;

Peta Persaingan E-Wallet Semakin Panas

Mohamad Sajili 29 Jul 2021 Kontan

Pangsa pasar di Indonesia yang gurih membuat para perusahaan teknologi terus mengembangkan ekosistem digitalnya. Awal pekan ini, Grab dan PT Elang Mahkota Teknologi (Emtek) menjalin kerjasama bisnis di bidang digitalisasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Grab punya saham di dompet digital Ovo. Sementara Emtek punya saham di dompet digital Dana dan di e-commerce Bukalapak.

CEO sekaligus co-founder Dana, Vince Iswara hanya bilang, Ovo dan Dana merupakan inisiasi positif yang bisa membangkitkan kembali perekonomian tanah air khususnya di sektor UMKM. Sementara Head of Corporate Communication OVO, Harumi Supit mengatakan, Ovo juga sudah lama berkolaborasi dengan Bukalapak. "Kerjasama ini sejalan dengan prioritas kami mendukung UMKM melalui peningkatan akses terhadap layanan kredit yang masih sulit dijangkau lebih dari 60% UMKM, ujar Harumi. Bisnis dompet digital memang menggiurkan, terlebih pada masa pandemi seperti sekarang. Pada separuh pertama 2021 rata-rata transaksi di Dana melonjak dari 3 juta menjadi 5 juta transaksi per hari. Dana berhasil menjaring 250.000 UMKM untuk bergabung dalam fitur Dana Bisnis, dengan peningkatan transaksi 35% sejak awal 2021.

LinkAja juga siap menghadapi persaingan disokong perbankan pelat merah, kinerja LinkAja selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mampu menambah 1 juta pengguna. Dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama, volume transaksi meningkat hampir 2 kali lipat di 2021, ujar Direktur Utama LinkAja Haryawati Lawidjaja.

ShopeePay juga gencar memperluas akses jaringan dengan menggandeng Google Play, Indomaret dan merchant lain. Jangan lupakan GoPay yang berada di dalam hasil merger Gojek-Tokopedia yang melahirkan GoTo. "Fitur ShopeePay agar membantu mengakomodasi kebutuhan para merchant dan pengguna kami," kata Head of Campaigns and Growth Marketing ShopeePay, Rabu (28/7). Transaksi paling banyak dari pembayaran antar makanan, jasa berbelanja di supermarket dan telemedice.

Sederet IPO Jumbo Antre di Semester II

Mohamad Sajili 29 Jul 2021 Kontan

Di semester kedua tahun 2021 ini, bakal lebih banyak perusahaan besar menggelar penawaran umum perdana saham ke publik atau initial public offering (IPO). Kedatangan korporasi gede tersebut akan menambah daya tarik bursa saham Tanah Air. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, setidaknya terdapat 25 perusahaan dalam pipeline rencana IPO. Sebanyak 14 di antaranya, merupakan perusahaan dengan kepemilikan aset berskala besar atau beraset di atas Rp 250 miliar. Sementara tujuh perusahaan di antaranya beraset skala menengah, atau dengan nilai aset antara Rp 50 miliar sampai Rp 250 miliar. Sedangkan empat perusahaan lainnya, merupakan calon emiten dengan aset skala kecil, di bawah 50 miliar.

Salah satu perusahaan yang akan IPO dengan nilai jumbo adalah Bukalapak (BUKA). Menawarkan IPO dengan harga Rp 850 per saham, BUKA akan IPO pada 6 Agustus 2021 mendatang, dengan target emisi Rp 21,9 triliun. Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, saat Bukalapak tercatat nanti, maka kapitalisasi pasar bursa saham akan bertambah Rp 77,3 triliun-Rp 87,6 triliun. "Penambahan kapitalisasi pasar itu tergantung dari pricing di harga antara Rp 750-Rp 850 per saham. Harga ini adalah angka yang besar bagi peningkatan market cap," ucap Nyoman. Nyoman menambahkan, setelah Bukalapak, ada dua unicorn lain yang kemungkinan tercatat pada tahun ini. Meski tak gamblang, perusahaan ini adalah merger dua unicorn, sehingga kapitalisasi pasarnya lebih besar dari BUKA. "Kalau dari sisi jumlah, sebenarnya tahun ini bisa ada tiga unicorn, tetapi yang dua ini sudah bergabung jadi satu," kata Nyoman. Meskipun begitu, pihak BEI menyatakan belum menerima pernyataan pendaftaran IPO dari perusahaan itu.

