonggarkan regulasinya yang semula mewajibkan pelaksanaan IPO lewat sistem itu mulai 2021.
Platform e-IPO digulirkan pemangku kepentingan pasar modal untuk memudahkan akses publik terhadap pelaksanaan penawaran saham perdana. Misi besarnya adalah memudahkan investor retail mengakses pasar perdana, dari masa penawaran umum, penjatahan, hingga pencatatan saham.
Juru bicara OJK, Sekar Putih Djarot, membenarkan, sesuai dengan ketentuan, IPO Bukalapak semestinya wajib menggunakan sistem e-IPO. Namun, dia berdalih, sistem tersebut punya keterbatasan untuk memfasilitasi penawaran umum dengan minat dan pesanan amat besar seperti yang terjadi pada Bukalapak. "Dalam IPO Bukalapak, terdapat potensi minat dan pesanan dalam skala besar yang dikhawatirkan akan mengganggu sistem e-IPO secara keseluruhan sehingga akan berdampak terhadap IPO emiten lain," ujarnya.
Keputusan itu didasari hasil diskusi antara tim Self-Regulatory Organization, manajemen Bukalapak, dan penjamin emisi. Bursa Efek Indonesia sebagai penyedia sistem, kata Sekar, mengusulkan IPO Bukalapak dipertimbangkan untuk tidak menggunakan sistem e-IPO yang pengadaan dan peningkatan kapasitasnya terhambat kondisi pandemi Covid-19. "Sebagai wujud mitigasi risiko dalam memastikan keberhasilan IPO dan untuk menjaga stabilitas pasar saham," ucap Sekar.
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna punya penjelasan senada. Dia memastikan, demi membuka kesempatan seluas-luasnya bagi investor, alokasi penjatahan saham Bukalapak tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. Semua calon investor tetap dapat memesan saham baru BUKA melalui perusahaan efek setiap nasabah.
Kabar adanya investor jangkar, juga pelaksanaan penawaran umum di luar sistem e-IPO, menjadi sentimen negatif menjelang pencatatan saham BUKA di papan perdagangan bursa, 6 Agustus, Jumat pekan ini. Sedari awal, bursa pun dipenuhi dengan syak wasangka bahwa IPO hanya menjadi jalan bagi investor lama Bukalapak untuk keluar dari kubangan kerugian investasi mereka selama ini.
Beberapa tahun terakhir, industri startup digital yang nilainya terus menggelembung mulai membuat investor kalang kabut. Gelontoran dana mereka tak kunjung balik lantaran model bisnis perusahaan yang padat modal jomplang dengan pendapatan. Perusahaan rintisan memerlukan modal jumbo dari pasar negosiasi tertutup untuk "membakar uang", istilah yang dipakai untuk menggambarkan besarnya dana yang dikeluarkan buat menambah jumlah pengguna aplikasi lewat beragam program diskon atau pengembalian dana .
Terakhir, pada 2019, industri ini digemparkan dengan pernyataan Chief Executive Officer SoftBank Group Masayoshi Son bahwa ia akan mengevaluasi semua portofolio investasi kelompok usahanya. Pada tahun fiskal 2019, SoftBank mencetak rugi bersih US$ 8,9 miliar atau senilai Rp 133 triliun, di antaranya akibat kerugian investasi di perusahaan teknologi digital.
Ramainya penggunaan aplikasi digital diam-diam menyimpan bara panas di lingkaran penyandang dana. Pilihan bagi investor tak banyak: membiarkan portofolio berlanjut mencari penyandang dana baru sehingga saham mereka berpotensi terdilusi, menggabungkan aset-aset investasi mereka menjadi kapal induk baru untuk kemudian dilego ke pemodal baru, atau memaksa perusahaan rintisan segera masuk bursa sehingga saham investor lama bisa segera dicairkan lewat perdagangan terbuka.
Jalan terakhir itu yang dikhawatirkan ada di balik motif Bukalapak cepat-cepat go public. Dengan kondisi buku yang masih merugi, pasar memang pantas khawatir jika para pemodal utama Bukalapak buru-buru hengkang selepas IPO. Pasar dipenuhi spekulasi tentang dugaan bahwa keberadaan investor jangkar dan pelaksanaan IPO di luar sistem baru hanya bertujuan menjaga harga saham BUKA terjaga di target tertinggi pada masa pencatatan.
