;

Ekspor Porang Bikin Petani Makin Gairah

Mohamad Sajili 28 Jul 2021 Banjarmasin Post

Setelah porang masuk dalam komoditas ekspor dari Balangan Kalsel ke Jepang, harga Porang masih tetap stabil di harga Rp 7. 000. Ketua Asosiasi Petani Porang Kalsel, Joni Sulistianto, membenarkan bahwa harga porang masih membaik. Harga umbi basah saat ini kisaran Rp 7.000 per kilogram. Sedangkan untuk chip kering yang diekspor seharga Rp 60 ribu per kilogram.

Dijelaskan dia, saat ini perluasan budidaya 2021 untuk wilayah Kalsel sangat Luar biasa. Terlebih, di Balangan, petani sangat bergairah untuk tanam porang. Dijelaskan Joni, petani Porang kini makin bergairah, sebab sekarang petani Porang Balangan telah mendapatkan fasilitas kredit KUR dari Bank BNI. Apalagi, mekanisme pembayaran setelah panen.


Pabrik Baterai Mobil Listrik Dibangun Agustus

Mohamad Sajili 28 Jul 2021 Sinar Indonesia Baru

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan groundbreaking tahap satu pabrik baterai mobil listrik PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Konsorsium LG asal Korea Selatan (Korsel) dimulai Agustus 2021.

Selain itu, Bahlil juga mengungkap pabrik mobil listrik yang dibangun perusahaan asal Korea Selatan, Hyundai Group ditargetkan pada Februari 2022 sudah mulai produksi. Pabrik mobil Hyundai yang nilai investasinya US$ 1,5 miliar ini dibangun terus, bulan dua atau tiga tahun 2022 itu sudah menghasilkan mobil listrik.

LG ini sudah mulai groundbreaking bulan Juli, paling lambat Agustus awal kita sudah kita bangun.

Sementara pabrik mobil listrik Hyundai akan menjadi pusat basis produksi pertama Hyundai di kawasan ASEAN. Sales Director Hyundai Mobil Indonesia Erwin Djajadiputra pernah mengungkap pihaknya bisa mulai produksi mobil listrik akhir tahun ini.

Sudah hampir mencapai 90% dan akan selesai kurang lebih di bulan Juli ini di mana di akhir tahun ini kita sudah bisa mulai memproduksi.


AS - Korsel Mau Investasi Jumbo di RI, Bahlil : Tunggu Tanggal Mainnya

Mohamad Sajili 28 Jul 2021 Sinar Indonesia Baru

Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkap ada tiga negara yang akan berinvestasi dengan nilai cukup besar pada kuartal IV-2021. Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkap ketiga negara itu yakni Amerika Serikat (AS), Australia, dan Korea Selatan. Namun, Bahlil belum membeberkan berapa nilai investasi dan perusahaan apa yang akan menanam modal jumbo di akhir 2021.

Investasi dari Australia cukup gede, kemudian dari Amerika yang akan masuk cukup gede juga, kemudian Korea juga akan masuk. Di 2021 akhir itu mereka sudah melakukan realisasi. Tapi perusahaannya apa dan berapa angkanya, nanti tunggu tanggal mainnya.

Bahlil bercerita hasil kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu. Dia mengatakan berhasil mendapatkan investasi dari dari sejumlah perusahaan seperti Microsoft, Aplan Lighting, dan Cargill. Untuk Cargill disebutkan investasinya sekitar Rp 5 triliun.

Kemudian ada beberapa perusahaan juga yang sudah masuk, tapi komitmen saya sama mereka belum mau di-announce dulu, di tahan dulu. Kita tahan dulu, jadi nanti pada saat waktunya saya akan menyampaikan.

Bahlil juga mengungkap saat kunjungannya di AS, juga menarik investor untuk investasi ke sektor kesehatan. Menurutnya hal itu berpotensi membantu Indonesia punya industri kesehatan di dalam negeri.


Kapal Ikan RI Diawasi Pakai Teknologi, KKP : Tak Bisa Sembunyi

Mohamad Sajili 28 Jul 2021 Sinar Indonesia Baru

Kapal-kapal penangkap ikan Indonesia tak bisa sembunyi dari berbagai jenis pelanggaran. Sebab, Ditjen Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) punya teknologi yang dapat memantau kapal-kapal ikan tersebut secara real-time.

Direktur Pemantauan dan Operasi Armada Ditjen PSDKP, Pung Nugroho Saksono mengatakan Ditjen PSDKP memiliki teknologi radar, VMS dan AIS, sebuah alat yang menggunakan satelit dan berada di Pusdal. Pria yang akrab disapa Ipunk ini mengatakan PSDKP dapat melihat langsung apa yang dilakukan oleh kapal-kapal berbendera Indonesia tersebut.

