;

Raih Untung Dari Usaha Salad Bar

Fadilla Anggraini 31 Jul 2021 Tribun Sumsel

Salah satu menu sehat yang populer dan laris dibeli saat pandemi adalah salad bar. Makanan ini merupakan olahan berbagai sayuran yang ditambah dengan makanan protein seperti ayam, ikan ataupun aneka daging yang disiram saus salad atau salad dressing.

Para pelaku usaha salad bar pun sudah banyak. Salah satunya Anthony Handoko, pemilik Extract Juice and Salad Bar. Memulai usaha sejak Juli 2020, Anthony melihat bahwa selama pandemi, banyak orang yang membutuhkan asupan makanan dan minuman sehat.

"Dari situ, kami menjual cold presses juice kemudian salad bar," ujarnya.

Ada empat jenis jus yang dijajakan, mulai dari vitamin us, best of us, beet us and celebrate us. Harganya dibanderol dari Rp 30.000 - Rp 35.000. Sementara salad bar yang dijajakan beraneka ragam, mulai dari crispy chicken salad, chicken Caesar salad, beef rainbow salad, chicken potato salad, tuna shimeji salad, dan lainnya yang dibanderol mulai Rp 40.000.

Selama pandemi, Anthony mengaku permintaan salad bar dan jus kian meningkat. "Terlebih kami menyediakan paket immune booster yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh dari olahan jus yang mengandung vitamin C," ungkap Anthony.

Tak disangka, dirinya pun bisa meraup omzet Rp 30 juta - Rp 40 juta per bulan atau margin sekitar 20% sampai 30%.

Senada dengan Ida Ardiyanti, pemilik Hellobelly. Memulai usahanya sejak Desember 2019, Ida mengaku permintaan salad bar di tengah pandemi korona ini cukup tinggi. "Setiap open pre order seminggu sekali, selalu banyak pembeli," sebut lda.

Dalam seminggu, Ida bisa menjual 200 - 300 pack salad dengan harga jual Rp 35.000 - Rp 55.000. "Untuk omzet tak menentu, tapi setiap sebulan setidaknya dapat Rp 8 juta," imbuhnya. Meski mencecap hasil yang manis, rupanya untuk memulai usaha salad bar diperlukan berbagai hal yang disiapkan. Mulai dari modal, bahan baku utama, kepiawaian pegawai hingga media pemasarannya.

Anthony menyebutkan untuk modal awal. yang disiapkan di awal usaha cukup besar, yaitu sebesar Rp 50 juta. Biaya tersebut dikatakan untuk membeli beberapa bahan baku, tempat usaha, kemudian biaya pegawai. Soal bahan baku jus, ada beragam buah yang harus dibeli, seperti wortel, beet, apel nanas, jeruk dan lemon.

Sementara untuk bahan baku salad, Anthony biasanya membeli lettuce, wortel, jagung edamame, ayam, tuna, tomat dan lainnya. Meski tak merinci besaran biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan baku, Anthony mengatakan ketersediaan bahan baku cukup terkendali.

Di samping bahan baku, faktor lain yang harus disiapkan untuk menjajal usaha ini juga peralatan memasak. Seperti yang dirinci lda Ardiyanti, memiliki Oven besar dan pangrill cukup diperlukan untuk pengolahan salad bar. Selebihnya keterampilan memasak dan bantuan pegawai untuk memproduksi dan menyiapkan salad untuk dijual. "Untuk saat ini, saya masih produksi rumahan, jadi masih dibantu keluarga dan dua pegawai tambahan," tandasnya.

Jika, sudah menyiapkan bahan baku, peralatan usaha, dan pegawai yang membantu dalam hal produksi, maka jangan lupa untuk memasarkannya. Masing-masing pelaku usaha memiliki cara tersendiri untuk mempromosikan produk salad barnya. Misalnya saja, Anthony yang kerap memberi promo diskon berupa gratis salad atau jus bila pembeli memposting produk kami di instagramnya @extractjuiceandsaladbar. Tak heran, kalau pembelinya tidak hanya kalangan anak muda hingga pegawai kantoran di seluruh Jakarta, bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. ProduK Kami juga kerap dipesan Dinas Kementerian Sosial dan pemah dibeli salah satu youtuber, Putri Habibie," ucapnya.

