;

Daya Beli Elektronik Turun 60 Persen

31 Jul 2021 Sriwijaya Post
Daya Beli Elektronik Turun 60 Persen

MUARAENIM, SRIPO - Memasuki tahun kedua Pandemi Covid-19, semua sendi perekonomian terasa dampaknya. Salah satunya adalah daya beli masyarakat terhadap barang elektronik di Kabupaten Muaraenim turun drastis. Bahkan, sejumlah pemilik toko terpaksa memberhentikan sejumlah pegawai karena tidak lagi mampu membayar gaji. Dalam situasi saat ini, menurut pedagang bisa bertahan saja sudah luar biasa di tengah kondisi ekonomi saat ini.

"Dampak Pandemi Covid-19 sangat luar biasa. Bukan saja kepada masyarakat tidak mampu dan menengah, tanpa terkecuali terhadap pengusaha," kata Ir Johan Ong yang merupakan owner Aneka Elektronik Muaraenim, Jumat (30/7/2021).

Menurut Johan Ong, wabah pandemi Covid-19 ini, benar-benar luar biasa dan lebih dahsyat dibandingkan dengan wabah-wabah yang terjadi sebelumnya. Karena masanya lebih lama dan tidak bisa diprediksi kapan berakhirnya sehingga dampaknya bernar-benar terasa dan dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat. Adapun dampak yang dirasakan para pengusana, khususnya elektronik, lanjut tokoh masyarakat Tionghoa Muaraenim ini, adalah daya beli masyarakat yang merosot tajam.

Setidaknya sekitar 60 % turunnya bila dibandingkan daya beli masyarakat sebelum pandemi Covid-19.

Akibatnya penjualan elektronik lesu dan omzet pun turun drastis. Namun pihaknya bersyukur meski omzet turun, sampai saat ini, belum ada memPHK-kan karyawannya, dan akan sekuat tenaga minimal bisa bertahan. "Sekarang barang elektronik yang banyak laku seperti toak untuk Masjid, kipas angin, AC dan mesin Cuci. Kalau barang elektronik lain cenderung turun," katanya.

Tokoh Agama Budha Muaraenim ini berharap, kedepannya perekonomian dunia khususnya Indonesia bisa terus membaik sehingga roda perekonomian kembali normal serta pandemi Covid-19 cepat berakhir dari muka bumi.

Sebelumnya, rilis dari Gabungan Perusahaan Industri Elektronik dan Alat-alat Listrik Rumah Tangga Indonesia (GABEL) memprediksi penjualan elektronik ambruk 70-80 % selama pandemi corona. Adapun pembukaan mall dinilai tak mampu mendongkrak penjualan hingga akhir tahun, karena daya beli masyarakat melemah. Akibat pelemahan daya beli, banyak masyarakat lebih mengutamakan pembelian kebutuhan primer dan kesehatan. "Penjualan masih terpuruk dan jauh dari pulih karena kita tahu bahwa barang elektronik bukan bahan pokok. Jadi masyarakat masih mikir-mikir ke mall untuk beli televisi atau kulkas baru, mereka akan mengutamakan beli makanan, bayar anak sekolah atau obat," kata Ketua Umum GABEL Oki Widjaja dalam rilisnya beberapa waktu lalu seperti yang dikutif dari Katadata.co.id beberapa waktu lalu.

Tags :
Download Aplikasi Labirin :