Harga Purun Naik
KAYUAGUNG - Saat ini harga purun, bahan baku membuat tikar, naik. Kenaikan harga ini karena adanya tambahan biaya operasional membawa purun yang dipesan pelanggan. Suparedi, pengrajin purun mengaku, kalau musim penghujan bisa mengambil purun lewat sungai. "Sekarang purun bisa diangkut menggunakan mobil," katanya.
Sejak masuk musim kemarau harganya Rp 12 ribu per ikat. Biasanya Rp 10 ribu per ikat. "Saat ini tak banyak yang mencari purun karena penjualan tikar turun. Kalau dijual tikar kan harganya murah," imbuhnya kemarin (1/8). Dikatakan, purun jika sudah dibuat kerajinan lain seperti tas harganya mahal. Sayangnya saat ini permintaan berkurang. "Kami berharap kerajinan purun terus berkembang dan bisa dipasarkan. Kalau bisa kreatif maka harga produk yang dihasilkan akan semakin tinggi," ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM OKI Herliansyah Hilaludin menambahkan akan terus mengembangkan kerajinan purun menjadi produk lain yang bernilai tinggi. "Produk purun sudah sering dikenalkan dalam berbagai acara seperti pameran," katanya.
Postingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Kebijakan Diskon Tiket Transportasi
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023