Ringkas dan Hemat Biaya

Fadilla Anggraini 31 Jul 2021 Sumatera Ekspres

JAKARTA - Pada saat kondisi PPKM yang masih berlangsung hingga saat ini mengharuskan para karyawan kembali terbiasa dengan cara kerja jarak jauh yang sudah berjalan lebih dari satu tahun di kondisi pandemi ini, dan produktivitas jarak jauh sangat dimungkinkan dengan adanya bantuan teknologi yang telah menjadi syarat utama.

Untuk mengantisipasi kebutuhan ini, Epson kembali meluncurkan produk terbarunya dengan memperkenalkan EcoTank L121, printer tangki tinta yang dapat memproduksi hasil cetak halaman tinggi dengan biaya perawatan yang rendah. Didukung dengan desain yang ringkas dan dapat mudah disesuaikan di dalam ruangan yang kecil ataupun terbatas, EcoTank L121menawarkan kinerja printer yang andal dengan biaya operasional rendah baik untuk penggunaan pribadi atau pun bisnis di rumah.

Head of Consumer & Retail Development Department Epson Indonesia, Syahrizal Apriyanto, mengatakan, menyadari kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas di kondisi kerja jarak jauh saat ini. EcoTankL121 tidak membutuhkan ruangan besar ataupun khusus, dengan desainnya yang ringkas ini akan sangat memudahkan para pengguna.

"Ini merupakan hasil dari inovasi yang terus menerus dari Epson untuk memastikan bahwa para pelanggan kami dapat memaksimalkan pengalaman produk yang akan mejadi investasi mereka," katanya.

EcoTank L121 ini meningkatkan produktivitas para karyawan untuk bekerja di rumah. Printer ini memiliki tangki tinta 4 Warna dengan ukuran A4 yang menggabungkan teknologi printhead Micro Piezo Epson, Epson Heat-Free Technology (Teknologi Bebas Panas), dan tinta asli Epson, sehingga pengguna dapat mencetak dokunmen berkualitas tinggi dengan biaya rendah.

Dibandingkan dengan produk sebelumnya, EcoTank L121 memiliki fitur kecepatan cetak lebih cepat dari 9 ipm untuk hitam dan putih dan 4,8 ipm untuk warna, sehingga memberikan produktivitas lebih baik. Epson berusaha untuk terus meningkatkan produk untuk memenuhi kebutuhan normal baru, EcoTank L121 dapat menghasilkan kualitas gambar terbaik dan cetakan ukuran khusus yang dapat berguna untuk pekerjaan atau bisnis rumahan. Printer yang terbaru dari Epson Didukung dengan Epson's Heat-Free Technology, EcoTankL121 tidak menggunakan panas dalam proses pengeluaran tinta, hal ini berarti lebih sedikit konsumsi daya dan lebih hemat biaya listrik.

Karena printer inkjet tidak memiliki fuser yang memerlukan pemanasan, lebih sedikit energi yang dikonsumsi, sehingga menghemat biaya bisnis. Printer EcoTank Epson juga menggunakan lebih sedikit suku cadang dan bahan habis pakai yang memerlukan penggantian, sehingga meminimalkan intervensi bagi pengguna dan meningkatkan produktivitas.

Daya Beli Elektronik Turun 60 Persen

Fadilla Anggraini 31 Jul 2021 Sriwijaya Post

MUARAENIM, SRIPO - Memasuki tahun kedua Pandemi Covid-19, semua sendi perekonomian terasa dampaknya. Salah satunya adalah daya beli masyarakat terhadap barang elektronik di Kabupaten Muaraenim turun drastis. Bahkan, sejumlah pemilik toko terpaksa memberhentikan sejumlah pegawai karena tidak lagi mampu membayar gaji. Dalam situasi saat ini, menurut pedagang bisa bertahan saja sudah luar biasa di tengah kondisi ekonomi saat ini.

"Dampak Pandemi Covid-19 sangat luar biasa. Bukan saja kepada masyarakat tidak mampu dan menengah, tanpa terkecuali terhadap pengusaha," kata Ir Johan Ong yang merupakan owner Aneka Elektronik Muaraenim, Jumat (30/7/2021).

