Ekspor Daerah, Komoditas Potensial Dipacu
Pemprov Sumbar berusaha membangun pengetahuan petani untuk meningkatkan kualitas panenan agar diterima pasar ekspor."Kami punya banyak produk unggulan terutama rempah yang dibutuhkan oleh pasar internasional. Tetapi, persoalannya adalah kualitas produk yang belum memadai. Ini harus menjadi perhatian ke depan," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi, Jumat (30/7) "Kami punya banyak produk unggulan terutama rempah yang dibutuhkan oleh pasar internasional. Tetapi, persoalannya adalah kualitas produk yang belum memadai. "Pemprov, lanjutnya, akan menurunkan penyuluh ke tingkat petani untuk memberikan transfer ilmu agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Terkait kualitas, tuturnya, perlu adanya lembaga yang bisa mengeluarkan sertifikat untuk memastikan kualitas produk telah sesuai dengan permintaan pasar internasional.
Selanjutnya, kuantitas atau volume produksi harus ditingkatkan sehingga bisa memenuhi permintaan pasar yang besar. Dia menjelaskan, saat ini produk-produk unggulan di Sumbar, seperti kayu manis, minyak atsiri, pala, cassiavera, bahkan kopi belum memiliki luasan kebun yang memadai sehingga secara volume masih terbatas. "Untuk produk-produk unggulan ini perlu ditambah luasan lahan agar bisa memenuhi permintaan pasar," katanya. Adrian eksportir asal Sumbar sekaligus pemilik PT Cas-sia Coop, selama ini sukses mengembangkan pabrik kulit manis dengan kualitas ekspor yang merambah pasar Eropa dan Amerika Serikat " Sumbar punya lahan yang subur, petani yang tangguh, bahkan pelabuhan untuk pengapalan produk keluar negeri."
Pengalamannya di dunia ekspor produk kayu manis dan nilam, kualitas adalah hal yang tidak bisa ditawar dalam perdagangan internasional. Ada standar yang harus diikuti agar produk bisa dilirik oleh pembeli. "Saat ini kualitas produk rempah yang dihasilkan petani sebagian belum bisa mencapai standar. " Selain penyuluh dari pemerintah, lanjutnya, dibutuhkan akademisi dan Balai Riset dan Standardisasi Industri untuk mendukung standarisasi produk.
Kepala BPS Sumbar Herum Fajarwati mengatakan ekspor Sumbar Januari-Mei 2021 mencapai US$1,1 miliar atau melambung 94,9% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai ekspor asal Sumbar yang dikirim melalui pela-buhan di Sumbar pada Mei 2021 tercatat US$229,14 juta, naik 6,85% dibandingkan bulan sebelumnya. PUSAT EKSPOR Sementara itu, dari Sumatra Utara, Pemprov setempat mengusulkan agar Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle memiliki pusat ekspor produk-produk usaha kecil menengah . Dia berharap UKM yang secara ekonomi terdampak signifikan selama pandemi, mampu bangkit dengan pusat ekspor IMT-GT.
"Kerja sama yang erat di antara negara-negara IMT-GT akan mempercepat pemulihan ekonomi di ketiga negara dan salah satunya dengan mempermudah ekspor-impor produk-produk UKM," kata Afifi . Selain pusat ekspor, bidang kerja sama ekonomi lainnya yang diusulkan Pemprov Sumut adalah mempromosikan program Beli Kreatif Danau Toba dan memperkuat kerja sama di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei. Menurut Afifi, untuk memperlancar konektivitas ini perlu transportasi yang tepat, yaitu kapal laut.
Sementara itu, Chairman CMGF ke-18 IMT-GT Dato Mohd Amar bin Abdullah yang merupakan Menteri Besar Kelantan berharap anggota IMT-GT memperkuat partisipasinya pada kerja sama ini. Selain itu, bersama-sama membahas isu-isu yang berkenaan dengan Indonesia-Malaysia-Thailand untuk kebaikan bersama. Dalam kesempatan lain, PT Bank Sumut bersama Dekranasda Provinsi Sumatra Utara menggandeng Direktorat Jenderal Kekayaan Negara sumut untuk menggelar lelang produk-produk UMKM secara online melalui Kedai Lelang. Sebanyak 53 produk-produk UMKM berupa tenunan dan kain khas budaya Melayu diikutsertakan dalam lelang produk UMKM yang dilakukan secara virtual tersebut.
