Covid Belum Mereda, Produk Herbal Diburu
Obat-obatan dan produk herbal semakin diminati masyarakat. Terlebih, saat pandemi Covid-19 melanda dan tak kunjung mereda, banyak anjuran untuk mengonsumsi jamu atau ramuan herbal. Produk herbal yang sedang booming antara lain jahe merah. Kondisi ini juga dirasakan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO). Selama enam bulan pertama tahun ini, Sido Muncul meraih kenaikan penjualan 13,36% year on year (yoy) menjadi Rp 1,65 triliun. Di periode sama tahun lalu, SIDO meraih penjualan Rp 1,46 triliun. Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk (KAEF) Verdi Budidarmo juga menjelaskan, permintaan produk herbal menunjukkan pertumbuhan walaupun tidak sebesar tiga kategori obat lain. Ia tidak memerinci besaran pertumbuhan permintaan produk herbal. "Di semester I 2021, obat klasifikasi herbal mengalami peningkatan dan diminati masyarakat," jelas dia kepada KONTAN, Minggu (1/8).
(Oleh - HR1)
Maskapai Udara Terseok-Seok
Kinerja dan prospek bisnis penerbangan masih terseok-seok. Salah satu maskapai, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sedang berjuang keluar dari krisis utang. Di saat yang sama, Lion Air merumahkan karyawan. Dari sisi top line, pendapatan GIAA selama tiga bulan pertama tahun ini senilai US$ 353,07 juta. Pencapaian ini anjlok 54,03% dibandingkan pendapatan kuartal I 2020 yang sebesar US$ 768,12 juta. Secara rinci, pendapatan Garuda dari tiket penumpang atas penerbangan berjadwal merosot hingga 68,62% menjadi US$ 183,35 juta. Sementara pendapatan dari usaha kargo dan dokumen tumbuh 34,93% menjadi US$ 94,87 juta. Hingga 31 Maret 2021, GIAA membukukan ekuitas negatif sebesar US$ 2,32 miliar.
(Oleh - HR1)
Kinerja Semester I/2021, Emiten Healthcare Kian Tokcer
Emiten farmasi dan pengelola rumah sakit membukukan pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas yang lebih baik pada semester I/2021. Lonjakan kebutuhan fasilitas kesehatan dan obat-obatan untuk pasien Covid-19 serta kenaikan konsumsi vitamin dan suplemen menjadi faktor pendorong utama.Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, tiga perusahaan farmasi telah menyampaikan laporan keuangan per 30 Juni 2021, yakni PT Indofarma Tbk. (INAF), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO), dan PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF).Pendapatan INAF pada 6 bulan pertama 2021 berlari kencang dengan kenaikan 89,88% year on year (yoy) dari Rp447,29 miliar menjadi Rp849,32 miliar pada semester I/2021.Di sisi profit, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk SIDO naik paling tinggi 21,32% yoy menjadi Rp502 miliar. Kendati demikian, KLBF mengantongi nilai laba bersih paling besar Rp1,49 triliun pada semester I/2021.Kinerja ciamik juga dibukukan oleh emiten pengelola rumah sakit (RS) yang kompak mengantongi pendapatan lebih tebal dengan tingkat pertumbuhan 51%—103% secara tahunan. Sementara itu, laba bersih PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) melesat 422,5% yoy menjadi Rp544,65 miliar.Senada, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME) dan PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) bernasib sama dengan membalik posisi rugi pada semester I/2020 menjadi laba per akhir Juni 2021.
