Ketidakpastian Kondisi Ekonomi, Industri Kemasan Revisi Target Pertumbuhan
Direktur Executive Indonesia Packaging Federation (IPF) Henky Wibawa mengatakan saat ini kondisi industri kemasan sangat tidak menentu. Menurutnya, pada kuartal I/2021 permintaan pasar menurun, tetapi pada kuartal II/2021 cukup meningkat didorong oleh periode Lebaran. Sayangnya, memasuki kuartal III/2021 permintaan kembali melandai. "Jadi, kami sangat perlu untuk koreksi target growth tahun ini. " Adapun, IPF pada awal tahun optimistis akan mencapai pertumbuhan produksi 4%-5%. Namun, jika tidak ada gelombang Covid-19 selanjutnya, kemungkinan investasi baru dengan nilai lebih besar akan terealisasi tahun ini. Sementara itu, sejalan dengan penurunan permintaan pasar, Henky mencatat tingkat utilitas industri kemasan harus turun sekitar 50%-60% dari kapasitas tahun lalu yang masih di level 70%-80%.
Namun, dia menekankan hal itu tidak serta merta mendorong tercapainya target perseroan yang tahun ini. Tahun ini, emiten dengan sandi saham IGAR ini mematok target pertumbuhan 10,24% dengan total penjualan mencapai Rp819 miliar. Tahun ini perseroan masih yakin akan mencapai pertumbuhan kinerja di level 10%-15%. Direktur dan Sekretaris Perusahaan Panca Budi Idaman Lukman Hakim mengatakan saat ini pabrikan juga tidak melakukan pengurangan kapasitas dan menjaga di level 80% dari total kapasitas pabrik 125.000 ton per tahun.
Tags :
#Industri lainnyaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023