Selama ini Bank Sumut telah memiliki Sentra Usaha Kecil dan Mikro yang difokuskan untuk mengembangkan pembinaan kepada pelaku UMKM. "Dekranasda Provinsi Sumatra Utara berkomitmen untuk terus mendukung pelaku ekonomi kreatif agar dapat mencapai keberhasilan pemasaran produk kerajinan daerah ke tingkat yang lebih tinggi, "ujarnya. Kepala Kanwil DJKN Sumut Tedy Syandriadi menyampaikan pelaksanaan lelang ini bertujuan memperkenalkan branding lelang, menggali potensi pasar produk UMKM, dan meningkatkan penerimaan negara.
Selanjutnya, kuantitas atau volume produksi harus ditingkatkan sehingga bisa memenuhi permintaan pasar yang besar. Dia menjelaskan, saat ini produk-produk unggulan di Sumbar, seperti kayu manis, minyak atsiri, pala, cassiavera, bahkan kopi belum memiliki luasan kebun yang memadai sehingga secara volume masih terbatas. "Untuk produk-produk unggulan ini perlu ditambah luasan lahan agar bisa memenuhi permintaan pasar," katanya. Adrian eksportir asal Sumbar sekaligus pemilik PT Cas-sia Coop, selama ini sukses mengembangkan pabrik kulit manis dengan kualitas ekspor yang merambah pasar Eropa dan Amerika Serikat " Sumbar punya lahan yang subur, petani yang tangguh, bahkan pelabuhan untuk pengapalan produk keluar negeri."
Pengalamannya di dunia ekspor produk kayu manis dan nilam, kualitas adalah hal yang tidak bisa ditawar dalam perdagangan internasional. Ada standar yang harus diikuti agar produk bisa dilirik oleh pembeli. "Saat ini kualitas produk rempah yang dihasilkan petani sebagian belum bisa mencapai standar. " Selain penyuluh dari pemerintah, lanjutnya, dibutuhkan akademisi dan Balai Riset dan Standardisasi Industri untuk mendukung standarisasi produk.
Kepala BPS Sumbar Herum Fajarwati mengatakan ekspor Sumbar Januari-Mei 2021 mencapai US$1,1 miliar atau melambung 94,9% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai ekspor asal Sumbar yang dikirim melalui pela-buhan di Sumbar pada Mei 2021 tercatat US$229,14 juta, naik 6,85% dibandingkan bulan sebelumnya. PUSAT EKSPOR Sementara itu, dari Sumatra Utara, Pemprov setempat mengusulkan agar Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle memiliki pusat ekspor produk-produk usaha kecil menengah . Dia berharap UKM yang secara ekonomi terdampak signifikan selama pandemi, mampu bangkit dengan pusat ekspor IMT-GT.
"Kerja sama yang erat di antara negara-negara IMT-GT akan mempercepat pemulihan ekonomi di ketiga negara dan salah satunya dengan mempermudah ekspor-impor produk-produk UKM," kata Afifi . Selain pusat ekspor, bidang kerja sama ekonomi lainnya yang diusulkan Pemprov Sumut adalah mempromosikan program Beli Kreatif Danau Toba dan memperkuat kerja sama di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei. Menurut Afifi, untuk memperlancar konektivitas ini perlu transportasi yang tepat, yaitu kapal laut.
Sementara itu, Chairman CMGF ke-18 IMT-GT Dato Mohd Amar bin Abdullah yang merupakan Menteri Besar Kelantan berharap anggota IMT-GT memperkuat partisipasinya pada kerja sama ini. Selain itu, bersama-sama membahas isu-isu yang berkenaan dengan Indonesia-Malaysia-Thailand untuk kebaikan bersama. Dalam kesempatan lain, PT Bank Sumut bersama Dekranasda Provinsi Sumatra Utara menggandeng Direktorat Jenderal Kekayaan Negara sumut untuk menggelar lelang produk-produk UMKM secara online melalui Kedai Lelang. Sebanyak 53 produk-produk UMKM berupa tenunan dan kain khas budaya Melayu diikutsertakan dalam lelang produk UMKM yang dilakukan secara virtual tersebut.
Selama ini Bank Sumut telah memiliki Sentra Usaha Kecil dan Mikro yang difokuskan untuk mengembangkan pembinaan kepada pelaku UMKM. "Dekranasda Provinsi Sumatra Utara berkomitmen untuk terus mendukung pelaku ekonomi kreatif agar dapat mencapai keberhasilan pemasaran produk kerajinan daerah ke tingkat yang lebih tinggi, "ujarnya. Kepala Kanwil DJKN Sumut Tedy Syandriadi menyampaikan pelaksanaan lelang ini bertujuan memperkenalkan branding lelang, menggali potensi pasar produk UMKM, dan meningkatkan penerimaan negara.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023