(Oleh - HR1)Kinerja Perdagangan, Ekspor Besi dan Baja Menjanjikan
Ekspor besi dan baja berpeluang terus menguat seiring dengan tren kinerja perdagangan komoditas tersebut yang positif dalam beberapa tahun terakhir.Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana menjelaskan ekspor besi dan baja menunjukkan kinerja positif dalam kurun 5 tahun belakangan. Perdagangan,Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan ekspor pada 2017 masih berada di angka US$3,3 miliar dan terus naik hingga menyentuh US$10,8 miliar pada 2020. Dia melanjutkan ekspor besi dan baja kembali menorehkan pertumbuhan signifikan, yakni sebesar 92,74% pada periode Januari–Juni 2021 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
“Pada Mei dan Juni 2021 secara berturut-turut nilai ekspor besi dan baja Indonesia sebesar US$1,5 miliar dan US$1,9 miliar. Pertumbuhan ekspor besi dan baja menempati posisi kedua tertinggi ekspor nonmigas Indonesia semester I/2021. Melihat angka tersebut kami optimistis ekspor besi dan baja dapat terus meningkat ke depannya,” tambahnya.Ekspor besi dan baja pada Juni 2021 juga menggeser nilai yang dicapai oleh ekspor produk minyak sawit yang turun ke peringkat ketiga dengan nilai US$1,89 miliar. Terlepas dari capaian tersebut, Wisnu tidak memungkiri produk besi dan baja masih dihadapkan dengan sejumlah hambatan perdagangan berupa trade remedies.Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan besi dan baja, terutama produk dalam kelompok stainless steel, akan menjadi barang yang sangat penting bagi ekspor Indonesia pada masa mendatang. Meski menghadapi sejumlah hambatan dagang, produk ini mencatatkan pertumbuhan yang menurutnya tidak sedikit.Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal mengatakan kenaikan ekspor besi dan baja yang signifikan tidak terlepas dari kehadiran investasi pada komoditas logam dasar nikel. Komoditas ini merupakan bahan baku untuk produk stainless steel.
(Oleh - HR1)Pengembangan StartUp, Wealthtech Siap Melejit
Perusahaan rintisan di bidang teknologi manajemen kekayaan atau wealthtech diyakini mampu mencatatkan pertumbuhan signifikan pada tahun ini.Sekretaris Jenderal Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo), Eddi Danusaputro mengatakan potensi besar pertumbuhan bisnis usaha yang berhubungan dengan jenis produk investasi terus bertambah.Eddi meyakini penggerak pertumbuhan tersebut adalah demografi milenial yang mencari diversifikasi, termasuk golongan yang mengerti tentang risk reward ratio (RRR). Saya rasa bisa mencapai 1,5 sampai 2 kali lipat pertumbuhannya hingga akhir 2021,” ujarnya, Minggu (1/8).Sementara itu, Lead PR & Communication at Bibit.id .William mengatakan masyarakat yang perlahan makin melek investasi memotivasi mereka untuk menghadirkan layanan yang dapat membantu masyarakat berinvestasi sesuai profil risiko, kondisi keuangan, dan tujuan finansial mereka.“Bahkan, saat ini, 90% pengguna Bibit berusia di bawah 35 tahun,” ujarnya
Senada, CEO & Founder PT Solusi Finansialku Indonesia Melvin Mumpuni melihat perusahaan rintisan di bidang wealthtech saat ini memiliki potensi yang besar.“Potensinya besar karena jumlah investor pasar modal baru 5 juta.
Ekspor Daerah, Komoditas Potensial Dipacu
Selanjutnya, kuantitas atau volume produksi harus ditingkatkan sehingga bisa memenuhi permintaan pasar yang besar. Dia menjelaskan, saat ini produk-produk unggulan di Sumbar, seperti kayu manis, minyak atsiri, pala, cassiavera, bahkan kopi belum memiliki luasan kebun yang memadai sehingga secara volume masih terbatas. "Untuk produk-produk unggulan ini perlu ditambah luasan lahan agar bisa memenuhi permintaan pasar," katanya. Adrian eksportir asal Sumbar sekaligus pemilik PT Cas-sia Coop, selama ini sukses mengembangkan pabrik kulit manis dengan kualitas ekspor yang merambah pasar Eropa dan Amerika Serikat " Sumbar punya lahan yang subur, petani yang tangguh, bahkan pelabuhan untuk pengapalan produk keluar negeri."
Pengalamannya di dunia ekspor produk kayu manis dan nilam, kualitas adalah hal yang tidak bisa ditawar dalam perdagangan internasional. Ada standar yang harus diikuti agar produk bisa dilirik oleh pembeli. "Saat ini kualitas produk rempah yang dihasilkan petani sebagian belum bisa mencapai standar. " Selain penyuluh dari pemerintah, lanjutnya, dibutuhkan akademisi dan Balai Riset dan Standardisasi Industri untuk mendukung standarisasi produk.
Kepala BPS Sumbar Herum Fajarwati mengatakan ekspor Sumbar Januari-Mei 2021 mencapai US$1,1 miliar atau melambung 94,9% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai ekspor asal Sumbar yang dikirim melalui pela-buhan di Sumbar pada Mei 2021 tercatat US$229,14 juta, naik 6,85% dibandingkan bulan sebelumnya. PUSAT EKSPOR Sementara itu, dari Sumatra Utara, Pemprov setempat mengusulkan agar Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle memiliki pusat ekspor produk-produk usaha kecil menengah . Dia berharap UKM yang secara ekonomi terdampak signifikan selama pandemi, mampu bangkit dengan pusat ekspor IMT-GT.
