Lion Air Group Pangkas 35 Persen Karyawan
JAKARTA - Sektor penerbangan adalah salah satu sisi paling terdampak semenjak pandemi Covid-19. Hal itu membuat maskapai berusaha keras untuk bertahan. Namun, ada juga yang tidak kuat dan terpaksa merumahkan karyawannya.
Lion Air Group, misalnya. Maskapal nasional itu terpaksa merumahkan karyawannya sebanyak 35 %. Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, menuturkan, merumahkan karyawan merupakan tindakan proaktif berdasarkan mitigasi guna menjaga kontinuitas perusahaan.
Saat ini secara bertahap, rata rata operasional perusahaan hanya 10 - 15 % dari kapasitas normal. Sebelum pandemi Covid-19 rata-rata terdapat 1.400 penerbangan per hari. Dengan berkurangnya frekuensi penerbangan biaya-biaya yang harus ditanggung perusahaan cukup besar. "Lion Air Group sedang menjalankan pemetaan agar lebih fokus penguatan di seluruh lini bisnis yang berdampak secara keseluruhan," jelas Danang.
Dia menyebut, ada beberapa skema pemulihan yang ditempuh perusahaan untuk menjaga keberlangsungan usaha. Kini kondisinya, jumlah produksi pekerjaan dan SDM tak sesuai secara perhitungan. Sehingga, pihak Lion Group memutuskan untuk melakukan pengurangan tenaga kerja dengan merumahkan karyawan namun statusnya bukan pemutusan hubungan kerja (PHK). "Beban kerja (load) di unit masing-masing kurang lebih 25 - 35 % karyawan, dari 23.000 karyawan," ujar Danang.
Meski merumahkan karyawan, Danang mengklaim, Lion Air tetap berusaha memenuhi dan mendukung biaya hidup pegawai. "Selama dirumahkan akan diadakan pelatihan secara virtual (online) sesuai bagian unit masing-masing. Keputusan ini berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut," tuturnya. Lion Air Group berharap langkah ini keputusan terbaik.
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023