GoTO Bidik Dana US$ 2 Miliar dari IPO
GoTo, perusahaan hasil
merger Gojek dan Tokopedia, dikabarkan
akan mencatatkan sahamnya (listing) di
Bursa Efek Indonesia dan Amerika Serikat
(AS). GoTo membidik dana US$ 2 miliar
dari penawaran umum perdana (initial
public offering/IPO) saham.
Berdasarkan laporan
Bloomberg, GoTo berencana
mencatatkan sahamnya di
Bursa Efek Indonesia pada
tahun ini. Namun, sebelum
itu, GoTo akan menggalang
dana dari bursa AS terlebih
dahulu. “GoTo sudah memulai proses penggalangan
dana sekitar US$ 1-2 miliar
dengan valuasi sekitar US$
25-30 miliar,” ungkap sumber
yang mengetahui hal itu,
Selasa (27/7).
Sementara itu, perwakilan
dari GoTo menolak berkomentar mengenai kabar
dual listing tersebut. Namun, seorang sumber menyebutkan bahwa perundingan terus berlangsung
dan nilai penggalangan dana
bisa berubah.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) Hoesen pernah mengatakan,
saat ini ada tiga perusahaan
rintisan (start-up) bervaluasi
unicorn dan decacorn yang
akan mencatatkan sahamnya
di BEI. Dia tidak mengungkapkan nama-nama perusahaan
tersebut, tapi hanya menyebut total valuasi aset dari tiga
perusahaan itu di atas US$
21,5 miliar atau sekitar Rp
311,7 triliun.
Sebelumnya, Komisaris
BEI Pandu Sjahrir mengatakan, selain GoTo dan Bukalapak, terdapat dua unicorn
yang berpotensi IPO, yakni
PT Global JET Express (J&T
Express) dan PT Trinusa
Travelindo (Traveloka).
(Oleh - HR1)
Tags :
#BursaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023