Menurut Johan Ong, wabah pandemi Covid-19 ini, benar-benar luar biasa dan lebih dahsyat dibandingkan dengan wabah-wabah yang terjadi sebelumnya. Karena masanya lebih lama dan tidak bisa diprediksi kapan berakhirnya sehingga dampaknya bernar-benar terasa dan dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat. Adapun dampak yang dirasakan para pengusana, khususnya elektronik, lanjut tokoh masyarakat Tionghoa Muaraenim ini, adalah daya beli masyarakat yang merosot tajam.

Setidaknya sekitar 60 % turunnya bila dibandingkan daya beli masyarakat sebelum pandemi Covid-19.

Akibatnya penjualan elektronik lesu dan omzet pun turun drastis. Namun pihaknya bersyukur meski omzet turun, sampai saat ini, belum ada memPHK-kan karyawannya, dan akan sekuat tenaga minimal bisa bertahan. "Sekarang barang elektronik yang banyak laku seperti toak untuk Masjid, kipas angin, AC dan mesin Cuci. Kalau barang elektronik lain cenderung turun," katanya.

Tokoh Agama Budha Muaraenim ini berharap, kedepannya perekonomian dunia khususnya Indonesia bisa terus membaik sehingga roda perekonomian kembali normal serta pandemi Covid-19 cepat berakhir dari muka bumi.

Sebelumnya, rilis dari Gabungan Perusahaan Industri Elektronik dan Alat-alat Listrik Rumah Tangga Indonesia (GABEL) memprediksi penjualan elektronik ambruk 70-80 % selama pandemi corona. Adapun pembukaan mall dinilai tak mampu mendongkrak penjualan hingga akhir tahun, karena daya beli masyarakat melemah. Akibat pelemahan daya beli, banyak masyarakat lebih mengutamakan pembelian kebutuhan primer dan kesehatan. "Penjualan masih terpuruk dan jauh dari pulih karena kita tahu bahwa barang elektronik bukan bahan pokok. Jadi masyarakat masih mikir-mikir ke mall untuk beli televisi atau kulkas baru, mereka akan mengutamakan beli makanan, bayar anak sekolah atau obat," kata Ketua Umum GABEL Oki Widjaja dalam rilisnya beberapa waktu lalu seperti yang dikutif dari Katadata.co.id beberapa waktu lalu.

Penjualan Perlengkapan Jenazah Raih Keuntungan

Fadilla Anggraini 31 Jul 2021 Sriwijaya Post

PRABUMULIH, SRIPO - Penjualan perlengkapan jenazah di kota Prabumulih mengalami peningkatan, jika biasanya susah dijual, namun di masa Pandemi Covid 19 perhari bisa laku 10 paket. Hal itu seiring meningkatkan jumlah kematian baik akibat terpapar virus Corona maupun kematian akibat sakit. Namun dengan situasi ini, pedagang juga mulai khawatir ketersediaan stok.

Hal itu diungkapkan penjualan perlengkapan jenazah di Pasar Tradisional Modern (PTM) Kota Prabumulih Saudah ketika ditemui, Jumat (30/7/2021). "Biasanya yang beli sepi perlengkapan jenazah, sekarang banyak bahkan perhari mencapai 10 paket," katanya.

Peningkatan penjualan perlengkapan jenazah itu terjadi sejak usai lebaran ldul Adha 1442 H atau beberapa pekan lalu. "Peningkatan Saat ini mencapai 50 - 60 % dibandingkan hari-hari biasanya, tapi kalau untuk saya hanya sekitar 10 paket perhari karena kan ada juga pedagang lainnya," kata ibu berhijab itu.

Lebih lanjut Saudah menjelaskan, satu paket perlengkapan jenazah terdiri dari kain kafan, tikar, kapur barus, air mawar dan juga kapas. Satu set paket perlengkapan jenazah itu dijual dengan harga Rp 300 ribu - Rp 350 ribu," jelasnya.

Perempuan yang berjualan sejak tahun 1990 itu menceritakan, berjualan perlengkapan jenazah khususnya saat ini meski banyak pembeli namun membuat dirinya dan keluarga senang namun sedih. "Berjualan pelengkapan jenazah ini sedih dan senang. Senangnya jualan laku bisa membantu siapkan perlengkapan jenazah, sedihnya banyak orang meninggal," katanya.

Hal yang sama disampaikan para pedagang perlengkapan jenazah lainnya ketika diwawancarai juga mengaku pada Juli 2021 ini penjualan meningkat. "Kami sedih kondisi sekarang banyak meninggal, disisi lain orang bilang kami mendoakan orang meninggal biar dagangan kami laku, sedih," ungkap pedagang lainnya.

