;

Pandemi Tak Pandang Bulu, Banyak Orang Kaya Jual Aset Mewah

Mohamad Sajili 30 Jul 2021 Sinar Indonesia Baru

Pandemi Covid-19 telah berdampak besar pada ekonomi masyarakat Bahkan banyak orang kaya banyak yang menjual aset mewahnya dengan harga miring, Ekonom berpendapat dampak pandemi memang tidak pandang bulu.

Center for Strategic and International Studies (CSIS), Fajar Hirawan mengatakan fenomena orang kaya yang menjual asetnya di masa pandemi ini menjadi bukti, kondisi pandemi saat ini ternyata bukan hanya berdampak pada orang menengah ke bawah tetapi juga berimbas ke orang menengah ke atas.

Menurut Fajar sebenarnya orang kaya yang menjual asetnya itu wajar terutama jika memang punya kendala dalam keuangannya. Menjual aset itu menjadi keunggulan bagi orang kaya saat kekurangan uang di masa pandemi ini. Fajar menjelaskan dengan menjual aset itu orang kaya bisa menempatkan asetnya ke instrumen keuangan yang lebih menguntungkan.


Potensi Bisnis Berlimpah Limbah Medis

Hairul Rizal 30 Jul 2021 Kontan

Pemerintah membuka peluang keterlibatan swasta dalam rencana pembangunan fasilitas pengolah limbah bahan berbahaya dan bercaun (B3) khususnya sampah medis. Sebab limbah medis kategori B3 semakin menggunung. Untuk itulah, pemerintah berupaya menambah fasilitas pengolah limbah medis tersebut di daerah-daerah. Alhasil, rencana tersebut juga bisa menciptakan peluang bagi pebisnis yang berminat. "Peluang untuk bisa diambil swasta tetap ada karena pada dasarnya bisnis recycle itu bersifat cost recovery," ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya kepada KONTAN, Kamis (29/7). Selain mengandalkan swasta, pemerintah juga menyiapkan anggaran sekitar Rp 1,3 triliun. Anggaran tersebut terdapat pada sejumlah kementerian dan lembaga, serta dana transfer ke daerah. Adapun di KLHK sendiri terdapat anggaran untuk pembangunan fasilitas pengolah limbah B3 totalnya Rp 53 miliar. 

(Oleh - HR1) 

Pasokan Menipis, Bitcoin Berpotensi Menuju US$ 50.000

Hairul Rizal 30 Jul 2021 Kontan

Bitcoin bergerak menguat menembus level US$ 40.000 per btc. Kamis (29/7), berdasarkan data coinmarketcap pada pukul 18.10 WIB, harga bitcoin berada di level US$ 40.197,46 per btc. Dengan demikian, kurs mata uang kripto ini mencetak penguatan 26,19% dalam seminggu. Harga bitcoin menguat dipicu langkah sejumlah bank dan pengelola dana investasi secara terbuka menerima pengelolaan investasi berbasis aset kripto. Terbaru, ada Bank of America dan JP Morgan yang mengumumkan bersedia mengelola aset kripto. CEO Indodax Oscar Damarwan meyakini, pengelolaan investasi di aset kripto akan membawa institusi keuangan menanam modal di aset kripto. Menurut dia, masih banyak bank yang saat ini sedang mengevaluasi dan melihat peluang ikut masuk ekosistem aset kripto. 


(Oleh - HR1)

GoTo IPO Tahun Ini, 4 Unicorn dann 5 Centaur bakal Menyusul

Hairul Rizal 29 Jul 2021 Investor Daily, 29 Juli 2021

Satu-satunya decacorn Indonesia, GoTo, diperkirakan melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham tahun ini. Selain itu, empat unicorn dan lima centaur bakal menyusul. Bursa Efek Indonesia (BEI) memproyeksikan kapitalisasi pasar (market cap) bursa bertambah Rp 553,9 triliun setelah lima unicorn dan satu decacorn melantai di bursa saham domestik.Satu dari lima unicorn, yaitu Bukalapak, sedang menggelar penawaran umum dan akan mencatatkan saham (listing) pada 6 Agustus mendatang. Sedangkan empat unicorn lainnya masih mempersiapkan diri. Market cap BEI akan meningkat lagi setelah lima centaur ikut menyemarakkan lantai bursa.Decacorn adalah perusahaan rintisan teknologi (startup) yang memiliki valuasi US$ 10-100 miliar. Sedangkan unicorn merupakan startup yang memiliki valuasi US$ 1-10 miliar. Adapun centaur adalah startup dengan valuasi US$ 100 juta sampai US$ 1 miliar.Di Indonesia, startup yang masuk kategori decacorn baru satu, yaitu GoTo, perusahaan hasil merger Gojek dengan Tokopedia. Sedangkan di jajaran unicorn ada Traveloka, Bukalapak, JD.ID, J&T Express, dan OVO. Lalu di level centaur terdapat sekitar 27 perusahaan, antara lain Halodoc, Dana, Modalku, Ralali, Akulaku, Kredivo, dan Blibli.