Jadi kapal tidak bisa sembunyi dari kami, apalagi nanti ada wacana kapal izin daerah dipasang VMS juga ini akan lebih jelas bagaimana posisi di laut itu sudah overfishingnya kelihatan sekali.

PSDKP juga memiliki dashboard pengawasan yang menggunakan VMS, dashboard ini memberikan info berupa input data, data spasial, dan informasi non-spasial. Dashboard ini menggunakan machine learning yang punya fitur integrasi data, otomatisasi, indikasi pelanggaran, dan prediksi.

Dengan alat ini, PSDKP dapat melihat sebaran kapal Indonesia yang terpasang VMS dan perlakuan kapal-kapal tersebut. Tak hanya itu, teknologi ini mampu untuk memantau secara langsung kapal-kapal ikan secara real time.


Anggota DPR SU : Durian Sumut Berpotensi Bersaing di Pasar Ekspor

Mohamad Sajili 28 Jul 2021 Sinar Indonesia Baru

Kepala BPEK (Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan) PDI Perjuangan Sumut yang juga anggota Komis B DPRD Sumut Sugianto Makmur menyebutkan, durian Sumut berpotensi menyaingi durian lain di pasar ekspor, dengan memiliki berbagai jenis durian unggul lokal yang sudah terkenal "hebat" dari warisan kakek-nenek secara turun-temurun.

Hal ini diungkapkan Sugianto Makmur kepada wartawan, Selasa (27/7), di DPRD Sumut usai menggelar perlombaan "Durian Unggul Lokal" yang diselenggarakan BPEK PDI Perjuangan Sumut, Jumat (24/7) di Binjai, guna membangkitkan kembali gairah dunan unggul lokal pasca musnahnya Plasmah Nutfah (DNA) durian tersebut.

Sugianto menyebutkan, perlombaan durian unggul lokal tersebut dilatarbelakangi adanya keprihatinan atas musnahnya Plasmah Nutfah (DNA) durian unggul lokal dan merupakan event yang ditunggu-tunggu para pemilik pohon durian, karena ingin pengakuan "kehebatan" durian yang ditanam kakek-nenek terdahulu.

Masyarakat tidak menyadari pohon durian unggul memiliki nilal ekonomi yang jauh melampaui nilai kayu atau pun sekadar buahnya Jika pohon-pohon ini diperbanyak, buahnya dibranding, bisa berubah menjadi sumber ekonomi yang besar.

Berkaitan dengan itu, kata Sugianto, pihaknya bersama pengurus BPEK PDI Perjuangan Sumut lainnya, seperti Indah Dameria Lumban Tobing, Juphiter Ginting, Franche Sitanggang melaksanakan perlombaan durian unggul lokal sebagai perlawanan atas dominasinya durian Thailand dan Malaysia di pasar ekspor durian dunia.


Triwulan II, Investasi Pelindo IV Serap Rp 254,16 M

Mohamad Sajili 28 Jul 2021 Tribun Timur

PT Pelabuhan Indonesia IV(Persero) mencatat progress fisik total investasi induk dan anak perusahaan mencapai 72,47 persen. Adapun penyerapan anggaran sebesar Rp254,16 miliar pada triwulan II tahun 2021. Direktur Utama PT Pelindo IV Prasetyadi mengatakan, progress fisik terbesar adalah kegiatan investasi di Cabang Biak dan Ternate. Dimana, hingga triwulan II tahun ini telah mencapai 100 persen.

Dengan pekerjaan yang dilakukan yaitu pembangunan lapangan penumpukan dan instalasi fasilitas pelabuhan. Menyusul progress fisik pekerjaan di Cabang Jayapura 82,1 persen, Cabang Fakíak 77,9 persen, Direktorat Teknik 75,1 persen dan Cabang Sorong 71,7 persen.

Kemudian Cabang Terminal Petikemas Bitung 38,2 persen, Cabang Terminal Petikemas Makassar dengan progress fisik 47,7 persen, Cabang Tarakan 12,7 persen dan Cabang Pantoloan yang mencapai progress fisik 5,0 persen.

Kami optimistis hingga akhir 2021 nanti, semua pekerjaan fisik akan rampung sesuai dengan target yang ditetapkan.


PPKM Pengaruhi Penjualan Emas Sumba Opu

Mohamad Sajili 28 Jul 2021 Tribun Timur

Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Makassar berdampak pada aktivitas pejualan emas. Hanya ada beberapa penjual di tiap toko dan juga beberapa pembeli.

Tidak terlalu (tidak terlalu ramai saat PPKM), tapi lumayan. Kostari, pedagang emas lainya menuturkan bahwa saat PKKM, kurang masyarakat menjual emasnya. "Kurang, kurang, harga tidak menentu, orang takut jual emasnya, " tuturnya.

Kostari mengeluhkan bahwa PPKM berdampak pada pendatapan karena waktu operasional yang dibatasi. "Dibatasi, aturan sore tutup, " keluhnya. Olehnya itu, ia berharap PPKM di Kota Makassar tidak diperpanjang lagi. Untuk harga emas sekarang, Kostari menyebut bahwa 22 karat Rp800 ribu per gram.


