Realisasi Rumah 7 Ribu Unit
PALEMBANG - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Sumsel mencatat realisasi penyerapan unit rumah di Sumsel mencapai 7 ribu unit. "Sejak awal tahun hingga Juni ini, penyerapan sudah mencapai 7 ribu unit," kata Ketua DPD REI Sumsel, Zewwy Salim, kepada Sumatera Ekspres, akhir pekan lalu.
Walaupun kondisi ekonomi sulit karena pandemi dan entah kapan berakhir, kinerja penjualan anggota REI tergolong cukup baik dari target tahun ini 15 ribu unit. "Tahun lalu penjualan stagnan karena penurunan daya beli dan perbankan lebih fokus kepada relaksasi kredit, juga selektif menyalurkan KPR," cetusnya.
Tapi, kata dia, market dan backlog perumahan di Sumsel masih tinggi terutama di Kota Palembang. "Setelah stagnan 2020, kemarin, kita kejar realisasi awal tahun dan perbankan mulai gencar merealisasikan pembiayaan perumahan," ucap dia.
Zewwy mengatakan, dari 7 ribu unit tersebut, hampir 85 % perusahaan subsidi atau FLPP dan 15 % nya perumahan komersial. "Perumahan FLPP tetap jadi market yang besar dengan daerah pengembangan, seperti kawasan Barangan, Gandus, dan daerah lainnya," sebut dia.
Lebih jauh dia mengungkapkan, penjualan perumahan komersial akan meningkat mengingat ada subsidi PPN dari pemerintah. Kebijakan ini diproyeksi mampu mendorong penjualan, sebab penjualan perumahan akan semakin murah dibanding sebelumnya. "Ini tentu jadi sinyal positif bagi penjualan rumah komersial dan para pengembang," sebut dia.
Dijelaskan, penjualan perumahan subsidi maupun komersial tetap prospek meski dimasa pandemi. Hanya saja, kerja sama pihak terkait untuk mendorong penjualan sangat penting termasuk pembiayaan.
Lion Air Group Pangkas 35 Persen Karyawan
JAKARTA - Sektor penerbangan adalah salah satu sisi paling terdampak semenjak pandemi Covid-19. Hal itu membuat maskapai berusaha keras untuk bertahan. Namun, ada juga yang tidak kuat dan terpaksa merumahkan karyawannya.
Lion Air Group, misalnya. Maskapal nasional itu terpaksa merumahkan karyawannya sebanyak 35 %. Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, menuturkan, merumahkan karyawan merupakan tindakan proaktif berdasarkan mitigasi guna menjaga kontinuitas perusahaan.
Saat ini secara bertahap, rata rata operasional perusahaan hanya 10 - 15 % dari kapasitas normal. Sebelum pandemi Covid-19 rata-rata terdapat 1.400 penerbangan per hari. Dengan berkurangnya frekuensi penerbangan biaya-biaya yang harus ditanggung perusahaan cukup besar. "Lion Air Group sedang menjalankan pemetaan agar lebih fokus penguatan di seluruh lini bisnis yang berdampak secara keseluruhan," jelas Danang.
Dia menyebut, ada beberapa skema pemulihan yang ditempuh perusahaan untuk menjaga keberlangsungan usaha. Kini kondisinya, jumlah produksi pekerjaan dan SDM tak sesuai secara perhitungan. Sehingga, pihak Lion Group memutuskan untuk melakukan pengurangan tenaga kerja dengan merumahkan karyawan namun statusnya bukan pemutusan hubungan kerja (PHK). "Beban kerja (load) di unit masing-masing kurang lebih 25 - 35 % karyawan, dari 23.000 karyawan," ujar Danang.
Meski merumahkan karyawan, Danang mengklaim, Lion Air tetap berusaha memenuhi dan mendukung biaya hidup pegawai. "Selama dirumahkan akan diadakan pelatihan secara virtual (online) sesuai bagian unit masing-masing. Keputusan ini berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut," tuturnya. Lion Air Group berharap langkah ini keputusan terbaik.
Pasokan BBM Aman Selama Garuda Shield
PALEMBANG - PT Pertamina (persero) Marketing Operation Region (MOR) Sumbagsel memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) aman selama kegiatan Latma (Latihan Bersama) Garuda Shield, pada 1-14 Agustus 2021 di Baturaja. Latma Garuda Shield merupakan program latihan bersama antara TNI-AD dengan US Army. Tahun ini program Latma Garuda Shield yang ke-15 dengan materi latihan terdiri dari latihan lapangan, menembak, medis dan penerbangan.