(Oleh - HR1)

Bantu Start-up Bertemu Investor, Kemenkominfo Luncurkan HUB.ID

Hairul Rizal 29 Jul 2021 Investor Daily, 29 Juli 2021

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meluncurkan program HUB.ID untuk membantu perusahaan rintisan teknologi (startup) bertemu calon investor. HUB.ID merupakan perluasan dari program Kemenkominfo untuk mendukung perusahaan rintisan berbasis digital di Indonesia. Program ini juga merupakan kelanjutan Nexticorn yang sempat diadakan pada 2018. “HUB.ID ini memfasilitasi start up supaya berkembang lebih cepat,” kata Dirjen Aplikasi Informatika Komenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan pada konferensi pers virtual di Jakarta, Rabu (28/7). Menurut Semuel Abrijani, dalam program ini, startup diberikan kesempatan untuk mendapatkan akses ke pendanaan dan kerja sama melalui berbagai pelatihan, jejaring, dan demo day atau memperkenalkan produk. Dia menjelaskan, HUB.ID fokus pada business matchmaking atau perjodohan bisnis. Startup digital akan dipertemukan dengan BUMN, perusahaan swasta, dan institusi pemerintah yang dikurasi sesuai sektor bisnis (vertikal) perusahaan rintisan. “Untuk HUB.ID, Komenkominfo memberi kesempatan bergabung kepada startup di bidang pertanian dan kemaritiman, pendidikan, kesehatan, pariwisata, logistik, keuangan, dan smart city,” tutur dia

Pendaftaran HUB.ID dibuka mulai 28 Juli hingga 13 Agustus, bisa diikuti startup di tahap pra-seri A sampai lanjut (later stage). “Komenkominfo memberi kuota untuk 50 startup yang sudah siap dengan strategi bisnis, sudah menjalankan bisnis lebih dari enam bulan,” ujar dia. Dia menambahkan, startup yang terpilih akan mengikuti pelatihan speed mentoring secara online dari mentor yang merupakan pendiri atau pimpinan perusahaan rintisan, pelaku usaha, dan perusahaan modal ventura. “Setelah mengikuti serangkaian program, startup terpilih akan mempresentasikan bisnis dan produk di hadapan investor dari berbagai negara,” papar dia

(Oleh - HR1)

KKP Target Lumbung Ikan Sumbang Rp 3,71 T ke Negara

Hairul Rizal 29 Jul 2021 Investor Daily, 29 Juli 2021

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari aktivitas perikanan pada program Lumbung Ikan Nasional (LIN) di wilayah Maluku mencapai Rp 3,71 triliun. Di sisi lain, potensi penyerapan tenaga kerja untuk industri perikanan di LIN pun cukup banyak, diperkirakan lebih dari 5.500 orang. Demikian disampaikan Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono dalam rapat koordinasi lintas kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (pemda) yang dipimpin Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan secara virtual, Rabu (28/7). “Apabila keseluruhan ini kita implementasikan akan ada penerimaan negara sekitar Rp 3,71 triliun per tahun dari Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 718. Artinya, LIN ini sangat proven," ujar Trenggono.

Untuk memastikan skema itu berjalan dengan baik, KKP akan memperkuat sistem pengendalian dan pengawasan ruang laut dengan menggunakan teknologi berbasis satelit. Sistem ini tidak sebatas memantau pergerakan kapal penangkap ikan pengguna VMS maupun yang tidak, tapi juga dapat memonitoring stok ikan, tumpahan minyak, kondisi terumbu karang, kawasan budidaya udang dan rumput laut, hingga memantau kawasan-kawasan pesisir yang terintegrasi.