2,5 Juta Nasabah Gunakan Mobile Banking

Fadilla Anggraini 31 Jul 2021 Tribun Sumsel

PALEMBANG, TRIBUN - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat pengguna mobile banking 2,5 juta nasabah. Angka ini naik pesat karena perkembangan teknologi membuat penggunaan transaksi non tunai dan meminimalisir nasabah ke kantor cabang dan migrasi membuat pengguna mobile banking naik. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan pengguna mobile banking didominasi segmen milenial yakni usia di bawah 35 tahun dengan persentase 70 %.

Mobile banking BSI dikembangkan bukan hanya memberikan kemudahan transaksi perbankan saja tapi juga dilengkapi kemudahan layanan sosial dan spiritual. Kemudahan berdonasi bisa dilakukan langsung melalui mobile banking karena nasabah bisa berdonasi zakat, infaq, sodakoh dan wakaf. Sementara itu layanan spiritual dilengkapi dengan paduan lokasi masjid terdekat, arah kiblat, waktu sholat dan lainnya yang bukan cuma berlaku di tanah air tapi juga berlaku secara global di seluruh dunia. "Jadi kalau nasabah lagi di luar negeri juga bisa dengan mudah menentukan arah kiblat atau masjid terdekat," ujar Direktur Utama BSI Hery Gunardi disela press conference kinerja BSI secara daring, Jumat (30/7/2021). 

Dari sisi kinerja, Hery mengatakan pencapaian BSl semester 1 membukukan laba bersih sebesar Rp 1,48 triliun, naik 34,29% secara year on year (yoy). Kenaikarn laba dipicu pertumbuhan pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) yang berkualitas, sehingga biaya dana dapat ditekan. Hal itu mendorong kenaikan pendapatan margin dan bagi hasil yang tumbuh sekitar 12,71/% secara year on year (yoy). Dengan pertumbuhan laba yang signifikan, BSI dapat meningkatkan rasio profitabilitas. Hal itu ditandai dengan meningkatnya ROE (Return on Equity) dari 11,69% per Juni 2020 menjadi 13,84% per Juni 2021.

Adapun untuk menjaga pertumbuhan ke depan, Hery mengatakan BSI akarn terus meningkatkan kapabilitas digital. Pasalnya volume transaksi kanal digital BSI tumbuh signifikan sepanjang triwulan kedua 2021. Hingga Juni 2021, nilai transaksi kanal digital BSI sudah menembus Rp 95,13 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari transaksi melalui layanan BSI Mobile yang naik 83,56 % secara yoy. Jika dirinci, sepanjang Januari-Juni 2021, volume transaksi di BSI Mobile mencapai Rp 41,99 triliun. Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 109,82% secara yoy.

Dari sisi bisnis, pada semester I 2021 bank syariah milik Himbara itu telah menyalurkan pembiayaan hingga Rp161,5 triliun. Jumlah tersebut naik sekitar 11,73% dari periode yang sama pada 2020 yang sebesar Rp 144,5 triliun. "Pembiayaan memang belum maksimal karena kita menyalurkannya tetap dengan prinsip kehati-hatian agar tidak membuat angka kredit macet naik," kata Hery.

Bank Dunia: Indonesia Harus Percepat Pemerataan Adopsi Teknologi

Hairul Rizal 30 Jul 2021 Investor Daily, 30 Juli 2021

Direktur Bank Dunia untuk Indonesia, Satu Kahkonen mengatakan, tingkat pertumbuhan perekonomin digital di Indonesia adalah paling pesat di Asia Tenggara. Hal ini dapat memberikan peluang bagi Indonesia untuk memaksimalkan kekuatan dari berbagai teknologi digital ini, terutama dalam menangani beberapa tantangan mendasar untuk mencapai pertumbuhan, menciptakan perekonomian yang lebih kompetitif dan inklusif. “Inovasi digital menjadi faktor yang sangat penting dalam bentang lahan bisnis di masa yang akan datang. Aplikasi dari teknologi digital punya banyak sekali potensi. Kita bisa memfasilitasi pemulihan ekonomi dan membentuk pembangunan Indonesia dengan meningkatkan daya saing di masa yang akan datang, namun demikian manfaat dari ekonomi digital tidak bisa kita anggap langsung ada begitu saja, karena tidak semua orang akan bisa dapat manfaat dari teknologi digital ini,”tuturnya.