Pjs Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR II, Agustina Mandayati, mengungkapkan selama kegiatan pihaknya akan menyalurkan kebutuhan BBM jenis Pertamina Dex, Avtur, dan Pelumas. "Rencananya Pertamina akan menyalurkan kebutuhan BBM jenis Pertamina Dex sebesar 71,6 KL," terangnya.
Pertamina juga men-support latihan bersama TNI AD dan US Army dengan pasokan avtur yang saat ini telah disalurkan sebesar 128 KL melalui DPPU SMB II dari rencana kebutuhan 453,4 KL. Selain itu, Pertamina sediakan fasilitas refueler sebagai alat pengisian ketanki dan refueler US Army, serta menyediakan dua unit bridger.
"Pertamina siap memenuhi kebutuhan suplai BBM, avtur, dan pelumas baik untuk TNI maupun US Army hingga selesai kegiatan Latma Garuda Shield ini," ucapnya. Dikatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kerja sama antara Angkatan Bersenjata RI dengan Divisi Infanteri Ke-25 Amerika Serikat (US Army). Selain itu untuk mempromosikan keamanan regional dan menyiapkan sarana capacity building bagi negara pengirim pasukan PBB.
Sumsel Bidik 3,1 Juta Ton GKG
PALEMBANG - Sumsel lembung pangan bukan hanya slogan. Di Era Gubernur H Herman Deru. Mimpi Itu ingin diwujudkan. Sebab itu Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DP-TPH) Sumsel berupaya meningkatkan produksi padi hingga 100 ribu ton lebih diluar produksi reguler.
"Kita melakukan gelar rapat koordinasi gerakan percepatan tanam seluas 80 ribu hektar untuk mencapai itu," kata Plt Kepala DP-TPH Sumsel. Dr Ir HR Bambang Pramono MSi usai rapat ruang rapat DP-TPH kemarin.
Di sana, DP-TPH Sumsel melibatkan tujuh kabupaten penghasil utama padi dan gabah yakni Dinas Pertanian Kabupaten OKI, Muaraenim, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Banyuasin, OKUT dan Ogan Ilir. Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan dari PT Rusnajaya dan PT Buyung Putra Sembada sebagai mitra DP-TPH Sumsel.
"Intinya adalah untuk mencapai tambahan 400 ribu ton GKG (Gabah Kering Giling) sehingga dengan adanya tambahan tersebut target produksi kita di tahun 2021 menjadi 3,1 juta ton Melebihi produksi kita di tahun 2020 yakni 2,7 ton tegasnya.
Dia membeberkan, ada lima strategi yang akan dilakukan Seperti mengusulkan ke kementerian untuk penambahan bantuan benih padi bagi petani petani yang melakukan percepatan pertanaman. Lalu, melakukan pendampingan petugas penyuluh pertanian ditambah petugas pendamping ekonumi pertanian (P2EP).
Selain itu DP-TPH Sumsel juga melasakan gerakan pengendalian organisme pengganggu tanaman dan dampak perubahan iklim. Disisi lain, upaya mendorong percepatan panen dan pengolahan lahan dengan mengerahkan brigadir alat-alat yang ada di kabupaten dan yang ada di provinsi bersama PT SAI BUMD Pertanian juga dilakukan. DP-TPH Sumsel juga tentunya sangat memotivasi para petani adalah pembelian hasil panen yang akan dilakukan oleh PT Rusnajaya dan PT Buyung Putra Sembada. "Ini sebagai tindak lanjut dari MoU pada tanggal 28 Mei 2021 yang disaksikan oleh Menteri Pertanian pada acara kick off Food Estate 2021," ujarnya.
Upaya lain yang dilakukan saat ini adalah mengusulkan tambahan Luas Baku Lahan (LBS) hasil validasi LBS tahun 2020 seluas 69.213 ha ke Kementerian ATR/ Badan Pertanahan Nasional dari LBS saat ini seluas 470.602 Ha disamping berupaya meningkatkan indeks pertanaman tahun 2020 masih cukup rendah yakni 1,23 %, dengan adanya percepatan tanam 80 ribu ini, kita berharap bisa mendekati jadi 1,4 % indeks pertanaman.