(Oleh - HR1)

Investasi Manufaktur Melonjak 29%

Hairul Rizal 29 Jul 2021 Investor Daily, 29 Juli 2021

Nilai investasi industri manufaktur sepanjang semester I-2021 mencapai Rp 167,1 triliun, melonjak 29% dibanding periode sama tahun lalu Rp 129,6 triliun. Jumlah tersebut berkontribusi 37,7% terhadap total investasi nasional Rp 442,8 triliun. “Adapun dua sektor manufaktur primadona yang menjadi penyumbang terbesar investasi adalah logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp 57,6 triliun dan makanan Rp 36,6 triliun (8,3%),” kata Menteri  Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resminya, Rabu (28/7). Agus menjabarkan, sepanjang enam bulan 2021, penanaman modal dalam negeri (PMDN) sektor industri mencapai Rp 46,3 triliun atau berkontribusi 21,6% dari total PMDN yang menembus Rp 214,3 triliun. Adapun penanaman modal asing (PMA) di industri mencapai Rp 120,8 triliun atau berkontribusi 52,9% dari total PMA Rp 228,5 triliun.

Sebelumnya, Ekonom Core Indonesia Ina Primiana meminta pemerintah menjaga momentum bagus sektor manufaktur. Sebab, di tengah pandemi Covid-19, manufaktur masih menggeliat. Dia mencatat, kontribusi manufaktur ke produk domestik bruto (PDB) masih 19,84%, sama seperti sebelum pandemi. Indeks manajer pembelian (purchasing managers index/PMI) juga dalam tren positif. Bahkan, pada Mei 2021, PMI mengukir rekor baru, sebesar 55,3 poin

(Oleh - HR1)

Sepuluh MI Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Asabri

Rima armelia 29 Jul 2021 Investor Daily, 29 Juli 2021

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyampaikan, tersangka Korporasi MI yang dimaksud adalah PT IIM, PT MCM, PT PAAM, PT RAM, PT VAM, PT ARK, PT.OMI, PT MAM, PT AAM, dan PT CC. Penetapan tersangka terhadap MI itu dilakukan berdasarkan gelar perkara yang diketahui dari hasil pemeriksaan para pengurus MI. Hasil pemeriksaan terhadap pengurus manajer investasi telah menemukan fakta reksa dana yang dikelola oleh manajer investasi, yang pada pokoknya tidak dilakukan secara profesional serta independen karena dikendalikan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan pihak pengendali tersebut, sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara yang digunakan/dimanfaatkan oleh manajer investasi, Leonard dalam keterangan resmi, Rabu . Dia menjelaskan, tindakan dari sejumlah MI itu bertentangan dengan ketentuan peraturan pasar modal dan fungsi MI, serta peraturan lainnya yang terkait.

Pertumbuhan Sektoral, Industri Farmasi Fokus Penanganan Covid-19

Hairul Rizal 29 Jul 2021 Bisnis Indonesia

Sektor farmasi akan fokus pada produksi obat terkait Covid-19 ketimbang mengejar pertumbuhan secara industri pada tahun ini.Tahun lalu, pertumbuhan industri farmasi hanya didorong oleh produk berkaitan dengan imunomodulator, sedangkan serapan obat di luar Covid-19 tercatat minus hingga 11%.Alhasil, sulit mengejar pertumbuhan dari produk yang tak berkaitan dengan penanganan Covid-19.Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia (GPFI) Andreas Bayu Aji mengatakan dengan lonjakan kasus Covid-19 saat ini, fokus industri membantu masyarakat dan pemerintah dari sisi penyediaan obat.Sementara itu, berbeda dengan keluhan industri, data pemerintah dan Badan Pusat Statistik (BPS) justru mengelompokkan industri kimia dan farmasi pada sektor yang bertumbuh paling baik.Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Muhammad Taufiq mengatakan saat ini industri farmasi telah menjadi industri prioritas pemerintah yang terus tumbuh di tengah pandemi Covid-19.

(Oleh - HR1)

Ekspor Daerah, Kaltim Susun Ulang Program Pengapalan Langsung

Hairul Rizal 29 Jul 2021 Bisnis Indonesia

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tengah menyusun sejumlah langkah agar pengapalan langsung atau direct call menjadi lebih profesional dalam menunjang ekspor daerah itu.Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM (Disperindagkop) Kaltim Yadi Robyan Noor menyatakan ekspor Kaltim akan jelas mendapatkan keuntungan dengan menggunakan fasilitas tersebut.“Direct call bagus dan penting untuk mendorong dari negara buyer langsung dan nggak kemana-mana,” ujarnya, Rabu (28/7).Pertama, memastikan besaran jumlah kapasitas ekspor dari Kaltim.Kedua, menyusun penjadwalan ekspor menggunakan direct call yang berkaitan dengan wilayah Kaltim. Ketiga, mempersiapkan produk ekspor yang memiliki daya saing harga

(Oleh - HR1)


Pilihan Editor