Mengutip Bloomberg Senin (26/7), unicorn hasil merger Gojek dan Tokopedia, GoTo, dikabarkan bakal IPO tahun ini. GoTO terlebih dahulu akan IPO di Indonesia, sebelum melantai di bursa saham Amerika Serikat. Diperkirakan IPO GoTo bernilai deantara US$ 1 miliar-US$ 2 miliar, atau sekitar Rp 14,5 triliun hingga Rp 29 triliun. IPO di kedua negara ini bisa menjadikan valuasi GoTo mencapai US$ 25 miliar-US$ 30 miliar, atau maksimal Rp 435 triliun. Selain itu, ada juga rencana IPO perusahaan besar lainnya di tahun ini. Misalnya, Adhi Commuter Properti (ADCP) yang berencana IPO di kuartal IV-2021. PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) juga ditargetkan IPO pada November 2021, setelah pembentukan Holding BUMN Geothermal dan mendapatkan transaksi aset hilir PLN.

Sinyal Darurat Perlindungan Data

Mohamad Sajili 29 Jul 2021 Koran Tempo

Berbagai kalangan mendesak penyelesaian Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) sebagai respons atas maraknya pembobolan data. Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Sukamta, menganggap kasus pembobolan data nasabah PT Asuransi BRI atau BNI Life sebagai sinyal darurat penerbitan aturan tersebut.

Sukamta mengakui pembahasan RUU PDP tersendat karena perbedaan pendapat antara DPR dan pemerintah. Sebelumnya, Menteri Kominfo Johnny G. Plate mengatakan ada temuan 29 kasus pembobolan data di berbagai lembaga selama tiga tahun terakhir. Selain peretasan kasus semacam ini muncul karena permainan orang dalam.

Pembobolan data nasabah BRI Life yang mencuat lewat Twitter selama dua hari terakhir belum termasuk enam kasus yang dicatat Kementerian Kominfo pada tahun ini. Dalam perkara teranyar ini, peretas diduga mencuri 250 gigabita data nasabah asuransi, kemudian dijual seharga US$ 7.000 atau Rp 101,5 juta di kanal online.

Manajemen BRI Life menyatakan data yang diretas merupakan data 25 ribu pemegang polis syariah individu. BRI Life menangani persoalan ini bersama kepolisian serta Badan Siber dan Sandi Negara.

Direktur Center of Economic and Law Studies, Bhima Yudhistira Adhinegara, pun setuju penerbitan UU PDP semakin penting untuk mencegah kasus baru sekaligus agar ada sanksi jelas untuk pembobolan data.

Bhima pun mendesak Otoritas Jasa Keuangan menyelidiki kasus ini karena sering mengancam nasabah industri keuangan. Setiap kasus bisa dipicu alasan beragam, tapi cenderung karena kelemahan sistem dan human error.

Kepala Center of Innovation and Digital Economy Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Nailul Huda, khawatir bila Indonesia tak kunjung mengantongi regulasi perlindungan data di era ekonomi digital, kasus seperti pembobolan data bakal berulang.


Singapura Paling Banyak Tanam Duit di RI Rp 30 T, Belanda Geser Jepang

Mohamad Sajili 29 Jul 2021 Sinar Indonesia Baru

Singapura menjadi negara teratas yang menanamkan modalnya di Indonesia pada kuartal II-2021 dengan persentase 26,4%, Total investasinya mencapai USS2,1 millar atau Rp 30 triliun (kurs Rp 14,484).

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan ada perubahan negara yang menempatkan investasinya ke Indonesia, Posisi Belanda digeser Jepang di posisi ketiga. Kemudian posisi kedua diduduki oleh Hong Kong dengan persentase 18,1%. Nilai investasi Hong Kong di Indonesia pada kuartal II-2021 sebesar US$ 1,4 miliar. Posisi ketiga diduduki Belanda dengan persentase 13,8%. Nilai investasinya di Indonesia sebesar US$ 1,1 miliar. Kemudian di posisi keempat dan kelima ada Jepang dan China dengan persentase masing-masing 9% dan 8%. Nilai investasi Jepang sebesar USS 700 juta dan China 600 juta.