Dari target 80 ribu hektar itu, ada sebanyak 20 ribu hektar kegiatan intensifikasi yang semula tarik tanamannya dibulan Agustus-September yang terdiri dari 15.000 hektar di Oku timur dan 5.000 Ha di Banyuasin tenyata tidak bisa terpenuhi karena lahan-lahan tersebut saat ini ada pertanaman. Alhasil, target yang 20 ribu itu tidak bisa di tanam di bulan Agustus atau September. "Tetapi mereka mengupayakan percepatan di Oku timur ada sekitar 5 ribu hektar dan di Banyuasin ada sekitar 19 ribuan hektar. sehingga total kesepakatan kita pada rekor hari ini diluar intensifikasi 20 ribu hektar ada sekitar 51.397 hektar lahan siap tanam.
Penjualan Anjlok, Kurangi Jumlah Pegawai
Petani ikan hias di Palembang salah satunya ada di Gang Sianjur, Kecamatan Ilir Timur II. Dulu, hampir setiap rumah menjual ikan hias di sana. Namun, akhir pekan lalu, pemandangan itu hilang dari mata wartawan koran ini. Kini, di daerah terkenal kaya akan hias tersebut masih menyisakan satu orang petani. Namanya H Eddy Yusuf (61), warga Gang Antara RT 16, No 31 dengan jargon usaha 374 akuarium. Wajar dia bertahan. Kakek 3 orang anak dan 11 orang cucu sudah tekuni usaha itu 40 tahun lebih. Beragam ikan hias dan ikan kolam dia jual. Mulai dari bibit ikan kolam, lele, gurami, nila, patin serta bawal. Lalu ada juga beragam bibit ikan. Seperti ikan mas, lohan, arwana, channa, ikan mas koi, komet, layang-layang, gurami albino, ikan sembarau, mancis, kapiat serta koi metalik. H Eddy sendiri, memasok ikan hias tersebut dari beragam daerah. "Selain bogor, dari Jawa Timur, Tulung Agung dan beberapa daerah lainnya," ulasnya. Ikan tersebut selanjutnya, dihamparkan dalam kolam pemeliharaannya. Dari luas lahan 3.500 meter persegi, ada sebanyak 100 unit kolam semen dengan ukuran 2 x 2 meter dan 4 x 4 meter. Ditambah dengan kolam tanah sebanyak 4 buah. "Dulu kita melakukan pembibitan. Sulitnya, jika pembibitan harus dipelihara selama tiga bulan baru bisa dijual. Sedangkan kalau kita membeli bibit, bisa langsung dijual," tuturnya.
Mengurai harga penjualan ikan hias. Mantan calon pegawai dinas perkebunan ini menjelaskan untuk harga ikan yang paling mahal saat ini adalah Koi. "Khusus ikan koi, harga jualnya mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 800 ribu/ ekornya. Dan saat ini pendistribusian ikan koi, masih tinggi-tingginya. Untuk di Sumatera Selatan, permintaan ikan koi terbilang masih tinggi," jelasnya. Sedang jenis ikan hias lainnya, terbilang masih rendah. Mengorek keterangan H Eddy, ikan koi yang paling mahal adalah ikan koi tiga warna. Tetapi, warna yang ada semuanya terang dan enak dilihat. "Sebenarnya ada juga yang empat warma. Harganya juga mahal. Namun jarang ikan koi empat warna, memiliiki tektur dan keindahan warna yang terang dibanding ikan koi tiga warna," kata dia.
Distribusi ikan hias yang disalurkan, sejauh ini kesemua daerah diwilayah Sumatera Selatan. Bahkan banyak juga permintaan dari Provinsi Lampung serta Jambi. Sayangnya, karena ada pembatasan pemberlakukan kegiatan masyarakat (PPKM) membuat demand turun. "Bagaimana mau mengirim ikan, jika ada PPKM. Jadi kita juga sangat terimbas," jelasnya. Sebelum pemberlakukan PPKM, Eddy, menjelaskan dalam satu bulan bisa mencapai 5 - 6 kali pengiriman.
Waktu PPKM diberlakukan, permintaan ikut turun. Dalam sebulan H Eddy, hanya mengirim 1 mobil. "Yang jelas sekarang ini, wong bukan nak ngejoke beli ikan. Mereka nak ngejoke makan dulu. Anak-anak sekolah. Galo-galo nak duit galo. Kalu sekat menyekat diteruske, nah bakal saro kedepan," bebernya. Dia berharap agar penyelenggaraan PPKM segera usai sehingga setiap pengusaha dapat Kembali menjalani kehidupan normal.