PTPN XIV Target Giling 23 Ribu Ton Gula

Mohamad Sajili 28 Jul 2021 Tribun Timur

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV gelar giling perdana tebu di Pabrik Gula (PG) Bone, Arasoe, Sulawesi Selatan. Manajer Pabrik Gula Bone, H Aminuddin menyampaikan, adapun target gula sebanyak 23.392 ton dengan randemen 8,1 persen.

Acara dibuka secara simbolis dengan memasukkan batang tebu ke meja penggilingan, penekanan sirene dan penandatanganan prasasti dimulainya giling PG Bone tahun 2021. Aminuddin mengaku optimis dapat mencapai target tahun ini melihat kesiapan stekholder baik on farm maupun off farm dapat bekerja sesuai jadwal.

Sebelumnya PG Takalar telah terlebih dahulu melaksanakan giling tebu 2021. Beberapa hari setelah ini buka giling tebu 2021 akan dilaksanakan PG Camming. Sebagai PG yang sarat dengan prestasi di tahun-tahun sebelumnya. tahun ini PTPN XIV berharap banyak dari kinerja PG Bone.


Bahlil: Investasi Besar dari 3 Negara akan Masuk pada Kuarta IV

R Hayuningtyas Putinda 28 Jul 2021 Investor Daily, 28 Juli 2021

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, Indonesia akan segera menerima penanaman modal asing dari Amerika Serikat (AS), Australia, dan Korea Selatan (Korsel) pada tahun ini. Investasi dengan nilai yang besar ini bakal masuk pada kuartal IV-2021. Meski begitu, Bahlil memastikan bahwa nilai investasi yang akan dibawa ketiga negara tersebut cukup besar dan aliran modal ketiganya akan masuk pada kuartal IV-2021. Dengan demikian, ketiga investasi dari AS, Australia, dan Korea Selatan diharapkan menjadi salah satu katalis untuk mengejar target investasi sepanjang tahun ini yang ditetapkan Rp 900 triliun. Komposisi realisasi investasi sepanjang Januari-Juni 2021 tersebut berasal dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 228,5 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 214,3 triliun. 

(Oleh - HR1)

Pemerintah Nunggak Nyaris Rp 200 M, Pengusaha Hotel Teriak!

Administrator 28 Jul 2021 CNBC Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia - Kalangan pengusaha hotel masih terus berharap agar pemerintah segera merealisasikan tunggakan utang yang nilainya hampir Rp 200 miliar atau tepatnya Rp 196 miliar. Hotel-hotel ini digunakan untuk isolasi mandiri atas permintaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau Satgas Penanganan Covid-19. Sayangnya, hingga kini masih belum ada pembayaran utang tersebut kepada hotel secara resmi. "Tunggakan pemerintah terhadap hotel yang belum dibayar masih belum diselesaikan sampai hari ini, masih dalam proses beberapa hal yang harus dipenuhi, mereka akan audit dan sebagainya, itu hasil rapat terakhir," kata Sekretaris Jenderal Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran, dikutip Rabu (28/7/2021) Di sisi lain, hotel juga sulit mendapatkan omset dari sektor lain. Selain adanya larangan penggunaan hotel bagi masyarakat umum bagi hotel yang menjalankan program isolasi mandiri, sektor hotel juga harus terdampak akibat penerapan PPKM level 4. Maulana mengungkapkan penerapan PPKM level 4 membuat hotel tidak bisa menjalankan kegiatan seperti pernikahan atau pertemuan di ballroom. Padahal, itu menjadi sumber pendapatan bagi hotel. Otomatis yang diizinkan hanya tamu menginap, padahal okupansinya kecil. Ia berharap pemerintah bisa segera menyelesaikan kewajibannya. "Kami berharap pemerintah untuk menyegerakan (pembayaran), karena kasihan mereka kondisi seperti ini hidup mereka satu-satunya dari sana, kami harap jadi skala prioritas pemerintah untuk diselesaikan karena ini sudah cukup lama," kata Maulana. Jumlah hotel yang terkena dampak utang dari pemerintah ini tidak sedikit. Ketua Perhimpunan Hotel dan restoran (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan ada 21 hotel yang belum mendapatkan bayaran untuk isoman di Jakarta. "Sampai saat ini belum dibayar, masih berproses ada sekitar Rp 196 miliar untuk isoman yang sedang berproses, untuk 21 hotel di Jakarta. Ini proses pembayaran menunggu approval Ditjen Anggaran di Kementerian Keuangan, ini nanti harusnya masuknya dari BNPB, karena awalnya order dari sana," ungkap Hariyadi dalam konferensi pers virtual Apindo-Kadin, Rabu (21/7/2021).

Pilihan Editor