Jerry Ng Masuk 10 Orang Terkaya RI dalam Hitungan Bulan

Mohamad Sajili 29 Jul 2021 Sinar Indonesia Baru

Jerry Ng merupakan salah satu bankir senior yang baru-baru ini masuk ke dalam deretan orang terkaya di Indonesia. Jerry memulai debutnya dalam daftar 50 orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes di penghujung tahun 2020. Namun, kini dia telah menembus posisi 5 besar orang terkaya dalam daftar tersebut. Cuma butuh sekitar hitungan bulan bagi Jerry untuk menembus 10 besar orang terkaya di indonesia.

Dalam daftar terkini The World's Real-Time Billionaires yang dihimpun Forbes, Jerry perhari ini Rabu (28/7) menempati posisi 5 dengan total harta Jerry NG mencapai US$ 4,7 miliar atau sekitar Rp 68 triliun (kurs Ap 14.500), Hartanya pun naik sekitar US$ 296 juta atau sekitar Rp 4,2 triliun per hari ini.

Kesuksesan Jerry Ng mengumpulkan harta sebanyak itu tak lain tak bukan berasal dari kesuksesannya mengakuisisi dan memimpin Bank Jago. Menjabat sebagai komisaris utama dari perusahaan tersebut.

Dalam catatan, tahun 2019, Jerry dan rekannya Patrick Walujo mengakuisisi 51% saham Bank Artos. Jerry mengantongi porsi saham 37,65% melalul perusahaan Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI), dan Patrick 13,35% melalui Wealth Track Technology Limited.


Pelaksanaan PPKM Berpotensi Tekan Penerimaan Pajak

R Hayuningtyas Putinda 28 Jul 2021 Investor Daily, 28 Juli 2021

Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dinilai akan berdampak negatif terhadap penerimaan pajak negara. Sebab PPKM mempengaruhi masyarakat dan juga akan berdampak terhadap aktivitas perekonomian. Berdasarkan data Kementerian Keuangan selama semester I 2021 penerimaan pajak mencapai Rp 557,8 triliun. Penerimaan Pajak telah mencapai 45,36% terhadap target APBN 2021. Realisasi penerimaan Pajak tersebut tumbuh sebesar 4,89 % (yoy). Dengan berjalannya PPKM Darurat sejak bulan Juni dan dilanjutkan dengan PPKM Level 4 pada Juli ini   pertumbuhan ekonomi di kuartal ke III akan melambat dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini akan berdampak ke pertumbuhan ekonomi dan penerimaan pajak.

(Oleh - HR1) 

Impor Lima Sektor Industri Sentuh Rp 1080 T

R Hayuningtyas Putinda 28 Jul 2021 Investor Daily, 28 Juli 2021

Impor lima sektor industri mencapai Rp 1.080 triliun pada 2020. Kelima industri itu adalah industri mesin senilai Rp 308 triliun, industri kimia Rp 299 triliun, industri logam Rp 242 triliun, industri elektronik Rp 231 triliun, dan industri makanan Rp 140 triliun. Berdasarkan data Core Indonesia, dari total impor pada 2020 sebesar Rp 1.427 triliun, sebesar 88% adalah impor industri pengolahan. Itu sebabnya, pemerintah diminta turun tangan dengan mempercepat program substitusi impor. “Penurunan impor manufaktur bisa dilakukan dengan menghemat belanja modal dan belanja barang di empat industri yang memiliki impor tinggi,” ujar Ekonom Core Indonesia Ina Primiana, Selasa (27/7).

Maka, langkah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim membeli komputer, laptop, atau tablet buatan lokal sangat tepat. “Kebijakan ini sangat ditunggu oleh industri dalam negeri agar tidak selalu mengutamakan barang impor seperti yang selama ini terjadi,” ucap dia. Ketiga, dia menerangkan, menjaga agar industri ensensial bisa tetap produksi dan terus tumbuh dengan protokol kesehatan yang ketat, diawasi, dan dikomunikasikan kepada polisi dan Satpol PP, terutama yang sudah punya izin operasionan dan mobilitas kegiatan industri (IOMKI). Keempat, perlu dipikirkan ketersediaan oksigen memadai untuk industri agar tidak menganggu rantai pasokan yang tengah menggeliat. Sebab, saat ini, oksigen banyak digunakan untuk keperluan medis. Kelima, dia menyatakan, memprioritaskan belanja pemerintah pada industri yang sudah memenuhi ketentuan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

(Oleh - HR1)