Pria yang memulai karirnya dari umur 15 tahun ini juga berharap pandemi segera berakhir. "Dan masyarakat Kembali hidup normal. Termasuk kami petani ikan, yang kini terseok-seok akibat penerapan PPKM," pungkasnya. Mengingat lanjutnya, tidak hanya penjualan yang menurun drastis, tetapi dia harus memikirkan 6 orang gaji karyawannya. "Saat ini ada sebanyak 6 orang karyawan. Kalau dulu sebelum pandemi karyawan yang saya pekerjakan ada sebanyak 9 orang. Lantaran terkena pandemi dan penjualan ikan menurun akhirnya pegawai terpaksa kita kurangi. Hanya 6 orang saja," pungkasnya.
Harga Purun Naik
KAYUAGUNG - Saat ini harga purun, bahan baku membuat tikar, naik. Kenaikan harga ini karena adanya tambahan biaya operasional membawa purun yang dipesan pelanggan. Suparedi, pengrajin purun mengaku, kalau musim penghujan bisa mengambil purun lewat sungai. "Sekarang purun bisa diangkut menggunakan mobil," katanya.
Sejak masuk musim kemarau harganya Rp 12 ribu per ikat. Biasanya Rp 10 ribu per ikat. "Saat ini tak banyak yang mencari purun karena penjualan tikar turun. Kalau dijual tikar kan harganya murah," imbuhnya kemarin (1/8). Dikatakan, purun jika sudah dibuat kerajinan lain seperti tas harganya mahal. Sayangnya saat ini permintaan berkurang. "Kami berharap kerajinan purun terus berkembang dan bisa dipasarkan. Kalau bisa kreatif maka harga produk yang dihasilkan akan semakin tinggi," ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM OKI Herliansyah Hilaludin menambahkan akan terus mengembangkan kerajinan purun menjadi produk lain yang bernilai tinggi. "Produk purun sudah sering dikenalkan dalam berbagai acara seperti pameran," katanya.
Diganti IKEA, Guardian, atau Hero Supermarket
JAKARTA, TRIBUN - Seluruh gerai Giant di Indonesia resmi tidak lagi beroperasi di Indonesia mulai hari ini, Minggu (1/8/2021) Hal tersebut selaras dengan keputusan PT Hero Supermarket Tbk selaku pengelola, yang memutuskan untuk menutup seluruh gerai Giant di Indonesia per akhir Juli 2021 Keputusan itu telah diumumkan oleh Presiden Direktur Hero Supermarket, Patrik Lindvall, pada akhir Mei 2021.
Dalam pengumumannya pada saat itu disebutkan, penutupan Giant merupakan bagian dari langkah Hero yang akan lebih fokus pada pengembangan gerai merek lainnya, yaitu IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket.
"Gerai Giant lainnya akan dengan berat hati ditutup pada akhir Juli 2021," kata Patrik, dalam siaran pers Selasa (25/5/2021) silam.
Penutupan Giant juga merupakan bentuk adaptasi Hero Group terhadap dinamika pasar dan tren pelanggan yang terus berubah. Pengalihan fokus bisnis pun dilakukan untuk merespons turunnya popularitas format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia. "Keputusan besar seperti ini tidaklah mudah, tetapi kami percaya keputusan ini perlu diambil untuk kepentingan jangka panjang PT Hero Supermarket Tbk," ujar Patrik.
Sebagai informasi, Hero akan mengubah setidaknya lima gerai Giant menjadi IKEA untuk memperluas pelayanan pelanggan. Hero Group juga tengah mempertimbangkan perubahan sejumlah gerai Giant menjadi gerai Hero Supermarket.
Kisah Giant dimulai pada tahun 1944 ketika toko pertama keluarga Teng Meng Chun ini dibuka di Sentul Pasar, Malaysia, dan diperluas dengan pembukaan Pusat Minimarket Teng di Bangsar pada tahun 1974. Selanjutnya Giant dikembangkan tak di Malaysia, tetapi juga Singapura dan Indonesia. Melansir laman Hero Group, Giant di Indonesia dibesarkan oleh perusahaan Hero Group. Awalnya bisnis yang dibangun MS Kurnia adalah minimarket. Hero Supermarket melebarkan sayapnya dan berubah menjadi Giant untuk segmen hypermarket. Giant Hypermarket pertama dibuka di Indonesia pada 2002, berlokasi di Villa Melati Tangerang. Sebagai tambahan untuk kekuatan di segmen ritel, saham Hero Group menjadi lebih besar dengan adanya Giant sebagai hypermarket internasional.
Segmentasi Giant adalah para pelanggan yang menginginkan belanja dengan harga yang hemat, sehingga hal itu diyakini tidak mengganggu jalannya Hero Supermarket Kini nama Giant tinggal kenangan.
