;

Konsorsium Hyundai Investasi Rp 15,9 T untuk Bangun Pabrik Sel Baterai

30 Jul 2021 Investor Daily, 30 Juli 2021
Konsorsium Hyundai Investasi Rp 15,9 T untuk Bangun Pabrik Sel Baterai

Konsorsium Hyundai , yang terdiri atas Hyundai Motor Company, KIA Corporation, Hyundai Mobis, dan LG Solution bekerja sama dengan PT Industri Baterai Indonesia (Indonesia Battery Corporation/IBC), akan membangun pabrik sel baterai kendaraan listrik dengan total  nilai investasi sekitar US$ 1,1 miliar atau setara  Rp.15,94 trillun. Proyek ini diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja sehingga  sekitar 1.000 orang. Menteri Investasi Koordinasi/ Kepala Badan Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, kerja sama investasi ini merupakan salah satu tahap dari keseluruhan rencana proyek baterai kendaraan listrik terintegrasi senilai US$ 9,8 miliar, "Perjanjian kerja sama ini terealisasi dengan proses dan negosiasi  yang panjang sehingga dapat menguntungkan semua pihak." Ujar dia dalamsiaran pers yang diterima pada kamis (29/7).

Direktur Utama PT Industri Baterai Indonesia Toto Nugroho menyampaikan, kerja sama ini menjadikan momentum dalam pembentukan industri baterai dan kendaraan dan listrik di Tanah air. Menurut  dia, Indonesia memiliki potensi menjadi pemain global  industri baterai karena memiliki 24% cadangan nikel di dunia. CEO Hyundai Mobis Co Ltd Sung Hwan Cho menyampaikan komitmentnya untuk  mengembangkan mobil  listrik dan ekosistemnya di Indonesia. Seiring dengan perkembangannya, komitmen Hyundai tidak saja fokus pada pembuatan kendaraan konvensional, namun juga menjadikan Indonesia salah satu pusat pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai. 

Konsorsium Hyundai rencananya akan membentuk  Joint Venture (JV) dengan PT Industri Baterai Indonesia selaku holding BUMN Baterai yang merupakan gabungan dari empat BUMN, yaitu PLN, Pertamina, MIND ID, dan Antam, kerja sama investasi ini ditargetkan dapat segera groundbreaking pada tahun ini.  Duta Besar Korea selatan untuk Indonesia Park Taesung memberikan apresiasi kepada  pemerintah Indonesia, khususnya Menteri Investasi  dan Menteri BUMN atas terwujudnya kerja sama ini. "Saya sebagai Duta Besar Republik Korea  untuk Indonesia akan menggerakkan segala dukungan agar kerja sama ini menjadi salah satu  kerja sama yang sukses dan terbaik antara Korea dan Indonesia," Ungkap Park.

Sedangkan Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi menyampaikan bahwa terjalinnya  kerja sama ini merupakan wujud komitmen kedua negara, meskipun masih dalam kondisi pandemi Covid-19. "Dalam kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan, proyek ini termasuk sangat strategis dan bersejarah karena membantu transformasi Indonesia menuju  negara dengan industri yang kuat dan maju. Tentunya betul-betul mengalihkan bisnis ekstrasi menjadi manufaktur  yang lebih bernilai tambah." Ucap Umar (YTD)

Tags :
Download Aplikasi Labirin :