(Oleh - HR1)

Transaksi E-commerce 2021 Bakal Tembus RP 395 T, BI: Akselerasi Keuangan Digital Didukung 4 Faktor

Hairul Rizal 30 Jul 2021 Investor Daily, 30 Juli 2021

Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Fitria Irmi Triswati mengungkapkan, ada empat fakta atau faktor yang mendorong peningkatan nilai ekonomi keuangan digital di Tanah Air sepanjang 2021. Pertama, transformasi produk dan layanan e-commerce serta shifting perilaku masyarakat ke arah digital melalui platform e-commerce yang berhasil dimanfaatkan oleh para pelaku ekonomi untuk terus berinovasi. Kedua, perluasan kolaborasi antarpelaku. Lesson learn membuktikan bahwa perluasan ekosistem digital menjadi kunci keberhasilan dalam kompetisi antarpemain pasar.  Kemudian ketiga, terkait dengan perluasan ekosistem melalui aksi korporasi. Setelah tahun lalu tumbuh dan terakselerasi, beberapa perusahaan teknologi diperkirakan akan melakukan konsolidasi untuk memperluas ekosistem dan meraih pendanaan yang lebih besar. Kemudian yang terakhir, digitalisasi bank semakin luas, dari pelaku lama hingga pelaku baru dengan berbagai model strategi melalui penguatan kapasitas, internal strategic, proses bisnis (teknologi atau core banking), akuisisi bank, hingga perluasan ekosistem.

(Oleh - HR1)

Konsorsium Hyundai Investasi Rp 15,9 T untuk Bangun Pabrik Sel Baterai

Yuniati Turjandini 30 Jul 2021 Investor Daily, 30 Juli 2021

Konsorsium Hyundai , yang terdiri atas Hyundai Motor Company, KIA Corporation, Hyundai Mobis, dan LG Solution bekerja sama dengan PT Industri Baterai Indonesia (Indonesia Battery Corporation/IBC), akan membangun pabrik sel baterai kendaraan listrik dengan total  nilai investasi sekitar US$ 1,1 miliar atau setara  Rp.15,94 trillun. Proyek ini diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja sehingga  sekitar 1.000 orang. Menteri Investasi Koordinasi/ Kepala Badan Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, kerja sama investasi ini merupakan salah satu tahap dari keseluruhan rencana proyek baterai kendaraan listrik terintegrasi senilai US$ 9,8 miliar, "Perjanjian kerja sama ini terealisasi dengan proses dan negosiasi  yang panjang sehingga dapat menguntungkan semua pihak." Ujar dia dalamsiaran pers yang diterima pada kamis (29/7).

Direktur Utama PT Industri Baterai Indonesia Toto Nugroho menyampaikan, kerja sama ini menjadikan momentum dalam pembentukan industri baterai dan kendaraan dan listrik di Tanah air. Menurut  dia, Indonesia memiliki potensi menjadi pemain global  industri baterai karena memiliki 24% cadangan nikel di dunia. CEO Hyundai Mobis Co Ltd Sung Hwan Cho menyampaikan komitmentnya untuk  mengembangkan mobil  listrik dan ekosistemnya di Indonesia. Seiring dengan perkembangannya, komitmen Hyundai tidak saja fokus pada pembuatan kendaraan konvensional, namun juga menjadikan Indonesia salah satu pusat pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai. 

Konsorsium Hyundai rencananya akan membentuk  Joint Venture (JV) dengan PT Industri Baterai Indonesia selaku holding BUMN Baterai yang merupakan gabungan dari empat BUMN, yaitu PLN, Pertamina, MIND ID, dan Antam, kerja sama investasi ini ditargetkan dapat segera groundbreaking pada tahun ini.  Duta Besar Korea selatan untuk Indonesia Park Taesung memberikan apresiasi kepada  pemerintah Indonesia, khususnya Menteri Investasi  dan Menteri BUMN atas terwujudnya kerja sama ini. "Saya sebagai Duta Besar Republik Korea  untuk Indonesia akan menggerakkan segala dukungan agar kerja sama ini menjadi salah satu  kerja sama yang sukses dan terbaik antara Korea dan Indonesia," Ungkap Park.