Opi Mall Sesuaikan Jam Operasional
PALEMBANG, TRIBUN - OPI Mall yang berada di perbatasan Palembang Banyuasin Jakabaring kini menyesuaikan jam operasional karena Banyuasin saat ini menetapkan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3. Sejak 29 Juli hingga 2 Agustus OPI Mall mempersingkat jam operasional yakni beroperasi pukul 10.00-17.00 setiap hari. Khusus sektor esensial supermarket, apotek dan resto tetap buka hingga pukul 20.00 namun khusus F&B hanya melayani bungkus dan pesan antar. Tidak diperbolehkan makan di tempat.
"Iya OPI Mall sudah lama siap dengan perubahan jam operasional tapi karena waktu itu masih menunggu surat edaran dari bupati dulu sehingga baru diterapkan," ujar Marketing Communication OPI Mall Wendy Ansa, Minggu (1/8/2021). Wendy mengatakan pengunjung yang datang ke OPI juga harus tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Sebelum adanya edaran PPKM Level 3, OPI Mall tetap beroperasi seperti biasa yakni setiap hari pukul 10.00-20.00 dan resto atau pusat kuliner lainnya juga masih diperbolehkan makan di tempat dengan tetap menerapkan batas maksimum jumlah pengunjung. Sementara itu hingga hari ini, Minggu (1/8/2021), seluruh mall di Palembang masih beroperasi terbatas karena menyesuaikan dengan kebijakan PPKM level 4.
Subsidi Gaji Rp 500 Ribu/ Bulan Masih Difinalisasi
JAKARTA, TRIBUN - Kementerian Ketenagakerjaan tengah memfinalisasi persiapan pelaksanaan bantuan subsidi upah (BSU) sebesar Rp 1 juta kepada pekerja yang berada di wiliyah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi menjelaskan, saat ini pihaknya tengah menyelesaikan administrasi keuangan terkait bantuan tersebut. "Karena anggaran BSU ini adalah tambahan maka saat ini kita mempercepat proses revisi DIPA Kemenaker 2021," katanya, Minggu (1/8/2021).
Selain itu, Kementerian Ketenagakerjaan juga tengah melakukan pengecekan kembali terkait data 1 juta calon penerima BSU yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan pada Jumat (30/7/2021). Oleh karenanya, Anwar menargetkan pencairan subsidi sudah dapat dilaksanakan pekan depan atau tanggal 2 - 8 Agustus 2021. "Semoga minggu depan sudah mulai (disalurkan)," ujarnya. Terkait mekanisme penyalurannya, akan sama seperti bantuan serupa yang diberikan pada tahun lalu, dimana bantuan itu akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing penerima. "Langsung sekali (disalurkan) sebesar Rp 1 juta," ucap Anwar.
Ngopi Sambil Baca Komik
Kedai Kopi kini tak hanya menyajikan aneka racikan kopi saja. Agar disukai pengunjung, kedai kopi pun menawarkan berbagai fasilitas, salah satunya koleksi komik yang bisa dibaca gratis. Seperti halnya di Kedai Puan.
"Di sini ada buku-buku yang sebagian koleksi saya dan kakak saya, dan sebagian lain ada sumbangan dari orang. Untuk pinjam bawa pulang juga boleh," ujar Putri, pemilik Kopi Puan, Jumat (30/7/2021).
Kedai kopi ini terbagi dua tempat. Ada ruangan berisi buku bacaan dan juga bangku di halaman kedai. Konsep ini dihadirkan agar pengunjung dapat memilih alternatif mana yang bisa dijadikan sebagai tempat yang nyaman untuk menikmati kopi.
Beroperasional sejak 30 November 2020, kedai kopi ini hadirkan berbagai jenis racikan di antaranya minuman andalan kedai ini yaitu Kopi Puan, caramel coffee hazelnut, Vietnam drip japannese V60, dan minuman non kopi lainnya. Aneka minuman ini dibanderol dengan harga mulai Rp 13.000.
Sementara, untuk makanan seperti roti bakar, mi instan. sosis dan naget goreng dan kentang renyah Harganya pun cukup terjangkau yakni mulai dari Rp 8.000 per porsi. Buka sejak pukul 16.00 - 22.00 WIB kedai ini juga menerima pesanan makanan secara online. Kedai ini pun akan buka lebih lama jika akhir pekan. Namun, saat ini jam buka kedai menyesuaikan dengan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level empat.
Karena konsepnya kedai jadi harga yang ditawarkan juga tidak mahal Ini juga karena pangsa pasar yang anak muda, seperti pelajar dan mahasiswa," kata Putri