GoTO Bidik Dana US$ 2 Miliar dari IPO

R Hayuningtyas Putinda 28 Jul 2021 Investor Daily, 28 Juli 2021

GoTo, perusahaan hasil merger Gojek dan Tokopedia, dikabarkan akan mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia dan Amerika Serikat (AS). GoTo membidik dana US$ 2 miliar dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Berdasarkan laporan Bloomberg, GoTo berencana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tahun ini. Namun, sebelum itu, GoTo akan menggalang dana dari bursa AS terlebih dahulu. “GoTo sudah memulai proses penggalangan dana sekitar US$ 1-2 miliar dengan valuasi sekitar US$ 25-30 miliar,” ungkap sumber yang mengetahui hal itu, Selasa (27/7). Sementara itu, perwakilan dari GoTo menolak berkomentar mengenai kabar dual listing tersebut. Namun, seorang sumber menyebutkan bahwa perundingan terus berlangsung dan nilai penggalangan dana bisa berubah.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen pernah mengatakan, saat ini ada tiga perusahaan rintisan (start-up) bervaluasi unicorn dan decacorn yang akan mencatatkan sahamnya di BEI. Dia tidak mengungkapkan nama-nama perusahaan tersebut, tapi hanya menyebut total valuasi aset dari tiga perusahaan itu di atas US$ 21,5 miliar atau sekitar Rp 311,7 triliun. Sebelumnya, Komisaris BEI Pandu Sjahrir mengatakan, selain GoTo dan Bukalapak, terdapat dua unicorn yang berpotensi IPO, yakni PT Global JET Express (J&T Express) dan PT Trinusa Travelindo (Traveloka).

(Oleh - HR1)

Kredit ke Ekonomi Hijau Capai Rp 809,75 T

R Hayuningtyas Putinda 28 Jul 2021 Investor Daily, 28 Juli 2021

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat realisasi penyaluran kredit ke sektor ekonomi berorientasi hijau (green loans) mencapai US$ 55,9 miliar atau setara Rp 809,75 triliun. Diharapkan penyaluran tersebut terus meningkat untuk mendukung implementasi keuangan berkelanjutan. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyampaikan, pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh belahan dunia telah memicu krisis ekonomi yang sifatnya extraordinary. Namun demikian, pandemi telah meningkatkan kesadaran akan pentingnya aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) sehingga investasi berkelanjutan menjadi lebih diminati. Stakeholder telah merespons kebijakan-kebijakan OJK dalam bidang keuangan berkelanjutan melalui terbentuknya Inisiatif Keuangan Berkelanjutan Indonesia, saat ini terdiri atas 13 bank dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), yang telah siap mendukung implementasi keuangan berkelanjutan. “Penyaluran kredit/pembiayaan kepada sektor-sektor ekonomi berorientasi hijau sebesar lebih dari Rp 800 triliun, yang diharapkan akan terus berkembang setelah adanya taksonomi hijau yang sedang disusun,” ucap Wimboh dalam gelaran ESG Capital Market Summit 2021 secara daring, Selasa (27/7).

(Oleh - HR1)

Windfall Profit dari Minyak di APBN

Mohamad Sajili 28 Jul 2021 Kontan

Tren kenaikan harga minyak mentah dan batubara terus berlangsung. Kenaikan harga dua komoditas ini bisa menjadi keuntungan bagi penerimaan negara atau windfall profit. Pada perdagangan Selasa (27/7), harga minyak Brent kontrak September 2021 ada di level US$ 74,71 per barel, naik 0,33% dari penutupan perdagangan Senin. Angka ini jauh di atas asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) 2021 yakni US$ 45 per barel.

Hitungan Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, dengan asumsi harga minyak dunia per 1 Juni 2021 di sekitar US$ 66,91 per barel, berarti hingga Selasa (27/7), ada kenaikan harga US$ 7,8. Sementara itu, mengacu pada analisis sensitivitas Nota Keuangan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021, setiap kenaikan ICP US$ 1 per barel pendapatan negara akan naik Rp 3,7 triliun-Rp 4,5 triliun. Sementara, belanja negara meningkat Rp 3,1 triliun hingga Rp 3,6 triliun. Namun, APBN tetap mendapat surplus Rp 0,6 triliun hingga Rp 0,8 triliun dari kenaikan ICP tersebut. Overall ini kabar baik dari sisi penerimaan, harga minyak dan menyeret kenaikan penerimaan komoditas lainnya," kata Bhima, kemarin.

Pilihan Editor