Sedangkan Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi menyampaikan bahwa terjalinnya  kerja sama ini merupakan wujud komitmen kedua negara, meskipun masih dalam kondisi pandemi Covid-19. "Dalam kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan, proyek ini termasuk sangat strategis dan bersejarah karena membantu transformasi Indonesia menuju  negara dengan industri yang kuat dan maju. Tentunya betul-betul mengalihkan bisnis ekstrasi menjadi manufaktur  yang lebih bernilai tambah." Ucap Umar (YTD)

BPJT Siapkan Pilot Project Infrastruktur Autonomous Vehichle

Rima armelia 30 Jul 2021 Investor Daily, 30 Juli 2021
"Saat ini masih dalam pembahasan, tapi kami mencoba melakukan pilot project yang diprediksi akan dilakukan dalam waktu lima tahun ke depan," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Danang Parikesit di sela webinar ITS Indonesia bertajuk Promoting Intelligent Toll Road System in Indonesia yang digelar pada hari Kamis. Untuk itu, kata dia, pihaknya masih menjajaki terus mengenai AV, sehingga saat ini masih belum menentukan ruas jalan tol yang dipilih guna penerapan pilot project tersebut. Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasi PT Jasa Marga Tbk Fitri Wijayanti mengatakan, dampak kendaaran ODOL di jalan tol, selain percepatan kerusakan konstruksi jalan tol, juga peningkatan jumlah kecelakaan di jalan tol yang melibatkan kendaraan angkutan barang. Padahal, jika dilihat angkutan barang yang ada di catatan Jasa Marga sampai dengan 2020 itu komposisi kendaraan angkutan barang atau non golongan 1 jumlahnya memang sangat kecil hanya 16,01%. "Tapi dampak pada kecelakaan yang terjadi pada catatan kami adalah 46,96% melibatkan kendaraan angkutan barang." Semakin besar beban berlebih atau over loading akan menunjukkan peningkatan daya rusak kendaraan yang semakin besar atau disebut vehicle damage factor yang akan memperpendek umur pelayanan jalan tol.

Thai Oil Jadi Investor Strategis, Chandra Asri Raih Investasi Hingga US$ 1,7 Miliar

Rima armelia 30 Jul 2021 Investor Daily, 30 Juli 2021
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk , perusahaan petrokimia terbesar dan terintegrasi di Indonesia, memilih Thai Oil PCL , kilang refinery unggulan dari PTT PCL, sebagai investor strategis. Chandra Asri memperoleh komitmen investasi senilai total US$ 1,7 miliar atau setara Rp 24,6 triliun dari Thai Oil dan SCG Chemicals Co Ltd untuk pengembangan kompleks petrokimia CAP II. Chandra Asri dan Thai Oil telah menandatangani perjanjian-perjanjian definitif untuk dilanjutkan ke penambahan modal Chandra Asri melalui penawaran umum terbatas atau rights issue. Nilai investasi Thai Oil yang bakal memperoleh 15% saham Chandra Asri setelah rights issue dan SCG Chemicals yang akan mempertahankan 30,57% saham Chandra Asri, mencapai US$ 1,3 miliar. Pemegang saham utama Chandra Asri, yaitu PT Barito Pacific Tbk dan SCG Chemicals mendukung penuh aksi korporasi ini untuk menyuntikkan ekuitas ke Chandra Asri. Hasilnya akan digunakan untuk pengembangan proyek CAP II berskala global oleh anak usaha perseroan, PT Chandra Asri Perkasa. "Ini adalah momen yang luar biasa bagi Chandra Asri. Hasil dari rights issue akan secara signifikan meningkatkan rencana kami untuk mengembangkan kompleks petrokimia kedua, seiring dengan langkah perseroan untuk mempercepat pengambilan FID pada 2022," kata Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Chandra Asri Erwin Ciputra dalam keterangan tertulis. Kemitraan ini juga akan berkolaborasi secara komersial antara Thai Oil dan Chandra Asri, dimana Thai Oil dapat memasok nafta untuk Chandra Asri dari Clean Fuel Project senilai US$ 4,8 miliar yang dijadwalkan selesai pada 2023. Dengan pengembangan ini, produk Chandra Asri tidak hanya ethylene, polyethylene, propylene, serta polypropylene, tetapi menjadi industri petrokimia Indonesia pertama yang menghasilkan butadiene.

Pilihan Editor