"Kerja sama yang erat di antara negara-negara IMT-GT akan mempercepat pemulihan ekonomi di ketiga negara dan salah satunya dengan mempermudah ekspor-impor produk-produk UKM," kata Afifi . Selain pusat ekspor, bidang kerja sama ekonomi lainnya yang diusulkan Pemprov Sumut adalah mempromosikan program Beli Kreatif Danau Toba dan memperkuat kerja sama di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei. Menurut Afifi, untuk memperlancar konektivitas ini perlu transportasi yang tepat, yaitu kapal laut.
Sementara itu, Chairman CMGF ke-18 IMT-GT Dato Mohd Amar bin Abdullah yang merupakan Menteri Besar Kelantan berharap anggota IMT-GT memperkuat partisipasinya pada kerja sama ini. Selain itu, bersama-sama membahas isu-isu yang berkenaan dengan Indonesia-Malaysia-Thailand untuk kebaikan bersama. Dalam kesempatan lain, PT Bank Sumut bersama Dekranasda Provinsi Sumatra Utara menggandeng Direktorat Jenderal Kekayaan Negara sumut untuk menggelar lelang produk-produk UMKM secara online melalui Kedai Lelang. Sebanyak 53 produk-produk UMKM berupa tenunan dan kain khas budaya Melayu diikutsertakan dalam lelang produk UMKM yang dilakukan secara virtual tersebut.
Selama ini Bank Sumut telah memiliki Sentra Usaha Kecil dan Mikro yang difokuskan untuk mengembangkan pembinaan kepada pelaku UMKM. "Dekranasda Provinsi Sumatra Utara berkomitmen untuk terus mendukung pelaku ekonomi kreatif agar dapat mencapai keberhasilan pemasaran produk kerajinan daerah ke tingkat yang lebih tinggi, "ujarnya. Kepala Kanwil DJKN Sumut Tedy Syandriadi menyampaikan pelaksanaan lelang ini bertujuan memperkenalkan branding lelang, menggali potensi pasar produk UMKM, dan meningkatkan penerimaan negara.
Investasi Baterai Listrik, Emiten Nikel 'Kecele' Tesla
Kabar investasi Tesla Inc. terkait industri kendaraan dan baterai listrik di Indonesia tak kunjung terealisasi. Di sisi lain, Tesla terus berinvestasi di negara lain.Nama Tesla Inc. sempat menjadi buah bibir pada pengujung 2020 hingga awal 2021. Hal itu tak lepas dari rencana perusahaan tersebut berinvestasi di Indonesia terkait bisnis kendaraan listrik.Pada pengujung tahun lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku sempat dihubungi Tesla. Indonesia dilirik lantaran memiliki cadangan bijih nikel terbesar di dunia.Bahkan, sempat disebut bahwa perusahaan AS itu akan melibatkan emiten tambang PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dan PT Inalum (Persero).Langkah itu disebut-sebut sebagai upaya mengamankan lebih banyak sumber daya nikel yang menjadi kunci dalam produksi baterai lithium-ion di mobil listrik. Tesla akan membantu tambang di Kaledonia Baru dengan produk dan standar keberlanjutan.Kaledonia Baru merupakan produsen nikel terbesar keempat dunia. Tesla diperkirakan menjadi penasihat industri di Tambang Goro, yang dimiliki oleh raksasa pertambangan asal Brasil, Vale.Teranyar, pada Kamis (22/7), perusahaan pertambangan Inggris-Australia yakni BHP menyampaikan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan untuk menyediakan pasokan nikel untuk Tesla.
Pertama, dia menyebut adanya tekanan dari pemegang saham agar Tesla berpartisipasi mengurangi dampak perubahan iklim. BPH memiliki komitmen untuk mengelola tambang ramah lingkungan lewat energi terbarukan.Analisis kedua, adanya kesamaan visi antara Tesla dan BHP dalam mengatasi masalah kerusakan lingkungan akibat kegiatan bisnis yang tidak berorientasi lingkungan, sehingga bisnis mereka dapat bertahan lama. Ini tentunya akan memperkuat posisi mereka di mata investor.Ketiga, kerja sama ini diperkirakan mampu mengerek nilai saham kedua perusahaan.