Bambang Brodjonegoro menepis kekhawatiran itu. "Kalau melihat pemegang saham lama, mereka tampaknya masih bertahan, termasuk para pendiri," katanya. "Pemegang saham come and go, tapi pasti tetap ada anchor yang bisa mengendalikan meski tidak 100 persen". Menurut dia, keberadaan investor jangkar yang diharapkan datang lewat IPO ini diharapkan bisa menjaga kinerja perseroan. "Yang penting bukan di hari pertama dapat berapa atau oversubscribed berapa, tapi bagaimana kelanjutan ke depan," tutur Bambang. "Makanya kami perlu anchor investor, supaya ke depan kinerja harga saham berada di teritori yang melegakan".
Prospektus IPO Bukalapak sebenarnya juga berupaya memberikan jaminan serupa. Sesuai dengan peraturan OJK, semua pemegang saham yang mengantongi efek dalam waktu enam bulan sebelum penyampaian pendaftaran ke OJK dengan harga di bawah IPO dilarang mengalihkan sebagian atau seluruh sahamnya sampai delapan bulan. Regulasi ini mengikat sejumlah investor kakap Bukalapak selama ini, termasuk Grup Emtek dan para pendiri.
Selain itu, Bukalapak menyatakan telah mengantongi komitmen lock-up sukarela selama delapan bulan dari 22 investor lain, termasuk API Investment Limited, yang sebelum IPO mengempit 17,4 persen saham perseroan. Senin pekan ini, 3 Agustus, IPO Bukalapak akan memasuki tahap penjatahan yang akan berlanjut ke pendistribusian saham elektronik, dua hari kemudian. Masa-masa ini adalah momen menentukan bagi investor retail seperti David Anwar dan Syarifah Namira Fitrania untuk mendapatkan kepastian tentang saham yang mereka pesan. Pada pekan ini juga, teka-teki siapa pemodal besar yang akan memborong dan menahan harga saham BUKA juga akan terjawab. Delapan bulan selanjutnya? Siapa yang tahu.
Bebaskan PPnBM Yacht Usaha Pariwisata
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali membebaskan pajak atas beberapa barang mewah (PPnBM). Hal ini tercantum dalam PMK Nomor 96/PMK.03/2021 tentang penetapan Jenis Barang Kena Pajak Selain Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dan Tata Cara Pengecualian Pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah.
Mengutip beleid, Jumat (30/7/2021), barang tak kena PPnBM itu diatur dalam pasal 3.
Pengenaan PPnBM dikecualikan atas impor atau penyerahan peluru senjata api/peluru senjata api lainnya untuk keperluan negara. Barang lain yang bebas PPnBM lainnya adalah pesawat udara dengan tenaga penggerak untuk keperluan negara atau angkutan udara niaga; serta senjata api/senjata apilainnya untuk keperluan Negara.
Tak hanya itu, pemerintah juga membebaskan PPnBM yacht (kapal) untuk usaha pariwisata. "Kapal pesiar, kapal ekskursi, dan/atau kendaraan air semacam itu terutama dirancang untuk pengangkutan orang, kapal feri dari semua jenis dan/atau yacht untuk kepentingan negara atau angkutan umum," bunyi beleid itu.
Dalam peraturan ini juga diatur jenis barang kena PPnBM yang tergolong mewah, dengan tarif yang ditetapkan beragam, yakni 20 %, 40 %, 50 %, dan 75 %.
Barang-barang yang dikenakan tarif 20 %, antara lain kelompok hunian mewah, apartemen, kondominium, town house dan sejenisnya dengan harga jual Rp 30 miliar. Kelompok barang yang dikenai PPnBM 40 % yakni kelompok balon udara dan balon udara yang dapat di kemudikan, pesawat udara lainnya tanpa penggerak kelompok peluru senjata api kecuali untuk keperluan negara, peluru dan bagiannya tidak termasuk peluru senapan angin. Adapun kelompok barang dengan tarif PPnBM 50 %, kelompok pesawat udara selain yang dikenakan tarif 40 % di antaranya helikopter, pesawat udara. Begitu pula senjata artileri, revolver dan pisto.
Terakhir kelompok yang dikenakan tarif 75 % adalah kapal pesiar, kapal ekskursi, dan kendaraan air semacam itu, kapal feri dari semua jenis, serta yatch kecuali untuk kepentingan negara atau angkutan umum. Peraturan menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan (26 Juli 2021)," bunyi beleid itu.