(Oleh - HR1)Potensi Ekspor Tanaman Hias Sangat Besar tapi Minim yang Mau Garap
Permintaan tanaman hias secara internasional sangat besar. Namun, menurut Menteri Perdagangan M Lutfi potensi ini belum banyak digarap di Indonesia. Potensi nilai ekspor tanaman hias senilai US$ 7,8 juta di dunia atau sekitar Rp 113 trilliun Namun, indonesia cuma memiliki market share sekitar 0,08% saja di seluruh dunia.
Minaqu, menjadi salah satu UMKM yang melihat potensi tersebut. Menuruti lutfi, unit usaha ini jeli memanfaatkan peluang bisnis yang besar dan baru digarap secara minim di Indonesia.
Sebagai gambaran besarnya potensi ekspor tanaman hias, CEO Minaqu Home Nature Ade Wardhana Adinata mengatakan saat ini pihaknya sudah berhasil melakukan ekspor ke 6 negara di Eropa dan Amerika Serikat.
Dia mengatakan Minaqu berhasil bekerja sama dengan 7 distributor tanaman hias di 6 negara tersebut. Totalnya ada 15 juta tanaman hias yang akan diekspor selama dua tahun, dengan nilai kontrak mencapai Rp 2,3 triliun. Ade mengatakan Minaqu berhasil cuma dimulai dengan modal sebesar Rp 500 ribu di bulan November 2019, dan dalam 10 bulan awal usahanya ini, Minaqu menembus Rp 5 miliar sebulan.
Kemenperin : Utilisasi Industri Mamin Capai 89 Persen Meski Pandemi
Pit Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika mengatakan utilisasi industri makanan dan minuman (mamin) tetap tinggi, bahkan mencapai 89 persen meski di tengah pandemi.
la mengatakan saat meninjau PT Unilever Indonesia (Walls Factory) dan Mondeléz indonesia (pabrik biskuit Oreo dan Ritz) kemarin utilisasi kedua perusahaan selama masa pandemi sama-sama menyentuh di angka kisaran 89 persen. Artinya produktivitas tetap berjalan baik dan justru permintaannya semakin meningkat, baik di pasar domestik maupun mancanegara.
Putu memberikan apresiasi kepada kedua produsen mamin tersebut, karena di masa pandemi tetap mengapalkan produknya ke pasar ekspor. Hal ini memberikan dampak terhadap peningkatan devisa dan menunjukkan bahwa produk industri nasional berdaya saing di kancah global.
Kemenperin mencatat, industri merupakan salah satu sektor primadona yang membuat kinerja ekspor manufaktur nasional meroket sepanjang semester tahun 2021. Total nilai ekspor industri pengolahan nonmigas pada Januari-Juni 2021 mencapai 19,58 miliar dolar AS atau naik 21.68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain berorientasi ekspor, industri mamin juga tergolong sektor padat karya dan menjalankan hilirisasi atau meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri.
Kontribusi Indonesia Tertinggi
PALEMBANG - Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengumumkan capaian positif Mitsubishi Motors di Indonesia sebagai penyumbang terbesar untuk penjualan MMC di skala global pada kuartal pertama 2021 (tahun fiskal April-Juni). Kontribusinya mencapai 11,5 % atau 26.397 unit terhadap penjualan MMC secara global.
"Indonesia merupakan negara penting, untuk itu kami ingin memastikan pasokan unit terserap pasar bahkan dalam situasi disruptif seperti saat ini," ujar Naoya Nakamura, Presiden Direktur MMKSI, kemarin. Dominasi penjualan MMKSI di Indonesia dikontribusikan oleh model Xpander dan Xpander Cross dengan 49 %, Pajero Sport 20 % dan L300 23 %. Persentase penjualan lainnya dikontribusikan model Triton, Eclipse Cross, dan Outlander PHEV.
Sementara secara global, dua model Xpander juga menempati posisi pertama terbanyak dengan kontribusi 54 % dan Pajero Sport 38 %. "Terima kasih kepada seluruh konsumen yang mempercayakan pilihannya kepada model kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi Motors di Indonesia," katanya.
Pihaknya juga mengapresiasi beragam kebijakan dan insentif pemerintah yang mendukung daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan industri otomotif. "Kami berharap beragam inovasi dan kebijakan yang menguntungkan konsumen dan industri dapat berlanjut menyesuaikan tantangan dan kondisi seperti sekarang ini," tambahnya. Sejak 2017, Xpander dan Pajero Sport diproduksi di Indonesia dan turut berkontribusi terhadap ekonomi nasional, termasuk penyerapan tenaga kerja dan bahan baku produksi.









